CAHAYA SABDA. Senin, 23 Januari 2017

Senin Pekan Biasa III

Bacaan Pertama, Ibr 9:15.24-28
Kristus hanya sekali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa orang banyak.

Mazmur, Mzm 98:1.2-3ab.3cd-4.5-6
R:1a  Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib.

Bait Pengantar Injil, 2Tim 1:10
Penebus kita Yesus Kristus telah membinasakan maut, dan menerangi hidup dengan Injil.

Bacaan Injil, Mrk 3:22-30, Kesudahan setan telah tiba.

Renungan:
Saat para ahli Taurat melihat Yesus mengusir setan, mereka menuduh bahwa Yesus sedang kerasukan Beelzebul yakni komandan para setan. Kita tahu hal ini tidaklah logis, bagaimana mungkin komandan setan mengusir setan?. Nampaknya ahli taurat tidak berfikiran normal lagi dengan ungkapannya ini. Yang dapat mengalahkan setan hanyalah Roh Kudus. Roh Kudus adalah cinta kasih Allah. Maka, ahli Taurat yang menghujat Roh Kudus sama dengan menghujat cinta kasih, dengan demikian senantiasa menolak apapun yang baik, membenci orang lain, menyalahkan orang lain, egois, dan lain-lain. Dan sebaliknya kuasa setan hanya dapat dikalahkan dengan melakukan cinta kasih. Cinta kasih adalah hukum yang utama dan terutama ditetapkan Allah bagi kita. Jadi, cinta kasih adalah Allah, atau Allah adalah cintakasih, maka hidup dan bertindak dalam dan dengan cinta kasih berarti hidup dan bertindak bersama dengan Allah. Maka, marilah kita menghadapi aneka godaan dan tantangan dengan cinta kasih bukan dengan kuasa Beelzebul seperti para ahli Taurat tadi karena orang yang melawan apalagi menghujat Roh Kudus tidak mendapat ampun dari Allah. Kita senantiasa menapaki hidup dengan cinta kasih, dengan demikian kita semakin memateraikan Allah dalam diri kita.

"Yesus adalah aktor Allah yang istimewa. Kehadiran-Nya telah mengubah dunia. Dunia dijadikan-Nya sebagai lahan subur berkecambahnya karya keselamatan dan cinta kasih."






















0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts Widget