KISAH 3 POHON

KISAH 3 POHON

Alkisah, ada tiga pohon di dalam hutan.

Suatu hari, ketiganya saling menceritakan mengenai harapan & impian mereka.

Pohon pertama berkata: "Kelak aku ingin menjadi peti harta karun. Aku akan diisi emas, perak & berbagai batu permata & semua orang  mengagumi keindahannya".

Kemudian pohon ke2 berkata: "Suatu hari kelak aku akan menjadi sebuah kapal yg besar.

Aku akan mengangkut raja2 dan berlayar ke ujung dunia. Aku akan menjadi kapal yg kuat & setiap orang merasa aman berada dekat dgnku".

Lalu giliran pohon ke3 yg menyampaikan impiannya: "Aku ingin tumbuh menjadi pohon yang tertinggi di hutan di puncak bukit. Orang2 akan memandangku & berpikir betapa aku begitu dekat utk menggapai surga & TUHAN. Aku akan menjadi pohon terbesar sepanjang masa dan orang2 akan mengingatku" .

Setelah beberapa tahun berdoa agar impian terkabul, sekelompok. penebang pohon datang & menebang ketiga pohon itu.

Pohon pertama dibawa ke tukang kayu. Ia sangat senang sebab ia tahu bahwa ia akan dibuat menjadi peti harta karun.

Tetapi doanya tdk menjadi kenyataan karena tukang kayu membuatnya menjadi kotak tempat menaruh makanan ternak. Ia hanya diletakkan dikandang & setiap hari diisi dgn jerami.

Pohon ke2 dibawa ke galangan kapal. Ia berpikir bahwa doanya menjadi kenyataan.

Tetapi ia dipotong2 dan dibuat menjadi sebuah perahu nelayan yg sangat kecil.

Impiannya menjadi kapal besar utk mengangkut raja-raja telah berakhir.

Pohon ke3 dipotong menjadi potongan2 kayu besar & dibiarkan teronggok dlm gelap.

Tahun demi tahun berganti  ketiga pohon itu telah melupakan impiannya masing2.

Kemudian suatu hari, sepasang suami istri tiba di kandang. Sang istri melahirkan dan meletakkan bayinya di kotak tempat makanan ternak yg dibuat dari pohon pertama.

Orang2 datang & menyembah bayi itu.

Akhirnya pohon pertama sadar bahwa di dalamnya telah diletakkan harta terbesar sepanjang masa.

Bertahun2 kemudian, sekelompok laki2 naik ke atas perahu nelayan yg dibuat dr pohon kedua. Di tengah danau, badai besar datang & pohon ke2 berfikir bahwa ia tdk cukup kuat utk melindungi orang2 di dalamnya.

Tetapi salah seorang laki-laki itu berdiri & berkata kpd badai: "Diam!!!" Tenanglah". Dan badai itupun berhenti.

Ketika itu tahulah bahwa ia telah mengangkut Raja di atas segala raja.

Akhirnya seseorang datang dan mengambil pohon ke3. Ia dipikul sepanjang jalan sementara orang2 mengejek lelaki yg memikulnya. Laki2 itu dipakukan di kayu ini & mati dipuncak bukit.

Akhirnya pohon ketiga sadar bahwa ia demikian dekat dgn TUHAN, karena YESUS-lah yg disalibkan padanya.

KETIKA KEADAAN TDK SEPERTI YG ENGKAU INGINKAN, KETAHUILAH BAHWA TUHAN MEMILIKI RENCANA UNTUKMU.

KETIGA POHON MENDAPATKAN APA YG MEREKA INGINKAN, TETAPI TDK DGN CARA YG SEPERTI MEREKA BAYANGKAN.

BEGITU JUGA DGN KITA, KITA TDK SELALU TAHU APA RENCANA TUHAN BAGI KITA.

KITA HANYA TAHU BAHWA JALAN-NYA BUKANLAH JALAN KITA, TETAPI JALAN-NYA ADALAH YG TERBAIK BAGI KITA, SELAMANYA.

Semoga renungan ini menjadi berkat NATAL bagi kita.

Tuhan  memberkati

Tuhan adalah sumber kekuatan kita

Tuhan adalah sumber kekuatan kita. Ketika api pengharapan mulai hampir padam, mendekatlah kepadaNya

Dengarkanlah SabdaNya :  Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya 

Kita membutuhkan kehadiran Tuhan dalam menghadapi tantangan kehidupan ini

Beliau akan memulihkan kekuatan dan memberi kelegaan bagi kita



Matius 9 : 27-31, TERJADILAH PADAMU, MENURUT IMANMU

 TERJADILAH PADAMU, MENURUT IMANMU

( Matius 9 : 27-31 )

Tuhan Yesus dalam bacaan Injil menyembuhkan dua orang buta. Mereka mengikutiNya sambil berseru, “Kasihanilah kami hai Anak Daud!” Ketika Beliau masuk kedalam sebuah rumah, kedua orang buta itu juga mengikutiNya

Maka Beliau bertanya kepada mereka: “Percayakah kalian bahwa Aku dapat melakukannya?” Kedua orang buta itu mengakui: “Ya Tuhan, kami percaya”. 

Tuhan Yesus pun menjamah dan menyembuhkan mereka sambil berkata, “Terjadilah padamu menurut imanmu”. Orang-orang buta ini sembuh karena iman mereka kepada Kristus

Beliau melarang mereka untuk tidak menceritakan penyembuhan diri mereka oleh Yesus. Namun mereka berdua memuliakan nama Yesus karena mujizat yang mereka alami.

Kita tentu merasa heran dengan episode penyembuhan kedua orang buta karena iman.  Orang buta tentu tidak melihat namun mereka mengenal Yesus sebagai “Anak Daud” dan meminta dikasihani

Anak Daud berarti Mesias dan mereka percaya  bahwa Mesias pasti akan menyembuhkan mereka berdua

Dihadapan mereka adalah  Tuhan Yesus maka mereka percaya bahwa Beliau akan menerangi mereka dengan sinarNya dan membuat mereka dapat melihat terang

Dalam Kitab perjanjian Lama, nabi Yesaya terutama menekankan bahwa mata orang buta akan dibuka, telinga orang tuli juga dibuka ( Yes 35:4-5 ). Mesias juga yang akan membuka mata orang buta ( Yes 42:6-7 ). Mesias membawa terang kepada sesama

Yesaya menekankan tentang campur tangan Tuhan untuk menyembuhkan  banyak orang yang sakit. Mereka yang bisu, buta dan timpang mengalami penyembuhan dari Tuhan. 

Dunia baru yang tertata rapi juga dinubuatkan Yesaya dan memberi semangat optimisme kepada orang-orang Yahudi di Babel.

Tuhan adalah cahaya dan keselamatan. Dia juga membuka mata kita untuk melihatNya. Hal yang dituntut dari kita adalah iman dan kepercayaan kepadaNya

Bagaimana pertumbuhan iman kita? Apakah kita juga dapat menerangi hidup orang lain dengan perbuatan-perbuatan yang baik?

Melalui bacaan ini kita diajak  untuk melihat Tuhan Yesus, terang sejati. Kalau mata iman masih buta, mintalah Beliau untuk membukanya

Masa Adven adalah kesempatan yang sangat indah bagi kita untuk merefleksikan iman kita

Apakah kita sungguh yakin bahwa Yesus berbuat yang terbaik untuk kita? Apakah kita memiliki sikap penyerahan diri kepada Dia?

Salam dan Doa : Sugeng Pramono

Matius 9: 27-31, Tuhan Selalu Menepati JanjiNya!

 SIRAMAN ROHANI

Jumat, 04 Desember 2020

RP Fredy Jehadin, SVD                                                                                                                 

Tema: Tuhan Selalu Menepati JanjiNya!                                                                                                     

Matius 9: 27-31                                                                           

Saudara-saudari...Sekarang kita berada dalam masa adven. Dalam masa adven ini kita umat Kristen zaman sekarang melakukan dua hal penting: Pertama, kita mengingat kembali apa yang dinantikan oleh umat Perjanjian Lama dulu, yaitu menantikan kedatangan Mesias, Putra Allah, yang dijanjikan Allah sendiri dan yang selalu diwartakan oleh para nabi di zaman dahulu; kedua: kita secara sadar menyiapkan diri menantikan kedatangan Kristus untuk kedua kalinya. 

Nabi Yesaya, dalam bacaan pertama hari ini, (Yes. 29:17 – 24) mewartakan kabar gembira kepada bangsa Israel yang berada di tempat pembuangan. Katanya: “Saudara/i-ku: beginilah Firman Tuhan: Tidak lama lagi Libanon akan berubah menjadi kebun buah-buahan, kebun subur selebat hutan. Pada waktu itu orang tuli akan mendengar sabda sebuah kitab, dan orang buta akan melihat, orang miskin di antara manusia akan bersukaria di dalam Yang Maha Kudus.”    Nabi Yesaya mau membangkitkan semangat iman dan harapan dalam diri bangsa Israel di tempat pembuangan, bahwa mereka akan alami kebebasan dan banyak hal yang menarik akan terjadi ke atas mereka. Mereka harus tetap sabar, setia dan berpegang teguh pada iman akan Tuhan. Janji Tuhan akan terwujud dan hal itu akan terjadi. Mesias pembawa perdamaian dan sukacita akan datang. Itulah yang dinantikan umat Israel pada waktu itu. 

Nubuat Yesaya ini, terwujud dalam bacaan Injil hari ini: “Dua orang buta mengikuti Yesus sambil berseru-seru: ‘Kasihanilah kami, hai Anak Daud!’ Yesus menantang mereka: ‘Percayakah kalian bahwa Aku dapat melakukannya?’ Mereka menjawab: ‘Ya Tuhan, kami percaya!’ Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: ‘Jadilah kepadamu menurut imanmu!’ Maka terbukalah mata mereka.” 

Sungguh, Firman Tuhan yang dulunya sudah diwartakan, kini terwujud dalam diri Yesus Kristus. Mujizat yang dialami oleh kedua orang buta dalam Injil hari ini, sesungguhnya sudah diberitakan oleh Tuhan lewat NabiNya, nabi Yesaya: orang buta akan melihat!  Apa yang dikatakan para Nabi sesungguhnya bukanlah pendapat mereka sendiri, tetapi Sabda Tuhan yang disalurkanNya ke dalam pikiran mereka kemudian dikatakannya lewat mulut mereka. Tuhan memanfaatkan mulut para nabi untuk berkata-kata, menyampaikan pesan Tuhan. Kita ingat apa yang dikeluhkan oleh Moses, sewaktu ia diminta oleh Tuhan untuk menghantar orang Israel keluar dari Mesir. Moses berkata: “Ah Tuhan, aku tidak pandai berbicara…” Jawab Tuhan kepadanya: “Aku akan menyertai lidahmu dan mengajar engkau apa yang harus kau katakan!” Kel. 4: 10 – 12.  Dan itulah yang terjadi ke atas Moses. Tuhan selalu setia pada perkataanNya kepada Moses dan janji Tuhan itu selalu dialami oleh Moses. 

Bagaimana dengan kita? Apakah kita pun selalu setia pada janji kita? Sekarang Masa Adven. Kita melihat diri. Kalau kita jarang setia pada janji-janji kita, kita harus memperbaiki diri agar kita layak menyambut Kristus pada hari raya Natal nanti.

Marilah saudara-saudari... Sambil mengikuti Yesus Kristus, biarkanlah mata hati kita selalu terbuka kepada-Nya, agar kita selalu melihat wajahNya, sehingga sinar kasih dan kekuatan yang terpancar dari wajah-Nya selalu menyinari hati kita dan kekuatanNya pun turut menguatkan kita. Dan semoga kita pun selalu setia pada janji kita. 

Kita memohon Bunda Maria untuk selalu mendoakan kita. Amin.

Markus 16 : 15-20, UTUSAN KRISTUS

 UTUSAN KRISTUS

( Markus 16 : 15-20 )

Para murid sangat lamban untuk percaya. Dari bacaan hari ini kita melihat bagaimana mereka sulit menerima kesaksian dari orang-orang yang sudah melihat Yesus  bangkit

Mereka tidak menerima pemberitaan Maria Magdalena (ayat 10-11) dan dua murid dalam perjalanan ke Emaus (ayat 12-13, lih. Luk. 24:13-35), sehingga Tuhan Yesus sendiri harus menampakkan diri dan menegur kedegilan hati mereka (ayat 14)

Meskipun demikian, Tuhan Yesus terus mendorong mereka dengan otoritas-Nya untuk menjalankan misi mereka memberitakan Injil ke seluruh dunia. Yesus menjanjikan penyertaan-Nya. Itulah yang menjadi kekuatan yang mengubah hidup para murid

Seperti apakah penyertaan Yesus kepada para murid (ayat 20)? 

Pertama, Tuhan Yesus turut bekerja didalam dan melalui para murid sehingga berita Injil dapat disebarkan sehingga banyak orang yang bertobat. Penyertaan ini secara faktual dinyatakan melalui kehadiran Roh Kudus dalam hidup orang percaya

Kedua, firman yang Beliau ajarkan kepada mereka menjadi dasar yang teguh bagi pemberitaan Injil

Kebenaran Kristus dan kesaksian kebangkitan Kristus merupakan isi pemberitaan para murid yang jelas dan tidak dapat dibantah

Ketiga, tanda-tanda yang menyatakan otoritas Kristus memperteguh para murid bahwa mereka memberitakan Injil bukan dengan kekuatan sendiri melainkan dengan kuat kuasa Allah yang dicurahkan bagi mereka

Pelbagai tanda yang menyertai para murid dalam ay. 17-18 itu gambaran yang kerap dipakai orang zaman old

Tujuannya mengatakan bahwa keadaan yang kelihatannya berbahaya sebenarnya bisa diatasi 

Para murid pada zaman now diajak menemukan semangat yang sama dengan tanda-tanda yang ditulis, walaupun tidak perlu sama bentuknya

Apa misalnya? Macam-macam. Salah satunya ialah tidak perlu merasa dihantui oleh risiko. Justru mereka yang berani menghadapi risiko biasanya orang yang sukses. 

Kemudian juga mau berusaha menyampaikan iman dengan cara yang komunikatif dan mudah diterima. Bukankah ini yang dimaksud dengan berbicara bahasa-bahasa baru?

Bahkan ular, lambang penggoda licik tidak akan berhasil mengalahkan murid yang berani pergi menemukan wilayah-wilayah baru 

Racun tidak akan mencelakan  lagi - bukan dimaksud murid akan belajar ilmu kebal  racun. Ini keliru

Racun ialah kekuatan perusak hidup yang tak selalu kelihatan yang perlu diwaspadai dan dipunahkan dayanya

Juga penyakit, yang bila disebutkan justru menggarisbawahi harapan orang akan kesembuhan, akan pertolongan, akan perhatian

Kuasa yang sama, yang menyertai para murid generasi pertama, juga menyertai setiap generasi Kristen sepanjang zaman

Situasi medan perang dalam perjuangan menyebarkan berita Injil hingga ke ujung bumi berubah bahkan cenderung makin sulit, tetapi kuasa Tuhan tidak berubah. 

Maka setiap anak Tuhan yang setia memberitakan Injil dapat bahkan harus mengandalkan penyertaan-Nya secara penuh

Salam dan Doa : Sugeng Pramono

Mrk. 16:15-20, Kata menjadi kabar baik

Mrk. 16:15-20  ~ Kamis

"Pergilah ke seluruh dunia, beritakan Injil kepada segala makhluk"

Kita semua diutus untuk menjadi sumber kesejukan dan damai bagi sesama. Coba lihatlah dan refleksikan bagaimana cara, gaya, sikap dan kecenderungan kuat dalam kesaksian hidup dan pelayanan kita, arahnya lebih sebagai sumber damai atau malah menjadi sumber pertengkaran dan permusuhan. 

Saudaraku, sebagai murid dan pengikut-Nya, seberapa sering Anda menjadi seorang pembawa damai untuk menjawabi misi dan tugas perutusan ini? 

JLU.

********************

Kamis, 03 Desember 2020

Pekan Adven I

Pesta Santo Fransiskus Xaverius

¤ 1Kor. 9:16-19,22-23, ¤ Mzm. 117:1,2, ¤ Mrk. 16:15-20

"Verbum est Evangelicum"

~ Kata menjadi kabar baik ~

   Inilah semangat  Santo Fransiskus Xaverius, yang hari ini seluruh Gereja Katolik merayakan pestanya.

   Santo Fransiskus Xaverius adalah seorang bangsawan Spanyol, yang terus wartakan Injil selama ±12 thn (1540-1552) di India, Indonesia, Jepang dan Cina dan ia meninggal di Shangchuan Cina, diangkat sebagai "pelindung misi/pewartaan injil"

   Mengacu pada bacaan Injil hari ini, Tuhan Yesus memerintahkan kepada para muridNya pergi dan membantu wartakan Injil kepada segala makhluk untuk percaya agar mereka selamat.

   Adapun sikap dasar yang harus kita miliki dalam melayani Sabda, antara lain:

1. Kesiap-sediaan

Kesiap-sediaan turut mewartakan Injil kepada segala makhluk dengan sikap hidup yang baik dalam pikiran, perkataan dan perbuatan kita, akan menyenangkan hatiNya.

Di sinilah kita dipanggil menjadi misionaris Sabda dengan sikap hidup kristiani yang lebih baik bagi sesama.

2. Keterbukaan

Misteri Inkarnasi yang direfleksikan selama masa advent ini jadi kekuatan bagi pribadi dan keluarga untuk lebih terbuka kepada Sabda.

Di sinilah kita diajak memiliki hati terbuka terhadap Sabda sebelum menjadi pewarta Sabda.

Saudaraku, marilah kita meneladani semangat Santo Fransiskus Xaverius dalam melayani Sabda Allah agar kita layak merayakan kelahiranNya.

Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus bersama Bunda Maria selalu menyertai kita sekeluarga yang tekun mewartakan Sabda Allah. Amin.

Markus 16: 15-20 , Tuhan Mempercayakan Kita Untuk Meneruskan Karya KeselamatanNya!

 SIRAMAN ROHANI

Kamis, 03 Desember 2020 , Pesta S. Fransiskus Xaverius, Imam dan Pelindung Karya Misi

RP Fredy Jehadin, SVD                                                                                                               

Tema: Tuhan Mempercayakan Kita Untuk Meneruskan Karya KeselamatanNya!

 Markus 16: 15-20                                                                                                                    

Saudara-saudari... Sebelum Yesus Kristus kembali ke Rumah Bapa, Ia memberi perintah kepada para muridNya dengan berkata: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala mahluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, siapa yang tidak percaya akan dihukum.” 

Dari perintah ini, terungkap beberapa pesan yang perlu kita renungkan: 

1) Yesus Kristus mengharapkan agar karya keselamatanNya harus diteruskan agar semakin banyak orang percaya kepadaNya dan dipermandikan supaya diselamatkan. 2) Yesus Kristus juga sadar bahwa tidak semua orang akan percaya kepadaNya walaupun para muridNya berusaha mewartakan kabar gembira itu kepada semua bangsa. 3) Yesus Kristus dengan tegas katakan bahwa barang siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan dan siapa yang tidak percaya akan dihukum.  4) Lewat perintah perutusan ini, Yesus Kristus percaya bahwa para muridNya bisa menjalankan karya keselamatan Tuhan walapun secara fisik Ia sendiri tidak hadir di tengah para muridNya. 

Sesudah memberi perintah kepada para muridNya, Ia juga memberikan jaminan bahwa Roh Tuhan akan turut hadir dalam diri para pewarta kabar gembira. KataNya: “Kamu akan mengusir setan demi namaku; kamu akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru; kamu akan memegang ular; kamu akan meletakan tanganmu atas orang sakit dan mereka akan sembuh.”  


Saudara-saudari... Kalau kita renungkan apa yang dikatakan Yesus Kristus ini, kata-katanya sudah menjadi kenyataan.  Banyak pewarta kabar gembira mendapat kekuatan Tuhan untuk mengusir setan; banyak pewarta kabar gembira lewat bahasa yang sudah diilhami oleh Roh Kudus telah menyentuh hati banyak orang; banyak pewarta kabar gembira,  berkat kekuatan Roh Kudus, lewat penumpangan tangan mereka, orang sakit mengalami kesembuhan.   Kata-kata dan pesan Yesus Kristus selalu membuahkan hasil. 


Saudara-saudari..... Hari ini, kita merayakan Pesta Santo Fransiskus Xaverius. Nama santo Fransiskus Xaverius bukanlah nama asing bagi kita. Ia seorang misionaris Yesuit yang ulung. Ia menjelajahi banyak tempat di Asia, khususnya India, Sri Langka, Malaka dan Indonesia.   Tahun 1546, Ia berlayar dengan kapal dagang ke gugusan kepulauan di Indonesia bagian Timur terutama di Maluku. Ia mengikuti apa yang diperintahkan Yesus Kristus hari ini: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala mahluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, siapa yang tidak percaya akan dihukum.”  


Saudara-saudari... Bagaimana tanggapan kita akan perintah Yesus Kristus hari ini? Apakah kita tetap mewartakan kabar gembira Tuhan kepada sesama kita?  Mewartakan kabar gembira tidak selamanya lewat berkotbah. Pewartaan Kabar Gembira yang sangat mengena di hati banyak orang adalah menjadi saksi Kristus lewat tingkah laku, gerak gerik dan tutur kata kita; entah di dalam keluarga, di tempat kerja atau dalam masyarakat di mana kita tinggal. 


Kita berdoa, semoga Tuhan senantiasa mengetuk hati dan pikiran kita agar kita selalu sadar akan  tugas kita, dan dengan penuh tanggungjawab menjalankannya.    

Kita memohon Santo Fransiskus Xaverius dan Bunda Maria untuk mendoakan kita agar kita selalu setia menjalankan perintah Tuhan dengan penuh tanggungjawab. Amin.

Berserulah kepada-Nya dengan iman dan terimalah jawaban-Nya!

Iman memang berkaitan erat dengan pengenalan kita akan Allah. Semakin kita mengenal Beliau maka seharusnya semakin mudah percaya kepada-Nya, bahkan dalam kondisi paling sulit sekalipun!

Dengan demikian, apakah yang kita khawatirkan atau pergumulkan saat ini?

Berserulah kepada-Nya dengan iman dan terimalah jawaban-Nya!



PENGINJIL YANG BERBELAS KASIH ( Matius 15 : 29 - 37 )

Belas kasihan terhadap mereka yang miskin, susah, dan menderita itu mudah, tetapi sejauh mana kita digerakkan oleh belas kasihan itu hingga terwujud dalam tindakan menolong mereka

Bagaimana dengan Tuhan Yesus sendiri ( Sang Penginjil Agung ) ?

Perikop hari ini masih merupakan rangkaian dari pelayanan misi lintas budaya. Apa yang Tuhan Yesus lakukan mempunyai tujuan khusus agar murid-murid semakin mengerti misi lintas budaya yang utuh. 

Oleh karena itu, Tuhan Yesus secara khusus memberitahu mereka bahwa hati-Nya tergerak oleh belas kasihan menyaksikan orang banyak yang sudah lelah dan kelaparan setelah tiga hari mengikutiNya

Beliau tidak dapat menyuruh mereka pulang karena mereka akan pingsan di jalan, tetapi ingin memenuhi kebutuhan fisik mereka

Para murid  tidak mempunyai perasaan yang sama seperti guru mereka dan juga tidak yakin bahwa Tuhan Yesus mampu melakukan mukjizat yang sama di lingkungan orang nonYahudi

Pertanyaan mereka, bagaimana dapat memberi orang banyak itu makanan, memperlihatkan keraguan dan ketidak pedulian mereka (33)

Sekali lagi dengan hanya tujuh roti dan beberapa ikan kecil, Tuhan Yesus bersyukur dan melipat gandakannya serta kembali memakai para murid-Nya menyalurkan berkat itu kepada orang banyak

Hasilnya, semua orang dapat makan sama kenyang dan masih tersisa tujuh keranjang besar yang penuh. Setelah Tuhan Yesus mengizinkan mereka pulang, Beliau meneruskan misi ke daerah Magadan 

Tuhan Yesus juga mengharapkan kita menunjukkan belas kasihan dan kepedulian terhadap semua orang tanpa membedakan status, jenis kelamin, suku, dan ras

Kita perlu memperhatikan kebutuhan manusia secara holistik. Bila kita merasa potensi dan kemampuan kita tidak seberapa, jangan cemas, tetapi serahkanlah kepada Yesus

Beliau akan mencukupkan kita untuk menjadi saluran berkat bagi banyak orang. 

Oleh karena itu, selain memberitakan Injil kita juga harus melayani kebutuhan fisik mereka yang menderita agar mereka disentuh oleh kasih Allah yang sungguh nyata di dalam hidup kita sehingga mau percaya Tuhan Yesus.

Masa Adven adalah saat untuk mencermati keberpihakan Allah terhadap ‘nasib manusia’

Akan lebih bermakna kalau kita gunakan juga sebagai kesempatan untuk merenungkan sejauh mana kita juga berpihak pada ‘nasib sesama manusia’, memperdayakan mereka agar hidupnya menjadi semakin memanusia

Salam dan Doa : Sugeng Pramono

2 Korintus 5:17 "Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang."

Kencan Dengan Tuhan

Rabu, 2 Desember 2020

Bacaan: 2 Korintus 5:17 "Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang."

Renungan:

  Pada suatu hari, Ratu Victoria mengadakan kunjungan ke suatu pabrik kertas. Tanpa tahu siapa tamu yang datang itu, si mandor mengantarnya dan menunjukkan bagaimana proses pembuatan kertas di pabrik tersebut. Ia pergi ke bagian pensortiran, di mana para pekerja sedang mengeluarkan barang-barang bekas yang diambil dari tempat pembuangan sampah. Setelah mendapat penjelasan tentang proses kerja pabrik kertas itu, ia juga diberitahu bahwa barang-barang bekas tersebut akan menghasilkan lembaran-lembaran kertas yang putih bersih. Setelah kepergian Ratu Victoria, sang mandor baru tahu siapa tamu itu sesungguhnya. Beberapa hari kemudian, Ratu Victoria menerima sebuah bungkusan yang sangat bagus, kertas-kertas tulis yang sangat putih bersih bergambar Ratu. Di dalam bungkusan itu ada tulisan yang menjelaskan bahwa kertas tersebut dibuat dari barang-barang bekas yang pernah dilihatnya. 

  Cerita ini memberi gambaran kepada kita bagaimana Kristus berkarya di dalam diri kita. Sebelum kita mengenal Kristus, kehidupan kita berada dalam kegelapan dosa. Dosa memperbudak kehidupan kita. Allah tidak ingin manusia ciptaan-Nya menjadi binasa. Ia menyatakan kasih-Nya kepada dunia yang penuh dosa. Dia memberikan Yesus bagi dunia yang berada dalam kegelapan. Yesus mengangkat kita dari tempat yang kotor, yaitu lumpur dosa dan membersihkan kita dengan darah-Nya sendiri. Ia menolong kita untuk meninggalkan kehidupan kita yang lama. Setelah menerima Yesus, secara rohani kita menjadi berbeda dengan keadaan kita yang lama. Kristus menjadikan kita manusia baru. Sejak menjadi ciptaan baru, kita harus menjalani kehidupan baru dalam kebenaran dan kekudusan seperti yang diarahkan oleh Roh Kudus yang telah diberikan-Nya di dalam hati kita. 

  Bagaimana dengan kita? Sudahkah hidup kita menjadi ciptaan baru? Bila sudah, adakah kita memberi diri kita untuk dipimpin oleh Roh Kudus agar kita berpikir, berkata-kata dan bertindak sesuai dengan sifat manusia yang baru yang telah dikuduskan-Nya? Tuhan Yesus memberkati.


Doa:

Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau telah menjadikanku anak-Mu dan mengubahku menjadi ciptaan yang baru. Tolong aku untuk hidup dalam kebenaran dan kekudusan, sehingga hidupku memuliakan nama-Mu. Amin.

"HATI-KU TERGERAK oleh BELAS KASIHAN kepada orang banyak ini"

 Mat.15:29-37 ~ Rabu

"HATI-KU TERGERAK oleh BELAS KASIHAN kepada orang banyak ini"

Maka dari 7 roti dan beberapa ikan kecil, Yesus membuat mukjijat memberi makan kepada orang banyak. Mukjijat masih terjadi sampai sekarang yaitu ketika Tuhan MENGGERAKKAN HATI KITA untuk BERANI BERBAGI dengan SESAMA, MESKI SEDIKIT. Tuhan membutuhkan PARTISIPASI kita. Kuasa-Nya akan melimpahkan dan mencukupkannya.

Saudaraku, ketika Tuhan MENYENTUH HATI Anda, apakah Anda TANGGAP dan  SEGERA BERTINDAK?

JLU.

DOA: 

Tuhan Yesus Kristus, kami berterima kasih kepada-Mu, karena Engkau rela berbagi dengan kami. Melalui sabda dan Ekaristi kami merasakan belas kasih-Mu yang tak terhingga. Semoga kami juga berani berbagi dengan sesama kami. Amin.

Matius 15:29-37, Percayalah Kepada Tuhan Dan Bermurah-hatilah Kepada Sesama!

 SIRAMAN ROHANI

Rabu, 02 Desember 2020

RP Fredy Jehadin, SVD                                                                                                          

Tema: Percayalah Kepada Tuhan Dan Bermurah-hatilah Kepada Sesama!

Saudara-saudari... Injil hari ini menceritrakan kepada kita akan kebaikan Tuhan. Banyak orang berbondong-bondong datang kepada-Nya membawa orang lumpuh, orang timpang, orang buta, orang bisu dan banyak lagi yang lain. Mereka semua disembuhkan oleh Yesus Kristus. Kita bisa bayangkan kebahagiaan orang-orang itu.  Orang lumpuh dan timpang bisa berjalan dengan bebas; orang buta bisa melihat; orang bisu bisa berbicara. Kesembuhan yang dialaminya bukan cuma mendatangkan kebahagiaan bagi diri mereka sendiri, tetapi juga mendatangkan kebahagiaan bagi keluarga dan sama saudara mereka. Mereka tidak lagi merasa terbelenggu oleh penyakitnya. Kuasa Yesus Kristus sudah memberi mereka kebebasan: kebebasan untuk berjalan; kebebasan untuk melihat; kebebasan untuk beberbica.  Itulah kehebatan Tuhan. Dengan kuasanya, Dia menjadikan yang tidak mungkin menjadi mungkin. Iman dan usaha mereka akan kuasa Tuhan sudah mendatangkan kesembuhan bagi mereka. Kalau mereka tidak percaya dan datang kepada Yesus Kristus, pasti situasi hidup mereka tetap saja tidak berubah. 

Satu ajaran yang sangat menarik untuk kita, supaya selalu percaya dan berharap pada kuasa Tuhan, dan berusaha untuk datang mendekati Tuhan, sampaikan apa yang kita butuhkan. Tidak ada artinya iman kita kalau tidak didukung oleh perbuatan. Karena itu, iman dan perbuatan harus selalu sejalan. 

Injil juga menceriterakan, bahwa Tuhan merasa kasihan dengan mereka yang sudah berhari-hari mengikuti Dia. Katanya: “Hatiku tergerak oleh belaskasihan kepada orang banyak. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan.” Satu pesan yang sangat menarik untuk kita, bahwa Tuhan selalu bertanggungjawab akan mereka yang setia mengikuti Dia. Kesetiaan kita selalu diperhitungkan oleh Tuhan. Tuhan tidak  membiarkan kita sengsara dan mati kelaparan. Dengan cara dan kuasanya, Tuhan akan membebaskan kita dari penderitaan kita. 

Tuhan melipat gandakan apa yang kita miliki kalau kita berikan itu kepada Tuhan demi keselamatan dan kebahagiaan orang yang sangat membutuhkannya. Tujuh roti dan sedikit ikan yang dimiliki oleh para murid, dimanfaatkan oleh Yesus untuk mereka yang kelaparan. Tujuh roti dan sedikit ikan itu ternyata tidak hilang. Sebaliknya dilipat-gandakan. Pemberi yang murah hati pada akhirnya memperoleh laba berlipatganda. 

Satu pesan yang sangat menarik untuk kita, supaya selalu murah hati kepada mereka yang sangat membutuhkan. Pemberian kita tidak akan hilang, tetapi akan kembali dengan laba berlipat ganda. 

Marilah saudara-saudari... Datanglah kepada Tuhan, percayalah dan berharaplah selalu padaNya; Setialah selalu pada-Nya dan bermurah hatilah kepada sesama, yang sangat membutuhkan bantuan kita. Kemurahan hati kita akan dibalas-Nya berlipat-ganda.  

Kita memohon pada Bunda Maria untuk mendoakan kita. Amen.

Mat. 15:29-37 ~ Keserupaan dengan Kristus ~

 Rabu, 02 Desember 2020

Pekan Adven I

¤ Yes. 25:6-10a

¤ Mzm. 23:1-6

¤ Mat. 15:29-37

"Configuratio Christi"

~ Keserupaan dengan Kristus ~

   Inilah semangat 'membuka hati' terhadap sesama seperti Kristus.

   Mengacu pada bacaan Injil hari ini, Yesus mengajarkan cara 'membuka hati' dengan tindakan pengorbanan dalam suatu perbuatan nyata.

   Adapun tiga tindakan nyata Yesus 'membuka hati', antara lain:

1. Berbelas-kasih

   Berbelas-kasih dengan memberkati dan menyembuhkan kehidupan.

   Di sinilah kita diutus menyerupai Yesus dengan melakukan perbuatan-perbuatan berbelas kasih agar  dapat menjadi berkat yang menyembuhkan kehidupan bagi banyak orang.

2. Berbela-rasa

   Berbela-rasa melalui pengajaran berupa berita gembira Kerajaan Allah. Mereka tidak hanya menjadi sembuh, tapi hidupnya juga diubah dari dalam karena pengajaranNya.

   Di sinilah kita diajak 'peka' dengan mengajar banyak orang bukan hanya dengan kata-kata tapi dengan teladan hidup sehari-hari.

3. Berpartisipasi

   Berpartisipasi melalui santapan sehingga mereka dapat kepuasan dan kelegaan. Yesus rela diriNya jadi kurban penebusan dosa kita semua.

   Di sinilah kita diajak berpartisipasi dengan pemberian dan pengorbanan diri untuk dipersembahkan agar diubah oleh Yesus menjadi 'berkat' bagi banyak orang.

   Saudaraku, kita adalah rasul-rasul zaman ini. Kita menjadi mitra kerja Yesus, yang membantu pekerjaan-pekerjaan Tuhan untuk memberkati, mengajar dan memuaskan rasa lapar saudari-saudara kita.

   Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus bersama Bunda Maria selalu menyertai kita sekeluarga yang rela jadi serupa dengan Kristus sendiri. Amin.

Popular Posts Widget