MENGUTAMAKAN ALLAH Bacaan: Ezra 3:1-7

MENGUTAMAKAN ALLAH
Bacaan: Ezra 3:1-7
------------------------------------------------------------------
Bacaan setahun: Imamat 16-18
------------------------------------------------------------------
Sekembalinya dari pembuangan, umat Israel berkumpul di Yerusalem untuk membangun mezbah guna mempersembahkan korban bakaran. Sekalipun mereka takut terhadap orang lain yang tinggal di sekitarnya, hati mereka tetap teguh. Mereka bersatu hati membangun mezbah di tempatnya yang semula. Mereka kemudian mempersembahkan korban bakaran kepada TUHAN pagi dan petang.

Bagi orang Israel, rasa takut kepada Tuhan tidak boleh dikalahkan oleh rasa takut terhadap orang sekitar. Mereka mengutamakan Allah sehingga apapun kesulitan yang menghadang, komitmen terhadap Allah tetap menjadi prioritas pertama. Karena itulah umat Israel rela memberikan dua kali korban bakaran, yakni pada pagi dan petang. Selain itu, mereka juga masih memberi persembahan sukarela yang dibawa setiap saat, juga korban untuk pesta suci. Ada pula hari raya Pondok Daun yang dilakukan dengan rasa syukur serta sukacita yang besar.

Bukankah kita tidak perlu lagi memberikan persembahan korban bakaran karena Tuhan Yesus telah menebus tuntas segala dosa manusia? Ya, benar bahwa orang percaya tak lagi perlu menguduskan dirinya dengan memberikan korban bakaran. Namun pengorbanan Kristus demi menebus dosa ini patut disyukuri dengan sukacita yang besar. Korban bakaran-yakni korban yang seluruhnya dibakar-melambangkan totalitas pemberian. Orang percaya yang memahami karunia Allah dalam pengorbanan Kristus pasti akan mengungkapkan syukurnya dengan cara memberi diri secara total dan utuh sebagai persembahan yang berkenan bagi Tuhan. --EBL/www.renunganharian.net
------------------------------------------------------------------
MEMPERSEMBAHKAN DIRI SECARA TOTAL KEPADA TUHAN
ADALAH UNGKAPAN SYUKUR ATAS BERKAT PENEBUSAN-NYA YANG TAK TERNILAI.
------------------------------------------------------------------

Dikirim dari Alkitabku. Unduh di http://android.alkitabku.com

BOAZ ORANG KAYA YANG BAIK HATI ( Rut 2 : 1-23 )

BOAZ ORANG KAYA YANG BAIK HATI
( Rut  2 : 1-23 )

Orang kaya biasanya identik dengan banyak harta, rumah mewah, kendaraan mahal, pakaian modis

Sebagian orang kaya sombong dan tidak mau bergaul dengan orang miskin. Namun, ada pula orang kaya yang berpenampilan sederhana, rendah hati, dan luwes bergaul dengan siapa saja

Kitab Suci  mencatat Boas sebagai orang kaya yang ramah kepada orang-orang yang bekerja di ladangnya, dan mereka pun ramah kepadanya ( ayat 4 )

Melalui sapaannya, Kitab Suci  menunjukkan Boas adalah orang yang mengasihi Tuhan dan ingin agar orang-orang di sekitarnya merasakan berkat Tuhan. Saat melihat Rut dan mendapatkan laporan tentang Rut, perlakuan Boas kepada Rut pun penuh kasih ( ay 9 )

Rut yang merasa diterima dan dikasihi, sangat bersyukur mendapat belas kasihan dari Boas (ay. 13). Karena mengerti Rut dan Naomi mengalami kesulitan secara ekonomi, Boas memerintahkan para pekerjanya tidak mengganggu Rut dan mereka  harus secara sengaja meninggalkan sedikit onggokan jelai untuk diambil Rut (ay. 15-16). Boas menghargai usaha Rut mencari jelai dari pagi sampai petang.

Jika saat ini kebetulan kita diberkati dengan kekayaan, kita dapat belajar menjadi orang kaya seperti Boas. Berlimpah harta, tetapi tidak terikat pada kekayaan. Dihormati banyak orang, tapi tidak gila hormat

Kita menunjukkan kepada dunia bahwa dengan kekayaan yang Tuhan percayakan,  menjadi berkat bagi orang-orang yang bekerja pada kita dan orang-orang kurang mampu yang kita bantu

Popular Posts Widget