HATI-HATI BERBICARA

(*) Motivasi Rohani
HATI-HATI BERBICARA
“Audi multa, loquere pauca” 
Mendengarkan banyak, berbicara sedikit (Pepatah Latin).
:) Tidak jarang kita menyaksikan ada orang yang – kalau bicara – pandai sekali. Ketika rapat-rapat di stasi atau pun di paroki mereka itu seperti “gajah diblangkoni” artinya: bisa khotbah nanging ora bisa nglakoni. Dan ketika ada kegiatan di gereja, misalnya kerja bakti, dia berkata, “Maaf saya sakit perut”. Orang ini sering kita sebut sebagai mitro nggedebus.
:) Kebanyakan dari kita tidak terlalu tertarik dengan orang yang “tong kosong berbunyi nyaring” atau dengan orang yang suka “ngoyo woro” – orang yang suka membicarakan sesuatu yang tidak ada faedahnya. Nanti orang semacam ini akan dijuluki (sekali lagi) mitro nggedebus.
:) Dan ternyata, ketika zamannya Pangeran Diponegoro (1785 – 1855), orang semacam itu dilukiskan sebagai “Kathah wicara kang nora nadya” – ada banyak pembicaraan, tetapi hasilnya nihil. (“Babad Diponegoro”  hlm. 51).
:) Baiklah kita belajar dari yang kita imani yakni Yesus Kristus. Sebelum mengajar,  seseorang harus menjalankannya terlebih dahulu, “coepit facere et docere” demikian Kristus bersabda. Ia mulai mengerjakan dan mengajar”.
:) Kemudian kita menyimak apa yang dikatakan Yohanes. Yohanes sendiri berkata “Filioli mei non diligamus verbo neque lingua, sed opere et veritate”  – Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkatan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.
PERCIKAN HATI<3
Senin, 23 Januari 2017

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts Widget