RENUNGAN HARIAN PEKAN BIASA XXXIV. SABTU, 30 NOVEMBER 2019. PESTA ST. ANDREAS RASUL. BACAAN: Rm.10:9-18. Luk.4:18-22.

Bacaan Liturgi 30 November 2019

Pesta S. Andreas, Rasul

Bacaan Pertama Rom 10:9-18
Iman timbul dari pendengaran,dan pendengaran dari firman Kristus.
Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma:

Saudara-saudara,
jika kamu mengaku dengan mulut bahwa Yesus adalah Tuhan,
dan percaya dalam hati bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.
Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan,
dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.
Karena Kitab Suci berkata,
"Barangsiapa percaya kepada Dia tidak akan dipermalukan."
Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani.
Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan semua orang,
dan Dia kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya.
Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan.
Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya,
jika mereka tidak percaya kepada Dia?
Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika tidak mendengar tentang Dia? Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?
Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya,
jika tidak diutus?
Seperti ada tertulis,
"Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!"
Tetapi tidak semua orang telah menerima kabar baik itu.
Yesaya sendiri berkata,
"Tuhan, siapakah yang percaya kepada pemberitaan kami?"
Jadi, iman timbul dari pendengaran,
dan pendengaran dari firman Kristus.
Tetapi aku bertanya,
Adakah mereka tidak mendengarnya?
Sungguh, mereka telah mendengarnya!
"Suara mereka sampai ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi."

Demikianlah sabda Tuhan!

Bacaan Injil
Mat 4:18-22
Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Yesus.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:

Pada suatu hari,
ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea,
Ia melihat dua orang bersaudara,
yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya.
Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka itu penjala ikan.
Yesus berkata kepada mereka,
"Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."
Mereka pun segera meninggalkan jalanya,
lalu mengikuti Yesus.
Setelah Yesus pergi dari sana,
dilihat-Nya pula dua orang bersaudara,
yaitu Yakobus anak Zebedeus, dan Yohanes saudaranya,
bersama ayah mereka, Zebedeus,
sedang membereskan jala di dalam perahu.
Yesus memanggil mereka,
dan mereka segera meninggalkan perahu serta ayahnya,
lalu mengikuti Dia.

Demikianlah Injil Tuhan!

RENUNGAN SINGKAT:
"DIPANGGIL MEMBERITAKAN KABAR SUKACITA."

Hari ini kita merayakan Pesta St. Andreas, saudara St. Petrus, yang dua duanya dipanggil Tuhan dan menjadi bagian dari dua belas Rasul. Pesta St. Andreas mengingatkan kita akan beberapa hal dan patut kita refleksikan terus.
1) Kita semua yang beriman akan Kristus Yesus, kita semua adalah orang terpanggil. Kita semua dipanggil Tuhan untuk menjadi utusan utusanNya ditengah dunia.
2) Menjadi utusan Tuhan itu berarti memberitakan Kabar Sukacita yang tentunya membawa orang pada sukacita, sukacita dalam Kristus Tuhan. Dan tentunya Sukacita itu sumbernya dari Tuhan Yesus sendiri.
3) Karena sukacita itu dari Tuhan sendiri, maka dari kita sebagai orang orang yang terpanggil, baik awam ataupun kaum biarawan/tertahbis, semuanya diundang untuk terus menjalin relasi akrab dan damai dengan Tuhan Yesus sendiri agar selalu dipengaruhi oleh Sukacita Tuhan.
4) Sebagai orang terpanggil kita semua juga selalu diundang untuk tahan banting dalam mengikuti Yesus Tuhan, bahkan harus siap untuk menghadapi ke-martir-an.
Saudara dan saudariku, mari kita terus berjuang untuk menjadi rasul atau Utusan utusan Tuhan yang setia dan bertanggungjawab. Amin.
Roh Kudus menguatkan dan memampukan kita. Dalam Nama Tuhan Yesus. Amin.

DOA:
Tuhan Yesus terima kasih atas segala karuniaMu dan penyertaanMu. Ampunilah dosa dan salah kami. Bantulah kami agar selalu setia padaMu dalam tugas dan tanggungjawab kami sebagai utusan utusanMu. Amin.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita semua (Dan Keluarga) dan seluruh hari kita
✝✝✝🙏🙏🙏🛐🛐🛐


Salam dalam Kasih Tuhan Yesus,

RP. Lukas Gewa Tiala (Adi), SVD.
=============================================================
RENUNGAN HARIAN PEKAN BIASA XXXIV. SABTU, 30 NOVEMBER 2019. PESTA ST. ANDREAS RASUL. BACAAN: Rm.10:9-18. Luk.4:18-22.
OLEH : RD. JOHN KOTA SANDO

Tuhan akan terus berbicara dan bekerja dalam kehidupan kita, demi membahagiakan umat manusia yang dicintainya. Namun Tuhan tidak bekerja sendirian. Dia juga melibatkan manusia untuk mewujudkan kebahagiaan itu. Melalui pesta St. Andreas Rasul ini kita semua diajak untuk menyadari, bahwa siapapun kita dipanggil  dan diutus untuk mewartakan dan menghadirkan Kerajaan Allah di dunia ini. Dan hal itu diwujudkan melalui apa yang kita kerjakan dalam status, tugas dan jabatan kita. Mewartakan dan menghadirkan Kerajaan Allah berarti menjadikan pewartaan Yesus berbuah dalam kehidupan kita. Yesus bersabda: "Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah, dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta dalam namaKu diberikanNya kepadamu" (Yo.15:16). Kita sebagai pengikut Kristus harus menanamkan kesadaran ini, bahwa Tuhan sungguh memanggil dan mengutus kita untuk pergi dan menghasilkan buah yang membawa kebahagiaan bagi diri dan sesama kita. Pergi berarti keluar dari egoisme, ambisi dan kepentingan diri; keluar dari rasa nyaman dan kesibukan diri untuk menjawab panggilan Tuhan tersebut.
Bacaan pertama (Rm.10:9-18) mengajak kita untuk menanggapi pertanyaan Rasul Paulus: "Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika tidak mendengar tentang Dia? Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakannya? Dan bagaimana mereka memberitakannya, jika tidak ada yang diutus?" (Rm.10:14-15). Kitalah yang harus menjadi alat dari Tuhan    (instrument of God), agar melalui pewartaan dan perutusan kita, Kristus semakin hidup di hati semua orang, dan semua orang boleh mengalami damai dan kebahagiaan dalam hidupnya. 
Bacaan Injil (Luk.4:18-22) mengajak kita untuk ikhlas dalam menjawab panggilan dan perutusan Tuhan tersebut. Kita pun harus seperti para murid yang ikhlas meninggalkan pekerjaan, kesibukan dan keluarga mereka lalu mengikuti Yesus (Luk.4:20.22). Sering kali ada kekuatiran dalam diri kita untuk menjawab panggilan dan perutusan Tuhan tersebut, karena dalam tugas seperti ini tidak ada keuntungan material yang kita dapatkan, selain kebahagiaan hati sebagai seorang pelayan. Tetapi kita tak perlu cemas, karena Tuhan akan melengkapi dan mengadakan apa yang masih kurang dan tidak ada pada kita. Karena Tuhan sendiri bersabda: "Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu" (Mat.6:33).

Ketika perang dunia II terjadi, seorang tentara memasuki sebuah gedung gereja yang telah hancur terkena bom. Di dalamnya dia menemukan corpus dari Salib Kristus yang sudah tidak lagi memiliki kepala, tangan dan kaki. Dia tertegun, lalu mengambil sebuah batu bangunan dan di atas batu itu ia menulis: Siapa yang bisa menyumbangkan kepala, tangan dan kakinya untuk Tuhan Yesus? Dengan mengambil bagian dalam tugas pewartaan dan perutusan Yesus, kita menjadi kepala, tangan dan kaki Yesus, untuk menghadirkan Kerajaan Allah dan buah-buahNya kepada dunia dan sesama kami. St. Andres Rasul doakanlah kami.
A M I N.
=============================================================

Sabtu, 30 November 2019
Pekan Biasa XXXIV
Pesta St. Andreas, Rasul
¤ Rm.10:9-18
¤ Mzm. 19:2-3,4-5
¤ Mat. 4:18-22
"Akoloutheo"
~ Pergi dengan cara yang sama ~
   Inilah kata Yunani yang digunakan untuk "mengikuti“ Yesus.
   Mengacu pada bacaan Injil hari ini, mengkisahkan tentang bagaimana proses para murid mengikuti Yesus.
   Adapun pengalaman proses para murid mengikuti Yesus, antara lain:
1. Meninggalkan jalanya
   Para murid meninggalkan jalanya karena Yesus menuntut perhatian yang tak terbagi dan harus menjadi prioritas utama. 
   Di sinilah kita diajak meninggalkan pola, gaya dan panggilan hidup lama. Pekerjaan, keluarga, ambisi bahkan hidup kita sendiri harus menjadi nomor dua setelah komitmen kita kepada Yesus. Ini tidak berarti bahwa kita melalaikan keluarga kita atau melakukan pekerjaan seenaknya sendiri. Yang dimaksudkan ialah bahwa Yesus harus didahulukan: “Deus semper maior – Tuhan selalu lebih besar!”
2. MendengarkanNya
   Sikap batin mau mendengarkanNya sehingga para murid bisa merasakan kebaikan dan kasihNya.
   Di sinilah kita diajak memiliki iman dan kepercayaan serta ketulusan hati untuk mendengarkan kehendakNya.
3. MengikutiNya
   Para murid percaya dengan tulus hati sebab Ia berkenan mengunjungi dan memanggil untuk mengikuti-Nya dari dekat seturut kehendakNya.
   Di sinilah kita menyadari kasihNya sehingga kita berani melepaskan diri dari segala sesuatu yang mengikat dan segera mengikuti-Nya.
   Saudaraku, kita mengikuti Kristus berarti “memanggul kukNya di atas bahu kita”, maka kita dapat belajar dari Dia dalam kebersamaan dan kesatuan hidup dengan-Nya.
   Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus bersama Bunda Maria selalu menyertai kita sekeluarga yang tekun setia mengikuti panggilanNya. Amin.
======================================================================

Mat. 4:18-22 ~ Sabtu
"Mari, ikutilah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."
Berkat BAPTIS, kita dipanggil dan diutus oleh Yesus sebagai 
NABI = pewarta sabda,
RAJA = pemimpin dan penuntun ke jalan kebenaran dan hidup,
IMAM = pengabdi yang mempersembahkan diri kepada Allah dan karyaNya. 
Semoga kita tetap taat dan setia mengikuti panggilanNya dan menjalankan tugas perutusanNya sampai akhir. 
Saudaraku, sesungguhnya apakah Anda telah menjalankan dan melanjutkan misi Kristus ini dengan TAAT dan SETIA? 
JLU.
=======================================================================
DOA:
Ya Tuhan Yesus Kristus, seperti Santo Andreas Rasul-Mu, jadikanlah aku juga pembawa damai dan kabar sukacita keselamatan-Mu sehingga semakin banyak orang mengenal dan mencintai Engkau. Amin.

=======================================================================

SABTU, 30 NOVEMBER 2019
Bacaan Liturgi
Pesta S. Andreas, Rasul
Bacaan Injil
Mat 4:18-22

Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Yesus.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:

Pada suatu hari, 
ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, 
Ia melihat dua orang bersaudara, 
yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. 
Mereka sedang menebarkan jala di danau, 
sebab mereka itu penjala ikan. 
Yesus berkata kepada mereka, 
"Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia." 
Mereka pun segera meninggalkan jalanya, 
lalu mengikuti Yesus. 

Setelah Yesus pergi dari sana, 
dilihat-Nya pula dua orang bersaudara, 
yaitu Yakobus anak Zebedeus, dan Yohanes saudaranya, 
bersama ayah mereka, Zebedeus, 
sedang membereskan jala di dalam perahu. 
Yesus memanggil mereka, 
dan mereka segera meninggalkan perahu serta ayahnya, 
lalu mengikuti Dia.

Demikianlah Injil Tuhan.
=====================================================================


SIRAMAN ROHANI                                                                                                                          Sabtu, 30 November 2019                                                                                                          
RP Fredy Jehadin, SVD

Tema: Tuhan Selalu Bertanggungjawab Atas Mereka Yang Setia!                                      
Matius 4: 18 - 22

Saudara-saudari... Hari ini kita merayakan Pesta Santo Andreas, Rasul. Andreas adalah saudara St.Petrus. Yang sangat menarik dari ceritera panggilan para Rasul perdana adalah mereka dipanggil selagi mereka menjalankan tugas. Injil hari ini berceritera, bahwa selagi mereka menebarkan jalan di danau, mereka dipanggil Yesus: “Mari, ikutilah Aku, dan kamu akan kujadikan penjala manusia.” Mereka pun segera meninggalkan jalanya lalu mengikuti Yesus. 

Pertanyaan kita: siapakah yang meneruskan pekerjaan mereka dan menghidupkan keluarga mereka? Bagaimana mungkin penjala ikan bisa menjadi penjala manusia?  

Saudara-saudari... Tuhan yang memanggil, Tuhanlah yang bertanggungjawab atas kehidupan keluarga dari mereka yang dipanggil-Nya. Soal kesuksesan menjalankan karya Tuhan, bukanlah sangat bergantung pada kemampuan manusiawi kita, tetapi sangat bergantung pada kuasa Allah yang bekerja pada diri manusia. Semakin kita menyerahkan diri kepada Tuhan dan selalu bergantung padaNya, maka pekerjaan kita akan berhasil. Tuhan sudah katakan kepada para muridNya: “Jangan kuatir akan apa yang akan kamu katakan, Akulah yang akan berkata-kata lewat mulutmu.” 

Kalau kita renungkan sejarah hidup Santo Andreas. Ia seorang rasul yang sangat aktip. Menurut Yohanes, Andreaslah yang memperkenalkan Simon Petrus kepada Yesus Kristus. Menurut tradisi, Andreas wafat sebagai martir. Ia disalibkan pada salib yang berbentuk X. Bisa dibayangkan betapa beratnya penderitaan Andreas. Selama dua hari ia bergantung di salib. Banyak orang mencemoohkan dia selagi ia bergantung di kayu salib, tetapi ia tidak peduli dengan cemoohan mereka. Ia tetap berkotbah dari atas salib. 

Pertanyaan kita: Darimanakah ia mendapat kekuatan itu sampai tetap bisa berkotbah dari atas salib di tengah penderitaan yang lagi dilaluinya? Ia tidak menjerit kesakitan, tetapi tetap bersukacita mewartakan kabar gembira kepada mereka yang menyalibkan dia? Hanya dengan iman, kita bisa menjawab pertanyaan ini. Tuhan yang memanggil sudah memberi Andreas kekuatan sehingga dia tetap sanggup mewartakan kabar sukacita walaùpun secara fisik ia disengsarakan. Sukacita yang meluap-luap di dalam dirinya sudah menguasai seluruh perasaannya sehingga penderitaan fisik yang sedang dilaluinya sudah tidak dirasakannya lagi.  

Saudara-saudari… Ada beberapa pesan yang mungkin baik untuk dipelajari dari pesta Santo Andreas hari ini untuk kita: 
1. Tuhan memanggil mereka yang selalu siap bekerja dan bertanggungjawab akan kehidupan mereka yang selalu setia padaNya. 
2. Tuhan tidak memperhitungkan latarbelakang profesi seseorang untuk menjadi pengikutnya. 
3. Menjadi pengikut kristus berarti siap menerima konsekwensinya. 
4. Kebahagian karena merasa satu dengan Kristus akan mengurangi perasaan sakit. Kekuatan Kristus akan selalu menguatkan kita.

Marilah saudara-saudari… Kita memohon St. Andreas dan Bunda Maria untuk mendoakan kita, agar kita pun selalu setia pada Tuhan, yang memanggil kita dan selalu merasa bertanggungjawab menjalankan tugas yang sudah dipercayakan kepada kita, dan semoga kita pun selalu tabah menghadapi penderitaan demi Kristus, yang kita imani. Tuhan selalu bertanggungjawab akan mereka yang setia padaNya. Dalam nama Kristus kita berdoa.  Amen!
=====================================================================


Bacaan dan renungan Sabda Tuhan hari Sabtu pekan biasa ke-34, 30 November 2019; pesta Santo Andreas, rasul

MENJADI KECUALI, TAPI MENJADI PILIHAN

Renungan kita pada hari ini bertema: Menjadi Kecuali, Tapi Menjadi Pilihan. Kalimat ini ingin merefleksikan sesuatu atau seseorang yang tidak dihiraukan atau dikecualikan. Berarti ia sangat penting dan menjadi pilihan. Orang lebih suka dengan uang kertas di dompet. Uang logam di dalam tas tidak dihiraukan. Pada saat membayar memakai koin, ia baru sadar kalau uang logam itu penting.

Banyak orang bekerja di belakang layar. Mereka tidak tampak, tidak tampil bahkan tidak pergi ke sana dan ke sini. Tetapi peran mereka sangat penting. Tanpa mereka urusan pekerjaan dan proses berjalannya suatu dinamika tidak berlangsung dengan baik. Santo Andreas, salah satu dari dua belas rasul Yesus yang pestanya kita rayakan pada hari ini, adalah contoh bagi kita.

Ia yang membawa saudaranya Petrus untuk bertemu Yesus pada waktu pemanggilan para rasul yang pertama. Selanjutnya Andreas tidak lagi tampil dominan. Yesus selalu membawa tiga rasul pertama: Petrus, Yakobus dan Yohanes, antara lain waktu mujizat penyembuhan putri Jairus (Mk 5,37), penampakan di gunung Tabor (Mk 9,2) dan di taman Getsemani (Mt 26,37). Andreas tidak diundang atau diikutsertakan, kita tidak tahu persisnya.

Kita pernah mengalami dikecualikan. Bagaimana rasanya menjadi urutan ketiga dari dua yang terpilih? Atau dalam antrean, Anda ada di nomor empat dari tiga yang dibutuhkan? Atau Anda berusaha sekuat tenaga tapi hanya sampai pada nomor lima dari empat posisi yang tersedia? Biasanya kita bereaksi dengan marah, kecewa, sakit hati, dan menyerah. Tetapi rasul Andreas menanggapi itu dengan imannya, yaitu tetap pendiriannya dari awal untuk mengikuti Kristus.

Ia tetap tinggalkan keluarga dan pekerjaannya sebagai nelayan, supaya meneruskan panggilannya menjadi rasul dan penginjil Yesus Kristus. Ia tanggapi pengalaman menjadi kecuali itu dengan kasih. Tidak tampilnya di depan umum, tak ikut serta disebut-sebut namanya dan tidak ikut dikenal, itu ia penuhi dengan datang membawa Yesus Kristus kepada setiap orang.

Jika Anda alami tidak diperhitungkan, tidak diingat, tidak diundang, tidak dihiraukan, berbagi pengalaman itu dengan Yesus Kristus, karena sejak lahir hingga wafat-Nya, Ia alami dihina, ditinggalkan, ditolak dan sampai puncaknya dihukum mati. Tanggapi pengalaman dikecualikan itu dengan pilihan kasih, yaitu bersama Kristus untuk berbagi kasih kepada orang lain, bahkan kepada mereka yang membuatmu sedih dan menderita. Cara itu bakal membuatmu bahagia dan unggul seperti Santo Andreas.

Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Bapa yang baik, buatlah aku menjadi orang yang tidak kalah dan menyerah ketika tidak dihiraukan, tetapi berusaha untuk berbagi bersama Kristus untuk mengampuni dan tetap melayani sesama. Bapa kami... Dalam nama Bapa...

=====================================================================

PENGIKUT YESUS

( Matius 4 : 18-22 )

Ada dua kelompok orang yang mengikut Tuhan Yesus

Kelompok pertama adalah orang yang dipanggil Yesus secara pribadi (19-22). Tampaknya mereka melihat otoritas Yesus sehingga segera memberikan respons positif, respons yang penuh totalitas. Simon dan Andreas segera meninggalkan jala dan mengikuti Dia (20), Yakobus dan Yohanes segera meninggalkan perahu serta ayahnya lalu mengikuti Dia (22)

Secara simbolis, "Meninggalkan jala" berarti meninggalkan pekerjaan lama agar bisa melayani Tuhan sepenuh waktu; dan "Meninggalkan ayah" berarti memprioritaskan Tuhan lebih daripada keluarga

Yang menarik, ada kata "segera" yang melengkapi kedua tindakan tersebut. Berarti tanpa penundaan dan panggilan Yesus bagai sebuah hadiah berharga yang harus segera direbut. Saat itu mereka berada di titik balik dalam kehidupan mereka

Kelompok kedua adalah orang banyak yang berbondong-bondong mengikut Yesus untuk mendengarkan pengajaran-Nya. Mereka berasal dari berbagai tempat. Mereka mengikut Yesus mungkin juga karena melihat mukjizat dan mengalami kuasa-Nya (23-25)

Kita lihat bahwa orang yang mengikut Yesus ada yang karena dipanggil secara khusus, ada juga yang disebabkan oleh alasan atau kebutuhan tertentu di dalam hidupnya, yang harus dipenuhi

Ini tidak bisa disalahkan, sepanjang orang tidak menjadikan hal itu sebagai tujuan dalam mengikut Yesus sehingga ketika kebutuhannya terpenuhi, Yesus pun dilepaskan

Kalau begitu, bagaimana mengikut Yesus secara total? Meninggalkan segala sesuatu yang menghalangi kita untuk mengikut Yesus secara total

Kalau kita memang dipanggil secara khusus dan untuk itu kita harus meninggalkan pekerjaan, gumulkan secara serius terlebih dahulu

Namun kadang-kadang sesuatu di dalam diri kita sendiri dapat menghalangi kita:

Karakter khusus yang harus kita tinggalkan, ego yang menghalangi Kristus menempati posisi utama dalam hidup kita,  atau kesenangan-kesenangan tertentu yang membuat Kristus tidak menjadi yang terutama dalam hati

Mintalah Roh Kudus memeriksa hati



RENUNGAN HARIAN PEKAN BIASA XXXIV. JUMAT, 29 NOVEMBER 2019. BACAAN : Dan. 7:2-14. Luk. 21:29-33.

RENUNGAN HARIAN PEKAN BIASA XXXIV. JUMAT, 29 NOVEMBER 2019. BACAAN : Dan. 7:2-14. Luk. 21:29-33.
OLEH : RD. JOHN KOTA SANDO

"Don't be surprised if one day I don't know you (Jangan terkejut jika suatu hari saya tidak mengenal anda)"

Kalimat tersebut berasal dari kutipan  sebuah poster rohani yang mengungkapkan kekecewaan Yesus kepada para pengikutNya yang tidak lagi konsisten dalam mengikuti Dia sebagai Jalan, Kebenaran dan Hidup. Betapa hancur perasaan hati kita; betapa terhinanya martabat kita dan betapa malangnya nasib kita, jika di akhir kehidupan ini, Allah Sang Pencipta dan Pemilik kehidupan harus mengatakan: "Maaf saudara, saya tidak mengenal anda!". Ke mana kita harus pergi dan kepada siapa kita harus berlari? Karena tujuan ziarah hidup kita di dunia ini hanya satu, yakni bersatu dengan Allah yang adalah asal dan tujuan kehidupan kita. Ungkapan tersebut mau menegaskan kepada kita bahwa Allah hanya bisa mengenal kita, kalau selama hidup di dunia ini kita juga mengenal Dia. Allah bukan membalas dendam, tetapi Dia mau menunjukkan sikap tegasNya, tentang betapa pentingnya kita membangun relasi yang baik dengan Dia, selama hidup kita di dunia ini. Sering kali manusia menyalahgunakan kebaikan Allah sebagai yang Maha Pengampun, untuk melakukan perbuatan dosa tanpa merasa ada beban. Dosa itulah yang membuat kita sepertinya tidak mengenal Allah; dosa itulah yang membuat kita tidak memikirkan nasib kita ke depan, ketika hidup kita berakhir di dunia ini.
Bacaan Injil hari ini (Luk.21:29-33) mengajak kita untuk selalu berbenah diri dan membangun semangat tobat, dalam rangka menyongsong kedatangan Yesus, yang datang sebagai hakim yang akan mengadili perbuatan-perbuatan kita. Kita harus memiliki kepekaan untuk membaca tanda-tanda kehadiran Allah dalam keseharian hidup kita, sehingga kita akan selalu mawas diri dalam menjaga sikap dan perbuatan kita, agar tetap berkenan di hadapan Allah.
Bacaan pertama (Dan. 7:2-14) menceritakan tentang penglihatan Daniel, di mana Anak Manusia (Yesus Kristus) datang dengan penuh kekuasaan dan seluruh suku bangsa mengabdi kepadaNya. Itu artinya Yesus berkuasa atas hidup kita dan kita harus mengabdi kepadaNya. Dengan demikian siapa saja yang tidak bersatu dengan Yesus, dia juga tidak akan bersatu dengan Allah Bapa yang menjadi asal dan tujuan kehidupan kita. Maka benarlah kalau Yesus sendiri mengatakan: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku" (Yoh.14:6).

Langit dan bumi boleh berlalu, tetapi Sabda Tuhan tidak akan berlalu (bdk.Luk.21:33). Tuhan tidak pernah mengingkari kata-kata dan janjiNya. SabdaNya hidup dan penuh daya, dan lebih tajam dari pedang bermata dua manapun. Semoga kuat kuasa sabdaNya menghancurkan kebekuan hati kita, agar selalu sadar bahwa hidup ini adalah kesempatan untuk berbenah dan bangkit bertobat dari kedosaan kita. Ingatlah selalu kata-kata ini: Don't be surprised if one day I don't know you (Jangan terkejut jika suatu hari saya tidak mengenal engkau). Jadi berjaga-jaga dan waspadalah selalu.
A M I N.

RENUNGAN HARIAN PEKAN BIASA XXXIV. KAMIS, 28 NOVEMBER 2019. BACAAN : Dan. 6:12-28. Luk. 21: 20-28.

Kamis, 28 November 2019
Pekan Biasa XXXIV
¤ Dan 6:12-28
¤ MT. Dan 3:68-74
¤ Luk. 21:20-28
"Parousia"
~ Kedatangan ~
   Inilah istilah yang digunakan untuk memahami kedatangan Yesus kedua kalinya pada akhir zaman.
   Mengacu pada bacaan Injil hari ini, Yesus mengutarakan mendesaknya pembaruan sikap hidup secara total ini dikisahkan dalam fenomena alam. Di balik ketegasan dan keadilan Allah, tetap ada kemurahan dan kerahiman Allah yang berbelaskasihan.
   Adapun dua perintah Yesus yang mendesak untuk segera dilakukan, antara lain:
1. Bangunlah harapan baru
   Kesadaran akan fenomena alam yang menakutkan merupakan suatu peringatan agar kita segera bangun dan bangkit dari kubangan dosa.
   Di sinilah kita diajak bersikap bijak di dalam hidup. Bangunlah harapan baru karena hanya Yesus Kristuslah satu-satunya Sang Juruselamat dan
berharaplah selalu belaskasih serta penyertaanNya agar tabah, tekun dan setia mengikutiNya.
2. Bertobatlah dalam namaNya
   Dalam sepekan ini sesungguhnya kita diingatkan dan diajak semakin mempersembahkan diri seutuhnya kepada Tuhan: 'angkatlah kepalamu, sebab penyelamatan sudah dekat', Tuhan rindu manusia mau kembali bersekutu, maka bertobatlah.
   Di sinilah kita diundang menyambut Dia yang akan datang, hidup bersama dalam namaNya. Sebab bersamaNya, kita akan berani menghadapi segala peristiwa kehidupan, yang terkadang tidak mudah dan tidak indah, kelabu, menegangkan, menyedihkan. Maka tekunlah dalam berdoa dan sekaligus tekun menjadi sesama bagi yang lain.
   Saudaraku, penuhilah pikiran kita dengan kebenaranNya dan hati kita dengan kasihNya agar kita memiliki kepekaan membaca tanda jaman. Percayalah, Tuhan pasti menolong dengan cara yang tak terduga. Maka janganlah takut, cemas dan bingung.
   Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus bersama Bunda Maria selalu menyertai kita sekeluarga yang mau bangkit dan bertobat agar kita siap menyambut kedatanganNya. Amin.
========================================================================
RENUNGAN HARIAN PEKAN BIASA XXXIV. KAMIS, 28 NOVEMBER 2019. BACAAN : Dan. 6:12-28. Luk. 21: 20-28.
OLEH : RD. JOHN KOTA SANDO.

St. John Henry Newman dalam pengalaman spiritualnya menceritakan demikian: " Aku berjuang mencari di mana Allah berada dan aku memanjat menara tinggi, tetapi Allah berkata engkau harus turun karena Aku tinggal di antara umatKu".  Ada juga cerita lain: Sejumlah pengembara mengelilingi dunia untuk mencari di mana Tuhan berada, tetapi ternyata mereka tidak menemukanNya. Lalu mereka berunding untuk mendaki gunung tertinggi di dunia. Merekapun melakukannya. Tetapi lagi-lagi mereka tidak menemukan Tuhan di sana. Dalam sebuah mimpi Tuhan berkata kepada salah seorang dari mereka: "Kamu tak perlu mencari Aku di puncak gunung. Karena sesungguhnya Aku berada di tengah dunia yang kamu pijak ini; bekerja dan berjuang bersama manusia; dan ingatlah ketika kamu melihat orang-orang miskin, di situ Aku ada; ketika kamu mendengar jeritan tangis orang-orang yang menderita, di situ aku ada di antara mereka". Manusia harus memiliki kepekaan dalam dirinya untuk merasakan adanya sesuatu di luar dirinya. Hidup beriman juga membutuhkan sebuah kepekaan untuk merasakan kehadiran dan keterlibatan Allah dalam hidupnya. Kita perlu belajar dari Bunda Teresa yang memiliki kepekaan iman yang luar biasa, di mana ia bisa merasakan kehadiran Allah dalam diri orang-orang miskin yang dilayaninya; mendengarkan tangisan Allah dalam jeritan tangis orang-orang yang menderita. Kita tak perlu memanjat menara tinggi atau mendaki puncak gunung untuk mencari keberadaan Tuhan, karena sesungguhnya Dia ada di dalam keseharian hidup kita. Kepekaan iman itu sangat dibutuhkan, agar kita tidak tenggelam dalam dosa dan lupa bahwa ada Tuhan yang melihat dan mengamati kita. Penderitaan demi penderitaan yang kita alami tidak terlepas dari ketidakpekaan kita akan keberadaan Allah dalam keseharian hidup kita .
Bacaan pertama dari Kitab Daniel ( Dan.6:12-28) menampilkan Daniel sebagai sosok pribadi yang selalu menyadari kehadiran dan keterlibatan Allah dalam hidupnya. Kesetiaan dan keteguhan imannya sangat luar biasa. Itulah yang membuat Daniel tidak jadi dihukum mati dan selamat dari mulut singa yang mau menelannya hidup-hidup. Kepekaan akan keberadaan dan keterlibatan Allah dalam keseharian hidup kita, akan menyelamatkan kita dari segala hal buruk yang mengancam kehidupan dan kebahagiaan kita.
Bacaan Injil Lukas (Luk.21:20-28) mengajak kita untuk berintrospeksi diri, bahwa segala bencana dan tragedi kehidupan yang kita alami tak lepas dari sikap masa bodoh kita, yang kurang peka akan kehadiran Allah dalam keseharian hidup kita. Sering kali kita lupa diri dan akhirnya dengan mudah kita jatuh ke dalam dosa, tanpa menyadari bahwa dosa itu akan membawa bencana dan tragedi memilukan dalam kehidupan kita. Allah masih memberi kita kesempatan untuk mengalami buah rahmat dari kehadiran dan kedatangan PuteraNya Yesus Kristus, asalkan kita bertobat dari dosa-dosa kita : "Bangkit dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat" (Luk.21:38).

Tuhan mengetahui segala sesuatu tentang diri kita, karena Ia ada di dalam diri kita, dalam pikiran kita,  dalam cita-cita dan perjuangan kita,  dalam kecemasan dan ketakutan kita, dalam air mata dan derita kita, dan lain sebagainya. Kalau kita ingin bahagia, sadarilah bahwa Tuhan itu ada dalam diri dan keseharian hidup kita.
A M I N.

========================================================================
Luk. 21:20-28 ~ Kamis
Jika kita tetap berkeras hati dan menutup diri pada CINTA dan RAHMAT ALLAH, maka nasib kita akan seperti Yerusalem yang hancur lebur dan diinjak-injak orang. Segala yang fisik boleh hancur, asalkan JIWA mendapatkan KESELAMATAN karena PERCAYA dan BERSATU dengan Yesus, Sang Mesias. Ia akan membuat segala sesuatu baru kembali. Berupayalah agar JIWA kita selalu TERARAH pada-Nya dan KASIHNYA selalu MENGISI JIWA kita, meski dunia ini hancur.
Saudaraku, sesungguhnya adakah upaya Anda untuk BERTOBAT?
JLU.

DOA:
Ya Tuhanku, betapa aku ini sungguh berharga di mata-Mu. Tak sekejap pun Engkau rela kehilangan aku. Aku pun tidak ingin kehilangan Engkau, Tuhan. Dekaplah aku dalam pelukan kasih-Mu nan mesra. Amin.
========================================================================
Bacaan Liturgi 28 November 2019

Hari Biasa, Pekan Biasa XXXIV

Bacaan Pertama
Dan 6:12-28
Allah telah mengutus malaikat-Nya dan mengatupkan mulut singa-singa.
Pembacaan dari Nubuat Daniel:

Sekali peristiwa para pegawai Raja Darius masuk ke kamar Daniel,
dan mendapati Daniel sedang berdoa dan bermohon kepada Allahnya.
Maka mereka menghadap raja dan menanyakan kepada raja,
"Bukankah Tuanku mengeluarkan suatu perintah, supaya setiap orang yang dalam tiga puluh hari
menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa atau manusia
selain kepada Tuanku,
akan dilemparkan ke dalam gua singa?"
Raja menjawab, "Memang!
Perkara itu sudah pasti menurut undang-undang orang Media dan Persia,
yang tidak dapat dicabut kembali."
Lalu mereka berkata kepada raja,
"Daniel adalah seorang buangan dari Yehuda,
tidak mengindahkan Tuanku, ya raja.
Ia tidak mengindahkan larangan yang Tuanku keluarkan,
tetapi tiga kali sehari ia mengucapkan doanya."
Mendengar hal itu sangat sedihlah raja,
dan ia mencari jalan untuk melepaskan Daniel.
Bahkan sampai matahari terbenam,
ia masih berusaha untuk menolongnya.
Tetapi para pegawai itu bergegas-gegas menghadap raja
serta berkata kepadanya,
"Ketahuilah, ya raja,
bahwa menurut undang-undang orang Media dan Persia
tiada larangan atau penetapan yang dikeluarkan raja dapat diubah."
Sesudah itu raja memberi perintah,
lalu diambillah Daniel dan dilemparkan ke dalam gua singa.
Berbicaralah raja kepada Daniel,
"Allahmu yang kausembah dengan tekun,
Dialah kiranya yang akan melepaskan dikau!"
Lalu dibawalah sebuah batu dan diletakkan pada mulut gua itu.
Raja mencap batu itu dengan cincin meterainya
dan dengan cincin meterai para pembesarnya,
supaya dalam perkara Daniel tidak diadakan perubahan apa-apa.
Lalu pergilah raja ke istananya dan berpuasalah ia semalam-malaman.
Ia tidak mendatangkan penghibur-penghibur,
dan ia tidak dapat tidur.
Pagi-pagi benar ketika fajar menyingsing,
bangunlah raja dan pergi dengan buru-buru ke gua singa.
Sesampai di dekat gua itu,
berserulah ia kepada Daniel dengan suara sayu,
"Daniel, hamba Allah yang hidup,
Allahmu yang kausembah dengan tekun,
telah sanggupkah Ia melepaskan dikau dari singa-singa?"
Daniel menjawab, "Ya raja, semoga kekallah hidupmu!
Allahku telah mengutus malaikat-Nya
untuk mengatupkan mulut singa-singa.
Maka aku tidak diapa-apakan,
karena ternyata aku tidak bersalah di hadapan Allahku.
Demikian pula terhadap Tuanku, ya Raja, aku tidak bersalah."
Raja sangat sukacita
dan memberi perintah supaya Daniel ditarik dari dalam gua itu.
Maka ditariklah Daniel dari dalam gua.
Ternyata tidak ada luka sedikit pun padanya,
karena ia percaya kepada Allahnya.
Kemudian atas perintah raja,
ditangkaplah orang-orang yang telah menuduh Daniel,
dan dilemparkan ke dalam gua singa,
baik mereka sendiri maupun anak isteri mereka.
Belum lagi mereka sampai ke dasar gua,
singa-singa itu telah menerkam mereka,
bahkan meremukkan tulang-tulang mereka.
Kemudian raja Darius mengirim surat
kepada orang-orang dari segala bangsa,
suku bangsa dan bahasa, yang mendiami seluruh bumi, bunyinya,
"Bertambah-tambahlah kiranya kesejahteraanmu!
Bersama ini kuberikan perintah,
bahwa di seluruh kerajaan yang kukuasai
orang harus takut dan gentar terhadap Allahnya Daniel,
sebab Dialah Allah yang hidup, yang kekal untuk selamanya;
pemerintahan-Nya tidak akan binasa
dan kekuasaan-Nya tidak akan berakhir.
Dia melepaskan dan menolong,
dan mengadakan tanda dan mujizat di langit dan di bumi.
Dialah yang melepaskan Daniel dari cengkaman singa-singa."

Demikianlah sabda Tuhan!

Bacaan Injil
Luk 21:20-28
Yerusalem akan diinjak-injak oleh para bangsa asing
sampai genaplah zaman bangsa-bangsa itu.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,
"Apabila kalian melihat Yerusalem dikepung oleh tentara,
ketahuilah bahwa keruntuhannya sudah dekat.
Pada waktu itu orang-orang yang berada di Yudea
harus melarikan diri ke pegunungan,
orang-orang yang ada di dalam kota harus mengungsi,
dan orang-orang yang berada di pedusunan
jangan masuk lagi ke dalam kota.
Sebab itulah masa pembalasan dan genaplah semua yang tertulis.
Celakalah para ibu yang sedang hamil
atau yang sedang menyusui bayi pada masa itu!
Sebab kesesakan yang dahsyat akan menimpa seluruh negeri,
dan murka akan menimpa bangsa ini.
Mereka akan tewas oleh mata pedang
dan diangkut sebagai tawanan ke segala bangsa.
Yerusalem akan diinjak-injak
oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah,
sampai genaplah zaman bangsa-bangsa itu."
Dan akan tampaklah tanda-tanda pada matahari, bulan dan bintang-bintang.
Bangsa-bangsa di bumi akan ketakutan dan bingung menghadapi deru dan gelora laut.
Orang akan mati ketakutan karena cemas
berhubung dengan segala sesuatu yang menimpa bumi ini,
karena kuasa-kuasa langit bergoncangan.
Pada waktu itu
orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan
dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.
Apabila semuanya itu mulai terjadi,
bangkitlah dan angkatlah mukamu,
sebab penyelamatanmu sudah dekat."

Demikianlah Injil Tuhan!

RENUNGAN SINGKAT:
"BERIMANLAH TERUS DAN LAKSANAKAN IMAN ITU TERUS."

Dalam Injil Yesus meramalkan akhir dunia dengan segala tanda tanda yang terjadi. Tentu kita bisa kemudian melanjutkan pertanyaan, kapankah itu akan terjadi. Sudah ada begitu banyak tanda yang terjadi, yang hampir hampir mirip seperti yang Yesus katakan, tetapi akhir dunia belum juga datang. Terus pertanyaan nya, bagaimana ini?
Untuk saya pribadi, untuk kita semua yang beriman pada Kristus, yang mengikuti Dia secara teguh, sebenarnya tidak teralu penting, kapan akhir dunia itu akan tiba. Yang paling penting, hemat saya, adalah bagaimana iman kita akan Yesus itu terus kuat dan tidak goyah ditengah tengah segala kesusahan dan hal hal buruk yang terjadi. Yang paling penting adalah kita tetap teguh dan kuat dalam iman akan Yesus, dan terus membuat iman itu menjadi hidup dalam kehidupan sehari hari. Yang terpenting adalah iman itu dilaksanakan dan dipraktekkan. Kalau itu yang terjadi, maka bagi masing masing kita, adalah tidak penting lagi kapan akhir dunia itu akan terjadi, karena apa? Karena kita semua tetap teguh dalam iman dan dalam pelaksanaan nya yang membuat kita masing masing selalu siap.
Kesiapsediaan itulah yang mesti terus kita perjuangkan dalam hidup kita. Oleh karena itu, teruslah memberi kesaksian tentang Yesus dalam hidup setiap hari. Amin.
Roh Kudus menguatkan dan memampukan kita. Dalam Nama Tuhan Yesus. Amin.

DOA:
Tuhan Yesus terima kasih atas segala karuniaMu dan penyertaanMu. Ampunilah dosa dan salah kami. Bantulah kami untuk terus setia pada iman kami akan Engkau dan terus mengamalkannya dalam hidup setiap hari. Amin.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita semua (Dan Keluarga) dan seluruh hari kita
🙏🙏🙏🛐🛐🛐✝✝✝


Salam dalam Kasih Tuhan Yesus,


RP. Lukas Gewa Tiala (Adi), SVD.
========================================================================
BERTOBATLAH
( Lukas 21 : 20-28 )

Berkaitan dengan pertanyaan para murid di ayat 7, Yesus memberitahukan bahwa kehancuran Yerusalem akan ditandai dengan kedatangan tentara yang mengepung Yerusalem (20)

Musuh akan menduduki Yerusalem dan mengincar orang Israel. Akibatnya bencana datang dan maut pun mengancam (23-24)

Oleh karena itu, Yesus menyarankan agar orang-orang yang tinggal di Yerusalem pergi mengungsi demi keselamatan mereka.

Yerusalem akan menjadi tempat yang tidak aman untuk bermukim karena akan dihancurkan (21). Betapa mengerikan dan terhina nasib penduduk Yerusalem! Tersingkir dari kotanya sendiri karena pendudukan tentara musuh.

Kata-kata Yesus ini memang menakutkan para muridNya tetapi +/- empat puluh tahun setelah Ia wafat, tepatnya pada tahun 70M, kota Yerusalem dikepung dan dihancurkan oleh Titus dan pasukannya

Para murid merasa bahwa kehancuran kota Yerusalem bukan lagi  hal yang yang baru karena sudah dikatakan Yesus sendiri dan kini digenapi. Mereka juga berpandangan bahwa akhir zaman itu sama dengan peristiwa penghancuran kota Yerusalem.

Mengapa Allah mengizinkan semua itu terjadi atas umat-Nya? Menurut Yesus, hal itu merupakan penghukuman Ilahi atas ketidaksetiaan mereka kepada Allah (22)

Sebab itu bangsa musuhpun dipakai Allah sebagai alat penghukuman bagi Israel. Merekalah yang akan menduduki Yerusalem untuk sementara waktu sampai saatnya tiba, yaitu saat rencana Tuhan genap (25).

Jika kita ikuti perkembangan kekristenan kemudian, kita dapat menemukan  bahwa peristiwa ini kemudian berdampak pada terbukanya kesempatan bagi bangsa-bangsa di luar Yahudi untuk mendengar dan menyambut Injil, berita sukacita yang menyelamatkan orang dari kegelapan dosa

Kalau kita mengingat awal pemilihan Allah atas bangsa Israel sampai kemudian harus tercerai berai sebagai akibat penghukuman terhadap mereka.  Maka kita dapat pahami bahwa ketidak taatan dan perlawanan terhadap Allah yang terjadi berulang-ulang   membuat orang harus berhadapan dengan murka Allah suatu saat

Kasih dan kebaikan Allah memang akan memberi kesempatan kepada manusia untuk bertobat

Namun bila manusia terus menerus keras kepala dan mengeraskan hati serta menebalkan telinga terhadap peringatan Allah, maka bukan hal yang mengherankan bila suatu saat orang itu akan menghadapi murka Allah

Sabda Tuhan pada hari ini mengundang kita untuk bijaksana di dalam hidup. Kita tidak  harus tetap berada dalam zona pesimisme yang berlebihan ketika mengalami penderitaan dan kemalangan

Terkadang kita putus asa dan mengatakan Tuhan tidak memperhatikan kita lagi. Tuhan sudah melupakan kita sehingga Tuhan ditinggalkan begitu saja.

Kadang-kadang pengalaman yang menakutkan, tanda-tanda zaman yang heboh membuat kepercayaan kepada Tuhan menjadi luntur. Namun Sabda Tuhan ini memberikan "harapan baru" bagi kita semua bahwa Tuhan ada dan Dia adalah satu-satunya penyelamat kita

Hari ini bangunlah harapan baru dan iman bahwa Tuhan Yesus adalah satu-satunya bukan salah satu penyelamat kita

Apakah anda percaya Yesus adalah satu-satunya penyelamat dan pembebas kita? Selidikilah bathinmu, buanglah jimat-jimat yang melekat di dalam hidupmu! Ingatlah pesan Tuhan bagi kita hari ini: "Bangkitlah dan angkatlah mukamu sebab penyelamatanmu sudah dekat!" (Luk 21:28)

Lalu kapan anda bertobat? Tunggu murka Allah? Sebaiknya jangan. Lakukanlah segera!

========================================================================

Kamis, 28 Nov 2019
Lukas 21:20-28

Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaanNya. Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat.

Seruan pertobatan bahwa Kerajaan Allah sudah dekat bukanlah semata untuk menakut-nakuti kita, tetapi justru karena begitu cintanya Tuhan kepada kita, Dia tidak ingin kehilangan kita, Dia ingin kita selalu dekat denganNya karena jiwa kita terlalu berharga bagiNya. Saat iman ini ada dalam diri kita, kita percaya bahwa kita sungguh dicintaiNya dan sungguh berharga, kita tidak akan mengecewakan hati Allah. Kita akan berjuang untuk terus hidup kudus bukan karena takut padaNya, tapi karena kita tidak ingin terpisah dari Bapa yang begitu mengasihi kita.

Sama ketika dalam keluarga, kita begitu saling mengasihi, tentulah kita tidak ingin mengecewakan satu sama lain. Akan berusaha menyenangkan dan membawa kebahagiaan satu sama lain.

Ya Tuhan ampunilah aku orang berdosa ini. Aku mau terus menyenangkan hatiMu ya Tuhan. Tarik terus aku di hadiratMu. Amin.

RENUNGAN HARIAN PEKAN BIASA XXXIV. RABU, 27 NOVEMBER 2019. BACAAN: Dan. 5: 1-6.13-14.16-17.23-28. Luk.21:12-19.

Bacaan Liturgi 27 November 2019

Hari Biasa, Pekan Biasa XXXIV

Bacaan Pertama
Dan 5:1-6.13-14.16-17.23-28
Tampaklah jari-jari tangan manusia yang menulis pada dinding.
Pembacaan dari Nubuat Daniel:

Sekali peristiwa Raja Belsyazar mengadakan perjamuan besar
untuk para pembesarnya, seribu orang jumlahnya.
Di hadapan seribu orang itu raja minum-minum anggur.
Dalam kemabukan anggur,
Belsyazar menitahkan orang mengambil perkakas emas dan perak
yang telah dibawa oleh Nebukadnezar, ayahnya, dari dalam Bait Suci di Yerusalem.
Sebab Belsyazar dan para pembesarnya,
para isteri dan gundik mereka,
ingin minum dari perkakas itu.
Maka dibawalah perkakas emas dan perak,
yang dirampas dari dalam Bait Suci, Rumah Allah di Yerusalem.
lalu raja dan para pembesarnya, para isteri dan gundik mereka,
minum dari perkakas itu.
Mereka minum anggur dan memuji-muji para dewa
yang dari emas dan perak, tembaga, besi, kayu dan batu.
Pada waktu itu juga tampaklah jari-jari tangan manusia,
menulis pada kapur dinding istana raja, di depan kaki dian.
Raja sendiri melihat punggung tangan yang sedang menulis itu.
Maka raja menjadi pucat dan pikirannya menggelisahkan dia;
sendi-sendi pangkal pahanya menjadi lemas dan lututnya berantukan.
Lalu dibawalah Daniel menghadap raja.
Bertanyalah raja kepada Daniel,
"Engkaukah Daniel,
salah seorang buangan yang diangkut ayahku dari tanah Yehuda?
Telah kudengar bahwa engkau penuh dengan roh para dewa,
dan memiliki kecerahan akal budi dan hikmat yang luar biasa.
Akupun telah mendengar bahwa engkau dapat memberikan makna
dan dapat menguraikan kekusutan.
Oleh sebab itu jika engkau dapat membaca tulisan itu
dan dapat memberitahukan maknanya kepadaku,
maka kepadamu akan dikenakan pakaian dari kain ungu
dan pada lehermu akan dikalungkan rantai emas,
dan dalam kerajaan ini
engkau akan mempunyai kekuasaan sebagai orang ketiga."
Kemudian Daniel menjawab raja,
"Tak usahlah Tuanku memberi hadiah;
berikanlah kepada orang lain saja!
Namun demikian, aku akan membaca tulisan itu bagi Tuanku
dan memberitahukan maknanya.
Tuanku telah menyombongkan diri terhadap Yang Berkuasa di ssurga:
perkakas dari Bait-Nya dibawa orang kepada Tuanku.
Lalu Tuanku dan para pembesar, para isteri dan para gundik Tuanku
telah minum anggur dari perkakas itu.
Tuanku telah memuji-muji para dewa dari perak dan emas,
dari tembaga, besi, kayu dan batu,
yang tidak dapat melihat atau mendengar ataupun mengetahui.
Tuanku tidak memuliakan Allah,
yang menggenggam nafas Tuanku
dan menentukan segala jalan Tuanku.
Sebab itu Ia memerintahkan punggung tangan itu,
dan dituliskanlah tulisan ini.
Beginilah tulisan itu, 'Men, men, tek l ufarsin.'
Dan beginilah makna perkataan itu,
'Men' artinya masa pemerintahan Tuanku dihitung oleh Allah dan telah diakhiri.
'Tek l'artinya Tuanku telah ditimbang dengan neraca dan didapati terlalu ringan;
'Urfasin,' kerajaan Tuanku dipecah
dan diberikan kepada orang Media dan Persia."

Demikianlah sabda Tuhan!

Bacaan Injil
Luk 21:12-19
Karena nama-Ku kalian akan dibenci semua orang.
Tetapi  tidak sehelai pun rambut kepalamu akan hilang.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:

Pada waktu itu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,
"Akan datang harinya kalian akan ditangkap dan dianiaya.
Karena nama-Ku kalian akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat,
dimasukkan ke dalam penjara,
dan dihadapkan kepada raja-raja dan para penguasa.
Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi.
Sebab itu tetap teguhlah di dalam hatimu,
jangan kalian memikirkan lebih dahulu pembelaanmu.
Aku sendirilah yang akan memberi kalian kata-kata hikmat,
sehingga kalian tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu.
Dan kalian akan diserahkan juga oleh orangtuamu,
saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu,
dan beberapa orang di antaramu akan dibunuh;
karena nama-Ku kalian akan dibenci semua orang.
Tetapi tidak sehelai pun rambut kepalamu akan hilang.
Kalau kalian tetap bertahan, kalian akan memperoleh hidupmu."

Demikianlah Injil Tuhan!

RENUNGAN SINGKAT:
"JANGAN KUATIR, JANGAN TAKUT."

Menjadi pengikut Yesus bukanlah hal yang mudah. Ada begitu banyak tantangan dan cobaan yang akan menghampiri. Dalam Injil hari ini, Tuhan Yesus mengingatkan kembali akan konsekuensi penderitaan dan kesusahan yang akan dialami sebagai pengikutNya. Penganiayaan, pembunuhan, dibenci akan menjadi bagian hidup dari para pengikut Yesus. Tapi Yesus juga berjanji seperti kita baca dan dengar bahwa hikmat akan diberikan, hidup akan diperoleh, hidup yang abadi bersama Tuhan Yesus dalam KerajaanNya.
Dengan demikian, kita diundang untuk terus SETIA, dan jangan pernah ragu akan kasih penyertaan Tuhan sepanjang hidup. Kita teruslah setia mengamalkan hidup sebagai pengikut Kristus yang selalu membawa kasih dan cinta kemana saja kita melangkah. Semoga.
Roh Kudus menguatkan dan memampukan kita. Dalam Nama Tuhan Yesus. Amin.

DOA:
Tuhan Yesus terima kasih atas segala karuniaMu dan penyertaanMu. Ampunilah dosa dan salah kami. Bantulah kami untuk tidak pernah takut dan ragu, dan jadikanlah kami terus setia hidup dalam kesaksian akan Tuhan. Amin.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita semua (Dan Keluarga) dan seluruh hari kita
🙏🙏🙏🛐🛐🛐✝✝✝

Salam dalam Kasih Tuhan Yesus,


RP. Lukas Gewa Tiala (Adi), SVD.
========================================================================
RENUNGAN HARIAN PEKAN BIASA XXXIV. RABU, 27 NOVEMBER 2019. BACAAN: Dan. 5: 1-6.13-14.16-17.23-28. Luk.21:12-19.
OLEH : RD. JOHN KOTA SANDO.

Para motivator besar selalu mengatakan hal ini: Bahwa tantangan dan kesulitan yang kita alami bukan untuk dihindari, tetapi untuk dihadapi. Semakin kita menghindar, semakin pula tantangan dan kesulitan itu mengejar kita. Kita harus menghadapi semuanya itu dengan jiwa besar dan sikap optimis, karena dengan pertolongan Tuhan setiap persoalan itu akan ada jalan keluarnya. Berpikir positif juga sangat diperlukan, ketika kita menghadapi banyak persoalan, agar dengan itu kita dapat membangun suatu keyakinan dalam diri kita, bahwa setiap persoalan yang kita alami ada hikmahnya untuk diri kita. Maka ketika kita menghadapi persoalan tetaplah bersyukur, karena di situ kita akan bertumbuh untuk maju. Ketika kita bertemu dengan banyak masalah tetaplah bersyukur, karena hal itu akan membuat kita lebih dewasa dalam menghadapi kesulitan. Ketika kita berbuat salah tetaplah bersyukur, karena hal itu memberikan kita sebuah pelajaran berharga. Bahkan ketika kita gagal tetaplah bersyukur, karena itulah cara Tuhan mengajarkan kepada kita apa arti sebuah kesungguhan dan kerja keras.
Begitupun juga dalam kehidupan iman kita sebagai pengikut Kristus. Tak semuanya penuh romantika yang membahagiakan. Malahan semakin kita dekat pada Tuhan, semakin banyak pula tantangan yang kita hadapi. Mungkin saja dalam situasi ini iman kita menjadi rapuh, lalu mulai mempertanyakan keterlibatan Tuhan untuk menolong kita.  Bukan berarti  Tuhan itu diam dan tidak peduli. Ia sedang menguji kesetiaan dan keteguhan iman kita. Tapi kita harus ingat, bahwa selalu ada "blessing in this guise" (berkat di balik kesulitan) di setiap masalah yang kita hadapi. Mengapa? Karena Tuhan tidak pernah sedikitpun merancang sebuah bencana atas kehidupan kita.
Yesus mengingatkan kita semua melalui bacaan Injil hari ini (Luk.21:22-19), bahwa karena namaNya dan juga karena iman kita kepadaNya, sebagaimana dialami para muridNya, kita akan dibenci, dianiaya, dipenjarakan bahkan dibunuh. Dan hal tersebut masih kita alami sampai saat ini, walaupun dalam bentuk dan situasi yang berbeda. Yesus menguatkan kita supaya jangan menghindar, tetapi menghadapinya dengan jiwa besar, malah hal itu menjadi kesempatan bagi kita untuk bersaksi tentang siapa Yesus itu bagi kita.
Tuhan tidak akan membiarkan kita berjuang sendirian. Ia akan selalu menyertai dan melindungi kita, sebagaimana Ia sendiri bersabda: "Tidak sehelai pun rambut kepalamu akan hilang. Kalau kalian tetap bertahan, kalian akan memperoleh hidupmu" (Luk.21:18-19). Bacaan pertama (Dan.5:1-28) menegaskan hal ini pada kita, bahwa ketika kita tidak lagi mengandalkan Tuhan atau mendurhakaiNya, maka setiap kesulitan yang kita hadapi akan berujung kepada kehancuran. Tetapi kalau kita mengandalkan Tuhan dan mencintai Dia seutuhnya, maka kesulitan itu akan berubah menjadi berkat di dalam kehidupan kita. Kerajaan dan kuasa raja Nebukadnezar hancur berantakkan, karena ia tidak setia kepada Allah, tetapi menyembah berhala kepada dewa-dewa.

Tuhan tidak pernah menjanjikan perjalanan yang menyenangkan, tetapi Ia menjanjikan pelabuhan yang aman. Tuhan tak pernah janji bahwa langit selalu biru, tetapi dia berjanji selalu menyertai. Tuhan tak pernah janji bahwa jalan selalu rata, tetapi Ia berjanji berikan kekuatan. Berbahagialah kita yang selalu mengandalkan Tuhan dalam setiap kesulitan hidup yang kita alami. Karena Tuhan akan merubah semuanya menjadi berkat dan membuat segalanya menjadi indah pada waktunya. Mujizat itu nyata bagi orang yang percaya kepadaNya.
A M I N.
========================================================================

Bacaan dan renungan Sabda Tuhan hari Rabu pekan biasa ke-34, 27 November 2019

DIRIMU SEHARGA SEHELAI RAMBUT

Renungan kita pada hari ini bertema: Dirimu Seharga Sehelai Rambut. Kitab Daniel pada hari ini menggambarkan raja Belsasar dan para tamunya yang sedang berpesta tampak ketakutan luar biasa. Mereka melihat sabda Tuhan yang diungkapkan sebegitu provokatif, yaitu penglihatan sebuah tangan misterius sedang menulis firman Tuhan di dinding (Daniel 5,5dst). Lalu raja sangat ingin tahu makna kata-kata di dinding itu. Ia meminta pemuda Daniel orang Yahudi itu untuk menjelaskannya.

Tuhan juga menulis aneka macam sabda-Nya di dunia ini melalui tulisan para utusan-Nya. Mereka telah menulis sabda Tuhan pada gulungan-gulungan berbahan kulit tumbuhan, yang kemudian dibaharui menjadi kitab suci. Sabda Tuhan itu, dalam proses penulisannya, ditulis dengan cara yang luar biasa bahkan agak provokatif. Selanjutnya firman itu hidup dengan begitu luar biasa dalam diri orang-orang yang percaya, ketika mereka mendengarkan Sabda dengan sangat baik dan setia, lalu mewartakannya.

Berbeda suasananya dengan tulisan firman Tuhan pada dinding yang dibaca raja Belsasar, kita memiliki kitab suci di ruangan atau di atas meja-meja kita. Kitab suci- kitab suci itu telah menghuni tempatnya di sana sekian waktu tertentu. Kita sering tidak menyadari kapan kita suci itu ditulis, penulisannya bagaimana, berapa lama menulisnya dan siapa saja yang menulis. Pertanyaan yang lebih serius dan mendalam adalah tentang isi dan makna kitab suci persisnya seperti apa. Karena banyak dari kita kurang membaca, maka kurang juga memahaminya.

Kalau memang pernah atau suka membaca, seseorang dapat menemukan sejumlah pesan yang ada di dalamnya. Jika memang ada begitu banyak yang tidak dipahami, itu adalah pengalaman umum. Dari situ datang rasa ingin tahu. Karena jika orang tidak pernah atau tidak suka membacanya, tentu rasa ingin tahu tidak ada juga. Raja memberikan contoh, yaitu bahwa kita memang perlu mempunyai rasa ingin tahu dan bertanya tentang firman Tuhan. Para murid dan rasul Yesus juga selalu bertanya kepada Sang Guru, isi dan makna firman Tuhan.  Pada hari-hari ini, mereka bertanya tentang akhir zaman dan mereka memperoleh jawaban yang tegas dan pasti dari Yesus.

Hari ini jawaban Yesus lebih tegas lagi, yaitu harga akhir zaman bagi para pengikut amat mahal. Harga itu berupa pengorbanan diri dengan rela untuk mengikuti teladan sang Guru agung Yesus Kristus. Sehelai rambut juga harganya sama dengan seluruh diri kita masing-masing. Seluruh diri itu begitu mahal dan penting untuk diselamatkan. Melalui semua bentuk kesulitan, penderitaan dan penganiayaan, setiap bagian dan seluruh diri kita ditakdirkan untuk selamat.


Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Allah maha mulia, semangatilah kami untuk selalu memiliki rasa ingin tahu akan setiap firman dan kehendak-Mu. Kemuliaan kepada Bapa... Dalam nama Bapa...

========================================================================

RABU, 27 NOVEMBER 2019

Bacaan Liturgi

Hari Biasa, Pekan Biasa XXXIV

Bacaan Injil
Luk 21:12-19

Karena nama-Ku kalian akan dibenci semua orang.
Tetapi  tidak sehelai pun rambut kepalamu akan hilang.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:

Pada waktu itu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,
"Akan datang harinya kalian akan ditangkap dan dianiaya.
Karena nama-Ku kalian akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat,
dimasukkan ke dalam penjara,
dan dihadapkan kepada raja-raja dan para penguasa.
Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi.
Sebab itu tetap teguhlah di dalam hatimu,
jangan kalian memikirkan lebih dahulu pembelaanmu.
Aku sendirilah yang akan memberi kalian kata-kata hikmat,
sehingga kalian tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu.

Dan kalian akan diserahkan juga oleh orangtuamu,
saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu,
dan beberapa orang di antaramu akan dibunuh;
karena nama-Ku kalian akan dibenci semua orang.

Tetapi tidak sehelai pun rambut kepalamu akan hilang.
Kalau kalian tetap bertahan, kalian akan memperoleh hidupmu."

Demikianlah Injil Tuhan.
======================
SIRAMAN ROHANI                                                                                                               
Rabu, 27 November 2019                                                                                                     
RP Fredy Jehadin, SVD

Tema: Penderitaan Adalah Satu Kesempatan Untuk Bersaksi Akan Kristus!                                                           Lukas 21: 12-19

Saudara-saudari…. Pada suatu kesempatan saya mengunjungi seorang teman yang lagi sakit. Ia sudah difonis oleh dokter kesehatannya, bahwa menurut ilmu medis semua anggota tubuhnya semakin lemah dan tidak bisa bekerjasama lagi dengan obat-obat yang dikonsumsinya. Sewaktu saya datang ke kamarnya, dengan senyum dia menyambut kedatanganku.  Badannya semakin lemah dan tubuhnya yang dulunya begitu besar dan tegar kini tinggal membungkus tulang. Sungguh menyedihkan, khususnya bagi saya yang sudah lama mengenal dia, sebagai teman kerja dan konfrater dalam Serikat yang sama. Rupanya dia membaca perasaan dan pikiran saya. Tiba-tiba dia bertanya: “Apa yang sedang Fredy pikirkan? Sepertinya anda sedih? Jangan sedih teman, kita harus bahagia. Tempat hidup kita yang sesungguhnya bukanlah di sini! Tempat kita adalah surga! Saya sudah siap dan hatiku bersuka-cita menghadap Tuhan, yang selalu kuwartakan, baik di lapangan maupun di tempat saya berbaring di tempat ini. Sakit yang saya alami saat ini adalah satu kesempatan yang indah bagiku untuk menyaksikan penderitaan Kristus. Penderitaanku sangat sedikit, tidak bisa dibandingkan dengan penderitaan Kristus, yang bergantung di antara langit dan bumi, kedua kaki dipaku, kedua tangan dipaku, lambung ditikam, sambil mahkota duri melingkar di kepala-Nya. Saya harus bersyukur karena saya bisa merasakan sedikit penderitaan Kristus.”
Temanku ini sungguh sudah melihat penderitaan atau sakitnya sebagai satu kesempatan untuk menyaksikan Kristus yang disalib. Sungguh kagum rasanya di saat saya mendengarkan kesaksian iman temanku ini. Temanku sudah mengajar saya apa artinya penderitaan. Temanku ini sudah menjalankan apa yang sudah dikatakan Yesus dalam Injil-Nya hari ini. Kata-Nya: “Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi.” Penderitaan apa pun yang kita alami dalam hidup, kalau dilihat dari segi iman dan selalu dianggap sebagai bagian dari partisipasi kita dalam penderitaan Kristus, maka semua penderitaan itu akan dilalui dengan penuh kesabaran dan sukacita. Seperti St. Stefanus, martir Kristus pertama: selagi dia dirajam, ia tetap memuji dan memuliakan Tuhan. Penderitaan dilihatnya sebagai kesempatan untuk memuji dan memuliakan Tuhan. Penderitaan tidak dilihatnya sebagai siksaan atau hukum, tetapi kesempatan untuk merasakan sedikit penderitaan Kristus di salib dalam rangka menyelamatkan manusia.

Saudara-saudari… Penderitaan dan kesulitan hidup akan selalu datang dalam hidup kita. Sebagai orang beriman, kita tidak perlu lari dari penderitaan, tetapi hadapi, tidak perlu menyalahkan orang lain, tetapi mari kita mencari solusi. Allah membekali kita dengan akal budi, hati nurani, iman dan kemampuan agar kita mampu bertahan dan dapat menghadapi penderitaan hidup itu. Penderitaan hidup akan membuat kita semakin yakin akan kebaikan Tuhan dan pertolonganNya yang selalu datang tepat pada waktunya.

Bersama Bunda Maria kita berdoa: Tuhan sadarkanlah kami agar kami selalu melihat penderitaan atau sakit sebagai satu kesempatan yang indah untuk turut berpartisipasi dalam penderitaan-Mu dan menjadi saksi-Mu yang setia. Dalam nama Kristus, kami berdoa! Amen!
========================================================================
Rabu, 27 November 2019
Pekan Biasa XXXIV
¤ Dan. 5:1-6.13-14.16-17.23-28
¤ MT.Dan. 3:62,63,64,65,66,67
¤ Luk. 21:12-19
"Testimonium"
~ Kesaksian ~
   Inilah sikap iman yang dinyatakan dalam hidup sehari-hari. Sikap iman ini membutuhkan kekuatan dari Roh Allah sendiri.
   Mengacu pada bacaan Injil hari ini, Yesus mengingatkan kita agar tetap waspada dan siap sedia serta berani memberikan kesaksian iman ketika kita dihadapkan pada ‘tantangan dan rintangan’ sebagai orang beriman.
   Adapun semangat yang mendorong tetap berani berikan kesaksian iman, antara lain:
1. Kesetiaan
   Kesetiaan kepada Yesus Kristus dan salib-Nya diyakini sebagai satu-satunya kunci keselamatan.
   Di sinilah kita diingatkan agar peka dan jeli membaca tanda-tanda zaman serta tetap percaya pada Yesus yang telah mengatasi derita dengan jaya dalam kemenangan Paskah karena kesetiaan pada BapaNya.
2. Kecintaan
   Kecintaan mewartakan kasih Allah dan percaya janjiNya diyakini bila kita tetap setia bertahan sampai akhir akan mendapatkan kebahagiaan abadi bersama para kudusNya.
   Di sinilah Yesus memberi jaminan setia menyertai dan membela serta meneguhkan kesaksian hidup dan iman akan nama-Nya. Yesus sendiri telah mengalami konsekuensi dari kesaksian-Nya tentang cinta Allah Bapa hingga wafat di salib.
   Saudaraku, mari berlajar dari hal-hal sederhana dalam hidup kita. Hal-hal sederhana itu kita lihat dan hayati dalam kerangka hidup sebagai orang beriman.
   Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus bersama Bunda Maria selalu menyertai kita sekeluarga yang mau terus berlajar beriman. Amin.
========================================================================
[05:32, 11/27/2019] Sugeng Basuki: Luk. 21:12-19 ~ Rabu
Menjadi murid Yesus TIDAK LEPAS dari PENGANIAYAAN, KESULITAN untuk BERSAKSI.
"Sebab itu TETAP TEGUHLAH di dalam HATIMU... AKU SENDIRILAH yang akan memberi kalian KATA-KATA HIKMAT sehingga kalian tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu."
YESUS SENDIRI memberi JAMINAN PEMBELAANNYA. Kita diminta untuk tetap SETIA dan KREATIF sebagai murid-muridNya.
PENCOBAAN justru akan semakin MENUMBUH-KEMBANGKAN iman kita!
Saudaraku, bagaimana dengan iman Anda sendiri?
JLU.


[05:32, 11/27/2019] Sugeng Basuki: DOA:
Ya Tuhan, ajarilah kami selalu melihat hidup ini dengan kacamata iman.
Sertailah kami agar mampu bertahan dan setia ketika mengalami rintangan dan tantangan sehingga hidup kami semakin memancarkan hidup-Mu sendiri. Amin.


RENUNGAN HARIAN PEKAN BIASA XXXIV. SELASA, 26 NOVEMBER 2019. BACAAN : Dan. 2:31-45. Luk.21:5-11.

*Bacaan Liturgi 26 November 2019*

*Hari Biasa, Pekan Biasa XXXIV*

*Bacaan Pertama*
*Dan 2:31-45*
Allah akan mendirikan suatu kerajaan yang takkan binasa selama-lamanya,
dan akan meremukkan segala kerajaan.
Pembacaan dari Nubuat Daniel:

Pada waktu itu Daniel berkata kepada Raja Nebukadnezar,
"Ya raja, Tuanku melihat suatu penglihatan,
yakni sebuah patung yang besar!
Patung ini tinggi, berkilau-kilauan luar biasa, berdiri tegak di hadapan tuanku, dan tampak mendahsyatkan.
Adapun patung itu kepalanya dari emas tua, dada dan lengannya dari perak, perut dan pinggangnya dari tembaga,
pahanya dari besi,
sedang kaki serta jari-jarinya
sebagian dari besi dan sebagian dari tanah liat.
Sementara Tuanku melihatnya,
sebuah batu terungkit lepas tanpa perbuatan tangan manusia.
Batu itu menimpa patung itu
tepat pada kakinya yang dari besi dan tanah liat itu,
sehingga remuk.
Maka sekaligus diremukkan juga
besi, tanah liat, tembaga, perak dan emas itu.
Semuanya menjadi seperti sekam yang dihembus angin,
di tempat pengirikan pada musim panas,
sehingga tidak ada bekas-bekasnya lagi.
Tetapi batu yang menimpa patung itu menjadi gunung besar
yang memenuhi seluruh bumi.
Itulah mimpi Tuanku.
Adapun maknanya akan kami jelaskan sekarang kepada Tuanku Raja.
Ya Tuanku Raja, raja segala raja!
Kepada Tuanku Allah semesta langit telah memberikan kerajaan,
kekuasaan, kekuatan dan kemuliaan.
Ke dalam tangan Tuanku telah diserahkan-Nya
semua manusia, di mana pun mereka berada,
juga binatang-binatang di padang dan burung-burung di udara.
Tuanku telah diberinya kuasa atas semuanya itu.
Maka Tuankulah kepala yang dari emas itu.
Tetapi sesudah Tuanku akan muncul suatu kerajaan lain,
yang kurang besar dari kerajaan Tuanku;
kemudian suatu kerajaan lagi, yakni yang ketiga, dari tembaga,
yang akan berkuasa atas seluruh bumi.
Sesudah itu akan ada kerajaan yang keempat, yang keras seperti besi,
tepat seperti besi yang meremukkan dan menghancurkan segala sesuatu.
Seperti besi yang menghancurluluhkan,
maka kerajaan itu akan meremukkan dan menghancurluluhkan semuanya.
Dan seperti Tuanku lihat
kaki dan jari-jarinya sebagian dari tanah liat tukang periuk
dan sebagian lagi dari besi,
itu berarti, bahwa kerajaan itu terbagi.
Memang kerajaan itu juga keras seperti besi,
sesuai dengan yang Tuanku lihat, besi itu bercampur dengan tanah liat.
Sebagaimana kaki dan jari-jari kaki itu
sebagian dari besi dan sebagian dari tanah liat,
demikianlah kerajaan itu sebagian keras dan sebagian rapuh.
Seperti Tuanku lihat besi bercampur dengan tanah liat, itu berarti:
mereka akan bercampur karena perkawinan,
tetapi tidak akan merupakan satu kesatuan,
seperti besi tidak dapat bercampur dengan tanah liat.
Lalu pada zaman raja-raja itu,
Allah semesta langit akan mendirikan suatu kerajaan
yang takkan binasa selama-lamanya.
Kekuasaannya takkan beralih lagi kepada bangsa lain.
Kerajaan itu akan meremukkan segala kerajaan dan melenyapkannya,
tetapi kerajaan itu sendiri akan tetap untuk selama-lamanya.
Hal itu telah Tuanku lihat,
yaitu bahwa tanpa perbuatan tangan manusia
sebuah batu terungkit lepas dari gunung
dan meremukkan besi, tembaga, tanah liat, perak serta emas.
Allah yang maha besar telah memberitahukan kepada Tuanku Raja,
apa yang akan terjadi di kemudian hari.
Mimpi itu benar dan maknanya dapat dipercaya."

Demikianlah sabda Tuhan!

*Bacaan Injil*
*Luk 21:5-11*
Tidak ada satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:

Ketika itu beberapa orang berbicara tentang Bait Allah
dan mengagumi bangunan yang dihiasi dengan batu indah, dan berbagai macam barang persembahan.
Tetapi Yesus berkata kepada mereka,
"Akan tiba harinya segala yang kalian lihat di situ diruntuhkan,
dan tidak akan ada satu batu pun
dibiarkan terletak di atas batu yang lain."
Lalu murid-murid bertanya,
"Guru, bilamanakah hal itu akan terjadi?
Dan apakah tandanya, kalau itu akan terjadi?"
Jawab Yesus, "Waspadalah, jangan sampai kalian disesatkan.
Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku,
dan berkata,
'Akulah Dia' dan 'Saatnya sudah dekat.'
Janganlah kalian mengikuti mereka.
Dan bila kalian mendengar kabar tentang perang dan pemberontakan,
janganlah kalian terkejut.
Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu,
tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera."
Kemudian Yesus berkata kepada mereka,
"Bangsa akan bangkit melawan bangsa
dan kerajaan melawan kerajaan.
Akan terjadi gempa bumi yang dahsyat,
dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan.
Dan akan terjadi juga
hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit."

Demikianlah Injil Tuhan!

*RENUNGAN SINGKAT:*
*"WASPADALAH SELALU."*

Bacaan Injil hari ini mengajak kita untuk merefleksikan kata 'waspada'. Apa yang kita mengerti dari kata ini? Mungkin ada yang berkata, waspada adalah berjaga jaga. Atau waspada adalah selalu siap sedia. Atau waspada adalah sikap terus mempunyai pengharapan ditengah segala peristiwa yang kurang mengenakan atau membahagiakan.
Saudara dan saudariku, bagaimana  waspada itu dalam perspektif kita orang beriman? Waspada:
1) Tetap beriman. Sikap tidak pernah ragu akan kehadiran Tuhan, tidak pernah ragu akan adanya Tuhan.
2) Tetap berharap. Sikap tidak pernah putus asa walaupun begitu banyak cobaan dan tantangan lewat segala peristiwa pahit. Selalu berharap bahwa Tuhan hadir dan selalu menolong, dan tak pernah meninggalkan kita sendirian.
3) Tetap mencintai. Sikap terus berbuat baik. Sikap terus mencintai dan mengasihi dalam segala situasi hidup, bahkan mengasihi dan mencintai dia yang memusuhi kita.
Saudara dan saudariku, tetap hidup dalam iman, harap dan cinta adalah sikap waspada kita dalam kehidupan kita sebagai orang beriman, sebagai pengikut pengikut Yesus. Amin.
Roh Kudus menguatkan dan memampukan kita. Dalam Nama Tuhan Yesus. Amin.

*DOA:*
Tuhan Yesus terima kasih atas segala karuniaMu dan penyertaanMu. Ampunilah dosa dan salah kami. Bantulah kami untuk selalu waspada dengan selalu hidup dalam iman, harap dan Kasih. Amin.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita semua (Dan Keluarga) dan seluruh hari kita
✝✝✝🙏🙏🙏🛐🛐🛐

*Salam dalam Kasih Tuhan Yesus,*

*RP. Lukas Gewa Tiala (Adi), SVD.*

==============================================================
*SELASA, 26 NOVEMBER 2019*

Bacaan Liturgi

Hari Biasa, Pekan Biasa XXXIV

Bacaan Injil
Luk 21:5-11

Tidak ada satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:

Ketika itu beberapa orang berbicara tentang Bait Allah
dan mengagumi bangunan yang dihiasi dengan batu indah,
dan berbagai macam barang persembahan.
Tetapi Yesus berkata kepada mereka,
"Akan tiba harinya segala yang kalian lihat di situ diruntuhkan,
dan tidak akan ada satu batu pun
dibiarkan terletak di atas batu yang lain."

Lalu murid-murid bertanya,
"Guru, bilamanakah hal itu akan terjadi?
Dan apakah tandanya, kalau itu akan terjadi?"
Jawab Yesus, "Waspadalah, jangan sampai kalian disesatkan.
Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku,
dan berkata,
'Akulah Dia' dan 'Saatnya sudah dekat.'
Janganlah kalian mengikuti mereka.
Dan bila kalian mendengar kabar tentang perang dan pemberontakan,
janganlah kalian terkejut.
Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu,
tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera."

Kemudian Yesus berkata kepada mereka,
"Bangsa akan bangkit melawan bangsa
dan kerajaan melawan kerajaan.
Akan terjadi gempa bumi yang dahsyat,
dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan.
Dan akan terjadi juga
hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit."

Demikianlah Injil Tuhan.
=====================
*SIRAMAN ROHANI*                                                                                                                     Selasa, 26 November 2019                                                                                                     RP Fredy Jehadin, SVD

*Tema: Waspadalah Dan Janganlah disesatkan, Percayalah Pada Kuasa Tuhan!*                       

Lukas 21: 5-11

Saudara-saudari... Kemarin hari Senin kita mendengar ceritera tentang Daniel. Daniel diberi kemampuan oleh Tuhan untuk menafsirkan mimpi dan juga bisa melihat penampakan. Dalam bacaan pertama hari ini, dari kitab Daniel 2:31-45, kita mendengar bahwa raja Nebukadnezar melihat penampakan yaitu sebuah patung besar yang kepalanya dibuat dari emas, dada dan lengannya dari perak, perut dan pinggang dari tembaga, paha dari besi, kaki dari besi dan sebagian dari tanah liat. Kemudian patung itu dihancurkan oleh sebuah batu terlepas dari gunung tanpa perbuatan tangan manusia. Patung besar itu hancur seluruhnya oleh batu besar itu. Daniel menafsirkan bahwa betapa pun kuat dan megahnya hasil karya manusia, semuanya akan dihancurkan sekejap oleh kekuatan Tuhan. Batu yang terlepas dari gunung itu ditafsirkan sebagai kekuatan Tuhan.
Pesan untuk kita: betapa pun hebatnya pendidikan kita atau banyaknya harta duniawi yang kita miliki, semuanya akan binasa di saat Tuhan datang untuk mengambil kita. Karena itu kita berwaspadalah selalu, jangan disesatkan, sebaliknya rendah hatilah selalu dan percayalah pada Tuhan sumber segala-galanya. Kemampuan yang kita miliki adalah hadiah Tuhan; kita menjadi kaya karena Tuhan memberi kita kesehatan dan berkat.
Injil pun memberi kita peneguhan, bahwa betapa pun megahnya Bait Allah dan banyaknya persembahan yang kita kumpulkan, tetapi semuanya akan hancur di saat Tuhan datang. Yang dimaksudkan Yesus di sini adalah bahwa hasil karya manusia semuanya hanya bersifat sementara dan akan hancur semuanya. Yang diminta Tuhan agar kita selalu waspada dan siap sedia menyambut kedatang-Nya. Hidup kita di dunia ini bersifat sementara. Tuhan selalu mengingatkan kita untuk selalu percaya kepadaNya dan teguh dalam iman serta setia menjalankan perintahNya. Kita adalah kesnisah Roh Kudus. Tuhan mengharapkan agar Bait Sucinya, yaitu tubuh kita harus selalu diperkuatkan dengan doa-doa kita, dihiasi dengan bunga-bunga rohani yang bersifat kekal. Kenisah Allah atau bangunan Gereja pun, tempat kita berkumpul dan memuji Tuhan harus selalu diperhatikan agar selalu menjadi tempat kita memuji Tuhan dan menemukan Tuhan.
Waspadalah dan janganlah disesatkan oleh siapa pun, tetapi percayalah pada Tuhan. Hasil karya manusia selalu bersifat sementara dan hancur dalam perjalanan waktu, tetapi Tuhan kekal adanya dan baginya waktu-nya tidak terbatas!

Marilah saudara - saudari... Perkuatkanlah iman kita akan Tuhan dan waspadalah dan janganlah disesatkan oleh begitu banyak tawaran dari karya manusia yang kadang menjerat kehidupan moral dan iman kita. Ingatlah selalu bahwa kemampuan manusia tidak bisa mengalahkan kehebatan Tuhan! Ikutilah nasihat St. Agustinus untuk selalu rendah hati, rendah hati dan rendah hati. Kita adalah ciptaan Tuhan dan sudah seharusnya kita selalu rendah hati padaNya dan bersembah sujud pada-Nya.

Kita memohon Bunda Maria untuk mendoakan kita agar kita pun selalu rendah hati seperti dia walaupun ia sudah diangkat Tuhan menjadi Bunda Kristus. Amin.

==============================================================
RENUNGAN HARIAN PEKAN BIASA XXXIV. SELASA, 26 NOVEMBER 2019. BACAAN : Dan. 2:31-45. Luk.21:5-11.

Orang mengatakan segala sesuatu yang ada di dunia ini bisa berubah, kecuali Tuhan. Tuhan tetaplah Tuhan dari kekal sampai kekal. Maka benarlah lirik dari sebuah lagu yang berjudul "God on the mountain" : For The God on the mountain is still God in the valley. And The God of the good times is still God in the bad times. The God of the day is still God in the night (Baik di gunung maupun di lembah, Tuhan tetaplah Tuhan. Baik di waktu baik maupun di waktu buruk, Tuhan tetaplah Tuhan. Baik di siang hari maupun di malam hari, Tuhan tetaplah Tuhan). Begitupun juga ada ungkapan lain yang mengatakan: Di dunia ini tidak ada yang abadi, kecuali keabadian itu sendiri. Dan Sang Keabadian itu, tak lain adalah Allah sendiri. Sebagaimana kita dengarkan dalam bacaan Injil hari ini (Luk.21:5-11), itulah alasannya mengapa Yesus menegur orang-orang yang sibuk membicarakan dan mengagumi keindahan Bait Allah, tetapi lupa membicarakan dan mengagumi Sang keabadian yang bersemayam di dalamnya. Melalui teguran ini Yesus mengkritik kesombongan manusia yang sebatas mengagumi kebesaran dan keindahan alam ciptaan ini, tetapi lupa pada Sang PenciptaNya. Yesus mengkritik orang-orang yang hanya tahu menikmati segala yang diciptakan Tuhan, tetapi lupa bersyukur kepadaNya.
Dengan meramalkan keruntuhan Bait Allah (bdk. Luk.21:6) Yesus mau menunjukkan kepada kita adanya sebuah bangunan abadi dalam hidup kita yang tak lain adalah diriNya sendiri. Bangunan Abadi itulah yang menjadi tempat perlindungan dan keselamatan kita; tempat kita mendapatkan kedamaian dan kebahagiaan; tempat kita menimba kesejukan; tempat kita merasa nyaman dan disapa sebagai sahabat.
Bacaan pertama (Dan.2:31-45) menceritakan tentang penglihatan Daniel yang disampaikan kepada Raja Nebukadnezar, bahwa Allah akan membangun sebuah Kerajaan di Israel yakni sebuah Kerajaan yang tak akan binasa selama-lamanya (bdk. Dan.2:44). Dan Kerajaan itu adalah Kerajaan Allah sendiri yang terwujud dalam diri PuteraNya Yesus Kristus. Dalam KerajaanNya itu seluruh umat manusia senantiasa berada dalam genggaman kasihNya dan Kerajaan iblis takluk di bawah kekuasaanNya.

Sering kali kita cenderung mencari kebahagiaan semu yang tidak bertahan lama, dan bahkan kebahagiaan seperti itu sering menjerumuskan kita ke dalam dosa dan  jurang kehancuran. Sering kali kita hanya berfokus pada usaha untuk  mempercantik atau memperindah tubuh luar kita, tetapi lupa memperhatikan keindahan hati kita; keindahan jiwa dan batin kita. Ungkapan "di dunia tidak ada yang abadi, kecuali keabadian itu sendiri", mengajak kita untuk senantiasa membangun dan mengakarkan diri kita kepada Sang Keabadian itu yakni Yesus Kristus sendiri, yang adalah Jalan, Kebenaran dan Hidup kita.
A M I N.

==============================================================

*WASPADALAH*
_( Lukas 21 : 5-11 )_

*Tuhan Yesus menegur para murid yang terpesona dengan bangunan Bait Allah. Entah kenapa, banyak orang yang tertarik ingin mengetahui hal-hal yang bersifat misteri*

*Banyak orang yang jadi cari tahu tentang kebenaran perkiraan waktu akhir zaman.  Namun memuaskan rasa ingin tahu mereka jelas bukan menjadi tujuan Yesus. ( Masih ingat kehebohan film 2012? )*

Yesus berusaha menyadarkan mereka bahwa bangunan itu akan rubuh,  hancur total. Bangunan itu hanya buatan tangan manusia.

*Maka hal yang harus diperjuangkan adalah keselamatan kekal dalam diri dan sesama. Ada tantangan tersendiri bagi Gereja. Ada orang yang akan muncul dan mengaku diri sebagai Mesias. Mereka itu adalah nabi-nabi palsu*

Yesus juga mengajak para muridNya untuk waspada terhadap orang-orang yang patut dicurigakan.

Di samping itu akan ada banyak tanda yang menakutkan seperti  gempa bumi, peperangan, penyakit sampar dan kelaparan. Ini adalah  sebagian dari hal yang mengejutkan dan dashyat!

*Waspada kiranya dapat difahami sebagai _'awas pada'_  Awas berarti tajam dan tepat dalam melihat, sehingga dapat melangkah ke depan dengan aman dan damai serta tidak mudah tersesat*

*Diakhir tahun liturgy ini kita juga diajak untuk mawas diri apakah kita semakin waspada, sehingga tak mudah disesatkan oleh aneka macam bentuk godaan, rayuan, tipu daya atau jebakan*

*Saya percaya jika kita setia dalam menghayati iman  didalam hidup sehari-hari, maka kita akan menjadi orang yang waspada terhadap aneka macam perisitiwa atau apa yang akan terjadi*

Orang yang waspada juga dapat 'melihat apa yang akan terjadi', sehingga ia dapat bersiap-siaga.serta membekali diri dengan baik dalam menghadapi apa yang akan terjadi.

Aneka macam bentuk penyesatan masih terus terjadi yang dilakukan oleh orang jahat dan tak bermoral, dalam bentuk tawaran harta uang, pangkat dan kehormatan duniawi.

Pada umumnya harta benda atau uang yang menjadi alat penyesatan, mengingat dan memperhatikan cukup banyak orang yang masih bersikap mental materialistis.

Salah satu cara menghadapi godaan akan harta benda atau uang adalah hidup dan bertindak sederhana, karena dengan demikian juga akan waspada terhadap tawaran-tawaran yang menarik dan mempesona.

*Hari ini Sabda Tuhan mengingatkan kita untuk selalu siap menanti  kedatanganNya. Sikap batin kita adalah selalu siap kapan dan di mana saja kita berada dan Tuhan memanggil  kita*

*Marilah kita membaca tanda-tanda zaman dan hikmat yang kita peroleh selama hidup ini*

*_Apakah kita menyadari kehadiran Tuhan dan penyertaanNya ?_*

Bagaimana sikap anda terhadap tanda-tanda zaman yang menakutkanmu?

==============================================================
Luk. 21:5-11 ~ Selasa
_"WASPADALAH supaya kamu jangan sampai disesatkan"_
WASPADALAH terhadap segala yang indah hanya secara fisik di dunia fana ini, karena suatu saat akan berubah dan hancur, tidak abadi. ROH BERSIFAT ABADI. Jadi janganlah terlalu mendewakan penampilan fisik, tapi FOKUS-lah pada KEBUTUHAN ROHANI yang bersandar pada KEBENARAN dan janji-Nya, sehingga biar langit runtuh, IMAN dan kesatuan dengan Kristus takkan tergoyahkan.
Saudaraku, apa upaya Anda agar lebih memperhatikan kebutuhan yang bersifat abadi yakni KEHIDUPAN ROHANI Anda?
JLU.

*Selasa, 26 November 2019*
*Pekan Biasa XXXIV*
¤ Dan. 2:31-45
¤ MT. Dan. 3:57,58,5960,61
¤ Luk 21:5-11
*"Hodie mihi cras tibi"*
~ _Sekarang aku, besok kamu_ ~
   Inilah _ajakan_ untuk selalu _waspada - 'siap'_  karena tidak tahu kapan tiba saatnya (kematian) untuk kita.
   Mengacu pada bacaan Injil hari ini, Yesus mengingatkan agar kita tetap berada dalam posisi _'siap',_  agar tak mudah disesatkan nabi-nabi palsu.
   Adapun _sikap dasar_ agar kita tetap berada dalam posisi _'siap',_ antara lain:
1. *Merefleksikan*
   Mawas diri demi keselamatan jiwa menjadi _barometer_ keberhasilan kita dalam upaya menghadapi tantangan.
   Di sinilah kita diajak _merefleksikan_ aneka usaha dan pelayanan selama ini, apakah jiwa kita dan banyak jiwa diselamatkan?
2. *Mendengarkan*
   Hidup mulia bersama Allah di surga untuk selamanya, bila kita tetap _setia_ pada panggilan dan tugas perutusan.
   Di sinilah kita diajak _mendengarkan_  dan _menghayati_ sabdaNya agar Allah merajai dan menguasai hidup kita.
   Saudaraku, tetaplah _mawas diri_ dan _hidup mulia_ agar hati tetap _waspada_ menghadapi tantangan dan dinamika kehidupan ini, demi _keselamatan jiwa_ kita dan jiwa banyak orang.
   Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus bersama Bunda Maria selalu menyertai kita sekeluarga yang tekun setia mendengarkan sabda Allah dan meraja dalam hati dan hidup kita. Amin.

*DOA:*
Tuhan Yesus, ajarilah aku semakin mengenal-Mu dan menyadari kehadiran-Mu dalam kehidupanku. Amin.

=============================================================
*Kencan Dengan Tuhan*
Selasa, 26 November 2019

*Bacaan:*
Amsal 2:6
  "Karena TUHANlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian."

*Renungan:*
  Ketika *San Findley* memutuskan bahwa sudah saatnya ia pensiun dari bisnis garmen, ia memanggil puteranya *Mervyn* ke kantornya untuk menyampaikan kabar itu. Ia memberikan nasihat kepada puteranya, "Nak, ini semua milikmu. Aku telah mencapai sukses dalam bisnis ini dikarenakan 2 prinsip: ketepatan dan kebijaksanaan. *Pertama katepatan. Jika kamu menjanjikan barang pada tanggal sepuluh bulan ini, tidak peduli apapun yang terjadi, kamu harus menepatinya. Sekalipun jika kamu harus membayar lembur dua kali lipat dan mengorbankan waktu yang paling berharga. Kamu harus memberikan apa yang telah kamu janjikan."* Mervyn merenungkan nasihat ayahnya untuk sementara waktu, lalu ia bertanya, "Bagaimana dengan kebijaksanaan?" Ayahnya menjawab, *"Kebijaksanaan adalah tidak pernah membuat janji yang bodoh seperti itu."*

  *Kebijaksanaan merupakan suatu hal yang harus kita miliki dalam menjalani kehidupan ini. Seringkali kita mudah membuat janji tapi sulit untuk menepatinya karena kita kurang bijaksana ketika membuat janji.* Oleh karena itu kita membutuhkan tuntunan Roh Kudus yang akan memberikan hikmat-Nya kepada kita, sehingga kita dapat selalu mengambil keputusan yang tepat dan benar serta dapat membuat kita setia menepati janji.
  Marilah kita belajar untuk lebih peka terhadap tuntunan Roh Kudus, karena hanya dari Tuhanlah datangnya hikmat yang benar dan dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian. Tuhan Yesus memberkati.

*Doa:*
Tuhan Yesus, berilah aku hikmat agar dapat setia menepati janji dan tahu harus berjanji dengan siapa. Amin. *(Dod).*

==============================================================
Sabda Kehidupan
Selasa 26 November 2019
_*Luk 21:6*_
"Apa yang kamu lihat di situ akan datang harinya di mana tidak ada satu batupun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan."

_Yesus telah mengingatkan agar tidak mengandalkan buatan manusia, semegah apapun itu, bahkan yang sehebat  Bait Allah di Yerusalem. Semakin banyak katedral yang ditinggalkan kosong dan menjadi museum atau obyek wisata. Tuhan juga tidak berkenan tinggal di dalam gedung yang orangnya datang hanya rutin menjalankan tradisi, tanpa hati yang menyembah dan melekat pada Tuhan. Allah lebih memilih tinggal di hati yang remuk redam dan tak henti berharap dan percaya padaNya. Maklumlah kita mengapa Yesus berkata, "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali." (Yoh 2:19). Rombaklah semua kebanggaan semu yang akan hilang ditelan waktu. Sembahlah Allah yang hidup di atas segalanya._

_Have a great day. JLU_🙏❤😇

Popular Posts Widget