Renungan Harian, 7 Oktober 2018 Markus 10 : 2-16

APA YANG DIPERSATUKAN TUHAN, MANUSIA TIDAK BOLEH MEMISAHKAN
(  Markus 10 : 2-16  )

Berita perceraian sering meramaikan program infotainment di televisi kita. Muncullah anggapan bahwa kaum selebritis doyan kawin cerai

Lebih konyol lagi, ada yang mengira perceraian merupakan kehendakNya


Sebenarnya perceraian bukan masalah di zaman modern saja. Pada zaman Musa pun sudah terjadi perceraian. Bahkan orang Farisi percaya bahwa PL mengizinkan pria untuk menceraikan istrinya dan kemudian menikah lagi ( Ul. 24:1-4)

Yesus membandingkan pandangan orang Farisi dengan pandangan Allah mengenai pernikahan. Allahlah yang membentuk pernikahan, yang merupakan kesatuan antara seorang pria dan seorang wanita.

Pernikahan ini menghasilkan sebuah hubungan yang unik, yaitu hubungan "satu daging". Hubungan itu lebih erat daripada hubungan orangtua-anak ( band. Kej. 2:24 )

Pernikahan bukan sebuah kontrak yang berlaku sementara waktu saja dan bukan kesatuan yang dapat dibubarkan begitu saja

Sebab itu salah, bila manusia memisahkan suatu kesatuan yang telah dipertautkan Allah

Maka dalam pandangan Allah, tidak ada perceraian. Baik suami maupun istri tidak boleh menceraikan pasangan mereka dan kemudian menikah lagi dengan orang lain


Kebanyakan pasangan yang ingin bercerai selalu beralasan bahwa mereka tidak cocok lagi atau sudah beda prinsip

Mereka menganggap bahwa bercerai adalah hal terbaik yang dapat mereka lakukan, daripada mereka bertengkar terus, yang akan berakibat buruk pada anak-anak mereka.

Bagaimana solusi terhadap masalah demikian? Jangan pernah melihat perceraian sebagai suatu solusi, meski situasinya buruk. Bila demikian, perceraian akan mudah sekali dilakukan.

Pertengkaran suami istri memang tidak baik dilihat anak-anak, tetapi perceraian juga akan berakibat buruk bagi mereka.

Sebab itu kembalilah pada Dia yang mempersatukan, agar Ia menolong terjadinya pemulihan

MELIPAT KEPAHITAN, Matius 15-17

MELIPAT KEPAHITAN
Bacaan: Kejadian 45
------------------------------------------------------------------
Bacaan setahun: Matius 15-17
------------------------------------------------------------------
Seni melipat kertas dari Jepang, origami, telah kita kenal sejak duduk di bangku Taman Kanak-kanak. Origami mensyaratkan pengetahuan dan keterampilan dalam melipat kertas supaya dapat menghasilkan suatu karya yang indah. Tanpa pengetahuan yang benar dan keterampilan yang memadai, kita tidak akan bisa menciptakan lipatan-lipatan kertas menjadi bentuk yang kita inginkan. Bentuk-bentuk yang unik dan indah.

Kisah Yusuf merupakan cerita sukses seorang anak manusia dalam melipat seluruh kepahitan yang terjadi dalam hidupnya. Kesuksesan hidup diraih Yusuf lantaran ia memiliki pengetahuan yang benar akan rencana Tuhan dalam hidupnya (ay. 5). Mimpi-mimpi pada masa mudanya bukanlah mimpi tanpa visi. Yusuf memandang mimpi sebagai pengetahuan yang memampukan dirinya untuk melihat masa depan keberlangsungan bangsanya.

Berbekal pengetahuan tersebut, Yusuf terampil dalam melipat seluruh pengalaman hidupnya yang tidak menyenangkan. Perlakuan buruk dari saudara-saudaranya hingga mendekam di penjara Mesir merupakan rangkaian kepahitan yang harus dilaluinya supaya dapat menyelamatkan ayah dan saudara-saudaranya dari bahaya kelaparan. Keselamatan Yakub dan keluarganya menandai keindahan rencana Tuhan melalui hidup Yusuf.

Kepahitan hidup yang berhasil diatasi oleh Yusuf laksana lipatan-lipatan ilahi yang menghasilkan satu bentuk keindahan di tangan Sang Maestro Agung. Hidup Yusuf adalah bukti yang tak terbantahkan. --EML/www.renunganharian.net
------------------------------------------------------------------
KARYA KEHIDUPAN YANG INDAH DI MATA TUHAN BEKERJA MELALUI PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN KITA DALAM MELIPAT SELURUH KEPAHITAN HIDUP.

Renungan Harian Katolik 8 Oktober 2018 ( Lukas 10 : 25-37 )

SIRAMAN ROHANI
                                                                                                                       Senin, 08 Oktober 2018                                                                                                                         RP Fredy Jehadin SVD

Tema:  Layani Sesama Yang Terkapar Di Jalan!                                                                    Lukas 10: 25-37

Saudara-saudari... Mendengar ceritera Yesus tentang siapakah sesama kita, mungkin ada di antara kita yang merasa takut menjadi orang Samaria, karena pada zaman kita sekarang, begitu banyak orang yang memakai topeng dan berpura-pura menjadi orang miskin; berpura-pura menjadi korban; berpura-pura meminta bantuan dan yang pada akhirnya orang yang memberi bantuan menjadi korban, merasa sakit hati karena ditipu. Sekarang lewat social media ada peringatan...”Hati-hati kalau ada anak kecil yang menangis di pinggir jalan dan meminta dihantarkan ke alamatnya, karena di alamat itu sudah siap orang yang akan memperdayakan anda.”  Berita-berita macam ini mungkin sangat mengganggu keinginan baik kita untuk melayani sesama. Apa yang harus kita buat menghadapi manusia macam ini? Apakah kita harus tetap membantunya? Atau kita biarkan saja, karena kita tidak tahu apakah orangnya sangat polos, jujur atau penipu? Bapa rohani saya katakan: apapun latar-belakang orang itu, entah penipu atau orang jujur, berilah dia apa adanya. Karena pada akhirnya bukan bukan dia dan kita yang berhadapan pada Tuhan tetapi kita dengan Tuhan dan Tuhan dengan orang itu. Kalau pada akhirnya kita tahu bahwa orang itu adalah orang jujur, maka kita bahagia, dia bahagia dan Tuhan pasti bahagia juga; Tetapi kalau kita mendengar bahwa dia penipu, maka mungkin kita sedikit merasa kecewa, tetapi sudah melakukan sesuatu yang  baik, tetapi orangnya sudah berbuat dosa. Barangsiapa yang nerdosa pasti mendapat hukuman di hari akhirat.

Saudara-saudari... Dalam perjalanan sejarah manusia, betapa sering orang baik disakiti dan malah menjadi korban. Mengapa hal itu terjadi atas mereka? Untuk menjawabi pertanyaan ini saya mengutip beberapa pikiran yang pernah beredar dalam group whatsapp.

1. Mengapa orang baik kerap tertipu? Karena orang baik selalu memandang orang lain tulus seperti dirinya. Ia tidak berprasangka, bahwa orang lain yang ia pandang penyayang mampu mengkianatinya.
2. Mengapa orang baik acap dinistai? Karena orang baik tak pernah mau membalas. Ia hanya menerima, meski bukan dia yang memulai perkara atau masalah.
3. Mengapa orang baik sering meneteskan air mata? Karena orang baik tak ingin membagi kesedihannya. Ia terbiasa mengobati sendiri lukanya dan percaya bahwa suatu waktu Tuhan akan mengganti kesabarannya.
4. Namun orang baik tidak pernah membenci yang melukainya. Karena orang baik selalu memandang bahwa di atas segalanya, Allah-lah hakikatnya. Jika Allah yang memiliki skenarionnya, bagaimana ia akan mendebat kehendak Allah. Itulah sebabnya orang baik tidak memilih almari dendam dalam kalbunya. Jika kita buka laci-laci di dalam hati orang baik, maka akan kita temukan hanya cinta dan kasih sayang terhadap mahluk ciptaanNya yang dimilikinya.

Marilah saudara-saudari... Teruslah melayani sesama yang terkapar di jalan dan yang membutuhkan pertolongan kita, dan berbuat baiklah selalu kepada sesama entah langsung atau lewat lembaga-lembaga sosial atau lewat family yang direkomendasikan kepada kita. Jadilah samaritan-samaritan yang lain untuk sesama kita.

Kita memohon Bunda Maria untuk mendoakan kita. Amin.

---------------------------------------------------------------

MENGASIHI SESAMA
( Lukas 10 : 25-37 )


Apa bedanya Yesus dengan ahli taurat dalam bacaan kita hari ini?


Perbedaan pertama ialah sikap yang arogan dari si ahli Taurat. Ia menempatkan diri pada posisi lebih tinggi dari Yesus seolah berhak menguji Dia

Yesus menjawab kembali dengan pertanyaan, yang dapat dijawab secara tepat. Babak pertama kelihatannya kedudukan sama kuat. Namun, memasuki babak kedua dialog ini, baru kelihatan perbedaan yang menyolok (29-37)

Ahli Taurat ini walau tahu firman Tuhan , PL yang diintisarikan ke dalam dua hukum kasih, ternyata tidak siap untuk melakukannya dalam hidupnya.

Hal ini terlihat jelas dari jawabannya, "Siapakah sesamaku manusia?" (29). Ahli Taurat ini mewakili kebanyakan orang Yahudi pada masa itu, melihat sesama manusia hanyalah sesama Yahudi.

Perumpamaan Yesus membongkar pemahaman picik tersebut, sekaligus menggugah kepekaan kasih terhadap sesama manusia

Yesus membandingkan para pemuka agama Yahudi dengan orang Samaria yang dianggap ras campuran yang lebih rendah

Imam dan orang Lewi ternyata hanya mampu bersimpati kepada sesama Yahudi mereka yang kemalangan sementara si Samaria ternyata berempati kepada orang yang secara ras sering menghinanya

Orang Samaria memperlakukan orang asing itu sebagai  ‘sesama’.  Yesus mengajarkan supaya kita bersikap sebagai sesama bagi siapa saja yang kita jumpai di tengah jalan penziarahan hidup kita

Empatinya itulah yang menggerakkan dirinya menolong si malang tersebut, bahkan dengan tidak kepalang tanggung


Dialog babak kedua ini ditutup dengan kemenangan 1-0 Yesus terhadap si ahli Taurat.

Si ahli Taurat tidak bisa mengelakkan diri dari pengakuan siapa sesama manusia sesungguhnya.

Sehingga dengan otoritas Yesus bisa berkata, "Pergilah, dan perbuatlah demikian."


Menjadi pertanyaan bagi kita, sanggupkah kita menjadi orang Samaria yang baik hati itu, mengasihi sesama tanpa membeda-bedakan, mengasihi sekalipun tidak kita kenal, dan bukan demi suatu pujian?

MENYIAPKAN DIRI, Lukas 12:35-48

MENYIAPKAN DIRI
Bacaan: Lukas 12:35-48
------------------------------------------------------------------
Bacaan setahun: Matius 18-20
------------------------------------------------------------------
Selain menunggu, berjaga-jaga adalah pekerjaan yang membosankan. Sebuah perusahaan suatu ketika kecurian. Berdasarkan rekaman CCTV, para maling beraksi pada pukul 2 dini hari. Meski ada beberapa satpam, mereka leluasa mencuri barang berharga karena semua satpam tertidur. Sebelum beraksi, mereka sudah melakukan pengamatan sehingga tahu kapan para satpam siaga dan kapan mereka tidur nyenyak.

Kristus mau kita selalu berjaga-jaga. Merasa aman membuat seseorang tak berjaga-jaga. Akibatnya, orang itu menjadi lemah imannya dan akhirnya suam-suam secara rohani.

Berjaga-jaga adalah tindakan menunggu atau menjaga sesuatu yang berharga. Apa yang kita tunggu sebagai orang Kristen? Kedatangan Yesus Kristus yang kedua kali, yang tidak kita ketahui waktunya. Kita adalah hamba yang baik saat selalu setia mengerjakan segala perintah Yesus. Kita bertindak seperti hamba yang selalu berjaga menunggu tuannya datang dari pesta perkawinan.

Bagaimana caranya agar berjaga-jaga menjadi hal yang menyenangkan? Kita harus selalu mempersiapkan diri untuk bertemu dengan Kristus, dengan hidup sesuai segala perintah-Nya. Saat berjaga-jaga, kita tidak membiarkan iman kita tercuri oleh berbagai kenikmatan dunia. Apakah setiap hari saya berjaga-jaga? Apakah saya sudah mempersiapkan diri secara pribadi sehingga tidak malu bertemu dengan Kristus saat Dia tiba-tiba datang? Berbahagialah kita jika saat Kristus datang, Dia mendapati kita berjaga-jaga menantikan kedatangan-Nya. --RTG/www.renunganharian.net
------------------------------------------------------------------
SAAT BERJAGA, KITA MENYIAGAKAN HATI DAN ROH
UNTUK SIAP MENYAMBUT KEDATANGAN-NYA.

"PERGUNAKAN WAKTU YANG ADA." Efesus 5:16.

"PERGUNAKAN WAKTU YANG ADA." Efesus 5:16.

Seorang wartawan bertanya kepada seorang konduktor terkenal dari Spanyol yang bernama Pablo Casalt, Anda sudah berumur 95 tahun dan Anda adalah seorang pemain selo terbesar yang pernah ada, tetapi mengapa Anda masih berlatih 6 jam sehari? Jawab Pablo Casalt, "Karena saya harus terus berkembang." Mendengar jawaban Pablo Casalt ini saya merenung, "Mengapa sedikit orang yang berpikir seperti Pablo Casalt ? Sebaliknya banyak orang yang merasa puas dan tidak melakukan apa-2, tidak mau berlatih lagi, bahkan ada yang berhenti total karena sudah merasa bisa dan atau sudah merasa mahir. Firman Tuhan mengajarkan agar kita semua menginvestasikan waktu-2 yang ada untuk sesuatu yang baik. Jika tidak, maka kita akan terjebak pada sesuatu yang jahat. Efesus 5:16 berkata, "Pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-2 ini jahat." Kita tidak mempunyai kekayaan, kepandaian, temperamen yang sama, tetapi kita mempunyai waktu yang sama, 1 hari = 24 jam. Bagaimana Anda mempergunakan waktu yang ada? Menyisihkan, menyisakan, atau menyia-nyiakan waktu yang Tuhan beri. Waktu adalah anugrah yang tak ternilai, waktu adalah kesempatan yang akan berakhir: Matahari yang terbenam pasti akan terbit ke,bali, air laut yang surut pasti akan pasang kembali, ranting yang patah pasti akan bersemi kembali, tetapi waktu yang berlalu pasti tidak dapat diulang kembali. Waktu lebih berharga dari uang, karena waktu tidak dapat dibeli, waktu tak dapat diulang karena waktu berjalan maju, waktu tak dapat dicegah, karena datangnya waktu berdasarkan siklus yang berjalan, untuk itu investasikan waktu Anda sebaik mungkin. Waktu itu gratis, tetapi Anda tidak bisa memilikinya, Anda hanya dapat mempergunakannya. Anda tidak dapat menyimpannya, tetapi hanya bisa menghabiskannya. Sekali Anda kehilangan waktu, Anda tidak dapat menemukannya kembali. Kingdom quote: "JANGAN MENGHITUNG SETIAP JAM DALAM SEHARI, TETAPI BUATLAH SETIAP JAM DAPAT DIPERHITUNGKAN HASILNYA.


" Selamat pagi & gunakan waktu Anda dengan baik. Jbu...By: EPAFRAS JH ARCH

Jadilah Elang, bukan bebek

Jadilah Elang, bukan bebek

Saya menunggu untuk naik taksi di bandara Dubai.. Ketika taksi berhenti, hal pertama yang saya perhatikan adalah bahwa taksi itu begitu bersih dan mengkilap.

Sopir berpakaian kemeja putih, dasi hitam, dan celana panjang hitam melangkah keluar dari mobil untuk membuka pintu bagi saya.
Dia menyerahkan kartu laminasi dan berkata, "Saya Abdul".

"Sementara saya manaruh tas Anda di bagasi.. saya ingin Anda untuk membaca pernyataan misi saya."

"PERNYATAAN MISI"
"Untuk mengantarkan penumpang ke tujuan dengan tercepat, teraman dan termurah, dan menciptakan lingkungan yang ramah."

Setelah saya baca, saya duduk di belakang,
Abdul mengatakan,
"Apakah Anda ingin secangkir kopi.??
Saya memiliki termos dan satu kopi tanpa kafein.."

Saya  bergurau,
"Tidak, saya lebih memilih minuman dingin.."
Abdul tersenyum dan berkata,
"Tidak ada masalah..."
"Saya memiliki pendingin yang berisi reguler dan Diet Coke, lassi, air dan jus jeruk.."

Hampir gugup, saya berkata,
"Saya mau Lassi.."
Sambil menyodorkan minuman permintaan saya, Abdul mengatakan...
"Jika Anda ingin sesuatu untuk dibaca, saya memiliki The NST, Star dan Sun Today.."

Kemudian Abdul menyerahkan kartu lain :
"Jika ingin mendengarkan radio dan musik.."

Sepertinya belum cukup, Abdul berkata kepada saya dan bertanya apakah suhu AC nya nyaman bagi saya.
Kemudian ia menyarankan saya rute terbaik ke tujuan saya untuk hari itu.

Dia juga memberitahu saya bahwa ia akan senang untuk ngobrol dan memberitahu saya tentang beberapa pemandangan atau tempat-tempat menarik lainnya.

Saya berkata,
"Saya kagum.." dan bertanya,
"Apakah kau selalu melayani penumpang seperti ini.??"
Abdul tersenyum ke kaca spion,
"Tidak, tidak sebelumnya..."
"Bahkan, sejujurnya ini saya lakukan dalam dua tahun terakhir.."

"Selama lima tahun pertama, saya bekerja sebagai supir, saya menghabiskan sebagian besar waktu saya untuk mengeluh seperti semua sopir taksi lainnya.."
"Lalu suatu hari saya mendengar sebuah cerita tentang..

"KEKUATAN PILIHAN"

Kekuatan pilihan bahwa Anda bisa memilih menjadi "bebek atau elang"

"Jika Anda bangun di pagi hari dan terus mengeluh..."
Anda akan mengecewakan diri sendiri dan juga orang disekitar anda...

Berhenti mengeluh.!!!

"Jangan jadi bebek.. tetapi Jadilah elang"
"Bebek hanya mengeluh"
"Elang terbang tinggi di atas.."

"Selama ini saya selalu mengeluh.. jadi saya memutuskan untuk mengubah sikap saya dan menjadi elang.."

"Aku melihat sekeliling, banyak Taksi yang kotor, driver yang tidak ramah, dan pelanggan yang tidak bahagia.."
"Maka saya memutuskan untuk membuat beberapa perubahan, perlahan-lahan.. bertahap namun pasti.."

"Ketika pelanggan saya merespon dengan baik, saya mengulanginya lagi.."
"Tahun pertama saya sebagai elang, saya mendapatkan penghasilan dua kali lipat dari tahun sebelumnya.."

"Tahun ini penghasilan saya naik empat kali lipat..."

"Pelanggan saya selalu menelepon saya untuk menjemputnya kembali.."

Abdul membuat pilihan yang berbeda...
Dia memutuskan untuk berhenti menjadi bebek dan mulai terbang seperti elang.

Mulailah menjadi elang hari ini...
satu langkah kecil setiap hari, setiap minggu..
Dan selanjutnya..
Dan selanjutnya..

Perbaikilah diri sendiri dan kemampuan Anda dengan cara yang berbeda.

🦅Jadilah elang, bukan Bebek🦆

Mengeluh atau Mencari Solusi..
pilihan di tangan anda..
😊😊😊🙏

HIDUP YANG BERMAKNA


Pada waktu kita memasukkan sebuah BATERAI ke dalam sebuah Jam Dinding,
m a k a Jam Dinding itu mulai bekerja menjalankan tugasnya.
Detik demi detik,Menit demi menit,Jam demi jam,Ia terus bekerja dan bekerja,sampai BATERAI itu habis...Jam dinding itu bekerja tanpa pamrih,di liat orang atau tidak,
ia tetap berdenting;Di hargai orang atau tidak,ia tetap berputar Walaupun tak seorangpun mengucapkan terima kasih,ia tetap bekerja.
Pada waktu bekerja,
ia tetap mnyuarakan KEBENARAN,ia selalu bicara apa adanya.Ketika jarum menunjukkan angka tujuh,ia pun berbunyi tujuh kali.
Begitu seterusnya,
tanpa di lebihkan atau di kurangi sedikitpun juga.
Ketika TUHAN menciptakan manusia,
DIA juga memberi BATERAI,yaitu Nafas Kehidupan.
Dengan Nafas Kehidupan itu,maksudnya agar kita bisa bekerja dan terus berkarya,
serta memberi se-banyak- banyaknya Manfaat bagi sesama seperti halnya Jam Dinding tadi.
Selama BATERAI itu masih berfungsi,
biarlah kita terus Melakukan Hal-hal yang Baik dan  Berguna bagi sesama.

Tak usah memusingkan diri dengan  Pujian dan  Penghargaan,
sekalipun hal-hal baik yang kita lakukan tidak di liat dan tidak di hargai oleh orang lain,
kita harus terus melakukannya.
MAKNA HIDUP ADALAH HIDUP YANG BERMAKNA,
Sudahkah hidup anda Bermakna ?
“Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati.” amin.

st john leonardi



SANTO  YOHANES LEONARDI

Giovanni Leonardi, Pendiri Konggregasi O.M.D.( Clerici regulari a Mater Dei )


Giovanni Leonardi  dilahirkan pada tahun 1541. Ia awalnya berprofesi sebagai seorang apoteker di Lucca, Italia

Ketika usianya duapuluh lima tahun, Yohanes merasakan panggilan untuk menjadi seorang imam

Ia mulai belajar dan akhirnya ditahbiskan sebagai imam pada tahun 1572. Pastor Leonardi menghabiskan waktunya dengan mengajarkan iman kepada anak-anak dan mempersiapkan para katekis

Pelayanan aktif juga membawanya ke rumah-rumah sakit dan penjara-penjara.

Sekelompok pemuda di Lucca berkumpul menyertai Pastor Leonardi serta membantunya dalam karya-karyanya yang mengagumkan.

 Pada akhirnya, kelompok ini menjadi suatu kongregasi religius para imam yang disebut “Pekerja-pekerja Bunda Allah”. Kepada Pastor Leonardi diberikan sebuah gereja sebagai pusat karyanya di Lucca

Para pengikutnya memberikan perhatian pada kebutuhan-kebutuhan rohani umat di paroki baru mereka. Pastor Leonardi selanjutnya pindah ke Roma di mana sahabat karibnya, St Filipus Neri, tinggal

St Filipus adalah pembimbing rohaninya. Pelayanan Pastor Leonardi terkadang terasa berat dan sulit akibat segala gejolak politik dan rohani di Eropa


Tetapi, St Filipus percaya pada Pastor Leonardi dan pada karya-karya baik yang dilakukan kongregasi para imamnya. St Filipus memberikan rumahnya sendiri di Roma

Wisma itu disebut “St William dari Cinta Kasih”. Bersama rumah, diberikan juga kucing St Filipus. Dengan senang hati St Yohanes memeliharanya

St Yohanes Leonardi dan para imamnya mendatangkan pengaruh religius yang kuat atas umat di Italia. Konggregasi mereka kemudian secara resmi diakui oleh Paus Klemens VIII pada tahun 1595


St Yohanes Leonardi wafat akibat wabah penyakit pada tanggal 9 Oktober 1609 pada saat  melayani pasien-pasien kurban wabah penyakit


Ia dimaklumkan kudus oleh Paus Pius XI pada tahun 1938


Perayaan  08 Oktober


Lahir   Tahun 1541

Kota asal  Diecimo, Lucca, Italy


Wafat  8 October 1609 - Sebab alamiah


Beatifikasi 10 November 1861 oleh Beato Paus Pius IX


Kanonisasi   7 April 1938 oleh Paus Pius XI


Sumber : Katakombe.Org

Popular Posts Widget