RASANYA HIDUP INI KERING

Motivasi Rohani

RASANYA HIDUP INI KERING

“Mens aequa in arduis” – ketenangan jiwa dalam situasi yang sulit. “Pernahkah kita mengalami bahwa hidup ini terasa kering?” Relasi dengan pasangan datar-datar saja, doa brevir sepertinya tidak “nendhang” dan bekerja hanya seperti kewajiban. Hidup bagaikan melewati padang gurun. Tandus dan kering.Ya benar, padang gurun sungguh menakutkan. Padang gurun dalam bahasa Ibraninya,  jeshimmon yang berarti “pembinasaan”. Bukit-bukitnya laksana timbunan abu, batu kapur nampaknya mengelupas; karang-karang kelihatan gundul. Suasana terasa hampa dan kosong. Tatkala melewati masa-masa kering, kita bagaikan masuk jeshimmon yang berarti pembinasaan. Berat rasanya berjalan dalam lembah kekelaman. Misalnya, “Bagaimana rasanya tidak dimengerti oleh pasangan hidup atau rekan kerja atau pimpinan?”  Kita bagaiman masuk dalam “alam pembinasaan” seperti makna dari padang gurun itu sendiri. Ketika seseorang memasuki masa-masa kering, di sana membutuhkan seorang sahabat yang mengerti. Itulah sebabnya, Henri Nouwen (1932 – 1996), penulis yang kaya akan renungan pernah berkata, “Tidak ada manusia yang dapat bertahan hidup jika tidak ada orang yang mendampinginya di saat-saat kritis.” Benar, manusia memang diciptakan untuk berbagi dengan sesamanya. “No man is an island” kata John Done (1572 – 1631). Dalam kisah “Aeneid”  yang ditulis oleh Vergilius (70 seb. M – 19) ada ungkapan yang menarik yakni,  “Fidus Achates” artinya: Achates yang setia. Tulisan itu hendak menyatakan bahwa Achates adalah teman yang setia dari Aenaeas. Kesetiaan Aeneas itu kemudian menjadi lambang dari sebuah kesetiaan seorang sahabat.  Demikian pula, ketika seseorang mengalami bahwa ia sementara “berjalan di padang gurun”, teman sejatilah yang peduli, “A friend in need is a friend indeed” – Teman dalam kesusahan adalah teman sejati.Salam Damai Ktistus

PERCIKAN HATI❤
Selasa, 14 Februari 2017

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts Widget