Rabu, 24 November, 2010
Peringatan St. Andreas Dung Lac, Imam dan teman-temannya
Luk.21:12-19: “Milikilah Hidup yang akan datang?”


“Rambut adalah sebuah organ tubuh yang tidak memberi hidup bagi seseorang,
tetapi menambah keindahan tubuh.”

            Kata orang: “rambut adalah mahkota para wanita.” Aku tidak tahu bagaimana seorang wanita mengamini kata-kata ini, tapi aku punya pengalaman nyata dengan seseorang teman beberapa tahun lalu. Ia pergi ke salon dan menggunting rambutnya di sana. Karena tidak memperhatikan dengan saksama maka hasilnya, ia tampil layaknya seorang laki-laki dengan potongan rambut seperti itu. Ia menangis tersedu-sedu dan rasanya tidak ada seorang pun yang bisa menghiburnya selama beberapa hari atas pengalamannya itu.

            Hari ini Yesus menegaskan sesuatu yang indah di akhir wejangannya tentang akhir zaman, ketika Ia berkata: “Tetapi tidak sehelai rambut kepalamu akan hilang.” Rambut bukanlah organ vital dalam tubuh seseorang, walaupun itu tetap penting. Ada atau tidak adanya rambut tidak membuat seseorang hidup atau mati. Rambut hanyalah sesuatu yang menambah keindahn penampilan lahiriah seseorang. Meskipun demikian, sesuatu yang kurang penting dari tubuh itu, kini mendapatkan apresiasi yang tinggi dari seorang Yesus. Kita bisa menyimpulkan sesuatu dari kata-kata Yesus di atas bahwa “walaupun rambut hanya sesuatu yang sekunder dalam tubuh, tetapi sangat dihargai oleh Yesus, bagaimana dengan jiwamu? Bukankah ia menjadi lebih penting untuk sebuah kehidupan di akhirat nanti?

            Jika hari ini Yesus  menekankan betapa berartinya rambutmu sehingga tak sehelai pun akan hilang atau dihancurkan, maka pikiran kita hendaknya ditujukan pada betapa berartinya jiwa kita kelak bila kita mengikuti dan melaksanakan perintah-perintah-Nya. Ia berkata: “jangan cari harta duniawi yang dapat binasa tetapi carilah harta surgawi yang tak dapat dimakan ngengat.” Yesus memberikan jaminan kepada kita bahwa ada kehidupan setelah kematian badan/tubuh. Tubuh akan hancur dan kembali ke tempat dari mana ia terbuat, tetapi jiwa akan mendapatkan tempat peristirahatan yang kekal bersama Allah Sang Penciptanya. Jika rambut yang tak membuat kita hidup saja diperhitungkan Tuhan, maka pasti jiwamu akan mendapatkan tempat yang istimewa di mata Allah. Moga hari ini kita pun diinspirasikan oleh bacaan ini untuk tetap berjuang menghargai setiap anggota tubuh kita, baik yang menjadi miliki kita sendiri maupun milik orang lain. Jika tubuh diperhatikan maka apa yang hendak Anda perbuat untuk jiwamu? Ingat...hanyalah jiwalah yang akan kembali ke pangkuan Bapa, Sang Pencipta dan bukan tubuhmu.


Teriring salam dan doa kecilku untukmu selalu,

Rinnong