MENGETAHUI RAHASIA KERAJAAN SORGA

MENGETAHUI RAHASIA KERAJAAN SORGA
( Matius 13 : 10-17 )

Orang istimewa di hati kita tentu orang-orang yang sungguh berarti dalam hidup kita. Keberartian mereka dalam hidup kita cukup beragam, di antaranya karena mereka bisa mengubah hidup kita sehingga kita menjadi berguna. Mereka bisa orangtua, sahabat, istri, suami, bahkan kekasih kita. Kepada mereka, kita bebas mengungkapkan isi hati kita dan berterus terang akan banyak hal bahkan rahasia sekalipun.

Yesus pun dekat dengan para murid-Nya bahkan mengistimewakan mereka. Kepada murid-murid-Nya Yesus selalu mengatakan segala sesuatu secara terus terang. Sementara pada orang lain, Yesus menyatakan sesuatu dengan perumpamaan. Hal ini dilakukan Yesus agar para murid mengenal-Nya secara jelas dan mengerti misi dan visi-Nya, yaitu mewartakan Kerajaan Allah. Dengan memahami hal itu, Yesus berani mengutus para murid-Nya mewartakan Kerajaan Allah.

Dari bacaan Mat 10 : 1-9,  10-17 semacam ada pola ini: Mendengar-Melihat-Bertanya=>Mengerti. Yesus mengjarkan bahwa harus mendengarkan untuk bisa memahami atau mengerti. Hari ini Yesus menambahkan kata ‘melihat’. Lalu, murid-murid-Nya bertanya dan akhirnya mengerti. Nah, dalam pendidikan pun demikian. Pola tadi itu (mendengar-melihat-bertanya=>mengerti) itu ada pada murid-murid yang aktif, yang mau berkembang.

Proses beriman identik dengan sebuah proses belajar. Di bangku sekolah kita belajar banyak hal yang belum kita mengerti. Ketika kita tidak mengerti suatu pelajaran yang harus kita lakukan adalah banyak bertanya. Jadi, orang yang tumbuh dalam pengertiannya adalah orang yang memelihara sikap haus belajar dan berani bertanya.

Dalam kisah Injil yang kita renungkan ini, hal yang sama ditemukan dalam diri para murid. Para murid tidak mengerti mengapa Yesus mengajar dengan perumpamaan. Yesus memakai perumpamaan untuk beberapa fungsi.

Pertama, untuk menegaskan sifat rahasia Kerajaan Surga. Untuk masuk Kerajaan Surga, perlu pembukaan yang datang dari pihak Allah yang harus ditanggapi dengan iman. Jadi, inisiatif Allah mutlak diperlukan, baik untuk menyatakan rahasia Kerajaan Allah maupun untuk membimbing orang agar merespons pewartaan Kerajaan Allah itu dengan iman.

Kedua, perumpamaan berakibat ganda. Kepada orang yang dikaruniai hati responsif akan terjadi proses bertanya, mencari, beroleh tuntunan, dan aktif mengimani. Orang itu akan mengalami pertumbuhan rohani. Untuk orang yang acuh tak acuh, perumpamaan akan membuat Kerajaan Surga semakin tertutup baginya bahkan membuat orang itu mengalami proses pembutaan rohani lebih lanjut.
.

*Dalam kehidupan iman kita, iman  hanya akan tumbuh dengan subur serta berbuah bila kita sanggup untuk memelihara sikap terbuka untuk belajar dan diajar Tuhan, sebab itulah tanda iman yang bertumbuh. Tuhan mengajar kita melalui aneka pengalaman hidup kita*

_*Maka hendaknya berbagai kisah yang ada dalam hidup kita, perlu kita lihat menggunakan kaca mata iman, apapun itu. Mengapa demikian? karena Allah selalu menyapa melalui pengalaman harian hidup kita*_

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts Widget