CAHAYA SABDA, Sabtu, 28 Januari 2017

Sabtu Pekan Biasa III
PW S. Tomas dari Aquino, Imam dan Pujangga Gereja

Bacaan Pertama : Ibr 11:1-2.8-19
Abraham menantikan kota yang dirancang dan dibangun oleh Allah sendiri.

Mazmur : Luk 1:69-70.71-72.73-75
R:68 Terpujilah Tuhan Allah Israel, sebab Ia telah mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.

Bait Pengantar Injil : Yoh 3:16
Demikian besar kasih Allah kepada dunia, sehingga Ia menyerahkan Anak-Nya yang tunggal. Setiap orang yang percaya kepada-Nya memiliki hidup abadi.

Bacaan Injil: Mrk 4:35-41
Angin dan danau pun taat kepada Yesus.

Renungan:

Dalam buku yang berjudul "Romo Mangun, Imam bagi kaum kecil", dituliskan bahwa Romo Y.B. Mangunwijaya, P, suka ngopeni yang kecil dan terbuang. Hal ini dikongkritkan dengan sikapnya yang selalu berpihak pada kaum kecil. Sehubungan dengan satu domba yang hilang (Luk 15:1-7), beliau mengatakan bahwa "99 domba memerlukan perhatian, namun yang satu jauh membutuhkan perhatian". Hal ini mau mengatakan bahwa preferential option for the poor, domba tersebut sama-sama membutuhkan perhatian tetapi harus berani memilih yang paling membutuhkan. Romo Mangun mengatakan bahwa Imamlah yang menjadi nabi untuk mencari domba yang hilang dan tersesat. 

     Dalam perikop Injil hari ini disampaikan kepada kita bahwa Yesus menghardik angin ribut di danau. Yesus hanya mengatakan, "Diam! Tenanglah!" Lalu angin reda dan danau itu menjadi teduh sekali. Angin dan danau pun taat kepada Yesus. Pikiran manusiawi kita pasti tak mampu menerima hal ini, sehingga apabila murid-murid heran itu masuk akal secara manusiawi. Namun, Yesus ingin mengajak kita untuk berani keluar dari pikiran manusiawi kita. Romo Mangun mengajak kita untuk berpihak kepada kaum miskin dan kecil. Kongkritisasi dilakukan saat kita mampu menghardik  angin ribut yang ada dalam diri kita. Mari melihat angin ribut yang ada dalam diri kita, kita mohon bantuan Yesus untuk menghardiknya sehingga mampu keluar dari diri sendiri untuk berbagi kasih kepada sesama. 

"Tuhan tidak pernah membiarkan kita lemah."

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts Widget