JANGAN MENUNGGU

13 kata "JANGAN MENUNGGU " 

1.Jangan menunggu bahagia baru tersenyum, tapi tersenyumlah, maka akan bahagia

2.Jangan menunggu kaya baru bersedekah, tapi bersedekahlah, maka kamu semakin kaya

3.Jangan menunggu termotivasi baru bergerak, tapi bergeraklah,maka kamu akan termotivasi

4.Jangan menunggu dipedulikan orang baru kamu peduli, tapi pedulilah dengan orang lain, Maka  kamu akan dipedulikan

5.Jangan menunggu orang memahami kamu, baru kamu memahami dia, tapi pahamilah orang itu, maka orang itu akan paham dengan kamu

6.Jangan menunggu terinspirasi  baru  menulis, tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu

7.Jangan menunggu projek baru bekerja, tapi bekerjalah, maka projek akan menunggumu

8.Jangan menunggu dicintai baru mencintai, tapi belajarlah mencintai, maka kamu akan dicintai

9.Jangan menunggu banyak uang baru hidup tenang, tapi hiduplah dengan tenang.Percayalah bukan sekedar uang yang datang tapi juga rezeki yang lainnya

10.Jangan menunggu contoh  baru bergerak  mengikuti, tapi bergeraklah, maka kamu akan menjadi contoh yang diikuti

11.Jangan menunggu sukses baru bersyukur tapi bersyukurlah, maka bertambah kesuksesanmu

12.Jangan menunggu bisa baru melakukan, tapi lakukanlah!  Maka kamu pasti bisa!

13.Jangan menunggu waktu luang untuk beribadah, tapi luangkanlah waktu untuk beribadah .

Have a Nice Day!!!

Kisah 4 lilin


Pisah Sambut

*) Pisah Sambut

Berpisah dengan masa lalu memang tidak mudah. 
:) William Shakespeare (1564 – 1616) dalam King Lear,  memperlihatkan kepada kita bahwa berpisah dengan kemasyuran itu tidak mudah. Tahta itu nikmat, maka sulit untuk melepaskannya.  Dengan penuh harap, ia mengundang ketiga putrinya (Goneril, Regan dan Cordelia) untuk mendengarkan “puji-pujian” mereka.
:) Berpisah memang menyakitkan, apalagi berpisah dengan seseorang  yang amat berharga bagi dirinya. Itulah sebabnya dalam ajarannya, Sidharta Buddha Gautama (563 – 483 seb. M) mengatakan bahwa perpisahan itu sangat menyakitkan, terlebih dengan orang-orang yang dicintai.
:) Di Pulau Samosir, (Sumatra Utara)  ada Raja Tomok yang begitu mencintai anak laki-lakinya. Ketika sang anak meninggal, ia belum siap menerima kenyataan ini.  Maka, dibuatlah patung yang sangat mirip dengan wajah anaknya. Sang Raja menganggap bahwa anaknya itu tidak pernah mati. Tempat inilah yang dinamakan dengan sigale-gale. Cinta ayah pada anaknya begitu berat untuk dipisahkan. 
:) Romeo menghunus pedangnya ke dadanya sendiri  ketika menyaksikan Juliet terbujur kaku atau San Pek ikut masuk dalam kuburan Eng Tay karena tidak sanggup hidup sendiri tanpanya.

:) Tak terasa, beberapa saat lagi tahun 2015 akan berlalu, kita  teringat akan masa lalu.
Ada yang lancar.
Ada yang  penuh rintangan.
Ada yang  penuh kegembiraan.
Ada pula yang  penuh kegetiran. Itulah kehidupan kita, tapi juga itulah yg kita terima dari pekerjaan, usaha tapi juga perbuatan kita.
:) Tahun 2016 sudah di depan mata, kita punya keyakinan bhw yg segera berlalu adalah berkat apapun wujudnya, dan yang akan datang adalah rahmat Allah. Krn jika kita selalu hidup dalam Allah kita selalu beroleh arti yg indah untuk kehidupan kita.
:) Terima kasih  untuk tahun 2015 dan selamat menyongsong tahun yang baru 2016.
PERCIKAN HATI
Kamis, 31 Des 2015

(*) Tekun

Rubrik Inspirasi Kitab Suci

(*) Tekun

:) “Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami kekurangan.” (Ams. 21:5)
:) Ketekunan dan persiapan yang matang memang selalu mendatangkan hasil yang baik. Hasilnya terkadang memang tidak langsung terlihat.
Tapi ketahuilah keberhasilan itu seperti sebuah proses dan dengan ketekunan juga persiapan yang baik maka proses itu akan berjalan dengan lebih lancar.
Bahkan dengan senantiasa bertekun dalam setiap tugas dan tanggung jawab yang dipercayakan kepada kita, maka kita akan melihat pencapaian-pencapaian yang luar biasa dalam proses menuju keberhasilan.
:) Untuk itu, buatlah selalu rancangan kerja atau bahkan rancangan kegiatan dengan matang. Buatlah persiapan jauh-jauh hari agar tidak ada satupun yang terlewatkan. Persiapan yang matang menandakan sebagian rancangan yang kita buat pasti akan berjalan dengan baik dan tidak mengecewakan.
PERCIKAN HATI
Selasa, 29 Desember 2015

Tidak ada Yang Sia-Sia

Rubrik Motivasi Kerja & Usaha

(*) Tidak ada Yang Sia-Sia

:) Ketika Daniel Webster (1782-1852) memulai karier sebagai pengacara, ia mengambil sebuah kasus dengan bayaran yang tidak seberapa. Kasus itu ternyata sulit.
Dalam menyiapkannya, ia harus melakukan perjalanan jauh dengan biaya yang lebih besar daripada uang yang akan diterimanya. Namun, Webster bertekad, ia harus mengerjakannya secara menyeluruh. Ia pun memenangkan kasus tersebut.
:) Bertahun-tahun kemudian, sebuah perusahaan besar meminta Webster menangani kasus dengan bayaran sangat tinggi. Ketika Webster mempelajari kasus itu, ternyata kasusnya mirip dengan kasus yang ia teliti dan menangkan hampir 20 tahun sebelumnya. Webster mengambil kasus tersebut, dan seperti dahulu, putusan pengadilan berpihak pada kliennya.
(y) Sahabat, ketahuilah semua usaha kita yang dimotivasi dengan itikad baik, ketekunan dalam usaha, dan juga kemauan untuk menyelesaikannya dengan kemampuan terbaik pasti tidak akan sia-sia. Terkadang upahnya dapat langsung kita terima, tapi terkadang pula upahnya baru dapat kita rasakan dan terima di kemudian hari.
Untuk itu, jangan berkecil hati bila usaha terbaik kita belum mendapat balasan yang sepantasnya. Ketahuilah ketika kemampuan kita semakin meningkat, itulah balasan terbaik dari setiap usaha dan kerja keras yang kita lakukan.
PERCIKAN HATI
Senin, 28 Desember 2015

Hidup dalam Kasih & Damai

Rubrik Renungan:

(y) Hidup dalam Kasih & Damai

:) Hari ini penginjil Yohanes membuka kisah kelahiran dengan megah dan mulia. Yesus diperkenalkan sebagai Terang Ilahi di dunia. Yesus juga pembuka zaman baru, sehingga hidup Yesus menjadi penanda zaman baru, Tahun Masehi, atau Tahun Kristus.
:) Namun mengapa Yesus justru tampil sebagai bayi lemah, dari keluarga miskin dan lahir di tempat tersembunyi? Mengapa Yesus tidak memilih lahir sebagai Putra Maharaja? Yesus lahir sebagai bayi lemah karena ketika Yesus menjadi bayi lemah maka manusia diundang untuk melakukan tindakan kasih. Yesus menjadi manusia lemah untuk mengajak manusia mencintai.
Bayi Yesus tidak bisa bicara kalau tidak ada yang mengajari bicara, tidak bisa berjalan kalau tidak ada yang mengajari berjalan. Ketika memandang seorang bayi, energi cinta meluap begitu spontan dalam diri kita. Inilah yang Tuhan ingin ajarkan kepada manusia: untuk saling mengasihi satu dengan yang lain. Hidup dalam kasih inilah yang menjadi penanda zaman baru.
:) Hal kedua, Yesus juga hidup tersembunyi di keluarga Nazaret. Ini juga menjadi kabar gembira bagi kita, bahwa pengalaman hidup harian, hidup yang rutin, biasa dan bahkan gelap serta penuh kesulitan bisa menjadi saat dimana kita bisa berjumpa dengan Yesus. Yesuslah, Emanuel yaitu Allah yang beserta kita.
:) Sahabat, mari kita warnai perayaan Natal kita ini dengan tindakan kasih kepada sesama. Mari kita jadikan hidup harian yang biasa menjadi tempat perjumpaan dengan Yesus dalam kesederhanaan dan dalam hembusan kasih dan damai bersama keluarga dan sesama. Damai, sukacita, keselamatan dan berkat Natal untuk kita semua.

Percikan Hati
Jumat, 25 Desember 2015.

Keluarga yang Berserah pada Tuhan

Rubrik Motivasi Rohani

(*) Keluarga yang Berserah pada Tuhan

:) Saudara, membangun kehidupan berkeluarga memang tak segampang yang dibayangkan. Sebab untuk membangun sebuah keluarga yang ideal perlu melalui proses yang tidak singkat.
Untuk itu, kita perlu belajar dari kehidupan keluarga kudus di Nazaret yaitu Yesus, Maria dan Yosef.
:) Tentu saja keluarga kudus bukanlah keluarga ideal dalam hal materi atau jabatan, melainkan ideal dalam arti kualitas relasi antarpribadi yang dalam dan iman akan penyertaan Tuhan yang begitu kuat.
Mereka tetap setia bersama, pun ketika menghadapi beragam masalah. Itulah maksudnya, keluarga ideal bukan berarti keluarga yang tanpa masalah. Namun keluarga ideal berarti setiap anggotanya mau berusaha untuk membangun penyerahan yang total kepada Tuhan.
:) Ketika kita berserah sepenuhnya pada Tuhan, maka akan ada bermacam cara yang akan Tuhan berikan pada keluarga kita untuk mengatasi setiap kesulitan dan tantangan.
:) Selain itu, mari kita tanamkan semangat kesederhanaan dalam kehidupan keluarga kita. Ingatlah Tuhan Yesus lahir dalam kesederhanaan. Maka pasti pula dalam kesederhanaan akan tumbuh kebajikan-kebajikan lain yang berguna dalam kehidupan berkeluarga, termasuk ketika ditimpa masalah.
Mari bersama-sama kita mengusahakan hal ini dalam kehidupan keluarga kita masing-masing.

PERCIKAN HATI
Minggu, 27 Desember 2015

Raja di tengah Rakyatnya

Rubrik Cerita Bermakna

(*) Raja di tengah Rakyatnya(*)

:) Alkisah di suatu daerah, ada seorang pangeran muda bernama Aleksis. Ia hidup di istana dengan perhiasan gemerlapan, sementara rakyat di sekitarnya tinggal di gubuk-gubuk reot. Melihat hal itu, tergeraklah hati raja untuk memperbaiki nasib mereka. Ia pun mulai mengutus para menterinya untuk memperbaiki kehidupan rakyatnya. Namun upaya itu belum berhasil. Bahkan ketika ia sendiri pun mengunjungi rakyatnya, ia tetap sulit untuk melaksanakan misinya itu karena mereka selalu memperlakukan dia dengan sikap hormat yang tinggi dan kikuk bila dekat dengannya.
:) Akhirnya ia pun menemukan gagasan brilian. Suatu hari ia datang menemui rakyatnya sebagai seorang dokter muda yang ingin mempersembahkan hidupnya kepada kaum miskin. Ia mengenakan pakaian kasar, memakan makanan seperti yang mereka santap, tinggal di gubuk, bahkan ia tidak meminta bayaran apapun ketika mengobati orang sakit.
:) Dalam waktu singkat, ia sudah berhasil merebut perhatian dan kasih sayang semua orang. Perlahan-lahan ia pun membawa semangat baru di tengah kehidupan rakyatnya. Ia membawa semangat untuk hidup dalam damai, untuk bermurah hati kepada sesama dan untuk bekerja dengan tekun agar bisa hidup lebih layak.
Tak seorang pun menyadari bahwa sesungguhnya dokter muda ini adalah Raja mereka sendiri yang meninggalkan istananya dan turun ke tengah rakyatnya untuk menjadi satu dengan mereka.
(*) Sahabat, Yesus pun berkenan tinggal beserta kita di dunia ini karena kasih-Nya yang besar bagi kita manusia. Untuk itu Ia berkenan menjadi sama seperti kita manusia, agar kita pun dapat diselamatkan. Semoga berkat pengorbanan Yesus ini, kita bisa punya semangat hidup yang baru seperti Yesus yang senantiasa membawa damai dan sukacita bagi orang lain.

PERCIKAN HATI
Sabtu, 26 Desember 2015

"MENGAPA AKU TIDAK MENOLONG ANAK GADIS ITU !!!"

SEKEDAR RENUNGAN
KISAH NYATA,,,,

WARTAWAN YG HASIL FOTONYA DAPAT PENGHARGAAN DUNIA, BUNUH DIRI KARENA MENYESAL TIDAK MENOLONG GADIS YG DIFOTONYA.

Penghargaan tertinggi Jurnalistik Pulitzer 1994 adlh tentang seorg gadis yg menangis kelaparan & berusaha merangkak kelelahan menuju camp pengungsian PBB berjarak 1 Km dr tempatnya, dg tanpa pakaian & tulang kurus menonjol di mana², sementara di belakangnya di bayang²i burung pemakan bangkai yg sdh mencium bau kematian gadis kecil tsb.

Foto tsb di ambil di Afrika Selatan oleh seorg wartawan bernama Kevin Carter, yg mendengar suara tangis anak tsb, sempat menunggu selama 20 menit spy burung pemakan bangkai itu pergi, tp akhirnya... sekedar mengambil foto gadis itu krn burung pemakan bangkai tdk juga meninggalkan gadis tsb & Kevin meninggalkannya begitu saja krn dia takut tertular penyakit dsb.

Ttp...begitu foto tsb dipublikasikan, New York Times yg menerima foto tsb segera menerima ribuan telepon menanyakan kabar gadis itu :
"Apakah dia mati ?"

"Apakah bisa sampai ke penampungan PBB ?"

"Apakah dimakan burung pemakan bangkai ?"

"Bgmn saya bisa menolong gadis tsb ?"

"Mengapa KEVIN tdk menolong anak gadis itu ?"

2 bln setlh menerima penghargaan tsb, Kevin mati bunuh diri krn dihantui pemandangan tsb.

Dia tdk prnh berhenti menangis menyesali diri.
Dia lebih mengutamakan ketenarannya drpd menolong gadis kecil tsb.

"MENGAPA AKU TIDAK MENOLONG ANAK GADIS ITU !!!"

Itulah yg selalu ada dihatinya.

Penyesalan mmg selalu dtg terlambat.

Selagi masih ada KESEMPATAN ... berbuat baiklah pd banyak org, ...jgn mengharapkan imbal baliknya...

Jangan sampai kita menyesali diri krn KESEMPATAN UTK BERBUAT BAIK itu, sdh tertutup.

Jangan berhenti..
Taburkan benih kebaikan sebanyak mungkin dalam bentuk apapun disetiap jejak langkah kehidupan kita.....
Jangan pikirkan apa yg terjadi setelah itu...
Akan ada kemudahan yg nyata dalam setiap masalah yg kita hadapi
Indahnya kehidupan akan kita rasakan saat taburan kebaikan itu menyelimuti orang-orang.

"SIAPA ORANG TERBESAR DALAM KEHIDUPAN KITA?"

  "SIAPA ORANG TERBESAR DALAM KEHIDUPAN KITA?"
__________
Setelah Sir Edmund Hillary bersama Tenzing Norgay(pemandu/sherpa)kembali dari puncak Mount Everest, hampir semua reporter dunia berebut untuk mewawancarai Sir Edmund Hillarydan hanya ada satu reporter yang mau mewawancarai Tenzing Norgay,berikut cuplikannya:

Reporter: "Bagaimana perasaan Anda dengan keberhasilan menaklukkan puncak gunung tertinggi di dunia?"

Tenzing Norgay: "Sangat senang"

R: "Andakan seorang Sherpa bagi Edmund Hillary, tentunya posisi Anda berada didepan dia dong, bukankah seharusnya Andalah yang menjadi orang pertama yang menjejakkan kaki di puncak Mount Everest?"

T N : "Ya, benar sekali, namun pada saat tinggal satu langkah mencapai puncak, saya persilahkan Edmund Hillary untuk menjejakkan kakinya dan jadilah dia orang pertama di dunia yang berhasil menaklukkan Puncak Gunung Tertinggi di dunia"

R : "Mengapa Anda lakukan itu?"

T N: "Karena itulah yang menjadi IMPIAN dari Edmund Hillary dan itu bukan impian saya. Impian saya hanyalah berhasil membantu dan mengantarkan dia untuk meraih IMPIANnya.

Disekitar kita, banyak sekali orang seperti :
- Sir Edmund Hillary dan
- Tenzing Norgay

Pepatah mengatakan,
"Bila Anda hendak menjadi pahlawan, harus ada yang bertepuk tangan di pinggir jalan".

Di dunia ini, tidak semua manusia berkeinginan dan memiliki impian seperti Sir Edmund Hillary, yaitu menjadi pahlawan.

Mereka ini cukup bahagia dengan:
- memberikan pelayanan
- membantu orang lain untuk mencapai impiannya.
Mereka merasa cukup menjadi
"orang-orang yang bertepuk tangan saja di pinggir jalan"
Kadang,orang-orang seperti ini diperlakukan ibarat "telor mata sapi".
Yang punya telur si ayam , yang tersohor malah sapi.

(Mat.20:25-28) Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata:
"Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu,hendaklah ia menjadi pelayanmu,
dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu;  sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang".

Sudahkah Anda
- menghargai
- menghormati
orang-orang seperti Tenzing Norgay dalam tim Anda?
Mungkin Tenzing Norgay kita adalah:
- Suami
- Istri, Anak-anak
- Rekan kerja
- Orang tua
- Guru-guru kita
- Teman atau Sahabat kita
Merekalah orang-orang yang patut kita hargai, karena merekalah
kita bisa mencapai IMPIAN kita.

(Rm.15:1-3) Kita,yang kuat,wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri.
Setiap orang diantara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya.
Karena Kristus juga tidak mencari kesenangan-Nya sendiri.
"Pahlawan Bukan orang suci yang turun dari langit. Ia adalah orang biasa yang rela memberikan yang terbaik bagi lingkungannya.

(Yes.41:6)  Yang seorang menolong yang lain dan berkata kepada temannya: "Kuatkanlah hatimu!"

Popular Posts Widget