BERDOA & BERUSAHA


*Charles Haddon Spurgeon mengatakan*,
*“Pagi Hari adalah* *Pintu Hari*

*& harus di jaga dgn baik melalui Doa*.

*Ini adalah satu ujung dari benang,*

*di mana semua tindakan hari ini di sambungkan*,

*& harus di ikat baik² dgn Devosi.*

*Jika kita lebih merasakan Keagungan dari Kehidupan,*

*m a k a kita harus menjadi lebih ber-hati² pada setiap pagi hari.*

*Siapa yg bergerak ter-buru² dari tempat tidurnya ke tempat bisnisnya*,

*& tanpa memberi waktu untuk Beribadah*,

*sama bodohnya dgn se-akan² tidak mengenakan pakaian,*

*atau mencuci wajahnya*,

**sama tidak* *bijaksananya dgn se-olah² berangkat dgn cepat ke medan tempur tanpa membawa senjata atau baju tempur.”*

*Yaaa,*
*Tak ada orang yg* *berani maju ke medan perang* *tanpa senjata & pakaian perang*.

*Tak ada seorangpun yg pergi tanpa mandi, tanpa mencuci muka,*

*& tanpa memandang cermin untuk memeriksa dirinya apakah penampilannya sudah baik atau belum.*

*Namun demikian*,
*banyak orang yg ter-gesa² untuk memasuki satu hari* *tanpa berSaat Teduh untuk Bercermin diri dalam Doa & Sapaan Firman Tuhan.*

*Kesuksesan di bangun Setahap demi setahap*,

*bermula dari Kesuksesan² kecil setiap hari & berkembang manjadi besar*

*m a k a mulailah aktivitas kita setiap hari dgn Doa.*.

*Dgn Berdoa, Meminta Hikmat & Penyertaan TUHAN*,

*m a k a DIA akan Menjaga & Menuntun kita Melakukan sesuatu yg Benar*.

*Kita pun akan Merasa Lebih Tenang dan Fokus dalam Menyelesaikan Setiap Tugas & Tanggung Jawab kita dgn Baik*

*Lebih dari itu*,
*dgn Menyerahkan* *Pekerjaan kita ke Tangan TUHAN,*

*Meminta Campur Tangan TUHAN*,

*Mengandalkan TUHAN Senantiasa,*

*& Terus Berusaha Sekuat Tenaga untuk Memberi yg Terbaik*,

*m a k a TUHAN akan Memberkati Semua Usaha kita dgn Keberhasilan*,

*& Berkat Melebihi dari yg kita Perkirakan*.

*DOA & USAHA AKAN MENDORONG KITA MENUJU KEBERHASILAN YG GEMILANG*

*“Terjagalah, terjagalah! Kenakanlah* *kekuatan*,
*hai tangan Tuhan!*”
*(Yesaya 51:9*

Goϑ ϐlešš Yoυ

PENUNDAAN DARI ALLAH

_*PENUNDAAN DARI ALLAH*_

_"Aku mau berdiri di tempat pengintaianku dan berdiri tegak di menara, aku mau meninjau dan menantikan apa yang akan difirmankan-Nya kepadaku, dan apa yang akan dijawab-Nya atas pengaduanku."_
_(Habakuk 2: 1)_

_*Menanti adalah hal yang berat bagi kita.*_ _Kita ingin mendapatkan jawabannya sekarang._ _*Penangguhan membuat kita bingung,*_ _penundaan mematahkan semangat._ _*Kita frustrasi atas penundaan oleh Allah, dan kita bertanya-tanya mengapa itu terjadi dan bila waktunya akan tiba.*_ _"Berapa lama lagi, oh, Tuhan?"_

_Nabi Habakuk juga ingin mendapat jawaban, tetapi Allah memilih waktu-Nya sendiri._

_*"Aku mau berdiri di tempat pengintaianku...*_ _menantikan apa yang akan difirmankan Allah kepadaku," tulis Habakuk._

_*"Penglihatan itu masih menanti saatnya," jawab Allah.*_

_*"Nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang".*_

_Iman tidak pernah putus asa. Iman tahu bahawa selain yang terlihat, semua berjalan dengan baik. Iman dapat menunggu tanpa melihat tanda-tanda atau petunjuk yang jelas bahawa Allah sedang bekerja, sebab dengan iman kita memercayai-Nya._

_*"Semua penangguhan itu sungguh baik, sebab kita selamat jika berada di tangan Allah".*_

_Kita harus belajar memandang setiap penundaan sebagai hal yang_ _*"sungguh baik".*_ _Penangguhan justru dapat menjadi kesempatan untuk berdoa, bukannya menjadi cemas, tak sabar, dan jengkel._

_Penangguhan adalah kesempatan bagi Allah untuk membangun sifat abadi yang sulit kita peroleh, iaitu kerendahan hati, kesabaran, ketenangan, dan kekuatan._

_Allah tak pernah berkata,_ _*Tunggu sebentar,"*_ _kecuali Dia berencana melakukan sesuatu dengan keadaan kita atau di dalam kita. Dia menunggu menunjukkan kasih karunia-Nya._

_Jadi, bersabarlah! Jika jawaban Allah tampak lambat,_ _*"Nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang".*_

_*"Allah mengulur kesabaran kita supaya kita berjiwa besar"*_

_Amin_

_Selamat malam_

ILOVEYOU

Saint Maria Faustina


Renungan *Jumat, 20 Juli 2018* Mat 12:1-8

*Jumat, 20 Juli 2018*
*Pekan Biasa XV*
¤ Yes 38:1-6,21-22,7-8
¤ MT Yes 38:10-11,12abcd,16
¤ Mat 12:1-8
*"Misericordia*"
- _Berbelaskasih_ -
   Inilah esensi/isi _nilai dasar kristiani_ yang Yesus kehendaki dalam _semangat kerelaan hati_ berbagi kasih dengan sesama.
   Mengacu pada _inti_ bacaan Injil hari ini, Yesus menegaskan bahwa _belas kasih_ lebih utama dari sekadar _ritualisme_ belaka. Dan kita diajak untuk _hidup_ dan _mengalami belas kasih Allah_ serta mau _bertumbuh_ sebagai anak-anak Allah yang _berbelas kasih_ terhadap sesama.
   Adapun _tiga sikap dasar_  yang menumbuh-kembangkan semangat _belas kasih_ terhadap sesama, antara lain:
1. *Kepekaan*
   Kepekaan terhadap sesama yang 'lapar' karena _kurang diperhatikan, disapa, dibela_ dan _dipahami_ sebagai pribadi. Banyak kali kita mudah sekali terjebak dalam kebiasaan hanya melihat kelemahan manusiawi dari sesama. Kita cenderung hanya berbicara _tentang_ kelemahan manusiawi sesama tetapi sulit sekali untuk berbicara _dengan_ sesama yang memiliki kelemahan manusiawi.
   Di sinilah Yesus mengajarkan pentingnya kita memiliki _kepekaan hati_ yang berbelas kasih terhadap _kelemahan manusiawi_ sesama. Selanjutnya Yesus mengatakan bahwa Tuhan menghendaki _belas kasihan_ dan bukan persembahan.
2. *Ketulusan*
   Ketulusan hati dalam _niat_ dan _tindakan_ sehingga kita tidak _mudah menghakimi_ sesama. Sikap legalistis masih ada di mana-mana. Banyak orang selalu bersifat Farisi yang _legalistis_ dan melupakan hal terpenting yakni _belas kasih_ dan _keadilan._ Bekerja pada hari Sabat bagi Yesus itu bukanlah hal yang absolut.
   Di sinilah Yesus mengajak kita untuk selalu _memurnikan niat_ dan _tindakan,_ agar kita terhindar dari keinginan _membenarkan_ diri dan _menyalahkan_ orang lain. Sikap orang Farisi masih melekat di dalam hidup kita. Apa untungnya kita hanya memperhatikan 'kesalahan' sesama? Lebih _berguna_ kita hidup dan _berbelas kasih_ terhadap sesama.
3. *Kerelaan*
   Kerelaan memberikan _waktu_ dan _hati_ terutama kepada sesama yang membutuhkan bantuan.
   Di sinilah kita diajak untuk melihat situasi yang nyata terutama bagi para dokter, perawat atau pekerja lain yang harus bekerja pada hari Minggu untuk melayani banyak orang. Bagi saudara-saudari ini, mereka perlu _membagi waktunya_ untuk Tuhan dan sesama, misalnya mengikuti perayaan misa pada hari Sabtu sehingga pada hari Minggu mereka dapat bekerja seperti biasa.
   Saudaraku, hukum yang benar itu senantiasa mencari _kebaikan_ manusia bukan untuk membebaninya. Mari kita meninggalkan gaya hidup Farisi yang cenderung legalistis dan berusaha untuk semakin serupa dengan Tuhan Yesus Kristus sendiri.
   Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus bersama Bunda Maria senantiasa menyertai kita sekeluarga. Amin.

Segala sesuatu yg terjadi pada kehidupan ini tdk mungkin terjadi secara tiba2,

Segala sesuatu yg terjadi pada kehidupan ini tdk mungkin terjadi secara tiba2, semua sudah diatur oleh Allah.
Kenyataan yg kita alami: kemarin, hari ini atau suatu hari nanti tdk pernah sia2.
Di balik semua yg kita alami, Allah merencanakan yg terbaik bagi kita. 
Tdk ada gunanya menyalahkan orng lain, tdk ada faedahnya balas dendam.
Jangan terpengaruh kalau dihina,  jangan tinggi hati kalau dipuji.
Sebab sesungguhnya Allah Mahatahu, Ia Maha baik, Penyelenggara dan pemelihara kehidupan.

Emosi

*(EMOSI)*

*Emosi pria* mempengaruhi *karirnya.*

*Emosi wanita* mempengaruhi *pernikahannya.*

Setiap hari bacalah artikel ini sekali.

Perlahan diri anda akan berubah.

*Di Thailand* ada orang legendaris bernama *Mr. Bai*,

berkata :

*_"Asalkan bisa mengatur emosi dengan baik, maka hal-hal duniawi pun akan lancar."_*

Banyak orang berkonsultasi tentang kelancaran masa depan bisnisnya, rumah tangganya, anak-anaknya, atau pernikahannya.

Saya hanya menjawab dengan satu pertanyaan,

*"Bagaimana dengan emosi anda, baik atau tidak ?".*

Sepanjang hidupnya manusia selalu belajar bagaimana *"menjadi orang".*

Ini adalah materi pelajaran seumur hidup yang tidak ada istilah kelulusan.

*Tidak peduli kaum ilmuwan, petani, pekerja, maupun pedagang, semuanya sama.*

"Asalkan mau belajar, pasti akan maju."

*Beberapa pelajaran dalam hidup :*

*1. Belajar meminta maaf.*

Seringkali manusia tidak mau mengakui kesalahannya, menganggap *semuanya adalah kesalahan orang lain*, dan dirinya sendiri yang benar.

Sebenarnya *"tidak dapat mengakui kesalahan"* merupakan suatu *kesalahan.*

Kita mesti mau meminta maaf kepada orang tua, rekan kerja, masyarakat, bahkan kepada anak-anak dan musuh kita.

Meminta maaf tidak akan membuat kita kekurangan apapun, *malahan dapat menunjukkan kelapangan hati kita.*

"Belajar meminta maaf adalah hal yang baik dan merupakan suatu bentuk pelatihan diri."

*2. Belajar kelembutan hati.*

Gigi kita keras, namun lidah kita lembut.

*Saat kita menua, gigi akan tanggal, sedangkan lidah kita tetap ada.*

Jadi kita mesti mau menjadi lembut, barulah dapat panjang umur.

*Sifat keras hati malah merugikan diri kita.*

Hati yang lembut merupakan pencapaian besar dalam hidup manusia.

*Orang yang keras kepala biasanya dijuluki berhati dingin, sifatnya dingin, atau hatinya keras seperti besi.*

Jika kita dapat mengatur nafas, mengatur postur tubuh, dan mengatur hati kita, ibarat kita menenangkan kuda liar atau monyet liar supaya jinak, maka hidup kita akan lebih bahagia dan panjang umur.

*3. Belajar menahan diri.*

Dalam hidup ini, jika kita mau "menahan emosi, badai dan ombak pun akan reda".

*"Mundur selangkah, melihat langit dan laut masih luas" (tiada masalah).*

Dengan menahan diri, semua masalah dapat dibereskan.

*Menahan diri berarti bisa memakai kebijaksanaan untuk mengatur dan mengubah masalah besar menjadi masalah kecil, dan masalah kecil menjadi tiada masalah.*

Jika kita mau hidup dengan damai, kita mesti dapat menahan diri terhadap kebaikan dan keburukan dunia dan masyarakat serta gosip-gosip di masyarakat.

Bahkan kita mau menerimanya *(memakluminya).*

*4. Belajar berkomunikasi.*

Kurangnya komunikasi bisa menimbulkan gosip, perselisihan, dan kesalah-pahaman.

*Hal terpenting dalam hidup bermasyarakat adalah mau berkomunikasi dengan baik, saling memahami, toleransi, saling membantu.*

Kita semua adalah saudara, jika selalu bertikai dan miskomunikasi, maka tidak akan dapat hidup berdampingan dengan damai.

*5. Belajar melepas (tidak melekat).*

Hidup kita ibarat sebuah koper, yang diangkat saat perlu dan ditaruh saat tidak perlu.

*Saat mesti melepas, jika kita malah melekatinya, maka seperti mengangkat koper yang berat dan tidak dapat bebas leluasa.*

Hidup manusia ada batasnya.

*Belajar mengakui kesalahan, menghargai orang lain, dan memaklumi orang lain, barulah kita dapat diterima oleh orang lain*.

Belajar melepas barulah kita bisa bebas leluasa.

*6. Belajar merasa terharu.*
(Bukan Cengeng)
Saat melihat kebaikan orang lain, kita merasa senang melihat orang baik dan hal-hal baik, dan kita merasa terharu.

*Bisa merasa terharu adalah suatu bentuk kasih sayang*.

Dalam hidup banyak hal dan kata-kata yang dapat membuat kita terharu.

*Jadi kita pun mesti berusaha supaya bisa membuat orang lain terharu (dengan berbuat hal-hal baik dan berkata-kata baik).*

*7. Belajar bertahan hidup.*

Untuk bertahan hidup, kita mesti menjaga kesehatan.

*Tubuh sehat tidak hanya menguntungkan diri sendiri, tetapi juga membuat teman dan keluarga kita merasa tenang.*

Menjaga kesehatan juga merupakan suatu bentuk bakti kepada orang tua.

*Selamat menjalani hidup ini dgn sepenuh kebahagiaan.....*

Tetaplah Semangat menjadi Baik sampai Akhir....
🙏🙏🙏

PANDANGLAH KE ATAS, JANGAN MENUNDUK!

PANDANGLAH KE ATAS, JANGAN MENUNDUK!

*"Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa."*  Ibrani 12:3

Lemah, tawar hati & tak berdaya seringkali menyusupi hidup kita pada saat kita sedang berada dalam masalah, tekanan / situasi2 sulit.  Hal ini bisa terjadi ketika arah pandang kita hanya tertuju pada situasi / keadaan yg ada.  Akibatnya hati & pikiran kita terus dihujani tanpa henti dgn hal2 yg negatif.  Kalau pikiran sudah penuh hal2 negatif, sadar / tidak, kita sedang berjalan menuju kegagalan & kehancuran.

Jika kita tidak segera menyadari & tetap memandang ke bawah bukan ke atas, tidak membuat perubahan arah pandang, manusia rohani kita akan kehilangan kuasanya, karena firman Tuhan tidak dapat bekerja di dalam kita sepenuhnya, terhalang oleh rasa takut, kuatir, cemas dsb.  Tertulis: 
*"Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah."*  (Matius 13:22). 
Karena iman kita adalah hasil dari firman  (baca  Roma 10:17), maka itu berarti iman kita akan menjadi layu.  Yg harus kita lakukan untuk menghentikan reaksi kelemahan yg ada adalah mengarahkan mata kepada Tuhan Yesus, 
*"...yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan,"*  (Ibrani 12:2).

Seorang pelari yg berlari di atas lintasan dgn membiarkan kepalanya tetap tertunduk pasti akan dgn mudah dilewati oleh lawan2-nya, tertinggal, akan menuai kekalahan.  Ingin berkemenangan?  Tegakkanlah kepala Saudara & pandang terus Tuhan Yesus.  Ingatlah selalu akan Tuhan & firman-Nya.  Biarlah pemikiran-Nya menjadi pemikiran kita.  Inilah yg dilakukan oleh rasul Paulus: 
*"Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus,"*  (2 Korintus 10:5b). 
Palingkan pandangan dari semua situasi / keadaan di sekitar, & arahkan mata kepada Sumber Sorgawi.  Tuhan dapat memelihara hidup kita di segala situasi.  Tuhan ada di atas, tapi Iblis ada di bawah, tepat di bawah kaki Saudara.

*"Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah."*  Mazmur 16:8

Tetap Semangat & Selalu Bersyukur, Gbu

Amsal 2:1

Salam damai sejahtera

Kebijaksanaan datang dari pengalaman.
Sedangkan pengalaman seringkali merupakan akibat dari kurangnya kebijaksanaan.

*(Amsal 2:1, 10-12).*
*Hai anakku, jikalau engkau menerima perkataanku dan menyimpan perintahku di dalam hatimu,*
*maka hikmat akan masuk ke dalam hatimu dan pengetahuan akan menyenangkan jiwamu;*
*kebijaksanaan akan memelihara engkau,* *kepandaian akan menjaga engkau supaya engkau terlepas dari jalan yang jahat, dari orang yang mengucapkan tipu muslihat.*

*Selamat beraktivitas. Kasih karunia-Nya senantiasa melimpah dalam hidup kita.*_

Datanglah kepada-Ku, kalian semua yg letih lesu dan berbeban berat.


Setiap orang pernah mengalami letih lesu dan berbeban berat dan itulah dinamika kehidupan.
Namun yg menjadi masalah adalah kepada siapa mereka datang untuk menyelesaikan hal tsb.
Tuhan Yesus mengundang kita untuk datang kepadaNya :"Datanglah kepada-Ku, kalian semua yg letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberikan kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang kupasang dan belajarlah pada-Ku, sebab Aku ini lemah lembut dan rendah hati. Maka hatimu akan mendapat ketenangan.Sebab enaklah kuk yang kupasang, dan ringanlah beban-Ku." (Mat 11:28-30).
Masalah lain yg timbul adalah memang benar sudah datang kepada Tuhan Yesus tetapi tidak mau belajar dari Tuhan Yesus, mereka maunya menyerahkan bebannya kepada Tuhan Yesus dan seolah2 menyuruh "memikulnya".
Tuhan Yesus ingin kita bersikap dewasa iman dan belajar menghadapi segala pergumulan  dan masalah kita bukan menghindarinya. Yang kita perlukan adalah mohon hikmat dan tetap berani menghadapinya dengan belajar dari Tuhan Yesus dan jangan pernah menyerah.
Tuhan Yesus tetap menyuruh kita memikulnya, tetapi Dia akan menyertai kita dan memberi semangat agar kita dapat menyelesaikannya.
Refleksi :
- Beban apa yg membuat kita letih lesu ? Maukah kita datang kepada Tuhan Yesus?
- Maukah kita belajar dari Tuhan Yesus dalam mengalami beban berat dan letih lesu? Belajar apa dari Tuhan Yesus?
- Apa yang kita dapatkan ketika mau datang dan belajar dari Tuhan Yesus?

🎶 "Bersama Yesus kita lakukan perkara besar.
Bersama Yesus ada jalan keluar..
untuk masalahku, untuk masalahmu, untuk masalah semua.... "

Selamat pagi sahabat... Shalom. Imanuel. Berkah Dalem. 🙏🤗💪🌹🔥

Gereja Katolik dalam Hitungan Angka


Bersama Yesus Pikul Beban Kehidupan

Bersama Yesus Pikul Beban Kehidupan

YESUS memahami kelemahan kita sebagai manusia dan sangat peduli kepada penderitaan yang kita alami. HatiNya tergerak oleh belaa kasih sehingga diulurkanNya tanganNya untuk menolong kita agar tidak terpuruk ke dalam keputusasaan.

Kepada siapa saja yang sedang menanggung beban yang berat dan amat melelahkan, diundangNya untuk datang ke hadapanNya dan berserah kepadaNya agar mengalami kelegaan.

Mari sambut uluran tanganNya dan percayakan seluruh hidup kita ke dalam pelukan kasihNya. Ia adalah sahabat sejati yang setia mengiringi perjalanan hidup kita. Belajarlah kepadaNya, bersedialah untuk dipimpin dan dibentuk olehNya. Bersama dengan Dia, beban kehidupan akan terasa lebih ringan, memampukan kita untuk terus melangkah melanjutkan perjalanan kita hingga sampai di tujuan dengan selamat.

Kata-kata Motivasi



KETIKA anda menghadapi masa-masa sulit, ketahuilah bahwa tantangan tidak dikirim untuk menghancurkan anda.

Mereka dikirim untuk memajukan, meningkatkan, dan memperkuat anda. *Kemmy Nola*

 



JANGAN minta kepada Tuhan untuk memberi anda beban yang ringan.
Mintalah kepadaNya untuk memberi anda bahu yang kuat untuk menanggung beban yang berat.

Bob Jones, Sr

Bacaan Liturgi 19 Juli 2018

Hari Biasa, Pekan Biasa XV

Bacaan Injil
Mat  11:28-30
Aku ini lemah lembut dan rendah hati.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:

Sekali peristiwa bersabdalah Yesus,
"Datanglah kepada-Ku,
kalian semua yang letih lesu dan berbeban berat.
Aku akan memberi kelegaan
kepadamu.
Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku,
sebab Aku lemah lembut dan rendah hati. Maka hatimu akan mendapat ketenangan.
Sebab enaklah kuk yang Kupasang, dan ringanlah beban-Ku."

Demikianlah Injil Tuhan!

RENUNGAN SINGKAT:
"DATANGLAH SELALU PADA YESUS."

Injil hari ini menggambarkan betapa luar biasanya Cinta Yesus pada kita. Yesus mengundang semua orang yang percaya padaNya untuk datang padaNya dikala mereka merasa memikul beban berat. Yesus mengundang dan terus mengundang. Mengapa Yesus berkata demikian? Karena Dia akan memberikan kelegaan pada setiap kita yang berbeban berat. Karena Yesus turut memikul beban kita. Dia yang lembut dan rendah hati selalu berada disamping kita, bersama kita ketika merasakan lelah dan berbeban berat. Dari kita, Yesus hanya meminta keterbukaan dan kerendahan hati yang sama untuk membuka diri dan menyerahkan diri padaNya. Berimanlah teguh padaNya. Yakinlah dan datanglah padaNya. PadaNya selalu ada kelegaan dan kepuasaan.
Pertanyaan buat kita, siapkah kita untuk membuka diri pada Yesus dan selalu datang padaNya?
Mari kita selalu datang pada Yesus dengan iman kita. Carilah kelegaan dalam hidup hanya pada Tuhan. Semoga kita dikuatkan dan dimampukan. Dalam Nama Tuhan Yesus. Amin

Tuhan Yesus kabulkan segala doa dan permohonan kita hari ini. Tuhan Yesus dengarkan segala pengharapan kita hari ini. Tuhan Yesus bantu kita untuk selalu setia padaNya. Dalam Nama Tuhan Yesus. Amin

Salam selamat pagi buatmu! Selamat beraktifitas dan berkarya hari ini buatmu! Berkat Tuhan buatmu (dan keluarga) hari ini!
✝✝✝

Kamis, 19 Juli 2018
Salam dalam Kasih Yesus,

RP. Lukas Gewa Tiala (Adi), SVD.

Pemburu dan Burung Tekukur

PERCIKAN HATI<3

(*) Cerita Bermakna

Pemburu dan Burung Tekukur

:) Dua orang pemburu amat gembira, karena telah mendapatkan banyak burung tekukur yang terperangkap dalam jaring.  Mereka lalu pulang dan menjual burung itu ke pasar. Namun, hasilnya tidak menggembirakan, karena tak satu burung pun yang laku, dan itu karena burung-burung tekukur itu terlalu kurus.

:) Mendapat ide, akhirnya mereka pulang ke rumah, dan mulai memberi makan burung-burung itu. Karena merasa makanan yang diberikan enak, maka burung-burung tekukur itu makan dengan gembira dan lahap. Perlahan mereka mulai gemuk. Namun ada satu burung tekukur yang masih saja kurus, karena tak mau makan. Dan meskipun badannya tetap kurus, burung tekukur itu tetap berjuang bersama teman-temannya untuk keluar dari jaring  itu.

:) Alhasil, karena merasa gemuk, burung-burung tekukur yang lainnya sudah tak bisa lagi bergerak cepat. Hingga, saatnya para pemburu mengambil semua burung untuk dibawa kepasar, mereka hanya bisa diam dan tak bisa berbuat apa-apa, namun tidak bagi seekor burung yang kurus itu. Dengan badannya yang kurus  dan kecil itu, ia berusaha menyelinap melalui lubang jaring dan akhirnya ia berhasil. Ia terbang sendiri dengan bebas.

:) Sahabat, jadilah bijaksana dalam menjalani hidup ini, karena dunia ini terdapat banyak godaan yang bisa membuat kita terbuai dengan kenikmatannya. Ingatlah akan hari-hari kita selanjutnya, karena jalan hidup kita masih panjang. Jangan biarkan itu hancur hanya karena diri kita yang tak bisa menahan diri.

PERCIKAN HATI<3
Senin, 23 April 2018

Bagaikan Sebuah Mobil

PERCIKAN HATI<3

(*) Kebijaksanaan Hidup

Bagaikan Sebuah Mobil

:) Jika mengendarai mobil, kita butuh penguasaan dalam pengaturan rem. Jika kita tidak tahu kapan harus menginjak rem, maka mobil akan melaju dan menabrak mobil atau benda lain di depan.  Kita perlu mengontrol diri kita bagaikan menginjak rem. Kerap kita tidak bisa menahan emosi, hasrat dan keinginan. 

:) Kita juga perlu paham dalam menginjak gas. Kerap kita begitu malas dan lamban, kurang bersemangat dan loyo. Saat itulah kita harus menancap gas agar diri kita bisa melaju, bergerak, berjalan, beraktivitas, berkreasi dan produktif. Namun jangan terlalu cepat melangkah.

:) Kaca spion mobil diperlukan untuk waspada terhadap kendaraan dari samping atau dari belakang.  Kita kerap harus waspada dengan mereka di sekitar kita, jangan sampai kita salah melangkah atau salah bertindak bahkan gegabah dan ceroboh.

:) Setir mobil amatlah penting dalam kendaraan. Arahkanlah pandangan ke depan dengan baik. Ikutilah aturan yang ada, rambu-ambu seperti peraturan di keluarga, gereja, masyarakat, dalam pekerjaan, dalam persahabatan. Ikutilah itu dengan baik agar kita bisa selamat.  

:) Kendaraan memerlukan bensin. Maka perhatikanlah makanan dengan baik agar kita tetap selalu sehat. Jagalah kesehatan dengan sebaik-baiknya agar kita tidak macet di perjalanan. Keseluruhan kendaraan haruslah dalam kondisi baik, bodinya, mesinnya, ban serta peralatan pendukung lainnya. Siapkanlah diri kita dengan sebaik-baiknya untuk beraktivitas.

PERCIKAN HATI<3
Selasa, 24 April 2018

Perbuatlah Demikian, Seturut Kehendak-Nya

PERCIKAN HATI<3

(*)  Inspirasi Kitab Suci

Perbuatlah Demikian, Seturut Kehendak-Nya

“Jawab mereka: Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.” (Kis. 16:31)

:) Apa yang harus saya perbuat, supaya aku selamat? Jawabannya amat mudah untuk kita, yakni; Percaya kepada Yesus. Ya, tentu dengan mudahnya kita bisa menjawab pertanyaan tersebut. Namun apakah sama mudahnya dengan melakukannya?

:) Sahabat, tak seorang pun di dunia ini, tidak menginginkan keselamatan. Setiap orang umumnya ingin selamat, dan kelak bisa menikmati kebahagiaan kekal. Namun, ingatlah, iman yang menyelamatkan itu bukan sekedar kita percaya kepada Yesus, bahwa Dialah Putera Allah. Akan tetapi, kita pun harus ingat bahwa sebagai umat beriman, kita bukan hanya sekedar dipanggil untuk percaya, tapi juga untuk mewartakan Kerajaan Allah. Maka dengan jelas, melalui iman kita kepadanya,  kita harus berusaha untuk selalu mendekati Allah, tinggal di dalam Dia, serta bersedia menyerahkan setiap persoalan hidup kita kepada-Nya.

:) Kita harus siap untuk hidup sebagaimana yang diinginkan-Nya. Kita harus siap untuk tidak di hargai, kita harus siap untuk menderita, sabar, dan hidup dalam kerendahan hati, karena hidup dalam iman kepada-Nya tentu bukan mencari kesenangan di dunia ini, tapi mencari makna hidup. Dan makna hidup itu tergantung sepenuhnya dari apa yang kita lakukan dan berikan selama kita hidup di dunia ini.

:) Maka marilah kita sebagai umat Allah yang merindukan keselamatan, kita datang kepada-Nya, percaya kepada-Nya, dan tinggal dalam nama-Nya. Pakailah hidup kita ini dengan sebaik-baiknya agar hidup kita tidak terbuang percuma. Sediakanlah waktu kita untuk orang lain dan khususnya bagi Tuhan dalam doa dan perbuatan kita setiap hari. Semoga kelak, kita beroleh keselamatan daripada-Nya, karena kita telah memberikan yang terbaik dari hidup kita.

PERCIKAN HATI<3
Kamis, 26 Januari 2018

MENDAMBAKAN KEMENANGAN

PERCIKAN HATI<3

(*) Motivasi Rohani

MENDAMBAKAN KEMENANGAN

:) Sejarawan berkebangsaan Yunani – Plutarch (46-127 M) mengatakan ketika seorang Sparta memenangkan pertandingan hadiahnya adalah bahwa ia boleh duduk di sisi raja.

:) Dan ternyata untuk duduk di sisi raja dibutuhkan kerja amat keras. Penyair Romawi kuno – Ovidius (43 seb.M-17) pun berceloteh, “Ardua per praeceps gloria vadit iter” – kemuliaan melangkah dengan susah payah melalui jalan yang tinggi. Itulah kemenangan yang memerebutkan tiara atau crown.

:) Di sana pula muncul kata-kata, “No cross, no crown”- tanpa salib, tiada mahkota. Penyair Romawi – Horatius (65-8 seb. M) berkata, “Non est sine pulvere palma” – Tidak ada mahkota tanpa jerih payah.

:) Mahkotanya adalah daun salam (laurel). Di mata dunia daun salam itu tidak ada harganya. Itu pula yang sering di pake Julius Caesar (100 – 44 seb. M). Nama mahkota Caesar disebut oak corona. Lantas, Shakespeare (1564-1616) dalam drama tragedy yang berjudul, “Julius Caesar,” menerangkan bahwa dirinya tidak mau menerima mahkota itu. Pidato Mark Antony (83-30 seb. M) sebenarnya mengingatkan kita akan makna “martabat dan mahkota”.

:) Akhirnya kita menyadari bahwa kemenangan yang sejati itu tidak membuat sakit hati rival-nya. Win-win solution istilah modern-nya. Peribahasa Jawa ada ungkapan, “Nglurug tanpa bala, menang tanpa ngasorake”- Maju perang tanpa teman dan menang tanpa merendahkan.

PERCIKAN HATI<3
Rabu, 25 April 2018

Perbuatlah Demikian, Seturut Kehendak-Nya

PERCIKAN HATI<3

(*)  Inspirasi Kitab Suci

Perbuatlah Demikian, Seturut Kehendak-Nya

“Jawab mereka: Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.” (Kis. 16:31)

:) Apa yang harus saya perbuat, supaya aku selamat? Jawabannya amat mudah untuk kita, yakni; Percaya kepada Yesus. Ya, tentu dengan mudahnya kita bisa menjawab pertanyaan tersebut. Namun apakah sama mudahnya dengan melakukannya?

:) Sahabat, tak seorang pun di dunia ini, tidak menginginkan keselamatan. Setiap orang umumnya ingin selamat, dan kelak bisa menikmati kebahagiaan kekal. Namun, ingatlah, iman yang menyelamatkan itu bukan sekedar kita percaya kepada Yesus, bahwa Dialah Putera Allah. Akan tetapi, kita pun harus ingat bahwa sebagai umat beriman, kita bukan hanya sekedar dipanggil untuk percaya, tapi juga untuk mewartakan Kerajaan Allah. Maka dengan jelas, melalui iman kita kepadanya,  kita harus berusaha untuk selalu mendekati Allah, tinggal di dalam Dia, serta bersedia menyerahkan setiap persoalan hidup kita kepada-Nya.

:) Kita harus siap untuk hidup sebagaimana yang diinginkan-Nya. Kita harus siap untuk tidak di hargai, kita harus siap untuk menderita, sabar, dan hidup dalam kerendahan hati, karena hidup dalam iman kepada-Nya tentu bukan mencari kesenangan di dunia ini, tapi mencari makna hidup. Dan makna hidup itu tergantung sepenuhnya dari apa yang kita lakukan dan berikan selama kita hidup di dunia ini.

:) Maka marilah kita sebagai umat Allah yang merindukan keselamatan, kita datang kepada-Nya, percaya kepada-Nya, dan tinggal dalam nama-Nya. Pakailah hidup kita ini dengan sebaik-baiknya agar hidup kita tidak terbuang percuma. Sediakanlah waktu kita untuk orang lain dan khususnya bagi Tuhan dalam doa dan perbuatan kita setiap hari. Semoga kelak, kita beroleh keselamatan daripada-Nya, karena kita telah memberikan yang terbaik dari hidup kita.

PERCIKAN HATI<3
Kamis, 26 Januari 2018

Bacaan Liturgi 13 Juli 2018

Bacaan Liturgi 13 Juli 2018

Hari Biasa, Pekan Biasa XIV
PF S. Henrikus
Bacaan Injil
Mat  10:16-23
Bukan kalian yang akan berbicara, melainkan Roh Bapamu.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:

Pada suatu hari
Yesus bersabda kepada kedua-belas murid-Nya, "Lihat, Aku mengutus kalian seperti domba
ke tengah-tengah serigala! Sebab itu hendaklah kalian cerdik seperti ular,
dan tulus seperti merpati. Tetapi waspadalah terhadap semua orang. Sebab ada yang akan menyerahkan kalian kepada majelis agama, dan mereka akan menyesah kalian di rumah ibadatnya. Karena Aku kalian akan digiring ke muka para penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka
dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah.
Apabila mereka menyerahkan kalian, janganlah kalian kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kalian katakan,
karena semuanya itu akan dikurniakan kepadamu pada saat itu juga.
Karena bukan kalian yang akan berbicara, melainkan Roh Bapamu. Dialah yang akan berbicara dalam dirimu.
Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh; demikian pula seorang ayah terhadap anaknya.
Anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka.Dan kalian akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi barangsiapa bertahan sampai pada kesudahannya, akan selamat.
Apabila mereka menganiaya kalian di suatu kota,
larilah ke kota yang lain. Aku berkata kepadamu,
Sungguh, sebelum kalian selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah datang."

Demikianlah Injil Tuhan!

*RENUNGAN SINGKAT:*
*"MENJADI MURID YESUS=SIAP MENDERITA KARENA INJIL."*

Menjadi Murid Yesus yang setia dan berkomitmen tidaklah gampang. Kenapa? Karena untuk supaya bisa setia dan berkomitmen, setiap murid Yesus harus juga siap untuk menderita atau menghadapi tantangan, harus siap menghadapi penolakan, harus siap menhadapi cemoohan orang. Menghadapi ini semua tidaklah perlu kita gentar dan takut. Mengapa? Karena Pertama, Yesus sendiri sudah melalui semua tantangan dan penderitaan. Dan bahkan Dia mati diatas kayu salib, lambang penghinaan yang paling keji, dan Dia menang dengan kenbangkitanNya. Dia setia pada tugas perutusanNya. Kedua, Yesus sendiri menjanjikan pendampingan. Dia sendiri akan mendampingi para murid dengan RohNya. Roh Kudus akan menemani selalu. Oleh Karena itu tidaklah perlu kita gentar dan takut menghadapi segala tantangan dan penderitaan. Dan satu hal yang juga penting dalam hal ini adalah IMAN. Kita semua murid Yesus diminta dan bahkan dituntut untuk memiliki iman yang teguh, memiliki iman yang sungguh akan Yesus yang adalah Guru dan yang memilih kita untuk tugas pelayanan Injil dalam setiap panggilan hidup kita. Mari kita terus setia dan berkomitmen dalam tugas pelayanan Injil dengan selalu berpegang pada Yesus dan mendengarkan bisikanNya dan merasakan kehadiranNya lewat RohNya yang kudus. Pertanyaannya buat kita, adakah iman dan keberanian itu pada diri kita?
Semoga kita dikuatkan dan dimampukan. Dalam Nama Tuhan Yesus. Amin

Tuhan Yesus kabulkan segala doa dan permohonan kita hari ini. Tuhan Yesus dengarkan segala pengharapan kita hari ini. Tuhan Yesus bantu kita untuk selalu setia padaNya. Dalam Nama Tuhan Yesus. Amin

Salam selamat pagi buatmu! Selamat berkarya dan beraktifitas buatmu hari ini! St. Henrikus doakanmu selalu hari ini! Berkat Tuhan buatmu (dan keluarga hari ini)!
✝✝✝

Jumat, 13 Juli 2018
Salam dalam Kasih Yesus,

RP. Lukas Gewa Tiala (Adi), SVD.

*CERDIK SEPERTI ULAR, TULUS SEPERTI MERPATI* ( Matus 10 : 16-23 )

*Menjadi duta Injil selalu berisiko. Arena penginjilan adalah tempat di mana ancaman nyawa taruhannya*

*Duta Injil kerap kali menghadapi "serigala", yaitu masyarakt yang agresif kepada penginjil,  menjadi terdakwa di pengadilan,  penghianatan oleh keluarga sendiri sampai dibunuh, dibenci*

*Sejarah gereja sejak _zaman old sampai zaman now_  bahkan sampai kedatangan Kristus kedua kali menyaksikan hal ini*

Tak jarang kita tidak diterima oleh orang lain karena iman kita kepada Yesus. Namun, Sabda Tuhan hari ini meneguhkan dan menguatkan iman kita.

*Kita seperti domba di tengah serigala. Kita harus cerdik dan tulus. Kita juga tidak perlu takut dan khawatir. Roh Kudus akan menyertai dan menginspirasi kita*

Walau dibenci dan dicaci karena iman kita, kita harus tetap bertahan supaya selamat (lih. Mat 10:22). Kita juga perlu untuk selalu bertobat. Kita tetap harus hidup benar di jalan Tuhan

Peringatan yang diberikan Tuhan Yesus ini bukan alasan untuk mundur dari panggilan kita. Kita dipanggil untuk tulus seperti merpati dan cerdik seperti ular.

*Cerdik seperti ular berarti waspada dan tidak lengah. Memang kita tidak dipanggil untuk memakai kekuatan fisik ataupun senjata militer untuk menghadapi penolakan dan serangan dari penguasa-penguasa dunia*

*Kita dipanggil untuk memakai senjata Ilahi, yaitu tuntunan Roh Kudus. Raja kerajaan surga akan memberikan kata-kata hikmat untuk menjawab serangan atau tuduhan*

*Kita yakin bahwa anak-anak-Nya yang sedang melayani ada dalam penyertaan-Nya yang sempurna*

*Tulus seperti merpati berarti dalam memberitakan Injil, kita tidak boleh bertujuan yang salah apalagi mengkompromikan isi beritanya*

*Dengan berani kita mengakui Yesus adalah Raja kerajaan surga di hadapan semua manusia  Maka Yesus pun akan mengakui kita di hadapan Allah Bapa*

*Penganiayaan dalam berbagai bentuk sudah, sedang dan akan dialami anak-anak Tuhan. Marilah kita "cerdik seperti ular", yaitu mengandalkan Roh Kudus, bukan hikmat dan kuasa sendiri*

*Marilah "tulus seperti merpati", tetap setia dengan berita Injil yang benar dan utuh*

Sikap di Tengah Tantangan dan Penderitaan

*Sikap di Tengah Tantangan dan Penderitaan*

*Dalam* sabdaNya pada hari ini, Yesus mengingatkan kita semua bahwa menjadi pengikutNya tidaklah mudah, banyak sekali tantangan dan penderitaan yang harus dialami. Medan yanh akan kita lalui sangat berat, sulit, tidak bersahabat dan berbahaya.

Di tengah situasi seperti ini, kita dituntut untuk bersikap cerdik dan bijaksana dan tetap memiliki hati yang lembut, yang tulus dalam menebarkan kasih, bukannya kebencian yang menciptakan perpecahan.

Dengan mengandalkan kemampuan diri sendiri, tidaklah mungkin kita dapat memenuhi tuntutanNya. Mari bersandar kepadaNya, mohon pimpinan RohNya agar kita memiliki keberanian untuk tetap setia melangkah menapaki jalanNya, dan bertahan sampai kesudahannya.

Good morning Happy Friday

*MASALAH* sering dijadikan alat oleh Tuhan guna membentuk kita untuk hal-hal yang lebih baik

*Henry Ward Beecher*

Jadikanlah Dunia ini Semakin Terang

PERCIKAN HATI<3 

(*) Kebijaksanaan Hidup

Jadikanlah Dunia ini Semakin Terang

:) Ketika Anda berada di tempat yang ruangannya amat besar tapi sangat gelap, cobalah anda menyalakan sebuah lilin. Meskipun lilin itu kecil, tapi dalam kegelapan itu, lilin yang kita nyalakan akan terlihat dari kejauhan.

:) Sahabat, pernahkah Anda berpikir bahwa Anda adalah manusia tak berdaya, merasa diri tak berguna, sangat lemah, kecil, dan tak memiliki apa-apa? Jika demikian, maka pasti Anda salah menilai diri Anda sendiri. Sebab, meskipun kita kecil, lemah, dan tak berdaya, namun pastinya ada satu hal yang bisa kita lakukan, yang bisa membuat kita menjadi berharga di mata orang lain dan bagi diri kita sendiri.

:) Jadilah lilin yang menyala dalam kegelapan, dan cobalah untuk menyalakan lilin-lilin yang lain dengan sumbu yang kita miliki. Kita mungkin memang tidak memiliki apa-apa, tapi kita bisa membuat dunia ini menjadi terang di tengah kegelapan, kita bisa membawa damai melalui sikap dan perbuatan kita bagi orang lain. Sapaan hangat, senyuman yang tulus, pergaulan yang baik, jujur, tidak sombong, inilah yang bisa kita lakukan, agar dunia ini semakin terang.

:) Tak perlu menunggu lilin yang besar dengan sumbu yang besar pula, agar kita bisa menyinari dunia ini. Sekarang pun, meskipun kita hanyalah lilin kecil, tapi kita bisa menyalakan lilin-lilin yang lain yang belum menyala. Untuk itu, mari kita nyalakan semua lilin-lilin yang ada di dunia ini, agar dunia ini semakin terang dan damai untuk didiami.
 
PERCIKAN HATI<3
Sabtu, 28 April 2018

DASAR UNTUK MELANGKAH

PERCIKAN HATI<3

Renungan Yoh. 15:1-8

DASAR UNTUK MELANGKAH

�:) Hidup adalah sebuah misteri. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi dengan diri kita besok, lusa atau beberapa menit dan jam ke depan. Tuntutan hidup yang begitu banyak seringkali membuat kita harus berjuang dan berusaha tanpa kenal lelah. 

�:) Akan tetapi, perjuangan dan usaha kita seringkali membuat kita menjauh dari Tuhan dan melupakan Tuhan.  Dan itulah awal dari kehilangan hal yang berarti dalam hidup kita, kendatipun kita tak menyadarinya, bahkan malah berpikir bahwa itulah yang seharusnya dan terbaik. Nanti jika ada masalah, derita, kesulitan dan kejatuhan atau kegagalan, barulah kita merasa menyesal sudah jauh dari Tuhan.

�:) Maka, dengarkanlah perkataan Yesus, “Akulah pokok Anggur dan kamulah ranting-rantingnya Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa (Yoh. 15:5). 

�:) Amatlah penting untuk disadari bahwa dalam setiap pekerjaan dan usaha, Yesus harus menjadi yang utama. Nilai kehidupan dan pengajaran-Nya haruslah menjadi panduan dan patokan kehidupan kita. Itulah yang membersihkan pikiran kita, meluruskan langkah kita, menuntun kita mengambil keputusan yang tepat, dan menyelamatkan hidup dan keluarga kita sekarang dan pada masa depan. 
 
PERCIKAN HATI<3
Minggu, 29 April 2018

:) Kesulitan Hanyalah Sebuah Anggapan

PERCIKAN HATI<3 

�Kebijaksanaan Hidup

:) Kesulitan Hanyalah Sebuah Anggapan

�:) Seorang mahasiswa di salah satu universitas, terlambat masuk di kelas. Ketika ia memasuki kelas, ternyata teman-temannya sudah bubar. Tiba-tiba ia melihat 2 buah soal di papan tulis. Langung terpikir olehnya bahwa soal itu merupakan PR dari dosen matematika. Ia akhirnya mencatat soal itu di bukunya. Berhari-hari, ia mencoba untuk menyelesaikan PR tersebut, dengan berbagai cara. Sempat terpikir olehnya, bahwa tidak biasanya dosen memberi tugas yang sedemikian amat sulit, tapi meski ini sulit, pasti ada jawabannya. Akhirnya ia menyelesaikan salah satu soal itu. Karena dikiranya itu adalah PR, hingga ia memberikan tugas itu kepada profesornya, diletakkannya tugas itu di meja dosen tersebut.

�:) Ketika siang hari, Profesor memanggilnya, ia bertanya padanya tentang bagaimana bisa ia menyelesaikan soal tersebut. Mahasiswa itu menjelaskannya, juga menjelaskan keterlambatannya waktu itu. Profesor itu memandangnya, karena ternyata, soal yang ditulisnya itu adalah 2 buah soal yang tersulit di muka bumi ini, dan hingga pada saat ini tidak ada seorang pun yang bisa memecahkannya. Hal itu dikatakannya kepada para mahasiswa yang lain yang mengikuti kuliah. Berarti kalau saja mahasiswa itu mengikuti mata kuliah waktu itu, ia bisa saja berpikir demikian, bahwa soal itu tak bisa dipecahkan karena amat sulit.

�:) Sahabat, sesuatu yang kita anggap sulit, akan selamanya terasa sulit. Karena itu, raihlah harapan dan impian kita, tanpa melihat kesulitan yang ada, karena kesulitan itu hanyalah sebuah anggapan kita, yang belum sepenuhnya  ada dan nyata. Ingatlah, setiap pertanyaan pasti ada jawabannya, dan setiap kesulitan pasti ada solusinya. Percayalah itu, dan jauhkan anggapan kita tentang betapa sulitnya untuk mencapai apa yang kita inginkan. 

PERCIKAN HATI<3
Senin, 30 April 2018

KESEMPATAN

*Pram jatuh cinta kepada Gita . Gayung bersambut. Dua tahun mereka berpacaran. Namun, belakangan Pram tidak lagi memandang kehadiran Gita sebagai kesempatan istimewa*

­Ia tidak memberi kepastian tentang arah hubungan mereka

_Akhirnya, Gita meninggalkannya_

_Saat itu baru Pram sadar, kesempatan berharga telah lewat! Dengan hati remuk, dia menulis di buku hariannya  She's out of my life. "Akhirnya aku belajar sesuatu, " kata Pram , "tetapi semua sudah terlambat."_

*Kesempatan bagaikan burung. Jika tidak segera ditangkap, ia pergi dan tidak kembali. Kesempatan ialah momen yang tepat untuk berbuat sesuatu. Atau, sebuah situasi di mana anda lebih mudah untuk berbuat sesuatu*

Menurut Pengkhotbah, "untuk segala sesuatu ada waktunya". Ada gilirannya. Allah mengizinkan berbagai peristiwa mampir dalam hidup kita, silih berganti. Di setiap kejadian, ada kesempatan untuk melakukan apa yang bernilai kekal.

*Sayang, kita kerap "tidak dapat menyelami pekerjaan Allah" ( Pengkotbah 3 : 1 -13)*

*Karena terjebak oleh rutinitas hidup, kita menjalani hidup seperti mesin*

*Tidak bisa melihat bahwa dalam tiap rutinitias, ada kesempatan indah untuk berbuat sesuatu. Akibatnya, momen demi momen lenyap!*

*Hari ini, saat bertemu seseorang atau menjalani rutinitas, renungkan: adakah kesempatan bagi saya untuk menyatakan kasih Allah?*

*Sebuah senyuman atau kalimat pembangkit semangat bisa menyentuh hidup seseorang*

*_Sikap simpatik dan peduli bisa sangat berarti. Pakai setiap kesempatan untuk menabur kasih Allah. anda akan mengamini: Tuhan membuat segala sesuatu indah pada waktunya_*

*MASA-MASA* sulit tidak pernah berlangsung selamanya, tapi orang-orang tangguh bertahan selamanya.

*Robert H. Schuller*

:) TAHAN UJI

PERCIKAN HATI<3

Renungan
Kis. 14:19-28
Yoh. 14:27-31a

:) TAHAN UJI

�:) Berapakah banyak orang bisa bertahan dalam derita, kesusahan dan perjuangan?  Kalau terpaksa dan tidak ada jalan keluar, maka orang mau tak mau bertahan. Namun berapa banyak orang yang kendati memiliki uang tetapi mampu bertahan dalam tantangan hidup keluarga, bahkan dalam kesulitan dan pelayanan yang kerap menyulitkan, menantang dan mengecewakan?  

�:) Kalau kita melihat betapa gigihnya Paulus dan Barnabas berjuang di kota Listra dalam Perjalanan Pertama pewartaan Injilnya ke wilayah Siprus, Antiokia di Pisidia, Ikonium, Listra dan Derbe yang ditempuhnya pada tahun 46-49 M, kita bisa melihat ancaman pembunuhan terhadap diri Paulus. Tapi ia dilindungi Allah, dan tetap tegar untuk melanjutkan perjalanan misinya. Kegigihan luar biasa dimiliki Paulus.   Ia memiliki kesungguhan dan keberanian.  Tak ada kata melarikan diri atau mengelak bahaya, malah ia tampil menghadang bahaya dan ia berhasil.

�:) Apa yang dibuat Paulus persis mengikuti jejak sang Guru, Yesus sendiri. Apapun dihadapi Yesus, walau harus dipaku di kayu salib, asalkan misinya tuntas dan berhasil. Yesus berkata “supaya dunia tahu bahwa aku mengasihi Bapa dan  bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku”.  

�:) Sahabat, cinta dan komitmen Yesus dilanjutkan Paulus. Derita dan pengorbanan tak menjadi aral, malah justru menjadi jalan menuju kemenangan. Kita belajar bagaimana menjadi pribadi yang tahan uji di tengah tantangan.   

PERCIKAN HATI<3
Selasa, 1 Mei 2018

AWAL YANG BAIK, AKAN BERAKHIR DENGAN BAIK PULA

PERCIKAN HATI <3

(*)  Motivasi Rohani

AWAL YANG BAIK, AKAN BERAKHIR DENGAN BAIK PULA

:) Kadang kala, kita pernah menghadapi tugas atau pekerjaan dan kita merasa mblênêg, bahkan terasa ingin muak.

:) Tetapi, ketika kita "masuk" dan  mulai menggumuli pekerjaan itu, ternyata lancar-lancar saja.

:)  Ahli pidato bahasa Latin, kelahiran Prancis - Decimus Magnus Ausonius (310 - 395) menulis, "Incipe dimidium facti est captum" mulailah, karena begitu engkau memulainya separuh dari pekerjaan itu sudah terselesaikan. Ini yang dalam peribahasa Inggris ditulis, "Well begun is half done" - memulai pekerjaan dengan baik dan benar berarti menyelesaikan setengah pekerjaan.

:) Semua memang perlu persiapan. Dan kita sering mendengar kata-kata ini, "Persiapan yg baik sama dengan 50 % berhasil". Ini mungkin  seperti yang menjadi prinsip orang-orang pekerja keras, dan yang dikatakan ahli pidato Romawi Kuno Cicero (106 - 43 seb. M), "Spartam quam nactus es, orna" Jadikanlah Sparta sebagai hiasanmu ketika mendapatkan tugas.

PERCIKAN HATI<3
Rabu, 2 Mei 2018

TIADA HARI TANPA GORESAN

PERCIKAN HATI<3

(*) Motivasi Kerja dan Usaha

TIADA HARI TANPA GORESAN

:) Saya pernah membaca tulisan yang sangat singkat pada sebuah kaca mobil di kota Waingapu – Sumba Timur, “Tidak ada orang yang membuat monumen bagi para pengkritik”.

:) Para pengkritik – kecuali kritikus sastra – memang berkecenderungan untuk bicara, _nrocos_ dan _nyinyir._ Mereka mencari kesalahan orang lain yang sedang bekerja. Padahal, mereka sendiri tidak bekerja, “Mana ada orang yang sudi memberi penghargaan bagi para pengganggu?”

:) Bekerja itu menyenangkan, apalagi jika sudah menjadi _passion._ Bahkan bagi para pekerja memunyai kata-kata sakti, _“laborare est orare”_ – bekerja itu adalah berdoa. Oleh karena itu, setiap hari mereka bekerja keras, bukan seperti yang dilakukan _workaholic_ – kecanduan bekerja. Itulah sebabnya, ilmuwan Romawi – Plinius (23 – 79) menelorkan kata-kata indah, _“Nulla dies sine linea”_ – tiada hari yang tanpa goresan. Untuk menciptakan karya-karya besar, setiap hari harus bekerja keras.

:) Bekerja itu menyenangkan, sehingga ada keinginan untuk berkarya dan terus mencipta, bukan untuk diri sendiri, melainkan berkontribusi bagi “dunia”.

:) Semua ini yang utama adalah _“take action”_ – segera bertindak dan bukan NATO _(Not Action Talk Only)._  Walt Disney (1901 – 1966) dalam memaknai pekerjaan, berkata, _“The way to get started is to quit talking and begin doing”_ – Cara untuk memulai adalah berhenti berbicara dan mulai melakukan.

PERCIKAN HATI<3
Kamis, 03 Mei 2018

Engkaulah Perlindunganku

PERCIKAN HATI<3

(*) Inspirasi Kitab Suci

Engkaulah Perlindunganku

:) Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku ke air yang tenang oleh karena nama-Nya. Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah. Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah Tuhan sepanjang masa. (Mazmur 23:1-6)

:) Sahabat, Tuhan adalah Gembala kita, Dialah perlindungan kita sepenuhnya. Setiap hari, kasih dan penyelenggaran-Nya selalu ada untuk kita. Dialah tempat istirahat yang paling damai untuk kita. Dalam keadaan susah, hanya Dialah yang bisa mengobati luka yang kita rasakan. Ketika kita mulai mengarah pada arah yang salah, lihatlah dan datanglah kepada-Nya, dan Ia akan membimbing kita pada jalan yang benar. Kita tak perlu takut dengan semua pergumulan dan cobaan yang datang, karena perlindungan-Nya selalu ada dan selalu tercurah dalam kehidupan kita. Kesetiaan-Nya sungguh luar biasa, dan janji-Nya selalu nyata dan benar.

:) Ingatlah, Dialah harapan kita satu-satunya. Harapan untuk semua kesembuhan luka yang kita rasakan, harapan untuk semua permasalahan yang kita alami. Dalam Dia kita pasti hidup dalam kelimpahan dan  kebahagiaan sejati. Sebab hanya melalui berkat dari Dialah, kita bisa merasakan hidup yang sentosa sepanjang masa.

:) Mari kita datang kepada-Nya, tinggal dan hidup oleh nama-Nya, agar berkat-Nya senantiasa selalu terasa dan tercurah dalam hidup kita, kini dan selamanya.

PERCIKAN HATI<3
Sabtu, 05 Mei 2018

MENGASIHI

PERCIKAN HATI <3

:) Renungan Hari Minggu Paskah VI
Yoh. 15:9-17

MENGASIHI

�:) Sahabat terkasih, Santa Teresa dari Kalkuta pernah berkata “Jika kamu selalu menghakimi seseorang, kamu tidak mempunyai waktu untuk mengasihinya.” Jika kita berpikir negatif tentang sesama, jika kita dendam terhadap sesama, jika kita menghina sesama, jika kita merasa diri paling hebat, dan jika kita membicarakan kekurangan sesama, kita telah menghakimi mereka dan tidak memiliki kesempatan untuk mengasihi mereka.

�:) Yesus telah menunjukkan kepada  kita bagaimana Allah mencintai kita. Pertama, ketulusan dalam persatuan dengan Bapa, Putera dan Roh Kudus. Ketulusan dari hati yang tidak terpusat pada diri sendiri, atau mencari kesenangan tertentu, tetapi ketulusan dalam membentuk persatuan dan persaudaraan. Kedua, cinta Allah melambangkan pengorbanan. Yesus telah mengorbankan diri-Nya atas dasar kasih. “Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawa-Nya untuk sahabat-sahabat-Nya…”

�:) Hidup dalam kasih yang tulus, menjadikan hidup semakin berarti. Kasih yang tulus nyata lewat pengorbanan dalam bentuk waktu, tenaga, pikiran, perasaan, harta, keringat, serta air mata, bahkan nyawa sekalipun. bagi semua orang, baik orang-orang yang kita cinta bahkan mereka yang tak berkenan di hati kita. Kita harus menghidupi kasih Kristus, hidup bukan untuk diri sendiri, melainkan hidup  dengan pengorbanan kasih yang tulus untuk sesama.

PERCIKAN HATI <3
Minggu, 06 Mei 2018

Jangan Salah Menilai

PERCIKAN HATI<3

�:) Cerita Bermakna

Jangan Salah Menilai

�:) Seeokor burung jatuh ke tanah, karena salju yang menempel di sayapnya. Sayapnya terasa berat, dan ia tak bisa terbang. Burung itu tak bisa berbuat apa-apa, dan menyangka bahwa ia akan mati. Saljunya semakin tebal, badannya terasa amat dingin, dan ia tak bisa bergerak. Dia hanya bisa pasrah dan menunggu kematiannya.

�:) Tiba-tiba, seekor kerbau menghampirinya. Dalam hatinya, burung itu berkata, “Tak mungkin kerbau ini bisa menolong saya, ia tolol dan tak bisa berbuat sesuatu.” Burung itu lalu menghardik kerbau itu agar menjauh daripadanya.  Si kerbau tak banyak bicara, dia maju satu langkah kemudian kencing di atas burung tersebut. Si burung itu semakin marah dan memaki kerbau itu.
Namun, lagi-lagi kerbau itu tak banyak bicara, ia lalu mengeluarkan kotoran di atas tubuh si burung. Seketika itu juga burung itu tertimbun kotoran kerbau. Si burung mengira lagi, bahwa ia pasti akan mati, karena kerbau yang tolol itu. Namun, perlahan ia mulai merasakan kehangatan, salju yang menempel di sayapnya pelan-pelan mulai meleleh. Akhirnya ia dapat bernafas lega karena tidak ada lagi yang terasa berat di sayapnya.

�:) Sahabat, penampilan hanyalah sebuah hiasan yang belum tentu kebenarannya. Baik buruknya orang lain, itu bukan dilihat dari penampilan, tapi dilihat dari perbuatan atau tindakannya. Jadi, baik buruknya penampilan bukanlah suatu ukuran dalam menilai orang lain, jika kita berbuat demikian, maka sampai kapan pun kita tidak akan tahu kebenarannya. Karena itu, cobalah melihat dengan hati, agar kita pun semakin mengerti dan memahami  dengan benar orang-orang yang ada di sekitar kita. 

PERCIKAN HATI<3
Senin, 07 Mei 2018

Menjadi Kue yang Enak

PERCIKAN HATI<3

(*) Kebijaksanaan Hidup

Menjadi Kue yang Enak

:) Rasanya tidak mengenakan, jika kita makan tepung mentah, minyak wijen, dan beberapa telur mentah sendiri. Karena pastinya kita akan sakit perut, bahkan merasa mual. Namun, jika tepung, minyak wijen, dan beberapa telur mentah itu kita olah menjadi sebuah kue yang lezat, pasti rasanya menyenangkan dan terasa enak, baik di mulut maupun di perut kita.

:) Sahabat, apa yang terjadi dan yang kita alami di dunia ini, memang tak semuanya menyenangkan, bahkan jika dipikir-pikir, lebih banyak kesulitan daripada kebahagiaan. Dan kenyataannya, dengan semua pergumulan dan permasalahan yang kita hadapi dan selalu datang terus menerus itu, maka pastinya membuat kita stress, kuatir, bahkan putus asa. Jika ini dibiarkan, maka akan berdampak buruk bagi diri kita sendiri.

:) Karena itu, agar menjadi kue yang enak, mari hendaknya kita mengolah semua pergumulan dan permasalahan kita dengan bijak, agar kekuatiran, stress, dan keputusasaan kita itu pelan-pelan hilang, dan kita pun dengan nyaman dan tenang, bisa menjalani hidup kita masing-masing. Pikirkanlah yang terbaik bagi diri kita sendiri dan juga bagi orang lain. Lakukanlah apa yang seharusnya kita lakukan, agar semua pergumulan dan permasalahan yang tidak menyenangkan itu menjadi suatu hal yang menyenangkan. Belajarlah dari semua pergumulan dan permasalahan hidup yang kita alami itu, dan jadilah pribadi yang lebih bijaksana dalam memahami arti dan makna hidup ini. 

:) Satu hal juga yang kita harus ingat, bahwa Tuhan tidak akan membiarkan kita berjalan sendiri, melewati segala rintangan yang ada. Ia pasti akan menolong kita di manapun kita berada, dan apapun yang kita lakukan, Tuhan selalu beserta kita.

PERCIKAN HATI<3 
Selasa, 08 Mei 2018

Popular Posts Widget