«Jangan Berkhianat»

(*) Rubrik Kebijaksanaan Hidup

«Jangan Berkhianat»

:) Kata “berkhianat” atau “mengkhianati” bagi kita adalah pemali untuk diucapkan, apalagi dilakukan. Kata “khianat” berasal dari bahasa Arab yang berarti: tidak setia, tipu daya dan ingkar.

:) Ada sebuah kisah yang mungkin bisa menghantar kita untuk merenungkan makna khianat. Pada zaman Nazi, ada seorang tawanan perang yang ditahan. Ia diperiksa, disiksa serta dimasukkan ke dalam kamp konsentrasi. Ia menghadapi semuanya itu dengan berani dan tetap bertahan dengan tegap tak tergoyahkan.

:) Lantas secara kebetulan ia mengetahui bahwa yang sebenarnya memberikan keterangan-keterangan yang merugikan dirinya itu adalah saudaranya sendiri. Pengetahuan inilah yang menghancurkan hatinya dan menyebabkan ia meninggal. Ternyata serangan dari musuh masih sanggup ditahan, namun serangan dari orang yang dikasihinya itu “membunuhnya” dengan segera.

:) Dari situ dapat dipahami bahwa orang yang mengkhianati itu adalah mereka yang dikasihi dan memiliki relasi dekat (kekasih, sahabat dekat atau pengikut setia, constituent). Dan jika dalam relasi itu terjadi pengkhianatan (tidak setia, tipu daya dan ingkar) maka sakit hati akan menusuk amat dalam.

:) Ada ungkapan, “Amor medicabilis nullis herbis” yang tertulis di tembok sebuah apotik tua di Kota Luzern-Swiss yang berarti: tidak ada obat yang dapat menyembuhkan orang yang patah hati.

:) Ternyata akibat dari pengkhianatan itu amat menyakitkan. Maka mari kita berusaha untuk tidak menjadi orang yang mudah berkhianat. Mari kita belajar untuk tetap setia dan memelihara kejujuran dalam setiap tugas dan panggilan hidup yang kita emban.

<3 PERCIKAN HATI
«Rabu, 6 Juli 2016»

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts Widget