“Allah tak pernah Berhenti”

Mrk. 4:1-20; 

“Satu hal yang pasti dari pihak Allah yakni Ia tak pernah berhenti mencintaimu, siapa pun Anda dan Apa pun yang Anda lakukan terhadap-Nya.”

             Saya selalu senang untuk mengatakan kepada para peniten yang datang mengaku dosa di kamar pengakuan bahwa “Allah itu sungguh Allah yang maha pengampun.” Apa yang dilakukan oleh Allah ketika seseorang berdosa adalah “Ia selalu mengambil jalan lain untuk mencintaimu jika Anda berdosa kepada-Nya. Dengan kata lain, pada saat yang sama ketika Anda berdosa, itulah saatnya bagi Allah untuk menawarkan cara lain dalam hal memberikan cinta-Nya kepadamu. Inilah yang sesungguhnya Allah perbuat kepadamu, yakni Ia lebih suka berpikir tentang keselamatanmu daripada dosa-dosamu, walaupun dosa-dosamu sendiri melukai hati-Nya yang penuh cinta.

            Bacaan hari menceritakan tentang sang penabur yang pergi penabur dalam waktu apa saja dan dalam kondisi tanah apa saja. Itulah sikap Allah yang tak pernah berhenti untuk mencintai walaupun Ia kadang ditolak oleh mereka yang dicintai-Nya; itulah sikap Allah yang selalu mengampuni walaupun luka karena dosa tetap dilakukan oleh manusia terhadap-Nya; Ia selalu menyediakan jalan keselamatan bagi manusia, walaupun manusia menolak jalan yang ditawarkan-Nya. Intinya, untuk segala sesuatu menyangkut keselamatan manusia, Allah akan selalu berkorban seperti yang dilakukan-Nya di kayu Salib agar manusia percaya akan cinta-Nya, percaya akan Diri-Nya sebagai Allah, Sang Penyelamat.

            Semoga saja dalam hidup kita pun, mencintai sampai terluka; mengampuni dengan tiada batas dan membantu tiada jenuh, selalu menjadi sikap dasar kita terhadap sesama kita. Jika Allah melakukannya dengan cuma-cuma kepada kita, maka hendaknya dengan cara yang sama kita pun melakukan kepada sesama kita.

 

Rabu, 26 Januari 2011

Salam dan doa kecil untukmu selalu,

Rinnong

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts Widget