SABAR DALAM MENJALANI HIDUP


Mau belajar SABAR ?
Mungkin kita akan ketemu orang² yg keras kepala kepada kita.
Mau belajar MENGAMPUNI ?
Mungkin kita akan ketemu orang² yg menyakiti kita.

Mau belajar MEMBERI ?
Mungkin kita akan di perhadapkan orang² yg berkekurangan.

Mau RENDAH HATI ?
Dalam hidup ini, kita akan mengalami kabar buruk & kabar baik.
Kabar buruknya, "HIDUP INI TAK AKAN ADA YG SEMPURNA !"
Kabar baiknya, "KITA TAK PERLU HIDUP YG SEMPURNA UNTUK BISA MENIKMATINYA !"
Apapun yg sedang kita hadapi, itulah PROSES BELAJAR MENJADI LEBIH BIJAKSANA & DEWASA.
JANGAN MARAH & MENGGERUTU,
t a p i Belajarlah & Responi dgn benar.
HIDUP ADALAH PROSES PEMBELAJARAN & KEDEWASAAN !!!
Pembelajaran hanya bisa di peroleh pada situasi yg tidak sesuai harapan kita, bukan saat kenyamanan.
Jadilah "murid kehidupan" dgn BELAJAR BERSYUKUR & MENGAMBIL HAL YG POSITIF dari setiap peristiwa yg kita hadapi.
Berusahalah SABAR dalam Kesedihan,
Berusahalah SABAR dalam Kekecewaan,
Berusahalah SABAR dalam Kesakitan,
SABAR itu susah,
SABAR itu capek,
SABAR itu sakit,
SABAR itu bikin stres,
akan tetapi jika kita mampu melewatinya, m a k a SABAR itu akan menjadi sebuah KEINDAHAN & ARTI sebuah KEHIDUPAN.
Ada kalanya di butuhkan Senyuman untuk Menangis,
Ada kalanya di butuhkan Airmata untuk Bahagia,
Ada kalanya dibutuhkan Canda untuk Melepas Lelah,
Ada kalanya di butuhkan penat untuk mengukur arti kedamaian,
Ada kalanya di butuhkan "musuh" untuk menjadi Korektor,
Ada kalanya di butuhkan Teman untuk Berbagi,
n a m u n setiap saat kita butuh TUHAN untuk memeluk kita dalam dekapan KASIH-NYA yg SEMPURNA, a g a r kita selalu sadar bahwa sesungguhnya kita BERHARGA di MATA-NYA


SABAR DALAM MENJALANI HIDUP

Mau belajar SABAR ?
Mungkin kita akan ketemu orang² yg keras kepala kepada kita.
Mau belajar MENGAMPUNI ?
Mungkin kita akan ketemu orang² yg menyakiti kita.
Mau belajar MEMBERI ?
Mungkin kita akan di perhadapkan orang² yg berkekurangan.
Mau RENDAH HATI ?
Dalam hidup ini, kita akan mengalami kabar buruk & kabar baik.
Kabar buruknya, "HIDUP INI TAK AKAN ADA YG SEMPURNA !"
Kabar baiknya, "KITA TAK PERLU HIDUP YG SEMPURNA UNTUK BISA MENIKMATINYA !"
Apapun yg sedang kita hadapi, itulah PROSES BELAJAR MENJADI LEBIH BIJAKSANA & DEWASA.
JANGAN MARAH & MENGGERUTU,
t a p i Belajarlah & Responi dgn benar.
HIDUP ADALAH PROSES PEMBELAJARAN & KEDEWASAAN !!!
Pembelajaran hanya bisa di peroleh pada situasi yg tidak sesuai harapan kita, bukan saat kenyamanan.
Jadilah "murid kehidupan" dgn BELAJAR BERSYUKUR & MENGAMBIL HAL YG POSITIF dari setiap peristiwa yg kita hadapi.
Berusahalah SABAR dalam Kesedihan,
Berusahalah SABAR dalam Kekecewaan,
Berusahalah SABAR dalam Kesakitan,
SABAR itu susah,
SABAR itu capek,
SABAR itu sakit,
SABAR itu bikin stres,
akan tetapi jika kita mampu melewatinya, m a k a SABAR itu akan menjadi sebuah KEINDAHAN & ARTI sebuah KEHIDUPAN.
Ada kalanya di butuhkan Senyuman untuk Menangis,
Ada kalanya di butuhkan Airmata untuk Bahagia,
Ada kalanya dibutuhkan Canda untuk Melepas Lelah,
Ada kalanya di butuhkan penat untuk mengukur arti kedamaian,
Ada kalanya di butuhkan "musuh" untuk menjadi Korektor,
Ada kalanya di butuhkan Teman untuk Berbagi,
n a m u n setiap saat kita butuh TUHAN untuk memeluk kita dalam dekapan KASIH-NYA yg SEMPURNA, a g a r kita selalu sadar bahwa sesungguhnya kita BERHARGA di MATA-NYA

Filosofi Batu Besar

Suatu hari seorang dosen sedang memberi kuliah tentang manajemen waktu pada para mahasiswa MBA. Dengan penuh semangat ia berdiri depan kelas dan berkata, "Okay, sekarang waktunya untuk quiz." Kemudian ia mengeluarkan sebuah ember kosong dan meletakkannya di meja. Kemudian ia mengisi ember tersebut dengan batu sebesar sekepalan tangan. Ia mengisi terus hingga tidak ada lagi batu yang cukup untuk dimasukkan ke dalam ember. Ia bertanya pada kelas, "Menurut kalian, apakah ember ini telah penuh?" Semua mahasiswa serentak berkata, "Ya!"
Dosen bertanya kembali, "Sungguhkah demikian?" Kemudian, dari dalam meja ia mengeluarkan sekantung kerikil kecil. Ia menuangkan kerikil-kerikil itu ke dalam ember lalu mengocok-ngocok ember itu sehingga kerikil-ker ikil itu turun ke bawah mengisi celah-celah kosong di antara batu-batu. Kemudian, sekali lagi ia bertanya pada kelas,
"Nah, apakah sekarang ember ini sudah penuh?" Kali ini para mahasiswa terdiam. Seseorang menjawab, "Mungkin tidak."
"Bagus sekali," sahut dosen. Kemudian ia mengeluarkan sekantung pasir dan menuangkannya ke dalam ember. Pasir itu berjatuhan mengisi celah-celah kosong antara batu dan kerikil. Sekali lagi, ia bertanya pada kelas, "Baiklah, apakah sekarang ember ini sudah penuh?" "Belum!" sahut seluruh kelas.
Sekali lagi ia berkata, "Bagus. Bagus sekali." Kemudian ia meraih sebotol air dan mulai menuangkan airnya ke dalam ember sampai ke bibir ember. Lalu ia menoleh ke kelas dan bertanya, "Tahukah kalian apa maksud illustrasi ini?"
Seorang mahasiswa dengan semangat mengacungkan jari dan berkata, "Maksudnya adalah, tak peduli seberapa padat jadwal kita, bila kita mau berusaha sekuat tenaga maka pasti kita bisa mengerjakannya."
"Oh, bukan," sahut dosen, "Bukan itu maksudnya. Kenyataan dari illustrasi mengajarkan pada kita bahwa: bila anda tidak memasukkan "batu besar" terlebih dahulu, maka anda tidak akan bisa memasukkan semuanya."
Apa yang dimaksud dengan "batu besar" dalam hidup anda? Anak-anak anda; Pasangan anda; Pendidikan anda; Hal-hal yang penting dalam hidup anda; Mengajarkan sesuatu pada orang lain; Melakukan pekerjaan yang kau cintai; Waktu untuk diri sendiri; Kesehatan anda; Teman anda; atau semua yang berharga.
Ingatlah untuk selalu memasukkan "Batu Besar" pertama kali atau anda akan kehilangan semuanya. Bila anda mengisinya dengan hal-hal kecil (semacam kerikil dan pasir) maka hidup anda akan penuh dengan hal-hal kecil yang merisaukan dan ini semestin ya tidak perlu. Karena dengan demikian anda tidak akan pernah memiliki waktu yang sesungguhnya anda perlukan untuk hal-hal besar dan penting.

Oleh karena itu, setiap pagi atau malam, ketika akan merenungkan cerita pendek ini, tanyalah pada diri anda sendiri: "Apakah "Batu Besar" dalam hidup saya?" Lalu kerjakan itu pertama kali."
(@ anonim)

Popular Posts Widget