Mrk. 16:15-18, Bacaan dan renungan Harian Sabtu, 25 Januari 2020, Pekan Biasa II

Sabtu, 25 Januari 2020
Pekan Biasa II
Pesta Bertobatnya St. Paulus, Rasul
Penutupan Pekan Doa Sedunia
¤ Kis. 22:3-16 atau
¤ Kis. 9:1-22
¤ Mzm. 117:1,2
¤ Mrk. 16:15-18












Mrk 3 : 13 - 19, Renungan Harian dan Bacaan Liturgi 24 Januari 2020Hari Biasa, Pekan Biasa II

Jumat, 24 Januari 2020

Pekan Biasa II
Pw. St. Fransiskus de Sales
¤ 1 Sam. 24:3-21
¤ Mzm. 57:2,3-4,6,11
¤ Mrk. 3:13-19



KAMIS, 23 JANUARI 2020* Hari Biasa, Pekan Biasa II Bacaan Injil Mrk 3:7-12

*Kamis, 23 Januari 2020*
*Pekan Biasa II*
¤ 1Sam. 18:6-9, 19:1-7
¤ Mzm. 56:2-3,9-10a,10b-11,12-13
¤ Mrk. 3:7-12

RENUNGAN HARIAN PEKAN BIASA II. RABU, 22 JANUARI 2020. BACAAN: ISam.17:32-33.37.40-51. Mrk. 3:1-6.



*Bacaan Liturgi Rabu, 22 Januari 2020* 
*Hari Biasa, Pekan Biasa II*
*PF S. Vinsensius, Diakon dan Martir*

¤ 1Sam. 17:32-33,37,40-51
¤ Mzm. 144:1,2,9-10
¤ Mrk. 3:1-6

DEO GRATIAS Kumpulan Renungan Harian Mrk 2 : 23 - 28, Bacaan dan renungan Harian 21 Januari 2020

Selasa, 21 Januari 2020

Pekan Biasa II
PW. St. Agnes, Perawan-Martir
¤ 1Sam. 16:1-13
¤ Mzm. 89:20,21-22,27-28
¤ Mrk. 2:23-28


Mrk 2:18-22, Bacaan dan Renungan Harian Senin, 20 Januari 2020


Hari Biasa, Pekan Biasa II
PF S. Sebastianus, Martir
PF S. Fabianus, Paus dan Martir

RENUNGAN HARIAN MINGGU BIASA II. MINGGU, 19 JANUARI 2020. YES.49:3.5-6. IKor.1:1-3. Yoh.1:29-34.

KOTBAH HARI MINGGU BIASA II. MINGGU, 19 JANUARI 2020. YES.49:3.5-6. IKor.1:1-3. Yoh.1:29-34.


Mrk 2 : 13 - 17, Bacaan dan Renungan Harian Sabtu 18 Januari 2020

RENUNGAN HARIAN PEKAN BIASA I. 
SABTU, 18 JANUARI 2020.
BACAAN: 
ISam.9:1-4.17-19;10:1a.
Mrk.2:13-17.


Baca selengkapnya...

Markus 2: 1 – 12, Bacaan dan Renungan Harian Jumat 17 Januari 2020

Bacaan Liturgi 17 Januari 2020

Hari Biasa, Pekan Biasa I
PW S. Antonius, Abas


HIDUP DENGAN PERCAYA

HIDUP DENGAN PERCAYA
Bacaan: Bilangan 14:11
------------------------------------------------------------------
Bacaan setahun: Keluaran 1-4
------------------------------------------------------------------
Pertahanan diri adalah sebuah kemampuan yang dimiliki setiap manusia dalam dirinya. Kemampuan ini mendorong manusia untuk selalu berusaha sebisa mungkin supaya dapat mempertahankan hidupnya dalam setiap kondisi. Dorongan yang diberikan dapat berupa rasa percaya diri untuk melangkah maju, tetapi juga dapat berupa rasa takut sehingga memilih untuk mundur. Tetapi sering kali, manusia sulit untuk membangun rasa percaya dalam dirinya, dan jatuh pada ketakutan.

Hal ini pula yang terjadi dalam kehidupan bangsa Israel, ketika mereka dalam perjalanan dan akan memasuki tanah orang Amalek. Demi bisa bertahan hidup, mereka justru bersungut-sungut dan berkeinginan untuk kembali ke Mesir, karena takut dengan orang Amalek. Oleh karena itu Allah kecewa dan mempertanyakan sikap mereka yang justru takut kepada manusia, tetapi lupa akan penyertaan Allah. Allah selalu menunjukkan kehadiran-Nya melalui setiap tanda mukjizat yang diberikan-Nya, tetapi mereka tidak juga percaya kepada-Nya. Mereka justru menistakan dan merendahkan Allah dengan sikap tidak percaya kepada-Nya. Seharusnya mereka menyadari keadaannya, percaya kepada Allah dan menjalani perintah-Nya, karena Allah yang menyertai mereka.

Merasakan ketakutan adalah hal yang wajar untuk kita. Tetapi janganlah kita lupa untuk terus menguatkan rasa percaya kita kepada Allah, karena Allah selalu hadir bagi kita dan menyertai kita. Karena dengan penyertaan Allah saja, maka kita beroleh hidup. --ZDP/www.renunganharian.net
------------------------------------------------------------------
SIKAP PERCAYA YANG KUAT, MENGALAHKAN RASA TAKUT YANG LEMAH.
------------------------------------------------------------------

Dikirim dari Alkitabku. Unduh di http://android.alkitabku.com

Bacaan dan Renungan Harian, Kamis 16 Januari 2018 Mrk 1:40-45

Renungan Harian, Rabu, 15 Januari 2020 Tema: Mari pergi, kita diutus! Markus 1: 29 – 39

Mrk 1:21b-28 Bacaan dan renungan Harian Sabda Tuhan hari Selasa pekan biasa I, 14 Januari 2020

Bacaan dan renungan Harian Senin pekan biasa I, 13 Januari 2020 Markus 1:14-20

Matius 3: 13 – 17, Bacaan dan renungan Harian Sabda Tuhan hari Minggu, Pesta Pembaptisan Tuhan, 12 Januari 2020

Yoh. 3:22-30, Bacaan dan renungan Harian Sabtu 11 Januari 2020

BEDA , Bacaan: Markus 9:38-41

BEDA
Bacaan: Markus 9:38-41
------------------------------------------------------------------
Bacaan setahun: Kejadian 46-48
------------------------------------------------------------------
Suatu hari Yohanes, murid yang paling dikasihi Yesus, berkata kepada Yesus, "Guru, kami melihat seseorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah dia, karena dia bukan pengikut kita" (ay. 38). Potongan kisah ini sangat mirip dengan fenomena yang sering terjadi di antara orang Kristen masa kini: "Karena kamu bukan bagian dari aliranku, maka kamu salah (atau lebih parah: sesat)."

Saya tidak bermaksud menghakimi siapa pun, tapi bukankah itu yang sering terjadi? Kita menilai kebenaran atau kesesatan saudara seiman hanya dari apakah ia termasuk bagian dari kelompok kita, bukan dari buahnya. Bagi para murid saat itu, karena orang itu tidak termasuk murid Yesus, maka ia tidak berhak memakai nama Yesus untuk mengusir setan. Dengan kata lain, ia sesat. Tapi apa jawab Yesus? "Barang siapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita."

Hanya karena seseorang berbeda kelompok dengan kita, tidak serta-merta ia sesat. Hanya karena seseorang berbeda cara pandang dengan kita, bukan berarti ia salah. Yesus saja tidak mempermasalahkan alirannya atau kelompoknya. Bagi Dia yang penting orang itu tidak menentang diri-Nya atau pengajaran-Nya. Perbedaan yang disebabkan karena ketidaksamaan kelompok, yang pada akhirnya akan melahirkan perbedaan cara pandang, tidak seharusnya dibesar-besarkan. Biarlah kata-kata terakhir Yesus di kitab Yohanes selalu kita ingat, "... itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: Ikutlah Aku" (Yoh. 21:22). Ya, bagian kita bukanlah mengurusi apa cara pandang/pengajaran saudara seiman. Bagian kita adalah mengikuti Dia. --DP/www.renunganharian.net
------------------------------------------------------------------
JANGAN FOKUS MENGURUSI PERBEDAAN, FOKUSLAH MENGIKUT YESUS.
------------------------------------------------------------------

Dikirim dari Alkitabku. Unduh di http://android.alkitabku.com

KASIHANILAH

KASIHANILAH

Kata 'kasihanilah' biasa diucapkan pengemis manapun untuk minta sedekah. Dalam bahasa Jawa 'nyuwun welase, ' atau bahasa Inggris 'have mercy.'

Dengan kata-kata ini, pengemis menempatkan diri lebih rendah dari orang lain, agar orang tersentuh dan memberi sedekah.

Apakah kita pernah mengucapkan kata 'kasihanilah aku' pada orang lain? Sedikit sekali dari kita yang pernah melakukannya, sebab hal itu sangat merendahkan diri kita

Bartimeus ( Markus 10 : 47 ) merendahkan diri di hadapan Yesus. Ia minta dengan rendah hati, bukan dengan perasaan bahwa ia berhak menerima apa yang ia minta, bahwa ia berhak disembuhkan.

Bukan! Sebagai pengemis ia sadar bahwa orang punya hak penuh untuk memberinya sedekah atau tidak

Maka ia juga sadar bahwa Yesus punya hak penuh untuk mengabulkan atau tidak mengabulkan permintaannya. Semua tergantung belas kasihan Yesus. Sikap itu membuktikan imannya, maka Yesus menyembuhkannya

Bagaimana kita meminta? Meminta bukanlah mengklaim. Mengklaim berarti menuntut atas dasar kita punya hak penuh atas apa yang kita klaim sehingga permintaan kita harus dipenuhi. Itu memaksa Allah, kesombongan!

Permintaan kita belum tentu sesuai dengan maksud dan rencana Allah (Yak. 4:3; Mat. 20:22-23).
Seperti Bartimeus, hendaklah kita meminta dengan kerendahan hati, sebab Allah punya kuasa dan hak penuh untuk mengabulkan atau tidak mengabulkan. Itulah iman!

(Sugeng Pramono)

Renungan Harian, JUMAT, 10 JANUARI 2020. BACAAN: IYoh. 5:5-13. Luk. 5:12-16.

Renungan Harian Kamis 09 Januari 2020, 1Yoh 4:19-5:4 Injil Luk 4:14-22a

Renungan Harian Rabu, 08 Januari 2020, Mrk 6:45-52

RENUNGAN HARIAN, SELASA, 07 JANUARI 2020.BACAAN: IYoh. 4:7-10. Mrk.6:34-44.

Renungan Harian, Senin, 6 Januari 2020.Bacaan Injil Mat 4:12-17.23-25

Renungan Harian MINGGU, 05 JANUARI 2020, Bacaan Liturgi Hari Raya Penampakan Tuhan Bacaan Injil Mat 2:1-12

Renungan Harian 04 Januari 2020 Yoh 1:35-42

Renungan Harian. Jumat, 03 Januari 2020* *Hari Biasa Masa Natal* ¤ Yoh.1:29-34

Wahyu 22:18-22

Minggu, 5 Januari 2020

Bacaan Alkitab Setahun

2 Tawarikh 7-9
Yohanes 11:1-29
BACAAN HARI INI
Wahyu 22:18-22

RHEMA HARI INI
Wahyu 22:21 Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu sekalian! Amin.

Mika kembali membuka lembar demi lembar halaman buku hariannya. Ia membaca kembali apa yang pernah dituliskannya. Tanpa disadari, tetesan air mata jatuh membasahi buku hariannya. Mika mengingat perjuangannya di sepanjang tahun 2019, dalam setiap pergumulan berat yang ia hadapi, ia menuliskan dalam buku hariannya. Ya, Mika memang rajin menulis buku harian, apa pun yang sedang dihadapi, ia akan menulisnya di sana. Bukan itu saja, Mika juga akan menuliskan kerinduan-kerinduan yang ingin dicapainya dalam satu tahun yang akan dilaluinya.

Mika pun dibuat Tuhan terkagum-kagum atas setiap jawaban doa yang diberikan Tuhan atas pergumulannya. Meskipun terkadang apa yang diminta tidak langsung ia dapatkan, tetapi ia menyadari hal baik yang terjadi sepanjang proses menanti jawaban doanya itu. Mika pun sungguh bersyukur untuk setiap berkat yang sudah diterimanya selama tahun 2019. Bahkan di tahun yang baru ini, ia percaya anugerah akan semakin Tuhan limpahkan dalam hidupnya. Kini di awal tahun 2020, Mika kembali menuliskan apa yang menjadi visinya satu tahun ke depan. Mika mengaminkan ayat ke-21 dari Wahyu 22, “Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu sekalian! Amin.”

Seperti Mika, kita pun perlu mengaminkan apa yang tertulis dalam kitab Wahyu 22 ayat 21, bahwa kasih karunia Tuhan Yesus selalu menyertai kita. Bukan hanya di tahun-tahun yang lalu saja, tetapi di sepanjang perjalanan kita dalam menjalani hari-hari mendatang. Meskipun ini ayat terakhir dalam Alkitab, tetapi ayat ini tidak akan pernah berakhir dalam hidup kita. Sekarang, yang Tuhan inginkan untuk kita lakukan sangatlah sederhana. Siapkan hati kita dengan membukanya dan menerima segenap berkat Tuhan, juga anugerah melimpah di awal tahun ini. Kita sudah menutup tahun 2019 dengan mujizat dan kita pun akan megawali tahun 2020 ini dengan mujizat. Kiranya kasih karunia, berkat, perlindungan, dan damai sejahtera semakin ditambahkan-tambahkan dalam hidup kita semua. Amien. (LEW)

RENUNGAN
Bukalah hati dan terima SEGENAP BERKAT dan ANUGERAH MELIMPAH di tahun 2020 ini.

APLIKASI
1. Seberapa siap Anda menerima segenap berkat dan anugerah melimpah di awal tahun ini? Ceritakan!
2. Mengapa kita perlu membuka hati dan menerima berkat serta anugerah-Nya di awal tahun ini?
3. Apa yang akan Anda lakukan setelah Anda menerima berkat dan anugerah dalam hidup Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Terima kasih Tuhan untuk tahun demi tahun penyertaanmu dalam kehidupan kami. Kami mau siapkan hati kami untuk menerima segenap berkat dan anugerah-Mu yang melimpah di awal tahun ini. Sehingga kami juga bisa memberkati banyak orang di sepanjang tahun ini. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”


Source https://gbika.org/berkat-dan-anugerah-tuhan-yang-melimpah/

Renungan Harian, KAMIS, 02 JANUARI 2020, Yoh 1:19-28





KAMIS, 02 JANUARI 2020

Bacaan Liturgi

Hari Biasa Masa Natal
PW S. Basilius Agung dan S. Gregorius dari Nazianze, Uskup dan Pujangga Gereja

Bacaan Injil
Yoh 1:19-28

Renungan Harian Rabu, 01 Januari 2019 Luk. 2:16-21


Rabu, 01 Januari 2019
Hari Raya Santa Maria Bunda Allah
Hari Perdamaian Sedunia ..

Baca Selengkapnya....

Popular Posts Widget