Cahaya Sabda, Kamis, 5 Januari 2017. Peringatan Santo Simeon Stylites Tua, Pertapa; Nepomuk Neuman


Pada hari ini Yesus memanggil beberapa orang lagi untuk mengikuti-Nya. Mereka dipilih untuk karya keselamatan Allah. Hal ini sudah dirancang dan direncanakan oleh Yesus sehingga sayap pewartaan tetap terjalin dari zaman ke zaman dan tak putus di tengah jalan. Perlu diketahui bahwa panggilan atau pemilihan murid dilakukan Yesus bukan berdasarkan kelebihan dan kepintaran tetapi berdasarkan KEMAUAN  dan KESETIAAN dalam melakukan tugas panggilan Allah. Bagi mereka tidak dijanjikan uang, harta, dan segala kemewahan melainkan hidup kekal. Kalau kita perhatikan Andreas dipanggil karena telah mengikuti semua kegiatan kemuridan. Sedangkan pemanggilan Filipus terkesan klasik, yakni dengan kata-kata ikutlah Aku. Namun, pemanggilan ini menyebabkan reaksi berantai di mana Filipus berjumpa dengan Natanael dan mengklaim bahwa Yesus-lah yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi. Mereka mengklaim bahwa Mesias yang lama dinantikan itu adalah Yesus dari Nazaret. Namun klaim bahwa Filipus ini menggelisahkan Natanael karena tidak ada sesuatu yang penting yang dapat diharapkan dari Nazaret. Untuk menanggapi sikap skeptik Natanael, Filipus meniru kata-kata Yesus, "marilah dan ikutlah". Kisah para rasul ini dapat kita tarik ke pesrpekrif hidup kita saat ini. Kita perlu mengetahui bahwa Yesus adalah Anak Domba Allah dan Mesias yang datang dari Nazaret. Kehadiran Yesus menyatukan semua kisah atau pengalaman hidup kita. Ada kalanya kita meragukan Yesus, meski Yesus secara terang-terangan menunjukkan kebesaran-Nya bagi kita, dan kadang kala acuh tak acuh. Kiranya kisah Filipus ini mengingatkan kita untuk semakin mengakui kebesaran Allah yang hadir dalam diri kita. 

"Orang-orang yang berkepribadian sulit dan penuh prasangka tidak membutuhkan kata-kata yang luar biasa, melainkan sentuhan sederhana dari hati yang penuh kasih."

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts Widget