HIDUP KEKAL ( Yohanes 3 : 31-36 )

Siapa saja yang percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi siapa saja yang tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap tinggal di atasnya (Yoh 3:36).

Menyimak ayat Kitab Suci seperti ini mungkin kita bertanya dalama hati, “Apakah Allah begitu keras dan otoriter? Benarkah orang yang tidak percaya dan tidak taat harus dihukum dengan murka Allah? Bukankah mereka ini yang justru patut dikasihani?

Ketika kita hening dan renungkan lebih lanjut, rasanya bukan Allah yang menghukum orang-orang yang tidak percaya itu. Mereka sendirilah yang menghukum diri sendiri. Dengan tidak menerima utusan Allah yang menawarkan hidup kekal, mau tidak mau orang kehilangan hidup kekal itu sendiri.

Sikap dan keputusan pribadi manusia yang menentukan apakah ia menerima atau menolak hidup kekal. Allah selalu merancang keselamatan bagi setiap manusia.

Hidup kekal memang merupakan anugerah Allah bagi semua orang. Meskipun demikian, toh Allah tidak mau memaksa manusia untuk menerimanya. Allah bukan diktator yang memaksakan kehendakNya, melainkan menghargai kebebasan manusia sehingga akhirnya manusia sendirilah yang harus bertanggung jawab atas segala sikap dan keputusannya. Ketika manusia, dengan kebebasannya, setuju dan mengamini karya keselamatan itu, Allah pasti bersuka cita; tetapi sebaliknya, jika dengan kebebasannya manusia menolak, Allah pasti berduka cita.


Hidup kekal artinya hidup dalam persekutuan dengan Allah, bukan hidup secara jasmani dan tak akan mati. Oleh sebab itu, hidup kekal dapat kita rasakan saat ini.

Betapa indahnya hidup ini,ketika kita memilih dengan bebas tanpa paksaan, menerima tawaran hidup kekal dari Allah.

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts Widget