YESUS MENGECAM KEMUNAFIKAN ( Matius 23 : 13-22 )



Kecaman keras Tuhan Yesus kepada pemuka-pemuka agama Yahudi ini menggunakan kata "celakalah!" dan menyebut mereka "munafik." Celaka artinya "sungguh mengerikan, sungguh berat Allah akan menghukum." Mereka dikecam keras karena kemunafikan mereka

Tindakan mereka menyimpang dari hukum Allah. Seharusnya hukum Allah menjadi kunci yang mereka pegang untuk menjaga Kerajaan Surga. Namun mereka justru menyalahgunakan kunci tersebut untuk kepentingan diri sendiri dan dengan demikian menghalangi orang-orang untuk masuk kedalamnya


Dengan kedok kesalehan mereka memeras para janda ( 14 ). Mereka mengambil keuntungan dari orang-orang yang lemah, yang memercayai mereka dan yang semestinya mereka tolong


Semangat misi mereka mempertobatkan orang pada kefarisian yang legalistik ( 15 ). Hasilnya adalah pengikut-pengikut dengan semangat legalistik. Mereka melemahkan keseriusan dan kekudusan sumpah/nazar ( 16-22 ).


Motivasi mereka sendiri ialah untuk mendapatkan emas dan kurban dari mereka yang bersumpah. Mereka terjebak ritualisme dan mengabaikan keadilan sosial ( 23-24;  bdk. Am. 5:21-24 ). Hati mereka penuh kebusukan padahal penampilan luar begitu mulia.


Maka jauhkanlah diri anda dari kemunafikan dan legalisme yang pada akhirnya dapat menghancurkan!

πŸ›πŸ•Š DOA PAGI πŸ•ŠπŸ›Senin tgl. 26 Agustus 2019

πŸ›πŸ•Š DOA PAGI πŸ•ŠπŸ›Senin tgl. 26 Agustus 2019
πŸŒΉπŸ•ŠπŸŒΉπŸ•ŠπŸŒΉπŸ•ŠπŸŒΉπŸ•ŠπŸŒΉπŸ•ŠπŸŒΉ
Alleluya. Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku, sabda Tuhan, Aku mengenal mereka, dan mereka mengenal Aku.Alleluya

Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin
Haleluya! Nyanyikanlah bagi Tuhan nyanyian baru! Pujilah Dia dalam jemaah orang-orang saleh. Biarlah mereka memuji-muji nama-Nya dengan tari-tarian, biarlah mereka bermazmur kepada-Nya dengan rebana dan kecapi! Sebab Tuhan berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan. (TB Mzm 149:1,3-4)

Tuhan Yesus Kristus, kami bersyukur dan berterima kasih atas kemurahan hati-Mu yang mulia dan kudus, sampai pagi ini kami masih boleh menikmati ciptaan-Mu yang begitu indah dan luarbiasa.
Dan diawal hari kerja ini Engkau kembali mengingatkan dan menegur kami semua agar kami bersikap jujur dalam iman dan perbuatan yang seimbang dengan penuh ketaatan dan kesetiaan pada sabda-Mu.

Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu mengarungi lautan dan menjelajah daratan, untuk mentobatkan satu orang saja menjadi penganut agamamu dan sesudah ia bertobat, kamu menjadikan dia orang neraka, yang dua kali lebih jahat dari pada kamu sendiri.
Dalam  sabda-Mu ini tersirat kemarahan dan ketegasan-Mu, ya Yesus Kristus, sehingga Engkau menggunakan kata-kata yang cukup keras.

Ya Tuhan Yesus, ajarilah kami dan bantulah serta jauhkan kami dari sikap kami yang sombong, munafik, bebal dan tegar hati.
Bentuklah kami menjadi pelaku firman-Mu yang eebaik sesuai dengan kehendak-Mu hingga layak dan pantas menjadi saksi-Mu yang hidup, pembawa damai dan berkat bagi keluarga dan sesama kami.

Semua doa permohonan, pengharapan dan perenungan sedehana ini kami sampaikan kehadirat Allah dengan pengataraan Yesus Kristus, Tuhan kami yang hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang masa.
Bapa kami ......................
Salam Maria ...................
Kemuliaan ......................Terpujilah ........................
Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin. πŸ€πŸ•ŠπŸŒΉ✝πŸ™πŸ›

SENIN, 26 AGUSTUS 2019 Bacaan Liturgi Hari Biasa, Pekan Biasa XXI Bacaan Injil Mat 23:13-22

SENIN, 26 AGUSTUS 2019
Bacaan Liturgi

Hari Biasa, Pekan Biasa XXI

Bacaan Injil
Mat 23:13-22

Celakalah kalian, hai pemimpin-pemimpin buta!

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:

Pada suatu hari
Yesus berkata kepada ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi,
"Celakalah kalian, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi,
hai kalian orang-orang munafik,
karena kalian menutup pintu Kerajaan Surga di depan orang.
Sebab kalian sendiri tidak masuk
dan kalian merintangi mereka yang berusaha untuk masuk.

Celakalah kalian, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi,
hai kalian, orang-orang munafik,
sebab kalian menelan rumah janda-janda
sementara mengelabui indra orang dengan doa yang panjang-panjang.
Sebab itu kalian pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.

Celakalah kalian, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi,
hai kalian, orang-orang munafik,
sebab kalian mengarungi lautan dan menjelajah daratan
untuk mentobatkan satu orang saja menjadi penganut agamamu
dan sesudah ia bertobat, kalian menjadikan dia orang neraka,
yang dua kali lebih jahat dari pada kalian sendiri.

Celakalah kalian, hai pemimpin-pemimpin buta, yang berkata,
'Bila bersumpah demi Bait Suci, sumpah itu tidak sah;
tetapi bersumpah demi emas bait suci, sumpah itu mengikat.'
Hai kalian, orang-orang bodoh dan orang-orang buta,
manakah yang lebih penting,
emas atau bait suci yang menguduskan emas itu?
Dan kalian berkata, 'Bila bersumpah demi mezbah,
sumpah itu tidak sah;
tetapi bersumpah demi persembahan yang ada di atasnya,
sumpah itu mengikat.'
Hai kalian orang-orang buta, manakah yang lebih penting,
persembahan atau mezbah yang menguduskan persembahan itu?

Karena itu barangsiapa bersumpah demi mezbah,
ia bersumpah demi mezbah dan juga demi segala sesuatu
yang terletak di atasnya.
Dan barangsiapa bersumpah demi bait suci,
ia bersumpah demi bait suci dan juga demi Dia, yang diam di situ.
Dan barangsiapa bersumpah demi surga,
ia bersumpah demi takhta Allah dan juga demi Dia,
yang bersemayam di atasnya."

Demikianlah Injil Tuhan.
=====================
SIRAMAN ROHANI                                                                                                               
Senin, 26 Agustus 2019                                                                                                                            RP Fredy Jehadin, SVD

Tema: Jangan Munafik, Tetapi Hidup Jujur Sesuai Dengan Kenyataan!                                                          (Matius, 23: 13 - 22)

Saudara-saudari.... Hari ini Yesus mengecam orang Farisi dan ahli-ahli Taurat. Katanya: Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, karena kamu menutup pintu-pintu kerajaan Sorga di depan orang.

Siapakah orang Farisi dan ahli-ahli Taurat? Mereka adalah kelompok yang sangat berpengaruh dalam agama Yahudi dan berpegang teguh pada Taurat Musa dan pada adat-istiadat nenek Moyang bangsa Israel. Seluruh hukum dan peraturan Yahudi mereka taati secara mutlak. Peran mereka sesungguhnya untuk menjaga keutuhan hukum dan mengajar orang bagaimana menerapkan hukum dalam kehidupan praktis agar orang semakin dekat dengan Tuhan. Tetapi dalam kenyataannya, mereka tidak menjalankan apa yang seharusnya mereka jalankan. Seharusnya mereka menjabarkan hukum dan perintah Tuhan sedemikian rupa agar mempermudah orang untuk memahami hukum dan perintah Tuhan, tetapi kenyataannya hukum dan perintah Tuhan ditafsirkan sedemikian rupa sehingga mempersulit orang untuk memahaminya dan menjauhkan orang dari Tuhan.

Dalam Injil hari ini Yesus katakan: “Kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Sorga di depan orang.” Maksud dari pernyataan ini adalah bahwa mereka menolak dan melawan ajaran Yesus Kristus di depan banyak orang banyak. Dan secara tidak langsung mereka mempengaruhi banyak orang untuk tidak boleh menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat. Yesus Kristus diutus Bapa ke dunia untuk menyelamatkan manusia. Berita kedatangan Yesus Kristus sudah disampaikan dari jaman ke jaman oleh banyak Nabi. Orang Farisi dan ahli-ahli Taurat sudah seharusnya tahu tentang hal itu, karena semua berita tentang kedatangan Kristus sudah tertulis dalam kitab suci. Tetapi sayangnya di saat Yesus Kristus datang, justru orang Farisi dan ahli-ahli Taurat menolak Kristus sampai Ia dihukum mati dan mati di salib. Karena itu, Yesus dengan tegas mengecam mereka, kataNya: “Kamu orang-orang munafik, karena kamu menutup pintu-pintu kerajaan Sorga di depan orang. Sebab kamu sendiri tidak masuk dan kamu merintangi mereka yang  berusaha untuk masuk.”

Saudara-saudari... Kalau dulu kecamanan ini ditujukan kepada orang Farisi dan ahli-ahli Taurat. Tetapi di jaman kita sekarang, kecaman ini ditujukan kepada kita semua, termasuk saya sendiri, yang adalah pelayan Sabda dan Pelayan Sakramen. Sebagai pelayan Sabda dan Sakramen, apakah saya selalu promosikan Kristus kepada banyak orang? Apakah lewat ajaran dan kesaksian hidupku banyak orang merasa dekat dengan Tuhan?

Marilah saudara-saudari... Berlomba-lombalah menjadi saksi Kristus yang setia sesuai dengan profesi kita masing-masing, jauhkanlah dari kita sikap munafik, tetapi sebaliknya hidup jujur apa adanya.

Bersama Bunda Maria kita berdoa: Tuhan bantulah kami agar selalu hidup jujur sesuai dengan kenyataan hidup kami dan expresikan iman kami sesuai dengan ajaran dan kehendak-Mu. Dalam nama Kristus, kami berdoa. Amen!

=======================================================================

Bacaan Liturgi 26 Agustus 2019

Hari Biasa, Pekan Biasa XXI

Bacaan Pertama
1Tes 1:2b-5.8b-10
Kalian telah berbalik dari berhala-berhala kepada Allah,
untuk menantikan kedatangan Anak-Nya yang telah dibangkitkan.
Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Tesalonika:

Saudara-saudara,
Kami selalu mengenang kalian dalam doa-doa kami.
Sebab kami selalu teringat akan amal imanmu, akan usaha kasihmu dan ketekunan harapanmu
di hadapan Allah dan Bapa kita.
Saudara-saudara yang dikasihi Allah,
Kami tahu bahwa Allah telah memilih kalian. Sebab Injil yang kami wartakan disampaikan kepada kalian bukan dengan kata-kata saja, melainkan juga dengan kekuatan,
dalam Roh Kudus dan kepastian yang kokoh.
Kalian sendiri tahu,
bagaimana kami telah bekerja di antara kalian, demi kepentingan kalian.
Di mana-mana telah tersiar kabar tentang imanmu kepada Allah.
sehingga kami tidak usah berbicara lagi tentang hal itu.
Sebab mereka sendiri berceritera tentang kami, bagaimana kalian menyambut kami, dan bagaimana kalian berbalik dari berhala-berhala kepada Allah
untuk mengabdi kepada Allah yang hidup dan benar,
serta untuk menantikan kedatangan Anak-Nya dari surga, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati,
yaitu Yesus, yang menyelamatkan kita dari murka yang akan datang.

Demikianlah sabda Tuhan!

Bacaan Injil
Mat 23:13-22
Celakalah kalian, hai pemimpin-pemimpin buta!
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:

Pada suatu hari
Yesus berkata kepada ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi,
"Celakalah kalian, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi,
hai kalian orang-orang munafik, karena kalian menutup pintu Kerajaan Surga di depan orang.
Sebab kalian sendiri tidak masuk
dan kalian merintangi mereka yang berusaha untuk masuk.
Celakalah kalian, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi,
hai kalian, orang-orang munafik,
sebab kalian menelan rumah janda-janda
sementara mengelabui indra orang dengan doa yang panjang-panjang.
Sebab itu kalian pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.
Celakalah kalian, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi,
hai kalian, orang-orang munafik,
sebab kalian mengarungi lautan dan menjelajah daratan untuk mentobatkan satu orang saja menjadi penganut agamamu
dan sesudah ia bertobat, kalian menjadikan dia orang neraka, yang dua kali lebih jahat dari pada kalian sendiri.
Celakalah kalian, hai pemimpin-pemimpin buta, yang berkata,
'Bila bersumpah demi Bait Suci, sumpah itu tidak sah;
tetapi bersumpah demi emas bait suci, sumpah itu mengikat.'
Hai kalian, orang-orang bodoh dan orang-orang buta,
manakah yang lebih penting,
emas atau bait suci yang menguduskan emas itu?
Dan kalian berkata, 'Bila bersumpah demi mezbah,
sumpah itu tidak sah;
tetapi bersumpah demi persembahan yang ada di atasnya,
sumpah itu mengikat.'
Hai kalian orang-orang buta, manakah yang lebih penting,
persembahan atau mezbah yang menguduskan persembahan itu?
Karena itu barangsiapa bersumpah demi mezbah,
ia bersumpah demi mezbah dan juga demi segala sesuatu
yang terletak di atasnya.
Dan barangsiapa bersumpah demi bait suci,
ia bersumpah demi bait suci dan juga demi Dia, yang diam di situ.
Dan barangsiapa bersumpah demi surga,
ia bersumpah demi takhta Allah dan juga demi Dia,
yang bersemayam di atasnya."

Demikianlah Injil Tuhan!

RENUNGAN SINGKAT:
"JADILAH ORANG JUJUR ANTARA PERKATAAN DAN PERBUATAN."

Hari ini dalam Injil Yesus mengecam ahli ahli taurat dan orang orang Farisi. Mengapa Yesus mengecam mereka? Pertama, Karena mereka merintangi orang yang mau masuk Surga dengan ajaran dan teladan hidup yang keliru. Kedua, Karena mereka menjadikan orang lebih jahat daripada sebelumnya.
Singkatnya, mereka dikecam Yesus karena apa yang mereka katakan tidak pernah sejalan dengan apa yang mereka lakukan. Selalu ada ketidakjujuran disana. Selalu ada tipu muslihat. Selalu ada egoisme disana. Selalu ada manipulasi disana.
Pelajaran buat kita saya kira jelas. Hindarilah itu. Janganlah menjadi seperti ahli ahli taurat dan orang orang Farisi.
Jadilah orang yang jujur antara perkataan dan perbuatan. Apa yang kita ajarkan, atau katakan, yang tentunya sesuai dengan kebenaran dan ajaran Tuhan kita Yesus Kristus, hendaknya juga kita tuangkan dalam perbuatan. Hendaknya apa yang kita perbuat menunjukan dengan jelas siapa Tuhan kita Yesus Kristus. Yesus hendaknya menjadi nyata jaman ini lewat kita kita yang sudah mengikrarkan diri menjadi murid muridNya. Yesus meminta kita untuk berjuang supaya tidak jatuh dalam dosa "kemunafikan dan kefarisian". Semoga kita semakin jujur dan semakin kokoh kuat dalam mewartakan Iman Kristiani kita khususnya dalam perbuatan dan tingkah laku. Amin.
Roh Kudus menguatkan dan memampukan kita. Dalam Nama Tuhan Yesus. Amin.

DOA:
Tuhan Yesus terimakasih atas segala karuniaMu dan penyertaanMu. Ampunilah dosa dan salah kami. Bantulah kami menjadi jujur dalam perkataan dan perbuatan kami sesuai ajaranMu. Kuatkanlah kami agar perkataan dan perbuatan kami selaras. Amin.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita semua (Dan Keluarga) dan seluruh hari kita
πŸ™πŸ™πŸ™✝✝✝πŸ›πŸ›πŸ›

Salam dalam Kasih Tuhan Yesus,

RP. Lukas Gewa Tiala (Adi), SVD.

=======================================================================


Mat. 23:13-22 ~ Senin
"Celakalah kalian... hai orang-orang MUNAFIK."
Yesus MENGECAM dengan KERAS dan TEGAS kepura-puraan. Ini KEPRIHATINAN Yesus. Orang MUNAFIK itu SEPERTI KUBURAN, bagus di luar busuk di dalam. KESUNGGUHAN HATI dan USAHA untuk MENJADI LEBIH BAIK menjauhkan kita dari sifat MUNAFIK.
Saudaraku, sejauhmana Anda terus BERJUANG agar hidup tanpa kepura-puraan sehingga hidup Anda menjadi lebih baik? Dan apakah yang BATINIAH sudah Anda PRIORITAS-kan? Coba refleksikan hidup Anda...
JLU

=======================================================================

.
Senin, 26 Agustus 2019
Pekan Biasa XXI
¤ 1Tes. 1:21b-5,8b-10
¤ Mzm.149:1-2,3-4,5-6a,9b
¤ Mat. 23:13-22
"Servite in humilitate"
- Layanilah dengan penuh kerendahan hati -
   Inilah semangat dasar pelayanan yang harus dimiliki seseorang yang melayani agar ia tidak terjebak pada kesombongan dan kemunafikan.
   Mengacu pada bacaan Injil hari ini, Yesus mengecam sikap, perilaku dan pola hidup orang Farisi dan ahli Taurat yang tidak patut dilakukan oleh mereka sebagai pemuka agama.  “Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik.”
   Adapun sikap, perilaku dan pola hidup orang Farisi dan ahli Taurat yang dikecam Yesus, antara lain:
1. Mengelabui
  Mereka mengelabui orang dengan doa yang panjang dengan tindakan lahiriah yang terselubung dan mengajarkan hukum Taurat, tapi dia sendiri tidak melakukannya. Inilah kemunafikan yang menghambat dan melemahkan sesama.
   Di sinilah kita diajak untuk merefleksikan sikap, tingkah laku dan pola hidup kita dengan terus mengamalkan iman yang nyata, apa adanya tanpa kemunafikan dalam hidup sehari-hari, sehingga dapat membantu meneguhkan sesama untuk berkembang dalam imanya.
2. Menghambat
   Mereka menghambat orang-orang berdosa untuk bertobat dengan beranggapan bahwa Tuhan sedang menghukum mereka. Akibatnya mereka semakin terpuruk hidupnya.
   Di sinilah kita diajak untuk merefleksikan sikap dan tingkah laku hidup kita sehari-hari dengan tekun terus mengusahakan kasih walau terkadang kita terluka karena disakiti atau dikecewakan oleh sesama. Dengan kasih yang tulus ini, hidup kita akan semakin menjadi berkat bagi semuanya.
3. Membelokkan
   Mereka membelokkan ajaran hukum Taurat soal bersumpah sehingga tindakan mereka tidak memberikan harapan tapi menyesatkan.
   Di sinilah kita diajak untuk terus mewartakan harapan akan Tuhan yang setia menepati janjiNya. Sebab seseorang yang memiliki harapan, akan hidup dengan cara yang berbeda, sekaligus dianugerahi hadiah hidup baru dan dengan rendah hati, datang kepada Tuhan, mohon ampun dan bertobat!
   Saudaraku, di dalam hidup kita sebagai pelayan bagi sesama, mungkin saja kita adalah para ahli Taurat dan kaum Farisi modern yang banyak mendikte orang untuk berperilaku yang benar, sedangkan kita sendiri tidak melakukannya. Kemunafikan adalah ciri khas para ahli Taurat dan kaum Farisi. Dalam sehari kita dapat bertopeng kekudusan tetapi hati kita begitu jauh dari Tuhan. Kita mengajak orang bertobat tetapi diri kita sendiri tidak mau bertobat. Ini adalah sikap munafik yang selalu ada dan dimiliki oleh banyak pelayan. Mari kita bertobat!
   Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus bersama Bunda Maria senantiasa menyertai kita sekeluarga yang setia melayani sesama dan bersedia pula untuk bertobat. Amin.

=======================================================================
DOA:
Tuhan, ajarilah kami untuk mengenal diri sehingga memiliki kebajikan kerendahan hati dalam melayani Engkau. Amin

KISAH ELIZABETH SUTEDJA

KISAH ELIZABETH SUTEDJA

Ia cantik, pinter, kaya. Lulusan ITB, Harvard cum laude, jadi presiden marketing di BOEING, hidup seperti presiden.

Tiba2 masuk biara ! What can you say?

Salah satu cerita Elisabeth yg pernah dia share

YESUS TERSENYUM PADAKU
Salah satu ujud yg selalu aq sampaikan dalam doa pagi adalah “Tuhan.... berilah aku kesempatan hari ini untuk berbagi kasih dengan sesama....” Tuhan selalu mengabulkan doaku ini. Ada saja yg bisa aq lakukan: membantu menyeberangkan orang tua, mendamaikan anak2 yg bertengkar, membantu tetangga membereskan kebunnya, menyapa orang2 yg aku jumpai...... Selain hal2 yg biasa, Tuhan juga kadangkala memberi aku kesempatan yg luar biasa.....

20 Desember 2010....... Setelah mengikuti misa pagi di Gereja St Anthony, biasanya aku langsung pulang ke rumah, tapi pagi itu aku jalan kaki berputar ambil jalan lain melewati Fenway Park, sebuah taman besar dan indah di pusat kota Boston, dgn tujuan ingin menikmati morning-sandwich di salah satu kios penjual makanan di situ. Saat itu di pertengahan musim dingin (winter). Suhu udara sekitar minus 10 derajat Celsius. Semalam salju turun dgn lebat. Tebal salju di taman sekitar 15 cm.

Sedang aku menikmati sandwich, pandanganku terarah ke sebuah gazebo  di tengah taman. Aku lihat seorang wanita tua sedang memandang ke arahku, seolah-olah ingin memanggilku. Aku tanyakan kepada penjual makanan, apakah dia kenal dengan wanita itu. Jawabnya, “No, I’ve never seen her!” Aku beli sepotong sandwich dgn segelas susu panas dan membawanya ke gazebo.
Aku perkirakan wanita itu berusia sekitar 60 tahunan, wajahnya putih penuh dengan kerut dan pakaiannya sangat sederhana.

“Hi.... I’m Elisabeth Sutedja....” sapaku sambil mengulurkan tangan kananku. Dia diam tak menjawab dan tak menerima uluran tanganku. Matanya tajam memandang sandwich dan susu panas yang aku bawa.
“Will you join me?” kataku sambil menyerahkan sandwich & susu panas kepadanya. Dengan cepat dia mengambilnya dan menyantapnya dgn lahap. Nampaknya dia sudah lapar sekali. Selesai makan, dia mulai memandang dan mengamatiku. Pandangannya terarah kepada Rosario kecil yang aku pakai di pergelangan tangan kiriku. “Christian?” tanyanya. “Yes... Catholic...” jawabku.
“Shit!” katanya keras sambil mencibirkan bibirnya.
“Why shit?” tanyaku.
“I don’t believe in God!” jawabnya.
“Why don’t you?” tanyaku lagi.
“There’s no God!” jawabnya tegas.
“There is God!” kataku halus.
“Prove it!” pintanya.

Wah..... aku mulai putar otak..... Bagaimana caranya membuktikan Tuhan itu ada. Aku berdoa dalam hati, “Yesus tolong aku...” Dan Yesus menolong!!
Aku perhatikan tangan dan badannya menggigil. Dia pasti sangat kedinginan! Aku lepaskan mantel tebal yg aku pakai.“It’s for you” kataku sambil mengenakan mantel itu pd tubuhnya. Dia diam, matanya kini memandangku dgn sayu. Aku lihat air matanya menetes keluar. Aku merasa iba melihatnya. Aku peluk dia. Dia menangis keras.....

“Why are you doing this?” tanyanya sambil menangis.
“Jesus is God. He knows you’re freezing. So He asks me to give this coat to you!” jawabku.
“Really?” tanyanya. Matanya yg berlinang air mata memandangku dan kedua tangannya meraba mukaku sambil berkata pelan.... “You’re really an angel! You gave me food when I was hungry.. Then you gave me your coat when I was freezing!”
Aku kaget..... Bagaimana dia dapat mengucapkan kata-kata indah itu?

Sesuatu terjadi pada diriku! Aku merasakan sukacita yang sungguh besar! Aku merasa Yesus tersenyum padaku! Aku berjalan pulang tanpa mengenakan mantel, namun aku tak merasakan dingin samasekali!
APAKAH KITA SIAP MENJADI ELISABETH2 YANG LAIN...????
πŸ™πŸ™πŸ™

Agama itu sederhana, yaitu peka dan tanggah terhadap kebutuhan orang lain.
Jangan berdedat yg ruwet², sia² saja.

Quote of the Day:

Quote of the Day:

Seseorang yang mengenal siapa dirinya dengan benar berpotensi menempatkan diri di hadapan Tuhan dengan benar pula.

Dr. Erastus Sabdono,
26 Agustus 2019

Betapa indahnya hidup ini, jikalu kita "mengenal" Tuhan dengan benar.

Ketika aku di Batavia terasa asing, beruntung ada yang mengenali diriku, legalah rasanya hatii ini

Pada dasarnya semua orang ingin dikenal dimana dia berada. Setegar apapun dia, ketika tak ada mengenalnya, sedih juga hatinya

Kalau kita cermat, sesungguhnya Tuhan lebih mengenal kita, Beliau selalu ingin "berbicara" dengan kita, berjalan dengan kita

 Namun sayang kesibukan, sering kali menjadi penghalang hubungan kita dgn Tuhan.

 Betapa indahnya hidup ini, jikalu kita "mengenal" Tuhan dengan benar.



_________________________________________________________________________________


Obat penawar keserakahan, mencukupkan diri dengan anugerah Tuhan

________________________________________________________________________________

Tidak jarang dalam kehidupan nyata, Tuhan Sang Pencipta Alam Semesta, "menutup pintu yang satu" untuk "membuka pintu yang lain"

Beliau selalu menyertai orang yang berharap kepadaNya, ditengah penderitaan dan kegalauan masa depan

Tuhan selalu memberi damai sejahtera

_________________________________________________________________________________


Kita dipanggil tidak hanya memulai pekerjaan baik. Tetapi juga menyelesaikan dan mengakhirinya dengan baik

Iman dan Tindakan 1 Tes 1:2b-5.8b-10 Mat 23:13-22 Senin, 26.08.2019

Iman dan Tindakan
1 Tes 1:2b-5.8b-10
Mat 23:13-22
Senin, 26.08.2019

Iman perlu diwujudkan lewat perbuatan yang nyata. Rasul Paulus menampakkan imannya dengan tindakan nyata. Ia mendoakan dan memohonkan berkat untuk jemaat di Tesalonika. Sebaliknya, Yesus mengecam dan menegur orang Farisi dan ahli Taurat sebab di hadapan umum, mereka tampil sempurna dalam dalam melaksanakan ritual keagamaan secara baik, suci dan saleh, tetapi dalam perbuatan dan tindakan sangat berbanding terbalik. Mereka bersikap munafik. Sikap munafik menghambat dan menghalangi orang lain untuk melihat dan menemukan kebenaran.

Yesus menghendaki agar kita seperti orang munafik yang selalu menampilkan diri di luar dengan baik, rajin berdoa, ibadah, pandai berkata bijak tapi hatinya penuh rencana jahat. Kita dituntut untuk hidup jujur dan tulus hati.

Seringkali hidup dan tindakan kita tidak sesuai dengan apa yang kita ajarkan, kita katakan serta yang kita lakukan. Sebagai orang beriman, hendaklah kita sadar diri akan identitas akan identitas diri kita sebagai orang beriman agar tindakan, perkataan selaras dalam hidup harian kita.

Selamat pagi dan selamat hari baru. Dalam Yesus kita bersaudara. Tuhan memberkati.
Salam Kasih

NASEHAT YG MENYEJUKKAN



Oleh : Emha Ainun Nadjib

Dalam suatu forum saya bertanya, ”Apakah anda punya tetangga ?”

Dijawab serentak, “Tentu punya”

“Punya istri enggak tetangga Anda ?”

“Yaa, punya doong”

“Pernah lihat kaki istri tetangga Anda itu ?”

“Secara khusus tak pernah melihat” kata hadirin di forum,

“Jari-jari kakinya lima atau tujuh ?”

“Tidak pernah memperhatikan”

“Body-nya sexy atau enggak ?”

Hadirin tertawa lepas.

Dan saya lanjutkan tanpa menunggu jawaban mereka,  “Sexy atau tidak bukan urusan kita, kan ?"

Tidak usah kita perhatikan, tak usah kita amati, tak usah kita dialogkan, diskusikan atau perdebatkan.
Biarkan saja.

Keyakinan keagamaan orang lain itu yaa ibarat istri orang lain.
Ndak usah diomong-omongkan, ndak usah dipersoalkan benar salahnya, mana yang lebih unggul atau apa pun.

Tentu, masing-masing suami punya penilaian bahwa istrinya begini begitu dibanding istri tetangganya, tapi cukuplah disimpan di dalam hati.

Bagi orang non-Islam, agama Islam itu salah.
Dan itulah sebabnya ia menjadi orang non-Islam.

Kalau dia beranggapan atau meyakini bahwa Islam itu benar, ngapain dia jadi non-Islam ?

Demikian juga, bagi orang Islam, agama lain itu salah.

Justru berdasar itulah maka ia menjadi orang Islam.

Tapi, sebagaimana istri tetangga.  Itu disimpan saja di dalam hati, jangan diungkapkan, diperbandingkan atau
dijadikan bahan seminar atau pertengkaran.

Biarlah setiap orang memilih istri sendiri-sendiri dan jagalah kemerdekaan masing-masing orang untuk menghormati dan mencintai istrinya masing-masing, tak usah rewel bahwa istri kita lebih mancung hidungnya karena Bapaknya dulu sunatnya pakai calak dan tidak pakai dokter, umpamanya.

Dengan kata yang lebih jelas, teologi agama-agama tak usah dipertengkarkan, biarkan masing-masing pada keyakinannya.

Sementara itu orang muslim yang mau melahirkan padahal motornya gembos, silahkan pinjam motor tetangganya yang beragama Katolik untuk mengantar istrinya ke rumah sakit.

Atau Pak Pastor yang sebelah sana karena baju misanya kehujanan, padahal waktunya mendesak, ia boleh pinjam baju koko tetangganya yang NU mau pun yang Muhamadiyah.

Atau ada orang Hindu kerjasama bikin warung soto dengan tetangga Budha, kemudian bareng-bareng bawa colt bak ke pasar dengan tetangga Protestan untuk kulakan bahan-bahan jualannya.

Tetangga-tetangga berbagai pemeluk agama, warga berbagai parpol, golongan, aliran, kelompok atau apa pun, silakan bekerja sama di bidang usaha perekonomian, sosial,
kebudayaan, sambil saling melindungi koridor teologi masing-masing.

Bisa memperbaiki pagar bersama-sama, bisa gugur gunung membersihi kampung, bisa pergi mancing bareng, bisa main gaple dan remi bersama.

Bisa ngumpul nge WA, BB-an & Facebookan,.. & media sosial lainnya,.. bersama.

Tidak ada masalah lurahnya Muslim, cariknya Katolik, kamituwonya Hindu, kebayannya Gatholoco atau apa pun.

Jangankan kerja sama dengan sesama manusia, sedangkan dengan kerbau dan sapi pun kita bekerja sama nyΔ…ngkul dan olah sawah.

Itulah lingkaran tulus hati dengan hati.

Semoga... kita makin sadar akan pentingnya Toleransi... Solidaritas & Kerukunan. 
Bahwa semuanya itu indah nan Fitri... !!!

Tolong diforward ke sahabat dan saudara2 kita, agar timbul ketenangan dan kedamaian.

Damai dihati...
Damai di bumi...

RHEMA HARI INI Yohanes 15:16 Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu.

Senin, 26 Agustus 2019

BACAAN HARI INI
Yohanes 15:14-19

RHEMA HARI INI
Yohanes 15:16 Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.

Arthur Ashe adalah petenis legendaris Wimbledon dari Amerika serikat. Ia sekarat karena tertular penyakit AIDS dari transfusi darah saat menjalani operasi jantung di tahun 1983. Surat-surat dari para penggemar berdatangan dari seluruh penjuru dunia. Salah satu dari surat itu berbunyi, “Mengapa Tuhan harus memilihmu untuk penyakit yang begitu berat?” Untuk yang satu ini Arthur Ashe membalas, “Di seluruh dunia, 50 juta anak-anak sedang mulai bermain tenis, 5 juta belajar cara bermain tenis, 500 ribu belajar tenis professional, 50 ribu datang ke sirkuit, 5 ribu mencapai Grand Slam, 50 mencapai Wimbledon, 4 ke semi final, dan 2 ke final. Ketika saya memegang sebuah piala, saya tidak pernah bertanya kepada Tuhan, “Mengapa saya?” Dan hari ini, dalam kesakitan, saya seharusnya juga tidak bertanya pada Tuhan, “Mengapa saya?”

Dalam banyak hal, kita tidak bisa selalu memilij. Kita tidak bisa memilih untuk terlahir dari siapa atau di keluarga mana. Demikian pula tidak seorang pun yang dapat mengaku Yesus adalah Tuhan, selain oleh Roh Kudus (1Kor. 12:3). Ini berarti bukan kita yang memilih, tetapi Tuhanlah yang memilih kita untuk melakukan apa yang telah Dia rancangkan. Kalau Tuhan sudah menetapkan, maka ibarat palu sudah diketok, tidak ada yang bisa mengubahnya. Kita tidak akan bisa menghindar dari ketetapan-Nya.

Tuhan mau kita mulai bergerak aktif di musim berbuah lebat ini untuk bekerja menghasilkan buah jiwa-jiwa bagi Kerajaan Allah. Berikanlah perhatian dan mulailah menjangkau orang-orang di sekitar kita, agar mereka dapat menerima keselamatan. Buang segala keraguan, sebab bila Tuhan yang menetapkan, Dia juga yang akan memperlengkapi. Inilah saatnya angin kegerakan, arus dari Tuhan sedang mengalir di tengah-tengah kita. Inilah momennya jalan untuk menjangkau terbuka lebar dan semua rintangan serta penghambat untuk selamatkan jiwa disingkirkan, sebab Tuhan sedang mengerjakan mujizat selamatkan jiwa. (PF)

RENUNGAN
BUKAN KITA yang memilih, tetapi Tuhan yang MEMILIH dan MENETAPKAN kita untuk MENGHASILKAN BUAH.

APLIKASI
1. Apa yang menyadarkan Anda bahwa Tuhan telah memilih Anda?
2. Apa yang Anda rasakan setelah menyadarinya?
3. Bagaimana Anda akan meresponi ketetapan Tuhan?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, kami merasa sangat berharga karena Engkau telah memilih kami. Mampukan kami untuk taat dan hidup berbuah lebat bagi Kerajaan-Mu. Kami rindu keluarga, teman-teman dan orang-orang di sekitar kami juga beroleh keselamatan. Kami percaya inilah saatnya, inilah momennya banjir jiwa-jiwa diselamatkan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”


Source https://gbika.org/dipilih-untuk-menghasilkan-buah/

Apakah kita merindukan generasi penerus kita kelak menjalani hidup benar dan takut akan Allah?

Kita mungkin tak asing dengan peribahasa "Buah jatuh tak jauh dari pohonnya", yang berarti sifat seorang anak biasanya tak jauh dari sifat orang tuanya. Kondisi yang tampaknya benar, jika kita melihat fakta kehidupan di sekitar kita

Namun, kondisi akan berbeda jika berbicara mengenai perilaku, rasa takut akan Allah, atau respons terhadap kebenaran firman-Nya

Kehidupan rohani, pengenalan dan takut akan Allah, dan ketaatan seseorang kepada Allah, tidak otomatis akan dimiliki pula oleh generasi penerusnya

Itulah yang terjadi pada garis keturunan Samuel

Tetapi anak-anaknya itu tidak hidup seperti ayahnya; mereka mengejar laba, menerima suap dan memutarbalikkan keadilan. ( 1 Samuel 8:3 )


Alkitab jelas mencatat bahwa anak-anak Samuel tidak hidup seperti ayahnya, bahkan bertolak belakang dengan sangat jelas. Mereka suka mengejar laba, menerima suap, hingga memutarbalikkan keadilan

Perilaku "ganjil" dari kedua anak Samuel itu menyebabkan bangsa Israel, diwakili oleh tua-tua Israel, tak sudi menjadikan mereka sebagai pemimpin

Sebagai gantinya, mereka meminta Samuel mengangkat seorang raja ( I Sam 8 :  6 ). Sungguh disayangkan perilaku yang dihidupi oleh anak-anak Samuel. Mereka gagal meneladani kehidupan Samuel dan memilih menjalani hidup yang tidak berkenan di hadapan Allah.

Apakah kita merindukan generasi penerus kita kelak menjalani hidup benar dan takut akan Allah?

Jalanilah terlebih dahulu kualitas kehidupan yang demikian, lalu berikanlah didikan dan pendampingan kepada generasi penerus kita sedini mungkin ( Ams. 22:6 ), sampai kelak teladan dan didikan kita akan menghasilkan buah berupa kehidupan yang berkenan kepada Allah!

Seandainya saja bus ini aku cemplungkan ke dalam jurang :

Seandainya saja bus ini aku cemplungkan ke dalam jurang :
==================

Seorang sopir bus yg beragama Khatolik, suatu hari diminta perusahaannya untuk mengantar rombongan mahasiswa muslim IAIN berziarah.

Di tengah jalan seorang mahasiswa menyodorkan kaset DVD pengajian untuk diputar di dalam bus.
Sopir tadi meng-iya kan.

Video pun diputar dan ternyata isinya mengolok-olok Yesus yg katanya matinya di pentang udoh, apa ora kademen??
Seluruh penumpang tertawa dan ikut mengolok-olok

Si sopir hatinya panas, dengan penuh amarah dia berpikir, seandainya saja bus ini aku cemplungkan ke jurang semua penumpang yg mengolok-olok itu pasti mati.
Tapi tiba-tiba Roh kudus seperti mengingatkan dia tentang perkataan Yesus di atas salib, Bapa ampunilah mereka sebab mrk tdk tahu apa yg mereka perbuat, si sopir pun tersenyum.

Pada saat makan siang mereka berhenti di pinggir jalan dan membagikan nasi kotak.
Spontan si sopir membuat tanda salib...berdoa...lalu makan.
Kontan suasana jadi hening, mahasiswa” itu saling berpandangan dan berbisik,sopirnya Nasrani.

Sesudah acara ziarah selesai ketua rombongan mendekati sang sopir untuk memberikan tip sambil bertanya, bapak nasrani??...iya...jawab si sopir.
Maaf pak apakah bapak tidak marah akan video pengajian tadi?? Soalnya kami akan marah besar ketika nabi dan agama kami dihina.

Sang supir tersenyum dan berkata, yang kalian olok-olok itu Tuhanku nama-Nya TUHAN YESUS, dan Dia ketika dihina di atas salib berkata, ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yg mereka perbuat.

Sebuah kesempatan mewartakan Injil yg bagus, masukilah medan pertempuranmu dgn kasih.
Jawablah pertanyaan mereka dgn cinta.
Sorga tidak butuh Front Pembela Yesus.
Justru kitalah yg sering dibela olehNya, jadilah terang Kristus.

Amin ...... GBU
πŸ™πŸ™πŸ™

πŸ›πŸ•Š DOA MALAM πŸ•ŠπŸ› Senin, tgl.26 Agustus 2019

πŸ›πŸ•Š DOA MALAM πŸ•ŠπŸ›
Senin, tgl.26 Agustus 2019
πŸŒΉπŸ•ŠπŸŒΉπŸ•ŠπŸŒΉπŸ•ŠπŸŒΉπŸ•ŠπŸŒΉπŸ•ŠπŸŒΉ
Tuhan berkenan akan umat-Nya.

Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin.
Ya Allah yang maharahim, murah hati, panjang sabar, pengasih dan penyayang, kami berterima kasih atas berkat rahmat-Mu sepanjang hari ini, semua suka dan duka yang kami peroleh sepanjang hari ini, kami percaya bahwa semuanya itu dikarenakan kasih-Mu kepada kami semua, dimana Engkau tak biarkan kami berjalan sendiri hingga tersesat jalan.

Untuk itulah ya Tuhan Yesus, pada perenungan kami sepanjang hari ini, kami bersyukur, Engkau menegur dan marah kepada kami yang dengan pedas dan tegas dikarenakan banyak diantara kami yang hidup dengan sikap munafik, sombong, tegar tengkuk, dan kami pahami akan teguran-Mu yang keras ini dilandasi oleh kasih sayang-Mu kepada kami dan ingin menyadarkan kami untuk kembali kejalan yang benar, jalan kebenaran dan hidup.

Ampunilah kami ya Tuhan, baik secara sadar maupun tidak, kami telah melenceng dan kehendak-Mu, makin egocentris, munafik, sombong dan tegar tengkuk.
Ajarilah kami akan arti pengorbanan dan kerendahan hati yang telah Kau contohkan dalam pikul salib, sangkal diri, sengsara, wafat disalib.
Tumbuhkan, siramilah iman, harapan dan kasih kami dengan air kehidupan yang adalah firman-Mu.

Sebab Engkaulah, Yesus Kristus, Raja yang mulia dan kekal, Tuhan dan pengantara kami yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dan Roh Kudus, kini dan sepanjang masa.
Bapa kami .......................
Salam Maria ...................
Kemuliaan ......................
Terpujilah ........................
Dalam nama Bapa.dan Putra dan Roh Kudus
 Amin. πŸ€πŸ•ŠπŸŒΉ✝πŸ™πŸ›

JANGANLAH MUNAFIK ( Matius 23 : 23-26 )

JANGANLAH MUNAFIK
(  Matius 23 : 23-26 )


Matius melanjutkan kisah tentang kecaman-kecaman yang dibuat oleh Yesus terhadap  para ahli Taurat dan kaum Farisi di bab ke-23 ini

Untuk memahami perikop kita hari ini, narilah hening sejenak agar kita memahaminya secara global. Hal pertama yang kiranya perlu dikoreksi Yesus adalah kemunafikan kedua kelompok  Yahudi  yang menduduki “Kursi Musa”

Mereka mengklaim diri sebagai rabi, bapa dan pemimpin. Ya, harus diakui bahwa pengajaran mereka sangat bagus karena berdasarkan Taurat Musa tetapi perbuatan-perbuatan mereka jauh dari Wajah Tuhan

Oleh karena itu Yesus membuka pikiran para muridNya untuk tidak berlaku demikian. Mereka dianjurkan Yesus untuk mengikuti pengajaran mereka dan bukan perbuatan mereka. Para murid juga diharapkan untuk menjadi pelayan yang baik dan rendah hati ( 23:1-12 ).

Setelah menghimbau para muridNya, Yesus melanjutkan dengan kecaman-kecaman terhadap para ahli Taurat dan kaum Farisi. Kecaman-kecaman ini dapat kita baca pada 23:13-36. Ada tujuh kecaman yang diucapkan Yesus yaitu:

    Ayat 13           Ayat 15            Ayat 16-22      Ayat 23-24
    Ayat 25-26      Ayat 27-28      Ayat 29-30


Nah, perikop kita hari ini termasuk pada kecaman nomor 4 dan 5.

Untuk kecaman ke-4 pada ayat 23 dan 24, Yesus mengatakan bahwa celaka bagi para Ahli Taurat dan orang-orang Farisi karena persepuluhan dibayar tetapi hal utama yaitu keadilan, belas kasihan dan kesetiaan diabaikan

Penghayatan mereka akan hukum Taurat hanya pada level eksternal sedangkan inti terpentingnya tidak dihayati yaitu tiga nilai atau triade moral yakni keadilan ( relasi dengan sesama )

Belas kasihan  ( mengikuti kehendak ilahi atau hesed ), kesetiaan [  berpegang teguh pada janji seperti yang dibuat Tuhan dengan kebenaran ( emet ) sejati ]

Kesetiaan ( fidelity ) juga berhubungan dengan iman kepada Allah

Tentang keadilan, di dalam Kitab Perjanjian Lama, kita dapat menemukannya dalam Amos 5 :24; Hosea 4:1-2. Nah, ini boleh juga disebut triade yang meringkasi seluruh hukum Taurat. Ketiga hal ini sangat peting dalam membangun relasi yang baik dengan sesama

Kecaman ke-5 yaitu pada ayat 25-26. Yesus mengatakan bahwa celaka bagi para ahli Taurat dan kaum Farisi karena mereka membersihkan bagian luar cawan dan pinggan saja

Ini adalah kecaman terhadap kemunafikan mereka yang lebih memprioritaskan urusan lahiria belaka dengan ketakutan bahwa kalau mereka tidak berhati-hati maka mereka akan terkontaminasi dengan hal-hal yang kotor, padahal di dalam hati mereka juga kotor

Jadi di luar diri mereka kelihatan bagus, bersih dan rapi tetapi bagian dalamnya kotor! Mengapa? Karena semua yang mereka makan dan minum juga berupa rampasan dan kerakusan. Jadi bagi Yesus, hal yang terpenting adalah kemurnian hati

Apa yang harus kita lakukan? Yesus di alam bacaan Injil meminta kita untuk ber metanoia  ( bertobat ). Ada semangat untuk mengubah kiblat hidup sebagai pengikut Kristus dengan menjaga kemurnian hati kita

Hidup kita akan lebih berarti bukan karena penampilan cashing diri kita tapi yang terpenting adalah jati diri kita. Maka hendaknya hidup kita disokong oleh triade ini: keadilan, belas kasih dan kesetiaan!

Rangkaian sabda "celaka" ini ditutup dengan ratapan mengenai Yerusalem ( 37-39 ).

Kemunafikan pemuka agama ini telah menggerogoti juga umat Tuhan! Betapa dahsyatnya hukuman yang akan menimpa pemimpin yang pada akhirnya menjadikan pengikut mereka jahat, bahkan lebih jahat daripada mereka ( lihat ayat 15 )

Maka jauhkanlah diri kita dari kemunafikan dan legalisme yang pada akhirnya dapat menghancurkan

KUASA TUHAN ( Lukas 7 : 11-17 )

KUASA TUHAN
( Lukas 7 : 11-17 )

Ketika ada anggota keluarga yang meninggal dunia, biasanya orang-orang yang datang untuk menyatakan rasa bela sungkawanya akan memberi penghiburan dan mengatakan, "Sudahlah, jangan bersedih terlalu lama. Relakanlah dia karena dia sudah bahagia berada di sisi-Nya"

Bila anda berada dalam posisi yang kehilangan, mudahkah bagi anda untuk terhibur dengan cepat begitu mendengar kata-kata seperti itu? Kebanyakan orang tidak bisa

Dalam status sebagai janda yang hanya memiliki seorang anak laki-laki, kita dapat memahami bahwa bagi si janda, anak laki lakinya merupakan harta terbesar bagi dia

 Bisa dibayangkan kesedihan dan ratap tangisnya ketika si anak laki-laki meninggal dunia. Apakah lagi yang dia miliki di dunia ini? Anak itulah harapan untuk masa depannya kelak

Melihat sang ibu yang meratap sedih, Yesus jadi prihatin. Dia berkata agar si ibu jangan menangis.  Perkataan ini mungkin sama seperti perkataan orang lain yang mencoba menghibur si ibu.

Namun perkataan Yesus diikuti dengan suatu tindakan mukjizat yang luar biasa ajaib. Ia menyuruh anak muda itu bangkit!  Ia hidup!

Isak tangis si ibu pasti berubah jadi senyum lebar, bahkan bukan tidak mungkin bila ia melompat-lompat kegirangan. Duka berubah jadi suka

Karya Yesus mengingatkan orang pada apa yang telah dilakukan Elia ( 1 Raj. 17:17-24 ) dan Elisa ( 2 Raj. 4:32-37 ) pada masa Perjanjian Lama.

Maka muncullah kemudian perasaan takjub dan takut. Ada juga timbul penghiburan dan pengharapan di antara orang banyak karena melihat bahwa Allah telah melawat mereka


Namun itu bukan hanya terjadi dulu. Zaman now pun, Allah ada di tengah-tengah kita dan memerhatikan kita. Ia juga berbelas kasihan atas kita, terutama saat-saat kita harus menanggung beban berat


Maka jangan pernah putus berharap, nyatakanlah permohonan anda kepada Dia. Setelah itu, nantikan Tuhan berkarya dan menyatakan kuasa-Nya

Dia akan mengambil beban anda dan meringankan Anda. Dia akan mengubah duka anda menjadi suka cita

"Para mistik menyadari dan mengalami mujizat Tuhan setiap hari"

INSPIRASI INJIL hari ini
Luk 7:11-17

Sekali peristiwa
Yesus pergi ke suatu kota yang bernama Nain.
Para murid serta banyak orang pergi bersama Dia.
Ketika Yesus mendekati pintu gerbang kota,
ada orang mati diusung ke luar,
yaitu anak laki-laki tunggal seorang ibu yang sudah janda,
dan banyak orang kota itu menyertai janda tersebut.
Melihat janda itu,
tergeraklah hati Tuhan oleh belas kasihan.
Lalu Tuhan berkata kepadanya, "Jangan menangis!"
Dihampiri-Nya usungan jenazah itu dan disentuh-Nya.
Maka para pengusung berhenti.
Tuhan berkata,
"Hai Pemuda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!"
Maka bangunlah pemuda itu, duduk dan mulai berbicara.
Lalu Yesus menyerahkannya kepada ibunya.
Semua orang itu ketakutan,
dan mereka memuliakan Allah sambil berkata,
"Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita,"
dan, "Allah telah mengunjungi umat-Nya." Maka tersiarlah kabar tentang Yesus di seluruh Yudea
dan di seluruh daerah sekitarnya.
Demikianlah INJIL Tuhan.

Inspirasi
"Para mistik menyadari dan mengalami mujizat Tuhan setiap hari"

Tuhan memperhatikan setiap tetes air mata dari orang yang dikasihiNya. Cara Tuhan menjawab setiap doa dan rintihan hati kita berbeda-beda. Waktunya juga demikian. Tetapi pada dasarnya, Tuhan mendengar dan memperhatikan kita. Belaskasihan dan kemurahan selalu tersedia buat kita. Maka, kita diminta untuk setia dan penuh harapan menantikan pertolongan Tuhan dalam kehidupan kita. May the Almighty God bless you Father Son and the Holy Spirit. Amen

Dari hati dan pikiran yang bersih πŸ’¦, akan terpancar cahaya sukacita dan harapan 🌀.

Selamat pagi πŸ‘£πŸ‡²πŸ‡¨

"Hai orang Farisi yang buta, bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan itu, maka sebelah luarnya juga akan bersih."
           (Mat 23:23-26)

Dari hati dan pikiran yang bersih πŸ’¦, akan terpancar cahaya sukacita dan harapan 🌀.

Berkah Dalem 🎚

PERILAKU GANJIL KETURUNAN SAMUEL

PERILAKU GANJIL KETURUNAN SAMUEL
Bacaan: 1 Samuel 8:1-9
------------------------------------------------------------------
Bacaan setahun: Yeremia 41-44
------------------------------------------------------------------
Kita mungkin tak asing dengan peribahasa "Buah jatuh tak jauh dari pohonnya", yang berarti sifat seorang anak biasanya tak jauh dari sifat orang tuanya. Kondisi yang tampaknya benar, jika kita melihat fakta kehidupan di sekitar kita. Namun, kondisi akan berbeda jika berbicara mengenai perilaku, rasa takut akan Allah, atau respons terhadap kebenaran firman-Nya. Kehidupan rohani, pengenalan dan takut akan Allah, dan ketaatan seseorang kepada Allah, tak otomatis akan dimiliki pula oleh generasi penerusnya. Itulah yang terjadi pada garis keturunan Samuel!

Alkitab jelas mencatat bahwa anak-anak Samuel tidak hidup seperti ayahnya, bahkan bertolak belakang dengan sangat jelas. Mereka suka mengejar laba, menerima suap, hingga memutarbalikkan keadilan. Perilaku "ganjil" dari kedua anak Samuel itu menyebabkan bangsa Israel, diwakili oleh tua-tua Israel, tak sudi menjadikan mereka sebagai pemimpin. Sebagai gantinya, mereka meminta Samuel mengangkat seorang raja (ay. 6). Sungguh disayangkan perilaku yang dihidupi oleh anak-anak Samuel. Mereka gagal meneladani kehidupan Samuel dan memilih menjalani hidup yang tidak berkenan di hadapan Allah.

Apakah kita merindukan generasi penerus kita kelak menjalani hidup benar dan takut akan Allah? Jalanilah terlebih dahulu kualitas kehidupan yang demikian, lalu berikanlah didikan dan pendampingan kepada generasi penerus kita sedini mungkin (bdk. Ams. 22:6), sampai kelak teladan dan didikan kita akan menghasilkan buah berupa kehidupan yang berkenan kepada Allah! --GHJ/www.renunganharian.net
------------------------------------------------------------------
HIDUP BENAR ADALAH KOMBINASI ANTARA TELADAN
DAN DIDIKAN YANG DIRESPONS DENGAN HATI YANG TERBUKA.
------------------------------------------------------------------

Dikirim dari Alkitabku. Unduh di http://android.alkitabku.com

SELASA, 27 AGUSTUS 2019 Bacaan Liturgi Pesta Wajib St. Monika Pekan Biasa XXI Bacaan Injil Mt. 23:23 - 26

Selasa, 27 Agustus 2019
Pekan Biasa XXI
PW. St. Monika
¤ 1Tes. 2:1-8
¤ Mzm. 139: 1-3.4-6
¤ Mat. 23:23-26
"Intentio pura"
- Maksud yang murni -
   Inilah salah satu ciri orang beriman, hidupnya penuh kebaikan dan bukan kejahatan, penuh ketulusan dan bukan kepalsuan.
   Pada hari ini, seluruh Gereja Katolik merayakan peringatan St. Monika, ibunda dari St. Agustinus. Ia adalah seorang ibu pendoa yang tulus dan tekun-setia bagi keluarga, untuk pertobatan suami dan terlebih anaknya, St. Agustinus.
   Mengacu pada bacaan Injil hari ini, Yesus mengecam kemunafikan dan kepalsuan orang Farisi dan ahli Taurat yang lebih mengutamakan kebenaran lahiriah semata.
   Adapun dua kecaman Yesus terhadap kemunafikan  dan kepalsuan orang Farisi dan ahli Taurat tersebut, antara lain:
1. Penghayatan
   "Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan."
   Penghayatan mereka akan hukum Taurat hanya pada level eksternal, lahiriah sedangkan tiga nilai moral ( batiniah ) sebagai inti terpenting justru tidak dihayati yaitu nilai-nilai keutamaan:
¤ keadilan (relasi dengan sesama)
¤ belas kasihan(ikuti kehendak ilahi)
¤ kesetiaan (iman pada Tuhan)
   Di sinilah kita diajak untuk lebih menyadari bahwa
   ¤  keadilan  harus diiringi
        oleh belas kasih
   ¤  belas kasihan  harus diiringi
        oleh kesetiaan
   ¤  kesetiaan  harus diiringi
        oleh keadilan
dan seterusnya. 
   Jadi tiga nilai keutamaan ini sangat penting kita jaga agar tetap berjalan seimbang dalam membangun relasi yang baik dengan sesama agar mengalami keselamatan.
2. Penampilan
   "Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab cawan dan pinggan kamu bersihkan sebelah luarnya, tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan."
   Penampilan lahiriah lebih menjadi prioritas utama yakni biar kelihatan bagus, rapi dan bersih. Mereka takut kelihatan jelek dan kotor padahal hati mereka kotor. Karena semua yang mereka makan dan minum adalah hasil rampasan dan kerakusan.
   Di sinilah kita diajak untuk bermetanoia. Ada semangat untuk membarui hidup sebagai pengikut Kristus dengan menjaga kemurnian hati(batiniah)dan bukan penampilan lahiriah.
   Saudaraku, terus berusaha menyenangkan hati Allah dan memuliakan Dia dan menjadi sama seperti Dia. Kita berusaha untuk memiliki sikap hati yang sama seperti Allah: mengasihi kebenaran dan membenci kejahatan. Hatinya (termasuk pikiran, kehendak, dan perasaan) adalah selaras dengan hati Allah. Hanya orang yang suci hatinya yang "akan melihat Allah". Melihat Allah artinya menjadi anak-Nya dan tinggal di hadapan-Nya, baik sekarang maupun di masa yang akan datang.
   Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus bersama Bunda Maria senantiasa menyertai kita sekeluarga. Amin.

*********************************************************************************



Mat. 23:23-26 ~ Selasa
"Hai kalian pemimpin-pemimpin buta, nyamuk kalian tepiskan dari minumanmu tetapi unta di dalamnya, kalian telan."
TELADAN HIDUP kita yang LEBIH MENGUTAMAKAN hal-hal prinsip, nilai-nilai keutamaan: keadilan, belas kasih dan kesetiaan yang nyata dalam sikap kita, LEBIH KERAS TERDENGAR daripada teriakan keras sekalipun. Karena itu, hindari adanya kecenderungan kuat hanya memperjuangkan PENAMPILAN TANPA ISI.
Saudaraku, bagaimana SiKAP Anda dalam pelayanan sebagai orang beriman?
JLU.
Santa Monika
Doakanlah kami


*********************************************************************************


 DOA:
Tuhan Yesus, ajar hatiku untuk adil, penuh belas kasih, dan setia terhadap-Mu, juga terhadap keluargaku dan di mana pun aku berada. Amin.


*********************************************************************************


SELASA, 27 AGUSTUS 2019
Bacaan Liturgi
Pesta Wajib St. Monika Pekan Biasa XXI
Bacaan Injil Mt. 23:23 - 26

Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan. Hai kamu pemimpin-pemimpin buta, nyamuk kamu tapiskan dari dalam minumanmu, tetapi unta yang di dalamnya kamu telan. Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab cawan dan pinggan kamu bersihkan sebelah luarnya, tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan. Hai orang Farisi yang buta, bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan itu, maka sebelah luarnya juga akan bersih.

Demikianlah Injil Tuhan

=====================
SIRAMAN ROHANI                                                                                                                   
Selasa, 27 Agustus 2019                                                                                                               
RP Fredy Jehadin, SVD

Tema: Promosikan Keadilan, Belaskasihan Dan Kesetiaan!                                                         (Matius, 23: 23 - 26)

Saudara-saudari... Pada pesta peringatan Santa Monika, izinkanlah saya menceriterakan kisah hidup St. Monika. Mudah-mudahan contoh hidupnya bisa menjadi inspirasi hidup kita.
Monika lahir di Tagaste Afrika Utara dari keluarga Kristen yang saleh dan beribadat. Ketika berusia 20 tahun, ia menikah dengan Patrisius, seorang pemuda kafir yang cepat panas hatinya. Dalam kehidupan bersama Patrisius, Monika mengalami tekanan bathin yang hebat karena ulah Patrisius dan anaknya Agustinus. Patrisius mencemoohkan dan menertawakan usaha keras istrinya mendidik Agustinus menjadi seorang pemuda yang luhur budinya. Namun semuanya itu ditanggungnya dengan sabar sambil tekun berdoa untuk memohon campur tangan Tuhan. Bertahun-tahun lamanya tidak ada tanda apa pun bahwa doanya dikabulkan Tuhan. Baru pada saat-saat akhir hidupnya, Patrisius bertobat dan minta dipermandikan. Monika sungguh bahagia dan mengalami rahmat Tuhan pada saat-saat kristis hidup suaminya. Ketika itu Agustinus berumur 18 tahun sedang menempuh pendidikan di kota Kartago. Cara hidup Agustinus sangat menggelisahkan hati ibunya karena meninggalkan imannya dan mengikuti ajaran sesat. Lebih dari itu, di luar perkawinan yang sah, ia hidup dengan seorang wanita hingga melahirkan seorang anak yang diberi nama Deodatus. Untuk menghindari keluhan ibunya, Agustinus pergi ke Italia. Tetapi Monika tetap mendoakan dia. Monika berlari meminta bantuan uskup untuk mendoakan Agustinus. Jawab uskup: “Pergilah kepada Tuhan! Sebagaimana engkau hidup, demikian pula anakmu, yang baginya kau curahkan begitu banyak air mata dan doa permohonan. Anakmu tidak akan binasa. Tuhan akan mengembalikan anakmu kepadamu.”  Nasihat uskup tidak cukup buat Monika. Ia mengikuti Agustinus ke Italia. Dia menemani anaknya di Roma dan Milano. Di Milano ia bertemu uskup Ambrosius. Akhirnya berkat teladan dan bimbingan uskup Ambrosius, Agustinus bertobat dan bertekad untuk hidup hanya untuk Allah dan sesamanya. Saat itu, Monika mengalami kebahagiaan hidup yang luar biasa. Kepada Agustinus Monika berkata: “Anakku, bagi ibu sudah tidak ada sesuatu pun di dunia ini yang memikat hatiku. Ibu tidak tahu untuk apa mesti hidup lebih lama. Sebab segala harapan ibu di dunia ini sudah terkabul.” Kemudian Monika jatuh sakit. Sebelum meninggal dia berpesan kepada Agustinus: “Anakku, satu-satunya yang kukehendaki ialah agar engkau mengenangkan daku di altar Tuhan.” Monika meninggal dunia di Ostia Roma.

Monika seorang ibu teladan. Iman dan cara hidupnya, yang terpuji, patut dicontohi oleh ibu-ibu kristen, terutama mereka yang anaknya tersesat oleh berbagai ajaran sesat dan bujukan dunia yang menyesatkan. Ia sudah promosikan keadilan, belaskasihan dan kesetiaan bagi anak dan keluarganya.

Marilah saudara-saudari...semoga teladan hidup Santa Monika selalu menjadi inspirasi hidup kita. Semoga kita selalu tekun berdoa, cucurkan air mata mendoakan mereka yang kita kasihi secara khusus bagi mereka, yang hidupnya tidak sepadan dengan nilai-nilai kristiani.

Kita memohon St. Monika dan Bunda Maria untuk mendoakan kita semua. Amen!

πŸ›πŸ•Š DOA PAGI πŸ•ŠπŸ› Selasa tgl.27 Agustus 2019


πŸŒΉπŸ•ŠπŸŒΉπŸ•ŠπŸŒΉπŸ•ŠπŸŒΉπŸ•ŠπŸŒΉπŸ•ŠπŸŒΉ
Alleluya. Sabda Allah itu hidup dan penuh daya,  menguji segala pikiran dan maksud hati. Alleluya.

Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin.
Tuhan, Engkau menyelidiki dan mengenal aku; Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi. Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya Tuhan. Terlalu ajaib bagiku pengetahuan itu, terlalu tinggi, tidak sanggup aku mencapainya. (TB Mzm 139:1-4,6)

Ya Tuhan Yesus Kristus, terima kasih atas kehangatan kasih-Mu sepanjang malam tadi hingga pagi ini kami Kau perkenankan menghirup udara segar kasih-Mu  dan boleh menikmati kehidupan dari -Mu dengan harapan bahwa kesempatan ini bisa kami manfaatkan berpikir, berprilaku yang sesuai dengan kehendak dan rencana-Mu yang kami percaya pasti indah pada waktu-Nya.

Pada firman-Mu hari ini, Engkau memberi kami sebuah jaminan bahwa Engkau sesungguhnya memiliki pribadi yang mudah tergerak oleh belas kasihan yang memerdekakan.
Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: “Jangan menangis!”

Ya Tuhan Yesus, kami bersyukur dan berterima kasih yang pada hari ini kami boleh memperingati St.Monica yang menyadarkan dan memberi teladan bagaimana seorang ibu yang begitu tekun dengan iman, harapan dan kasih yang teguh berdoa bagi suami dan putranya agar bertobat dan menerima Engkau sebagai satu-satunya kebenaran dan hidup.

Tuhan Yesus, bukalah mata, hati, dan pikiran kami agar mau mengingat ibu kami masing-masing dimana keberadaan kami bisa seperti saat ini juga tak lepas dari doa dari ibu kami yang dalam setiap doanya, nama kami disebut.
Ya Tuhan berkatilah ibu kami masing-masing, berilah mereka kesehatan dan kebahagiaan dipenghujung hidupnya, ampunilah segala dosanya dan lapangkanlah jalan bila mereka telah meninggalkan dunia yang fana ini.

Demi Kristus Yesus kami berdoa, Engkau yang adalah Tuhan dan pengantara kami yang hidup dan berkuasa bersama Allah Bapa dan Roh Kudus kini dan sepanjang masa.
Bapa kami .......................
Salam Maria....................
Kemuliaan ......................
Terpujilah ........................
St. Monica, doakanlah kami sekeluarga.
Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin. πŸ€πŸ•ŠπŸŒΉ✝πŸ™πŸ›

Tetaplah percaya, bahwa Tuhan selalu memberi yg terbaik

Hampir dapat dipastikan setiap orang pernah mengalami kegagalan, tidak jarang kegagalan di satu bidang, akan membuka keberhasilan di bidang lain

Ditengah gelapnya malam, terbesit harapan datangnya fajar nan indah dan sinar mentari yg menghangatkan

Alangkah indahnya hidup ini, jikalau kita tidak putus asa, manakala kita mengalami kegagalan

 Tetaplah percaya, bahwa Tuhan selalu memberi yg terbaik

Awali PAGI dengan DOA "Berani melangkah yg tidak selazim nya"

Awali PAGI dengan DOA

"Berani melangkah yg tidak selazim nya"

  contoh kasus
Pada suatu malam, di tengah hujan deras dengan banyak guntur dan Petir,
Anda sedang menyetir sendirian dgn mobil mini kecil. (Kapasitas hanya 2 org)

Jalanan tempat Anda melaju,
letaknya agak jauh dari perumahan penduduk. 

Tiba-tiba, ...di tengah jalan, mobil Anda dihentikan oleh 3 orang yg sedang menunggu tumpangan:

1. Perempuan tua yang sekarat, yang sangat memerlukan bantuan darurat.

2. Seorang teman lama, yg pernah menyelamat kan hidup Anda.

3. Partner yg sempurna, yg Anda impikan selama ini.

  Pertanyaan nya
Siapa yg Anda pilih untuk ikut bersama Anda?

Karena mobil Anda kecil, jadi hanya muat 2 org termasuk pengemudi.

Pikirkan baik-baik!

Sahabat yang bijaksana,

Ini sebuah dilema moral,
 untuk memilih yang terbaik bagi Anda dan sesama:

- Membawa wanita tua yang sekarat dan perlu pertolongan darurat (dia tidak punya banyak waktu menunggu).

- Memilih teman lama, yg pernah menyelamatkan hidup Anda. (Ini adalah waktu yang tepat untuk membalas budi baiknya).

- Memilih partner yang sempurna, yang belum tentu akan Anda temui lagi seumur hidup.

Sekali lagi....
 Pikirkan baik baik

Ada banyak orang yang telah menjawab pertanyaan ini,
     dan
mereka membuat 1 pilihan yang terbaik menurut mereka.

  ...Tetapi ....

telah ditemukan 1 jawaban yg mengejutkan.

"Saya akan memberikan kunci mobil saya kepada teman lama yang pernah menyelamatkan hidup saya, ... agar ... dia dapat segera mengantar wanita yang sekarat itu dalam mencari pertolongan. ......dan.....Sementara .... saya akan berdiri di samping partner yang saya telah saya idamkan, sambil menunggu tumpangan lain yang akan lewat."

Kadang, ...
kita akan mendapatkan lebih banyak ... jika tidak terpaku pada apa yang sudah menjadi "kerangka berpikir" kita.

Beranilah berpikir melampaui batas!

Jangan pernah lupa untuk
"think outside the box"!

Hari hari ini banyak terjadi perubahan yg drastis

   Zaman perubahan

Org org yg tidak mau atau tidak siap berubah akan ditinggal oleh zaman

Dan Mereka yg berani melakukan Terobosan Terobosan yg berbeda yang akan memimpin didepan

Selamat Berjuang mengalami perubahan zaman

Selamat Pagi
Selamat Beraktifitas
TUHAN MENYERTAI

RESPONS YANG BENAR


Bacaan: Nehemia 1:1-11
------------------------------------------------------------------
Bacaan setahun: Yeremia 37-40
------------------------------------------------------------------
Menata perasaan ketika kehilangan sesuatu atau seseorang yang dikasihi tentulah tidak mudah. Pertanyaan "Mengapa?" membuat orang berlarut-larut dalam kesedihan dan kedukaan. Tentu manusiawi jika ia merasa berduka. Namun, tidak semestinya ia kehilangan pengharapan.

Nehemia berada dalam pembuangan di puri Susan, Persia, sebagai juru minuman raja. Ia memendam kerinduan akan kampung halamannya, Yerusalem. Ketika saudaranya, Hanani, dan beberapa orang dari Yehuda datang, ia segera menanyakan kabar orang Yahudi yang terluput dan keadaan Yerusalem. Alangkah sedihnya Nehemia ketika mendengar situasi kampung halamannya yang begitu hancur, tanpa tembok dan pintu gerbang, dan orang-orangnya dalam keadaan tercela. Nehemia berduka atas situasi ini, tetapi responsnya tidak hanya berhenti di situ. Ia berpuasa dan berdoa kepada Allah semesta langit. Allah yang telah memilih umat-Nya adalah Allah yang besar, dahsyat, dan setia sehingga patut menjadi tempat pengharapannya. Ia tidak hanya berduka, tetapi juga mau dipakai Tuhan untuk membangun kembali Yerusalem.

Adakah sesuatu yang buruk terjadi kepada kita, bahkan begitu buruk? Ditinggalkan pacar, kehilangan anggota keluarga, kehilangan pekerjaan, atau mengalami sakit. Marilah kita tidak berhenti pada kesedihan saja, tetapi memandang Tuhan yang besar dan sumber pengharapan itu sehingga kita mendapatkan kekuatan untuk bangkit dan hikmat dalam menghadapinya. --ANT/www.renunganharian.net
------------------------------------------------------------------
DALAM TANGISAN DUKA PUN TETAP ADA
SECERCAH HARAPAN BAGI ORANG PERCAYA.
------------------------------------------------------------------

Dikirim dari Alkitabku. Unduh di http://android.alkitabku.com

BEDA tapi SAMA dan SERUPA tapi TAK-SAMA



Orang yg Mencintai Kita hingga dia Menutup Mata ialah... MAMA_

Orang yg Mencintai Kita dengan tiada Ekspresi Mata ialah... PAPA_

__________
MAMA Memperkenalkan Kita kepada Dunia.
PAPA  Memperkenalkan Dunia kepada Kita.
__________
MAMA
Membawa Kita kepada Kehidupan.
PAPA
 Membawa Kehidupan kepada Kita.
__________
MAMA
Menjaga Kita supaya tidak Lapar.
PAPA
 Membuat Kita tahu Makna Lapar.
__________
MAMA
Memberi Kita Kasih Sayang.
PAPA
Memberi Kita Tanggung Jawab.
__________
MAMA
Mengajar Kita supaya Tidak Terjatuh.
PAPA
Mengajari Kita Bangun bila Terjatuh.
__________
MAMA
Mengajarkan Kita Berjalan.
PAPA
Mengajarkan Kita Jalan Hidup.
__________
MAMA
 Mengajar Kita melalui Pengalamannya.
PAPA
Mengajar Kita untuk mendapatkan Pengalaman.
__________
MAMA
Memperkenalkan Ideologi.
PAPA
Memperkenalkan Realitas.
__________
KASIH MAMA
Diketahui Semenjak Kita Dilahirkan.
KASIH PAPA
Diketahui Bila Dia Sudah Tiada.
__________
Kasihilah
PAPA
Anda.
Sayangilah
MAMA
Anda.
Selama Mereka Masih Ada !!!
__________
Rumah tidak akan Berseri tanpa Kehadiran
Anak,
tapi...
Rumah akan lebih Sunyi bila
MAMA dan PAPA
sudah tiada...

ini sekadar Renungan Bersama buat Kita sebagai
ANAK
dan sebagai
MAMA dan PAPA
bagi Anak-anak Kita...

Sebagai
Keluarga
kita harus...
- Saling mengingatkan,
- Saling mengasihi bahkan
- Saling mengampuni.

Kita tidak bisa memilih / menentukan mau dilahirkan di Keluarga ini atau di Keluarga itu.

Semua sudah dalam RancanganNya
dan Kita tahu bahwa
Rancangan Allah  Selalu Baik !!! 

Tinggal bagaimana Pilihan kita...
 Memilih untuk...
Bersyukur dan Bahagia
atau
Ber-sungut2 dan Tidak Bersyukur
Sehingga 
Tidak Pernah bisa merasa Bahagia !!!

   FATHER
   AND
   MOTHER
    I
   LOVE
   YOU
πŸ‘¨πŸ‘©πŸ‘¦πŸ‘§

RENUNGAN

Lebih baik menangis satu kali dihadapan orang tua semasa dia Hidup

Dari pada menangis 1000 kali di atas Pusaranya

oleh sebab itu
sayangi dan berbaktilah
kepada kedua orang tua kita

" Selamat Hari LANSIA NASIONAL "
πŸ’ž

*JUMAT, 09 AGUSTUS 2019* Bacaan Liturgi Hari Biasa, Pekan Biasa XVIII PF S. Teresia Benedikta dr Salib, Perawan dan Martir Bacaan Injil Mat 16:24-28

*MENGIKUTI YESUS*   _( Matius 14 : 24-28 )_

*Saya suka sekali melihat panorama, sawah, pegunungan dan laut. Waktu masih noroyono ( single ) sering berjalan kaki menikmati pemandangan alam di desa*

*Pernah juga bermalam  ditepi pantai menyaksikan bulan purnama dan deburan ombak. Indah sekali ketika kita mampu merasakan alam semesta ciptaan Nya*

*Membuat iman semakn kuat, menyaksikan keagungan Tuhan Sang Pencipta alam semesta. Mengikuti Tuhan sungguh amat menyenangkan, namun ada syarat yang harus dipenuhi*

*Pada hari ini Penginjil Matius memberikan gambaran bagaimana mengasihi Allah dalam diri Yesus Kristus dengan segenap totalitas kehidupan kita. Tuhan Yesus memberikan syarat untuk menjadi murid yang terbaik: “Setiap orang yang mau mengikuti Aku, harus menyangkal diri, memikul salibnya dan mengikuti Aku.”*

*_Menjadi murid Kristus berarti kita mampu menyangkal diri. Kemampuan untuk melupakan diri dan memperioritaskan Tuhan sebagai nomor satu di dalam hidup adalah tanda kasih kita yang total kepadaNya. Tuhan harus menjadi segalanya karena terlepas dariNya kita tidak dapat berbuat apa-apa_*

*_Memikul salib berarti mau menjadi serupa dengan Tuhan Yesus. Salib adalah pengalaman hidup yang keras, penderitaan tertentu yang bertujuan untuk membuat sesama berbahagia_*

*Menyangkal diri dan memikul salib membuat kita menjadi semakin serupa denganNya. Ia berada di depan dan kita mengikutiNya, menjadi serupa denganNya. Inilah semangat pemuridan kita*

Yesus juga mengatakan bahwa barangsiapa mencintai nyawanya akan kehilangan nyawanya. Barangsiapa kehilangan nyawanya karena Yesus, ia akan memperolehNya.

*Perkataan Yesus ini berdampak pada arah hidup kita yang sebenarnya. Kita hendaknya mengarahkan hidup dan karya kita untuk Tuhan. Para martir menyerahkan nyawa mereka untuk Tuhan dan mereka memperoleh kemenangan surgawi*

*_Kita semua mengorbankan diri  dalam karya pelayanan, dengan cara-cara tersendiri untuk melayani Tuhan dan sesama. Prinsip kita adalah, Tuhan menjadi segalanya dalam hidup kita_*

*Mengikuti Yesus tidak boleh setengah-setengah. Menjadi pengikut Yesus berarti kita diajak untuk mengikuti jalan hidup Yesus. Kita merelakan dan menyerahkan hidup kita hanya kepada Yesus*

*Melalui cara itu, kita akan mendapatkan hidup dari Yesus sendiri. Hidup yang bersumber dari Yesus adalah hidup dalam kebahagiaan sejati. Kebahagiaan yang boleh dialami bukan hanya di dunia yang bersifat sementara, tetapi juga dialami secara abadi di rumah Bapa*

*_Kita menanti kedatanganNya yang mulia. Dialah El Shaddai, Allah mahakuasa_*


*JUMAT, 09 AGUSTUS 2019*

Bacaan Liturgi

Hari Biasa, Pekan Biasa XVIII
PF S. Teresia Benedikta dr Salib, Perawan dan Martir

Bacaan Injil
Mat 16:24-28

Setiap orang akan dibalas setimpal dengan perbuatannya.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:

Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya,
"Setiap orang yang mau mengikuti Aku, harus menyangkal diri,
memikul salibnya, dan mengikuti Aku.
Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya,
akan kehilangan nyawanya.
Tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku,
ia akan memperolehnya.
Apa gunanya bagi seseorang jika ia memperoleh seluruh dunia,
tetapi kehilangan nyawanya?
Apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?

Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya,
diiringi malaikat-malaikat-Nya.
Pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang
setimpal dengan perbuatannya.
Aku berkata kepadamu:
Sungguh, di antara orang yang hadir di sini
ada yang tidak akan mati
sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja
dalam Kerajaan-Nya."

Demikianlah Injil Tuhan.
======================
*SIRAMAN ROHANI*                                                                                                                 Jumat, 09 Agustus 2019                                                                                                                   RP Fredy Jehadin, SVD

*Tema: Tuhan Tidak Memaksa Kita Untuk Menjadi Murid-Nya!*                                       Matius 16:24 -28

Saudara-saudari … Injil hari ini sangat menarik untuk direnungkan. Tuhan sesungguhnya tidak memaksa kita untuk mengikuti Dia. Keputusan untuk mengikuti Dia ada pada kita. Tetapi di saat kita memutuskan untuk mengikuti Dia, pada saat itu juga kita harus mengikuti perintah dan persyaratan-Nya. Katanya pada hari ini: Setiap orang yang mau mengikuti Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikuti Aku.
Seorang frater kami, panggil saja namanya: Paul, dulunya bekerja sebagai guru SD selama 9 tahun. Ia mendapat gaji setiap dua minggu. Tetapi karena kerinduan untuk menjadi imam, ia harus tinggalkan profesinya sebagai guru dan masuk postulansi bersama calon-calon yang lain yang pada umumnya umur mereka jauh lebih muda dari Paul. Saya amati betapa besarnya perjuangan Paul untuk menyesuaikan diri dengan teman-temannya. Soal makan minum juga. Dulu, ia terbiasa makan sesuai seleranya, karena dia punya uang dan bisa beli sendiri, tetapi kini, dia harus menerima apa adanya. Singkatnya, dia harus menyangkal diri demi panggilan dan harus menerima konsekwensi dari satu putusan bebas. Sejak masuk sampai saat ini, dua tahun lagi akan ditahbiskan imam, Paul menjalani cara hidup sederhana dan setia pada aturan dan tuntutan Serikat.
Itulah yang dimaksudkan Yesus Kristus dengan perkataan: menyangkal diri. Paul harus menyangkal diri sebagai orang yang sudah punya profesi. Demi Kristus yang sederhana, Paul harus hidup sederhana agar dengan gampang merasakan apa artinya hidup sederhana. Kalau selama hidup sebagai guru, Paul punya banyak makanan dan minuman, tetapi kini dia harus sesuaikan diri dengan kehidupan komunitas. Dulu, sebagai seorang guru, setiap dua mingguan, dia mendapat gaji lebih dari K 800 perdua minggu, sekarang setiap bulan, bukan dua mingguan, dia mendapat k 50 perbulan, bukan dua mingguan. Paul harus menerima semuanya karena itu adalah keputusan bebasnya tanpa paksaan. Cara hidup baru, hidup sederhana, dijalankannya dengan baik berkat topangan yang kuat. Topangan itu adalah DOA. Saya selalu amati, betapa kusuknya dia berdoa. Betapa sederhananya si Paul. Dia seorang pintar dan rajin baca, tetapi tidak sombongkan diri. Saya tidak pernah mendengar dia mengeluh. Tetapi rupanya keluhannya langsung kepada Tuhan.

Saudara-saudari... Bagaimana tanggapan kita akan pernyataan Kristus hari ini: “Siapa yang mau mengikuti Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikuti Aku?” Apakah kita sungguh serahkan diri kita seutuhnya kepada Tuhan dan pasrah pada kehendak-Nya? Atau mungkin kita juga sering mengeluh di saat kita alami banyak kesulitan.

Saudara-saudari…. Sekali kita memutuskan untuk mengikuti Kristus, pada saat itu juga kita sudah menjadi milik-Nya dan Dia adalah Tuhan kita. Yang Tuhan harapkan dari kita adalah selalu setia dan percaya kepada-Nya. Apa pun situasi yang kita alami, terimalah situasi itu dengan sabar dan ajaklah Tuhan untuk membantu kita agar kita lalui situasi itu dengan baik. Belajarlah dari contoh hidup para santu, St. Fransiskus dari Asisi misalnya. Dia mengikuti Tuhan atas putusannya sendiri. Di kala dia masuk dalam situasi baru, dia tidak pernah panik karena itu adalah konsekwensi dari pilihannya. IMAN dan DOA sudah memampukan dia untuk mengarungi hidup yang penuh tantangan dengan baik dan sukses. Bersama Tuhan dia selalu berhasil.

Kita memohon Bunda Maria untuk mendoakan kita, agar kita pun selalu sabar dan sanggup menghadapi tantangan hidup dengan baik dan sukses. Amen.

*JUMAT, 09 AGUSTUS 2019*

Bacaan Liturgi

Hari Biasa, Pekan Biasa XVIII
PF S. Teresia Benedikta dr Salib, Perawan dan Martir

Bacaan Injil
Mat 16:24-28

Setiap orang akan dibalas setimpal dengan perbuatannya.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:

Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya,
"Setiap orang yang mau mengikuti Aku, harus menyangkal diri,
memikul salibnya, dan mengikuti Aku.
Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya,
akan kehilangan nyawanya.
Tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku,
ia akan memperolehnya.
Apa gunanya bagi seseorang jika ia memperoleh seluruh dunia,
tetapi kehilangan nyawanya?
Apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?

Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya,
diiringi malaikat-malaikat-Nya.
Pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang
setimpal dengan perbuatannya.
Aku berkata kepadamu:
Sungguh, di antara orang yang hadir di sini
ada yang tidak akan mati
sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja
dalam Kerajaan-Nya."

Demikianlah Injil Tuhan.
======================
*SIRAMAN ROHANI*                                                                                                                 Jumat, 09 Agustus 2019                                                                                                                   RP Fredy Jehadin, SVD

*Tema: Tuhan Tidak Memaksa Kita Untuk Menjadi Murid-Nya!*                                       Matius 16:24 -28

Saudara-saudari … Injil hari ini sangat menarik untuk direnungkan. Tuhan sesungguhnya tidak memaksa kita untuk mengikuti Dia. Keputusan untuk mengikuti Dia ada pada kita. Tetapi di saat kita memutuskan untuk mengikuti Dia, pada saat itu juga kita harus mengikuti perintah dan persyaratan-Nya. Katanya pada hari ini: Setiap orang yang mau mengikuti Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikuti Aku.
Seorang frater kami, panggil saja namanya: Paul, dulunya bekerja sebagai guru SD selama 9 tahun. Ia mendapat gaji setiap dua minggu. Tetapi karena kerinduan untuk menjadi imam, ia harus tinggalkan profesinya sebagai guru dan masuk postulansi bersama calon-calon yang lain yang pada umumnya umur mereka jauh lebih muda dari Paul. Saya amati betapa besarnya perjuangan Paul untuk menyesuaikan diri dengan teman-temannya. Soal makan minum juga. Dulu, ia terbiasa makan sesuai seleranya, karena dia punya uang dan bisa beli sendiri, tetapi kini, dia harus menerima apa adanya. Singkatnya, dia harus menyangkal diri demi panggilan dan harus menerima konsekwensi dari satu putusan bebas. Sejak masuk sampai saat ini, dua tahun lagi akan ditahbiskan imam, Paul menjalani cara hidup sederhana dan setia pada aturan dan tuntutan Serikat.
Itulah yang dimaksudkan Yesus Kristus dengan perkataan: menyangkal diri. Paul harus menyangkal diri sebagai orang yang sudah punya profesi. Demi Kristus yang sederhana, Paul harus hidup sederhana agar dengan gampang merasakan apa artinya hidup sederhana. Kalau selama hidup sebagai guru, Paul punya banyak makanan dan minuman, tetapi kini dia harus sesuaikan diri dengan kehidupan komunitas. Dulu, sebagai seorang guru, setiap dua mingguan, dia mendapat gaji lebih dari K 800 perdua minggu, sekarang setiap bulan, bukan dua mingguan, dia mendapat k 50 perbulan, bukan dua mingguan. Paul harus menerima semuanya karena itu adalah keputusan bebasnya tanpa paksaan. Cara hidup baru, hidup sederhana, dijalankannya dengan baik berkat topangan yang kuat. Topangan itu adalah DOA. Saya selalu amati, betapa kusuknya dia berdoa. Betapa sederhananya si Paul. Dia seorang pintar dan rajin baca, tetapi tidak sombongkan diri. Saya tidak pernah mendengar dia mengeluh. Tetapi rupanya keluhannya langsung kepada Tuhan.

Saudara-saudari... Bagaimana tanggapan kita akan pernyataan Kristus hari ini: “Siapa yang mau mengikuti Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikuti Aku?” Apakah kita sungguh serahkan diri kita seutuhnya kepada Tuhan dan pasrah pada kehendak-Nya? Atau mungkin kita juga sering mengeluh di saat kita alami banyak kesulitan.

Saudara-saudari…. Sekali kita memutuskan untuk mengikuti Kristus, pada saat itu juga kita sudah menjadi milik-Nya dan Dia adalah Tuhan kita. Yang Tuhan harapkan dari kita adalah selalu setia dan percaya kepada-Nya. Apa pun situasi yang kita alami, terimalah situasi itu dengan sabar dan ajaklah Tuhan untuk membantu kita agar kita lalui situasi itu dengan baik. Belajarlah dari contoh hidup para santu, St. Fransiskus dari Asisi misalnya. Dia mengikuti Tuhan atas putusannya sendiri. Di kala dia masuk dalam situasi baru, dia tidak pernah panik karena itu adalah konsekwensi dari pilihannya. IMAN dan DOA sudah memampukan dia untuk mengarungi hidup yang penuh tantangan dengan baik dan sukses. Bersama Tuhan dia selalu berhasil.

Kita memohon Bunda Maria untuk mendoakan kita, agar kita pun selalu sabar dan sanggup menghadapi tantangan hidup dengan baik dan sukses. Amen.
[9/8 08:05] +62 818-875-884: Jumat, 9 Agustus 2019.

*Pw. St. Theresia Benedikta dari Salib*

Nah. 1:15; 2:2; 3:1-3,6-7; MT: Ul. 32:35cd-36ab,39abcd,41; Mat. 16:24-28.

*"Setiap orang yang mau mengikuti Aku, harus menyangkal diri, memikul salibnya, dan mengikuti Aku."* (Mat 16,24)

Suatu kali santa Teresia dari Avila yang sering memperoleh pengalaman mistik mengeluh pada Yesus. *”Tuhan, mengapa saya sering mendapat tantangan dan menderita padahal saya setia mengikuti Sabda-Mu”.* Yesus menjawab: *"Teresia, begitulah cara Saya memperlakukan orang-orang yang mau mengikuti Saya.”* Serta-merta Teresia menimpali: *”Tuhan, pantas Engkau memiliki cuma sedikit pengikut.”* Memang, mengikuti Yesus bukanlah hal yang mudah. Untuk mengawali hidup sebagai pengikut-Nya saja, butuh waktu dan kualitas tertentu. *Setelah menjadi pengikut-Nya, masih diminta untuk menyangkal diri (menahan diri untuk tidak hanya menuruti keinginan pribadi yang serba enak dan menyenangkan tetapi berjuang untuk menggapi nilai-nilai hidup yang lebih luhur dan mulia) serta memikul salib (rela berkorban demi kepentingan orang lain, seperti Yesus yang mengorbankan diri-Nya demi keselamatan kita).* Hanya dengan kedisiplinan hidup semacam ini kita bisa benar-benar hidup sebagai murid-murid Kristus. *"Murid",* bahasa latinnya *"discipulus"* dan bahasa inggrisnya *"disciple".* Amat erat berkaitan dengan kata dalam bahasa Indonesia *"disiplin".* Maka, seorang murid Kristus diharapkan sungguh-sungguh disiplin, terutama dalam menyangkal diri dan memikul salib.
St. Theresia Benedikta dari Salib, yang kita peringati hari ini, memberi contoh bagaimana sebagai murid Kristus ia manyangkal diri, memikul salibnya, dan mengikuti Yesus dengan setia. Salah satu kesaksian tentangnya mengatakan bahwa ketika ditangkap oleh tentara Nazi dan dimasukkan ke dalam kamp konsentrasi pada tahun 1942, ia tidak kehilangan ketenangan dan kegembiraannya sebagai pengikut Kristus. *"Penderitaan dan ketegangan dalam kamp itu tak terlukiskan. Sr.Benedikta berkeliling di antara ibu-ibu, menghibur, menolong, menenangkan, bagai seorang malaikat. Banyak ibu-ibu yang nyaris gila, sudah berhari-hari tidak menghiraukan anak-anak mereka. Mereka bingung dan putus asa. Sr. Benedikta memperhatikan anak-anak yang malang itu, memandikan dan menyisir rambut mereka… ia memberi contoh pengabdian yang tak kenal lelah, yang begitu baik, yang mengherankan semua orang.”* Pada tanggal 9 Agustus 1942, ia bersama banyak orang lainnya dibantai dengan gas beracun lalu dibakar secara massal.

--
*Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau; Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.*
(Bil 6,24-26)

Selamat pagi
Tuhan Memberkati

Rm. Agus Widodo Pr.
----------------------------------

Mat.16:24-28 ~ Jumat
_"Setiap orang yang mau mengikuti Aku, harus *menyangkal diri*, *memikul salib*, dan *mengikuti Aku*. Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, Ia akan kehilangan nyawanya."_
Kita sadar bahwa tidaklah mudah menjadi pengikut-Nya karena untuk dapat mencapai kemuliaan dan kejayaan, kita harus melalui jalan sengsara dan maut. Namun kita juga sadar bahwa kita harus tetap TEKUN dan SETIA mengikuti-Nya.
Saudaraku, atas kesadaran ini, apa upaya Anda agar tetap mampu bekerja sama dengan Roh-Nya?
JLU.

*Jumat, 09 Agustus 2019*
*Pekan Biasa XVIII*
¤ Ul. 4:32-40
¤ Mzm. 77:12-16,21
¤ Mat. 16:24-28
*"Deus Omnipotens"*
~ Allah Mahakuasa ~
   Sesungguhnya, hidup dan karya kita hanya untuk memuliakan nama Allah Mahakuasa. Para martir menyerahkan nyawa mereka untuk Tuhan dan mereka memperoleh kemenangan surgawi. Kita semua mengorbankan diri kita dalam karya pelayanan, dengan cara-cara tersendiri untuk melayani Tuhan dan sesama. Prinsipnya adalah Tuhan menjadi segalanya dalam hidup kita. Dialah Allah Mahakuasa.
   Mengacu pada bacaan Injil hari ini, kita diberi gambaran bagaimana mengasihi Allah dalam diri Yesus Kristus dengan segenap hati, totalitas kehidupan kita. Tuhan Yesus memberikan syarat-syarat untuk menjadi murid yang terbaik: _"Setiap orang yang mau mengikuti Aku, harus *menyangkal diri*, *memikul salibnya* dan *mengikuti Aku*"_ Jadi syarat untuk menjadi murid-Nya, kita diajak memiliki pola _"SANGKULI"_ yakni "SANGkal diri, piKUL salib dan Ikuti Yesus"
   Kita sudah seringkali mendengar dan mengetahui syarat-syarat ini tetapi gaungnya belum sampai pada _kesadaran_ karena umumnya kehidupan orang di jaman sekarang ini lebih suka dan cenderung memiliki gaya hidup hedonisme yang menghindari penderitaan dengan mengutamakan kesenangan dan kenikmatan hidup sebagai tujuan hidupnya. Karenanya, mari kita mulai _menyadari makna_ dari syarat-syarat menjadi murid-Nya dan menerapkan perkataan Yesus ini dalam hidup sehari-hari:
1. *Sangkal diri*
   Yesus mengajak kita memprioritaskan dan menomorsatukan kehendak Allah di dalam hidup sebagai tanda kasih kita kepadaNya. Tuhan harus menjadi segalanya karena terlepas dariNya kita tidak dapat berbuat apa-apa. Jadi yang utama adalah melakukan kehendak Tuhan bukan kehendak, kepentingan, kesenangan diri kita sendiri.
   Di sinilah kita diajak untuk berani melepaskan keinginan pemenuhan, kepuasan diri sendiri bahkan kita diajak untuk _rela mengorbankan diri_ demi kepentingan orang lain.
2. *Pikul salib*
   Yesus mengajak kita menyadari dan mempersiapkan diri untuk menghadapi dan menanggung segala akibat terburuk (kehilangan nyawa) yang mungkin timbul karena ditimpakan oleh orang lain pada kita; ketika kita mempertahankan iman kepercayaan dan ketaatan kepada Yesus.
   Di sinilah kita diingatkan _konsekuensi_ menjadi murid-Nya.
3. *Ikuti Yesus*
   'Ikuti Yesus' berarti 'menjadi murid', 'menjadi pengikut-Nya', 'menjadi semakin serupa dengan-Nya' atau 'pergi bersama-Nya'; menuruti segala kehendak Yesus sebagai prioritas utama di dalam hidup dan melakukannya dengan sadar dan kerelaan hati.
   Di sinilah kita diajar _semangat pemuridan._
   Saudaraku, marilah kita terus berupaya tumbuh dalam iman agar kita semakin mampu menyangkal diri dan memikul salib kehidupan kita sehari-hari.
   Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus bersama Bunda Maria yang senantiasa menyertai perjuangan kita sekeluarga. Amin
[9/8 08:10] Sugeng Basuki: *DOA:*
Ya Tuhan Yesus, dimuliakanlah Engkau karena sudah membuat hidup lamaku menjadi mati melalui salib-Mu dan memberikan kepadaku hidup yang sepenuhnya baru. Tolonglah aku agar mau dan mampu memikul salibku dan mengikut Engkau. Amin.

Efesus 2:14-22 RHEMA HARI INI

Minggu, 4 Agustus 2019

BACAAN HARI INI
Efesus 2:14-22

RHEMA HARI INI
Efesus 2:19 Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,

Dengan berat hati Nini menerima penugasan untuk memimpin kantor cabang yang baru saja dibuka. Bukannya tidak bersyukur atas promosi yang ia dapatkan, tetapi tempatnya di kota kecil dan ia tidak punya kenalan sama sekali di sana. Tempat tinggal yang disediakan perusahaan pun berada di sebuah kompleks yang penduduknya jarang kelihatan. Minggu-minggu pertama ia pindah, ia merasa sangat kesepian, sehingga ia berpikir untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Sampai suatu hari, salah seorang anak buahnya mengajaknya beribadah di gereja tempat ia melayani. Awalnya Nini canggung, tetapi lama-kelamaan, rasa kekeluargaan yang ada dalam gereja itu membuat Nini mulai aktif mengikuti setiap kegiatan, bahkan ikut dalam kelompok sel. Sejak itu, ia semakin bersemangat menjalani tugasnya di kota itu.

Mungkin saat ini kita juga sedang merasa kesepian seperti Nini. Mungkin kita sedang menempuh pendidikan, bekerja, atau melayani di daerah yang jauh dari keluarga dan orang-orang terdekat kita. Bila saat ini kita merasa kesepian, jangan pernah cari pelarian ke orang yang salah, yang justru bisa menjerumuskan kita ke dalam dosa.

Segera cari komunitas rohani yang akan membawa kita pada hal-hal yang positif. Bila belum bergabung dengan gereja lokal mana pun, segeralah cari gereja yang bisa membuat iman kita semakin bertumbuh. Bergabunglah dalam kelompok sel, dalam kebersamaan, kita akan menemukan sukacita saat bersekutu dengan saudara seiman. Di kelompok sel kita bisa saling mendoakan dan menguatkan, sehingga kita terus bertumbuh dalam Tuhan. Percayalah, saat kita sudah menemukan keluarga rohani kita, maka kesepian kita akan berubah menjadi kebersamaan yang indah dalam Tuhan.

RENUNGAN
Bergabunglah dengan sebuah GEREJA LOKAL dan ikut KELOMPOK SEL, Tuhan akan mengubahkan kesepian kita menjadi KEBERSAMAAN.

APLIKASI
1. Apakah Anda merasakan kesepian meskipun berada di tengah-tengah banyak orang?
2. Mengapa Anda perlu bergabung dalam sebuah komunitas rohani?
3. Apa komitmen Anda agar tidak merasa kesepian lagi?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, terima kasih sudah mengingatkan kami pentingnya untuk memiliki keluarga rohani. Tuntun kami, ya Bapa, untuk menemukan komunitas rohani yang akan membuat kami semakin bertumbuh di dalam-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”


Source https://gbika.org/site/mengubah-kesepian-menjadi-kebersamaan/

SENIN, 05 AGUSTUS 2019, Bacaan Liturgi Mat 14:13-21, Hari Biasa, Pekan Biasa XVIII

Bacaan Liturgi 05 Agustus 2019
Hari Biasa, Pekan Biasa XVIII
PF Pemberkatan Gereja Basilik SP Maria

Bacaan Pertama
Bil 11:4b-15
Aku seorang diri tidak dapat memikul tanggung jawab atas bangsa ini.
Pembacaan dari Kitab Bilangan:

Sekali peristiwa, dalam perjalanannya melintasi gurun pasir,
orang-orang Israel berkata,
"Siapakah yang akan memberi kita makan daging?
Kita teringat kepada ikan yang kita makan di Mesir tanpa bayar,
akan mentimun dan semangka, bawang prei, bawang merah dan bawang putih.
Tetapi sekarang kita kurus kering,
tiada sesuatu pun yang kita lihat kecuali manna."
Adapun manna itu seperti ketumbar
dan kelihatannya seperti damar bedolah.
Orang-orang Israel berlari kian ke mari untuk memungutnya,
lalu menggilingnya dengan batu kilangan
atau menumbuknya dalam lumpang.
Mereka memasaknya dalam periuk
dan membuatnya menjadi roti bundar;
rasanya seperti rasa panganan yang digoreng.
Dan apabila embun turun di tempat perkemahan pada waktu malam,
maka turunlah juga manna di situ.
Musa mendengar keluh-kesah bangsa itu, sebab orang-orang dari setiap keluarga menangis
di depan pintu kemahnya.
Maka bangkitlah murka Tuhan dengan sangat, dan hal itu dinilai jahat oleh Musa. Maka berkatalah Musa kepada Tuhan,
"Mengapa Kauperlakukan hamba-Mu ini dengan buruk, dan mengapa aku tidak mendapat kasih karunia dalam pandangan-Mu?
Mengapa Engkau membebankan kepadaku tanggung jawab atas seluruh bangsa ini?
Akukah yang mengandung atau melahirkan bangsa ini?
Mengapa Engkau berkata kepadaku,
'Pangkulah dia
seperti seorang inang memangku anak yang sedang menyusu?
Bimbinglah dia ke tanah yang Kujanjikan dengan sumpah kepada nenek moyangnya!"
Dari manakah aku mengambil daging
untuk diberikan kepada seluruh bangsa ini?
Sebab mereka menangis kepadaku dan berkata,
'Berilah kami daging untuk dimakan.
Aku seorang diri
tidak dapat memikul tanggung jawab atas seluruh bangsa ini,
sebab terlalu berat bagiku.
Jika Engkau berlaku demikian kepadaku,
sebaiknya Engkau membunuh aku saja;
jika aku mendapat kasih karunia dalam pandangan-Mu,
janganlah kiranya aku mengalami malapetaka!"

Demikianlah sabda Tuhan!

Bacaan Injil
Mat 14:13-21
Sambil menengadah ke langit Yesus mengucapkan doa berkat; dibagi-bagi-Nya roti itu, dan diberikan-Nya kepada para murid.
Lalu para murid membagi-bagikannya kepada orang banyak.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:

Sekali peristiwa,
setelah mendengar berita pembunuhan Yohanes Pembaptis,
menyingkirlah Yesus;
dengan naik perahu
Ia bermaksud mengasingkan diri ke suatu tempat yang sunyi.
Tetapi orang banyak mendengarnya
dan mengikuti Dia dengan mengambil jalan darat,
dari kota-kota mereka.
Ketika Yesus mendarat,
Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya,
maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka
dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit.
Menjelang malam para murid Yesus datang kepada-Nya dan berkata,
"Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam.
Suruhlah orang banyak itu pergi
supaya dapat membeli makanan di desa-desa."
Tetapi Yesus berkata kepada mereka,
"Mereka tidak perlu pergi. Kalian saja memberi makan mereka."
Jawab mereka,
"Pada kami hanya ada lima buah roti dan dua ekor ikan."
Yesus berkata, "Bawalah ke mari."
Lalu disuruh-Nya orang banyak itu duduk di rumput.
Setelah itu Ia mengambil kelima buah roti dan kedua ekor ikan itu.
Sambil menengadah ke langit diucapkan-Nya doa berkat,
dibagi-bagi-Nya roti itu dan diberikan-Nya kepada para murid.
Para murid lalu membagi-bagikannya kepada orang banyak.
Mereka semua makan sampai kenyang.
Kemudian potongan-potongan roti yang sisa dikumpulkan
sampai dua belas bakul penuh.
Yang ikut makan kira-kira lima ribu orang pria,
tidak termasuk wanita dan anak-anak.

Demikianlah Injil Tuhan!

RENUNGAN SINGKAT:
"SHARING IS CARING."

Ya, benar bahwa kalau kita hidup saling berbagi (yang baik dan benar tentunya), maka yang ada adalah kita saling menjaga dan menyayangi, dan yang ada juga adalah kedamaian dan kebahagiaan.
Injil hari ini mengisahkan perbanyakan roti dan ikan, dan dimakan oleh 5 ribu orang tak terhitung perempuan dan anak anak. Hal ini menunjukan bahwa Tuhan selalu menunjukan kasih setiaNya terlebih disaat saat dimana benar benar ada kebutuhan besar dan penting. Yang penting adalah bahwa ada iman dan ada sharing disana. Para Murid ketika diminta oleh Yesus untuk memberi makan orang sebanyak itu, mereka hanya bisa mensharingkan apa yang mereka miliki, 5 roti dan 2 ikan, dan tentunya iman mereka bahwa Yesus akan berbuat sesuatu. Tuhan menyempurnakan dengan mujizat pergandaan roti dan ikan yang membuat semua puas dan bahagia. Kasih Tuhan nyata lewat pergandaan roti dan ikan itu.
Kita pun diminta dan diundang oleh Tuhan. Pertama, selalu datang padaNya dan berserah padaNya. Kedua, bekerja sama dengan Tuhan untuk membagikan kasih pada yang membutuhkan. Mensharingkan apa yang kita miliki walaupun itu terlihat kecil. Ingatlah selalu bahwa Tuhan akan menyempurnakannya. Ketiga, berimanlah teguh padaNya bahwa semua akan terjadi sesuai dengan kehendak Tuhan dan akan baik adaNya. Ingatlah selalu Tuhan sangat menyayangi kita.
Tuhan selalu mensharingkan berkatNya buat kita. Sudah selayaknya juga kita mensharingkan berkat yang sama dari Tuhan itu pada orang lain, apapun itu bentuknya.
Semoga.
Roh Kudus menguatkan dan memampukan kita. Dalam Nama Tuhan Yesus. Amin.

DOA:
Tuhan Yesus terima kasih atas segala karuniaMu dan penyertaanMu. Ampunilah segala dosa dan salah kami. Bantulah kami agar sungguh hidup dengan sikap 'sharing', mensharingkan berkatMu dalam hidup agar semua merasa bahagia dalam NamaMu. Amin.

Tuhan menyertai dan memberkati kita semua (Dan Keluarga) dan seluruh hari kita
✝✝✝πŸ™πŸ™πŸ™πŸ›πŸ›πŸ›


Salam dalam Kasih Tuhan Yesus,


RP. Lukas Gewa Tiala (Adi), SVD.








SENIN, 05 AGUSTUS 2019

Bacaan Liturgi

Hari Biasa, Pekan Biasa XVIII
PF Pemberkatan Gereja Basilik SP Maria

Bacaan Injil
Mat 14:13-21

Sambil menengadah ke langit Yesus mengucapkan doa berkat;
dibagi-bagi-Nya roti itu, dan diberikan-Nya kepada para murid.
Lalu para murid membagi-bagikannya kepada orang banyak.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:

Sekali peristiwa,
setelah mendengar berita pembunuhan Yohanes Pembaptis,
menyingkirlah Yesus;
dengan naik perahu
Ia bermaksud mengasingkan diri ke suatu tempat yang sunyi.

Tetapi orang banyak mendengarnya
dan mengikuti Dia dengan mengambil jalan darat,
dari kota-kota mereka.
Ketika Yesus mendarat,
Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya,
maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka
dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit.

Menjelang malam para murid Yesus datang kepada-Nya dan berkata,
"Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam.
Suruhlah orang banyak itu pergi
supaya dapat membeli makanan di desa-desa."

Tetapi Yesus berkata kepada mereka,
"Mereka tidak perlu pergi. Kalian saja memberi makan mereka."
Jawab mereka,
"Pada kami hanya ada lima buah roti dan dua ekor ikan."
Yesus berkata, "Bawalah ke mari."
Lalu disuruh-Nya orang banyak itu duduk di rumput.
Setelah itu Ia mengambil kelima buah roti dan kedua ekor ikan itu.
Sambil menengadah ke langit diucapkan-Nya doa berkat,
dibagi-bagi-Nya roti itu dan diberikan-Nya kepada para murid.
Para murid lalu membagi-bagikannya kepada orang banyak.
Mereka semua makan sampai kenyang.
Kemudian potongan-potongan roti yang sisa dikumpulkan
sampai dua belas bakul penuh.
Yang ikut makan kira-kira lima ribu orang pria,
tidak termasuk wanita dan anak-anak.

Demikianlah Injil Tuhan.
=======================
SIRAMAN ROHANI                                                                                                             
Senin, 05 Agustus 2019                                                                                                                         RP Fredy Jehadin, SVD

Tema: Yesus Selalu Peduli Dengan Keadaan Kita!                                                           
Matius 14: 13 - 21

Saudara-saudari … seorang teman karena mengalami begitu banyak kesulitan hidup, ia berkeinginan untuk habiskan hidupnya dengan mengambil jalan pintas, gantungkan dirinya dan membunuh diri. Tetapi di saat dia bergulat tiba-tiba ada bunyi ketukan di pintu depan. Awalnya dia tidak peduli dengan bunyi ketukan itu, tetapi karena ketukan itu tidak juga berhenti, dia ke pintu dan membukakan pintu. Di pintu dia temukan seorang anak kecil dengan senyuman ceriah. Dia menyapa tuan rumah: Ibu selamat pagi. Tuhan mencintai ibu. Selamat berbahagia di hari ini. Mengamati wajah si anak kecil ini dan mendengar kata-kata yang keluar dari mulut anak kecil ini, muncul satu perasaan yang sangat lain dalam diri sang ibu. Tiba-tiba saja semangat hidupnya untuk maju terus muncul dengan sangat kuat. Sewaktu anak kecil ini pergi, sang ibu kembali ke ruang tamu, duduk merenung. Dia bertanya diri: Siapakah anak kecil ini? Mengapa dia datang di saat saya lagi bergulat? Apa maksud kedatangannya ke sini? Sang ibu sadar bahwa anak kecil itu adalah Yesus. Dia datang untuk meneguhkan dia bahwa dia sesungguhnya tidak sendirian. Dia harus bekerja bersama Kristus dan harus meminta bantuannya. Yesus selalu peduli dengan keadaan-nya. Dia harus memohon pada-Nya untuk membantu dia.  Mengakhiri permenungannya dia berkata: Terima kasih Yesus karena engkau sungguh peduli dengan keadaan saya. Sejak waktu itu sang ibu pelan-pelan merubah sikap menghadapi situasi hidupnya. Dia serahkan segala kesulitan hidupnya kepada Yesus dan karena sikapnya yang sangat positip ini, ia pelan-pelan mengalami perubahan dalam hidupnya.

Saudara-saudari…Injil hari ini mewartakan kepada kita bahwa Yesus selalu tergerak hatinya kepada orang yang menderita dan orang yang selalu rindu bertemu Yesus. Kisah perbanyakan roti dan ikan adalah bentuk ungkapan kepedulian Yesus Kristus kepada mereka yang lapar.
Kepercayaan kepada Yesus yang selalu peduli akan hidup kita adalah dasar untuk berharap pada-Nya dan dorongan untuk selalu mencari Dia di saat kita sungguh berada dalam keadaan terjepit. Dia adalah sumber segalanya. Dia adalah andalan kita. Dia adalah pribadi yang selalu siap mendengarkan keluhkesah kita dan Dia akan selalu mendengarkan kita.

Marilah saudara-saudari…. percayalah selalu kepada-Nya. Datanglah kepada-Nya. Dia selalu peduli akan situasi dan keadaan kita. Dia pasti mendengarkan kita dan menjawabi kita.

Kita berdoa semoga Tuhan selalu menguatkan iman kita dan mendorong kita untuk selalu datang kepada-Nya.

Kita memohon Bunda Maria untuk mendoakan kita. Amen.

========================================================================

Senin, 05 Agustus 2019
Pekan Biasa XVIII
¤ Bil. 11:4b-15
¤ Mzm. 81:12-13,14-15,16-17
¤ Mat.14:13-21
"Panis Angelicus"
-  Roti para malaikat -
   Inilah 'roti' yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya. Inilah Rahmat Oleh Tuhan, yaitu Iman.
   Mengacu pada inti bacaan Injil hari ini, Yesus mengadakan mukjizat penggandaan 'roti' dan 'ikan'. Inilah sebuah kombinasi karya antara Allah dan manusia. Roti adalah makanan olahan (budaya dan karya manusia), sedangkan ikan adalah makanan alamiah (karya Allah). Kedua hasil karya ilahi dan insani ini menjadi tersatukan di tangan seorang pribadi ekaristis bernama Yesus.
   Adapun tiga keutamaan iman dalam pribadi ekaristis ini, antara lain:
1. Bersyukur
   Lewat 'roti ekaristi' inilah (hosti: kurban), kita bersyukur karena dipilih dan diberkati untuk mendapatkan rahmatNya.
   Di sinilah kita semakin bersyukur karena Yesus berkenan mengambil, memberkati, memecahkan dan memberikan 'roti ekaristis' kepada kita.
2. Berbagi
   Seperti Yesus yang tergerak hati-Nya oleh belas kasihan untuk rela berbagi “5 roti” dan “2 ikan”, dengan siap “dipecah” dan “dibagi bagi”. Sebab dalam mata iman dengan memberi, bukan dengan menerima, kita bisa menjadi kaya.
   Di sinilah kitapun diajak menjadi roti bagi yang lain dengan rela berbagi “5 roti” dan “2 ikan” yang ada pada kita dengan doa, kata dan tindakan nyata kita. Tidak cukup kita memiliki Yesus, kita harus juga membagi berkat itu kepada sesama yang berkekurangan, karena tak seorang pun sia-sia di dunia ini, ketika ia meringankan beban kehidupan bagi orang lain.
3. Bertanggung jawab
   "Kamu harus memberi mereka makan." Inilah perintah Yesus pada para murid. Ia ingin agar para murid-Nya peka dan ikut bertanggung jawab dengan segala “kekurangan” di sekitarnya.
   Di sinilah kita diajak mulai peka dari apa yang ada dan ikut bertanggungjawab membagikannya dengan sepenuh cinta serta membiarkan Tuhan yang akan menyempurnakannya. Sebab segala hal dan usaha baik yang dipersembahkan kepada-Nya, diterima-Nya, diberkati, dilipatgandakan.
   Saudaraku, lewat "roti para malaikat" yang sudah dibagikan pada "altar" ekaristi, kita juga diutus untuk sungguh menjadi "roti" yang siap untuk dipersatukan dan diteguhkan dan diutus di "pasar" kehidupan, menjadi gereja yang menerangkan, mencerahkan dan memerdekakan.
   Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus bersama Bunda Maria senantiasa menyertai kita sekeluarga yang mengandalkan kuasaNya. Amin.


Mat.14:13-21 ~ Senin
Usaha kita sendiri = lima roti yang TAK BERARTI. Tapi DI TANGAN TUHAN, bisa menghasilkan BUAH BERLIMPAH. Jika kita ANGKAT TANGAN (berdoa, menyerahkan segala usaha pada Tuhan), maka TUHAN TURUN TANGAN menggandakan hasil usaha kita. Menyerah pada Tuhan = TETAP BERUSAHA, MENGIKUTI CARA dan  WAKTU TUHAN. Maka dari kita dibutuhkan SIKAP PERCAYA, FLEKSIBEL, TANGGAP pada tanda-tanda-Nya; soal hasil = URUSAN TUHAN.
Saudaraku, beranikah Anda MENGANDALKAN YESUS?
JLU.

DOA:
Tuhan Yesus, aku sungguh takjub menyaksikan dan mengalami belarasa-Mu dalam hidupku.
Terima kasih penuh syukur kuhaturkan kepada-Mu karena Engkau telah mengurbankan hidup-Mu sendiri di atas altar salib agar aku mempunyai hidup-Mu dalam diriku.
Terima kasih Tuhan Yesus. Amin.




KEPEKAAN
( Matius 14 : 13-21 )

Yesus saangat peka akan keadaan orang yang mengikutiNya.  Mereka kekurangan makanan. Timbullah belas kasihan Yesus


Jika pada Markus 6:34 belas kasihan Yesus timbul karena orang banyak seperti domba tanpa gembala, di sini belas kasihan Yesus muncul karena kebutuhan fisik


Orang banyak tidak mempunyai makanan. Yesus juga peka akan pendengar-pendengar-Nya. Meski jumlah mereka banyak, Ia masih memiliki waktu dan kesempatan untuk berbicara dan melayani mereka secara pribadi.

Siapa yang harus memberi mereka makan?  Yesus melibatkan para murid. Yesus berhati peka, dan Ia ingin para murid-Nya pun peka bahkan sedia memberi.


Murid-murid hanya memiliki lima roti dan dua ikan. Jelas tidak cukup untuk lebih lima ribu orang ( ayat 21 ). Masih dibutuhkan sedikitnya 5000 roti dan 5000 ikan. Jumlah yang mustahil


Akan tetapi, di hadapan Yesus bukan jumlah yang membuat mustahil atau tidak. Segala hal yang dipersembahkan kepada-Nya, diterima-Nya, diberkati, dilipatgandakan


Hasilnya? Lima  roti dan dua ikan yang telah diberkati Yesus itu membuat semua orang kenyang. Bahkan ada sisa 12 bakul


Tidak cukup kita memiliki Yesus, kita harus juga membagi keberkatan dalam Yesus itu kepada sesama kita yang berkekurangan


Terlibat dalam berbagai pelayanan rohani memang baik, tetapi itu tidak boleh membuat kita beralasan untuk mengabaikan kebutuhan dalam hal materiil yang dialami banyak orang di sekitar kita

Bagaimakah kita dapat belajar dari kisah ini agar dapat memberi dengan kemurahan hati?

Peristiwa mujizat ini dilihat seperti pada saat Sakramen Ekaristi. Setiap orang mendapat makanan sedikit, namun dapat menguatkan mereka untuk melanjutkan perjalanan dan mereka merasa puas.

Peristiwa ini menunjukkan bahwa Yesus sanggup mengubah hati manusia. Hati yang semula hanya mementingkan diri sendiri, namun kini setelah mereka mengalami perjumpaan dengan Yesus, mereka dapat berbagi dengan sesamanya


Mengapa demikian? Ya, kalau kita membandingkan kisah mujizat ini dengan apa yang dicatat dalam dalam Injil Yohanes 6:1-13. Dalam Yohanes kita menemukan bahwa yang mula-mula memberikan lima roti jelai dan dua ekor ikan itu adalah seorang anak!! ( Yohanes 6:9 )



Seorang anak yang ikut dalam rombongan orang banyak tentu dipersiapkan oleh orangtuanya dengan bekal makanan agar ia tidak kelaparan. Demikian juga jamaknya orang Yahudi, biasanya mereka pun membekali diri dengan makanan ketika bepergian namun sayangnya mereka dikenal sebagai orang yang pelit dan tidak suka berbagi


Apa yang ada pada anak itulah yang kemudian dipakai Tuhan untuk menggerakan hati setiap orang yang ada itu, sehingga mereka semua mengeluarkan bekalnya, berbagi satu dengan yang lain dan akhirnya mereka semua mendapat bagian bahkan berlebih!


Kita dapat belajar bahwa Yesus mampu menggetarkan hati manusia untuk berbagi dengan sesamanya, untuk hidup tidak egois


Pepatah orang bijak mengatakan bahwa dunia ini lebih dari cukup untuk menjamin kebutuhan hidup manusia. Namun, yang membuat banyak manusia miskin dan kelaparan adalah karena keserakahan dan egoime manusia itu

Popular Posts Widget