Renungan harian CAHAYA SABDA 04 Juli 2017, MAT 8:23-27

Selasa Pekan Biasa XIII
PF S. Elisabet dari Portugal

Bacaan Pertama : Kej 19:15-29
Tuhan menurunkan hujan belerang dan api ke atas Sodom dan Gomora.

Mazmur : Mzm 26:2-3.9-10.11-12
R:3a Ya Tuhan, mataku tertuju kepada kasih setia-Mu.

Bait Pengantar Injil : Mzm 129:5
Aku menanti-nantikan Tuhan, Jiwaku mengharapkan sabda-Nya.

Bacaan Injil : Mat 8:23-27
Yesus bangun, menghardik angin dan danau, maka danau menjadi teduh sekali.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:

Pada suatu hari Yesus naik ke dalam perahu,
dan murid-murid-Nya mengikuti Dia.
Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu,
sehingga perahu ditimbus gelombang.
Tetapi Yesus tidur.
Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya,
"Tuhan, tolonglah, kita binasa!"

Yesus berkata kepada mereka,
"Mengapa kalian takut, hai orang yang kurang percaya!"
Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau.
Maka danau menjadi teduh sekali.
Dan heranlah orang-orang itu, katanya,
"Orang apakah Dia ini,
sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?"

Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan:
Injil hari ini bercerita mengenai para murid yang mengalami ketakutan ketika angin ribut menggoncang perahu mereka. Dalam kehidupan harian kita, pengalaman para murid juga sering  dialami setiap orang (beriman pun tidak beriman). Orang-orang miskin merasa takut bàhwa mereka tidak survive dalam kehidupan yang semakin sulit dari tahun ke tahun. Orang-orang kaya merasa takut kehilangan kekayaan yang telah berhasil mereka timbun selama ini. Orang-orang yang berpendidikan biasa-biasa takut berbincang-bincang dengan yang berpendidikan tinggi karena merasa rendah diri. Orang-orang yang berpendidikan seringkali merasa takut kehilangan posisi sosial dan prestise mereka. Orang-orang tanpa agama atau iman merasa takut menghadapi ketidak pastian hidup dan teristimewa terhadap kapan datangnya maut. Akan tetapi,  sungguh menyedihkan dan mengejutkan melihat orang-orang yang kelihatan beriman justru tidak dapat membebaskan diri dari rasa takut.
     Orang-orang yang disebut terakhir ini adalah seperti para murid  Yesus dalam bacaan Injil di atas. Walaupun Tuhan Yesus sendiri ada bersama mereka dalam perahu ketika mereka terjebak di tengah amukan angin ribut, mereka masih saja berseru kepada-Nya dalam ketakutan: "Tuhan, tolonglah kita binasa." Yesus membentak angin ribut dan danau sehingga menjadi teduh sekali, namun Ia menegur para murid untuk ketiadaan iman dan rasa takut mereka yang tetap ada walaupun Yesus berada bersama mereka.
    Hari ini lewat Injil-Nya Yesus juga menegur kita orang-orang yang menyebut diri beriman namun sering meragukan kehadiran dan penyertaan-Nya sehingga sering dilanda   kekhawatiran dan ketakutan yang menghambat pekerjaan, kebahagiaan dan kehidupan spritual kita. Hari ini kita disadarkan, bahwa bersama Yesus kita akan selalu selamat. Dialah Imanuel yang akan mengalahkan segala topan dan badai kehidupan yang ingin merongrong iman kita.

" Di dalam dia, kita memperoleh kebahagiaaan"

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts Widget