Jangan Memupuk Kekhawatiran

🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹*Jangan Memupuk Kekhawatiran*

🌟 “Kalau Anda memberi makan iman Anda, iman Anda akan tumbuh. Kalau Anda memberi makan kekhawatiran Anda, kekhawatiran Anda akan tumbuh. Apapun yang Anda beri makan, pastilah akan tumbuh.” (William H. Cook)

Sebagai manusia, tentu amat wajar jika kita merasa takut dan khawatir. Tapi tahukah kita bahwa ada banyak dampak buruk yang timbul akibat dari kekhawatiran yang belum tentu akan terjadi?

Seorang professor dalam penelitian terhadap 5.000 mahasiswa di 21 perguruan tinggi menemukan bahwa para mahasiswa yang mengalami kekhawatiran mendapatkan nilai yang lebih rendah daripada mahasiswa yang tidak khawatir.

Selain itu kesehatan kita bisa terganggu jika kita terus menerus merasa cemas dan khawatir. Orang yang cemas secara berlebihan bisa menimbulkan reaksi fisik seperti pusing, mulut kering, detak jantung cepat, ketidakmampuan berkonsentrasi, cepat marah, sesak napas bahkan nyeri otot.

Lalu apa yang harus dilakukan agar kita tidak selalu memupuk kekhawatiran? Berusahalah selalu dengan kemampuan terbaik. Lakukanlah apa yang bisa kita lakukan sesuai kemampuan dan pengetahuan terbaik yang kita miliki lalu serahkanlah hal-hal yang berada di luar kemampuan kita dalam tangan Tuhan.

Itu berarti kita sedang memupuk iman dan kepercayaan pada Tuhan yang senantiasa memberi yang terbaik untuk kita pada waktu yang tepat.

Salam Damai Kristus
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

🚫 *Cukup Itu Berapa*❓

💰💰💰💰💰💰💰💰

🚫 *Cukup Itu Berapa*❓

👉 Seorang petani menemukan sebuah mata air ajaib.

👉 Mata air itu bisa mengeluarkan kepingan uang emas yang tak terhingga banyaknya.

👉 Mata air itu bisa membuat si petani menjadi kaya raya, seberapapun yang diinginkannya, sebab kucuran uang emas itu baru akan berhenti, bila si petani mengucapkan kata *cukup*.

👉 Seketika si petani terperangah melihat kepingan uang emas berjatuhan di depan matanya.

👉 Diambilnya beberapa ember untuk menampungnya.

👉 Setelah semuanya penuh, dibawanya ke gubuk mungilnya untuk disimpan di sana.

👉 Kucuran uang terus mengalir, sementara si petani mengisi semua karungnya, seluruh tempayannya, bahkan mengisi penuh rumahnya.

👉 Masih kurang ......,
Dia menggali sebuah lubang besar untuk menimbun emasnya.

👉 Belum cukup ......,
Dia membiarkan mata air itu terus mengalir,
hingga akhirnya ......,
Petani itu mati tertimbun.

👉 Ya..., dia mati tertimbun bersama ketamakannya,
karena ..... dia tak pernah bisa berkata "CUKUP".

🗯 Kata yang paling sulit diucapkan oleh manusia, adalah *CUKUP*.

❓Kapan-kah kita bisa berkata *cukup*?

👤 Hampir semua pegawai, merasa "gaji-nya" belum bisa dikatakan sepadan dengan kerja kerasnya.

👴 Pengusaha, selalu merasa pendapatan perusahaannya masih "di bawah target".

👩 Istri mengeluh suaminya "kurang perhatian".

👱 Suami berpendapat istrinya " kurang pengertian".

👫 Anak-anak menganggap orang tua-nya "kurang murah hati".

👥 Semua merasa *kurang* ......, *kurang* ......, dan *kurang* .......

⚠ Kapankah kita bisa berkata *cukup* ?

❗CUKUP , bukanlah soal berapa *jumlahnya.*

❗ CUKUP, adalah persoalan  *kepuasan hati.*

❗ CUKUP, hanya bisa diucapkan oleh orang yang bisa *BERSYUKUR.*

✅  Tak perlu takut berkata *cukup*.

➡ Mengucapkan kata *cukup*, bukan berarti kita berhenti berusaha dan berkarya.

⚠  Saudaraku,
Belajarlah *mencukup-kan* diri dengan apa yang ada pada diri kita hari ini, maka kita akan berbahagia...

🙏 Selamat pagi,.... selamat beraktifitas.

«Berharga di Mata Allah»

(*) Rubrik Renungan

«Berharga di Mata Allah»

:) “Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.” (Luk. 15:7)

:) Kita patut bersyukur karena Allah amat mencintai dan mengasihi kita. Cara Allah mengasihi sungguh luar biasa. Ia tidak pernah membiarkan kita jauh daripada-Nya, walaupun kita ini amat berdosa dan seringkali mengabaikan kehendak Allah.

:) Hal ini nampak dalam perumpamaan yang disampaikan dalam Injil hari ini. Satu domba yang hilang dan kemudian ditemukan kembali laksana satu orang berdosa yang bertobat. Sukacita karena pertobatan satu orang ini amatlah besar, karena Allah sungguh menghargai dan mencintai kita, manusia.

:) Sahabat, mari kita pun mengasihi seperti Allah mengasihi kita. Mari berusaha merangkul orang-orang yang mulai menjauh dari Allah atau mulai goyah imannya. Jangan biarkan mereka terpisah dari persekutuan, tapi mari kita rangkul mereka, kita beri perhatian kepada mereka.

:) Sesungguhnya merupakan sukacita besar apabila kita mampu menarik kembali orang-orang yang mulai goyah dan bimbang imannya, karena setiap orang siapapun dia, betapa berdosanya ia, sungguh berharga dimata Allah.

<3 PERCIKAN HATI
«Jumat, 3 Mei 2016»

Apa yang harus kami perbuat?

Rubrik Motivasi Rohani

Apa yang harus kami perbuat?

Menunggu bagi sebagian orang merupakan aktivitas yang membosankan. Apalagi jika menunggu hal yang tidak pasti. Lain halnya bila kita menunggu hal yang sudah jelas, yang sudah pasti akan menjadi kenyataan. Jika demikian, walaupun kita merasa cemas karena menunggu, pasti ada kegembiraan dan sukacita karena harapan kita tidak akan sia-sia.

Hal itu pula yang dirasakan oleh orang banyak yang mendengar pengajaran Yohanes Pembaptis. Mereka begitu antusias menyambut kedatangan Sang Juruselamat sehingga mereka bertanya, “Jika demikian, apakah yang harus kami perbuat?”

Setelah orang memutuskan untuk bertobat dan memperbaiki diri, niat dan keinginan itu mesti diwujudkan dalam perbuatan-perbuatan baik.

Perbuatan baik itu bukanlah hal yang muluk-muluk tapi amat berkaitan erat dengan kehidupan kita sehari-hari.

“Jika engkau mempunyai dua helai baju” berarti kita harus belajar berbagi rezeki kepada sesama yang membutuhkan termasuk orang yang dekat dengan kita. “Jangan menagih dari yang ditentukan” berarti berusahalah mengikuti aturan yang ada dalam masyarakat dengan baik. “Cukupkanlah dirimu dengan gajimu” berarti  belajarlah puas dan bersyukur dengan apa yang menjadi milik kita.

Mari kita praktekkan nasihat Yohanes Pembaptis ini agar hati kita benar-benar siap untuk menyambut kedatangan Yesus, Sang Juruselamat.

PERCIKAN HATI
Minggu, 13 Desember 2015

Madah Pujian

MADAH DI HARI SABTU PAGI 1

Kristus cahaya dunia
Terbitlah bagaikan surya
Datanglah kami menunggu
Kami siap menyambut-Mu.

Kristus Anakdomba Paska
Yang dibunuh namun jaya
Datanglah kami menanti
Sudah rindu hati kami

Kristus gembala utama
Yang wafat membela domba
Datanglah jangan berlambat
Kami mendambakan slamat.

Terpujilah Yesus Kristus
Dengan Bapa dan Roh Kudus
Yang hiidup dan berkuasa
Kini dan sepanjang masa. Amin.

(Diambil dari Ibadat Harian)

Jakarta, 13 Agustus 2016

Doa malam

*DOA MALAM* 1

Ya Allah Bapa kami yang ada di surga, dipenghujung hari ini aku kembali menghadapMu hendak mengucapkan syukur dan terima kasih kepadaMu yang sungguh teramat baik bagiku...
Terima kasih atas setiap saat, detik, menit dan jam hari ini yang telah aku terima dariMu...
Terima kasih atas sinar mentari pagi yang membangunkan aku dari tidurku yang lelap...
Terima kasih atas waktu siang hari ini dimana aku dapat bekerja dan melakukan aktivitas bersama sesamaku...
Terima kasih atas waktu malam ini dimana aku bisa berkumpul bersama keluargaku, saudaraku maupun sahabatku dengan santai bercengkerama, membahas kitab suci maupun berlatih bernyanyi...
Terima kasih atas setiap hal yang menggembirakan yang aku alami sepanjang hari ini dan atas segala sesuatu yang memberi suka cita bila aku mengingatnya dan akan kehadiranMu dalam setiap saat hidupku...
Dan sekarang aku mengucap syukur dan terima kasih atas kesempatan yang Engkau berikan padaku malam ini untuk beristirahat dan tidur.
Aku mohon pengampunanMu atas segala sesuatu pada hari ini yang membuat aku sedih dan malu bila mengingatnya, yang menyakiti hatiMu dan hati sesamaku...
Biarlah aku beristirahat dalam kedamaian sebab aku telah diperdamaikan dengan Engkau dan sesamaku, demi Yesus Kristus, Tuhan dan Sang Raja Damai...

Amin 🙏🏻

TAMAK MEMBAWA PETAKA

Ada sebuah cerita tentang seorang kaya raya bernama Brojo. Ia memiliki tanah pertanian sangat luas. Suatu hari seorang perantau bertamu ke rumahnya, dan bercerita tentang negeri penuh berlian di seberang lautan. Timbul sifat tamak Brojo. "Aku harus memiliki negeri itu," katanya dalam hati. Ia kemudian menjual seluruh tanah pertaniannya, dan pergi ke seberang lautan mencari negeri berlian. Tetapi pencariannya itu ternyata sia-sia. Bertahun-tahun ia merantau dengan tangan hampa. Akhirnya, ia jatuh miskin.

Sementara itu orang yang membeli tanah pertaniannya suatu hari melihat cahaya berkilau dari sebuah batu. Ia mendekati untuk melihatnya lebih jelas. Dan apa yang dilihatnya? Tak dinyana tak diduga, ternyata batu itu sebuah berlian. Ia pun lalu menggali tanahnya, dan menemukan batu-batu berlian lainnya.

Hikmah dari cerita itu adalah, betapa pentingnya kita belajar tahu batas. Jangan tamak. Syukuri apa yang ada. Nikmati apa yang dipunya. Sebab kalau terus merasa kurang, tidak pernah puas dengan apa yang ada, selalu ingin lebih dan lebih lagi, salah-salah kita malah akan kehilangan segala-galanya.

Paulus mengingatkan Timotius untuk belajar mencukupkan diri. Lebih dari itu supaya Timotius juga bisa menjaga diri dari sifat tamak. Sebab "mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan" (I Timotius 6 : 6-10). Kiranya kita dijauhkan dari ketamakan

IBUMU SARJANA APA ?


Ibuku punya gelarnya MSi: Master Segala ilmu.

Tak terbayang bukan, menjadi ibu yg baik itu hrs banyak belajar& terus belajar.
Long life education.

1. Ibu hrs belajar Akuntansi, agar bisa mengurus pendapatan keluarga dan mengelolanya utk kebutuhan RT, tabungan serta menata pemasukan &pengeluaran yg seimbang.

2. Ibu hrs belajar Tata Boga, chef, atau perhotelan,belajar mengatur masakan keluarga dgn kreatif supaya tdk bosan.

3. Ibu hrs belajar keguruan.
Ia hrs menguasai ilmu yg diajarkan di sekolah dasar agar bisa mengajari anaknya bila kesulitan dgn PR nya.

4. Ibu hrs belajar Agama,karena ibu lah yg pertama kali mengenalkan anak pada Allah,membangun akhlak yg luhur serta iman yg kokoh.

5. Ibu hrs belajar Ilmu Gizi, agar bisa menyiapkan makanan bergizi bagi keluarga, setiap hari.

6. Ibu hrs belajar Farmasi, agar dpt memberi pertolongan awal pd keluarga yg sakit. sediakan obat2an ketika keadaan darurat.

7. Ibu hrs belajar Keperawatan, krn beliaulah yg merawat anak/suami  ketika sakit. Yg menyeka tubuhnya ketika tdk diperbolehkan mandi,mengganti kompres,
Ibu adalah perawat yg handal.

8. Ibu hrs belajar ilmu Kesehatan, agar bisa menjaga asupan makanan, kebersihan melindungi anggota keluarga dari gigitan nyamuk.

9. Ibu hrs belajar Psikologi, agar bisa berkomunikasi dgn baik menghadapi anak2 di setiap jenjang usia juga sebagai teman curhat suami yg terbaik ketika suami alami masalah.

Seandainya ibu harus kuliah dulu butuh berapa lama?
Bisa jadi lebih dari 9 jurusan diatas.Luar biasa seorang ibu, dgn multi talentanya, kesabarannya merawat,
mendidik & menemani anak2.
Sudah kah kita memberikan yg terbaik utk ibu kita...

“Seorang ibu bisa merawat 10 anak,  namun 10 anak belum tentu bisa merawat ibunya“

Terimakasih kasih ibundaku  tercinta

«Mendengarkan Suara Tuhan»

(*) Rubrik Hidup Keluarga

«Mendengarkan Suara Tuhan»

:) Nabi Elisa berharap untuk mendengarkan suara Tuhan yang menggelegar seperti petir. Tetapi sebaliknya, suara Tuhan justru tidak terdengar ketika ada angin, gempa bumi atau api. Malahan suara Tuhan datang dalam suasana hening ketika angin sepoi-sepoi sedang bertiup (1Raj. 19:11-13).

:) Sepertinya itu juga adalah cara Tuhan untuk berkomunikasi dengan kita di tengah kesibukan keluarga setiap hari. Amat penting bagi kita dan keluarga untuk berhenti sejenak dari kesibukan harian dan menyadari saat-saat bersama dengan Tuhan, di kamar atau dalam sebuah ruangan tertentu.

:) Saat hening ini juga atas salah satu cara bisa menjadi saat kita untuk berbagi dengan anggota keluarga yang lain dalam suasana damai dan tenang.

:) Sebab doa juga bisa menjadi kekuatan untuk mengatasi setiap persoalan dan pergumulan dalam kehidupan berkeluarga.

:) Janganlah jemu untuk berdoa sebab keluarga yang senantiasa mendengarkan suara Tuhan pasti akan lestari selamanya.

<3 PERCIKAN HATI
«Rabu, 23 Maret 2016»

«Mengasihi Seperti Yesus»

(*) Rubrik Renungan

«Mengasihi Seperti Yesus»

:) “Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu; sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.” (Yoh. 13:14-15)

:) Membasuh kaki pada zaman Yesus adalah pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh seorang hamba terhadap tuannya. Tapi Yesus yang adalah Guru bahkan Tuhan kita, sungguh mengambil rupa seorang hamba dan mencuci kaki murid-murid-Nya. Apakah arti tindakan Yesus ini?

:) Pertama, Yesus ingin menunjukkan betapa besar kasih-Nya untuk kita, manusia. Kasih yang besar itulah yang menyebabkan Yesus menanggalkan status-Nya sebagai Anak Allah dan turun ke dunia untuk melayani, membersihkan dan menyelamatkan kita dari dosa.

:) Kedua, Yesus ingin memberi teladan pada kita untuk saling menunjukkan kasih dan cinta lewat tindakan melayani dalam semangat kerendahan hati. Karena bagi Yesus kebahagiaan dan keselamatan itu dapat ditemukan bila ada cinta, kerendahan hati dan pengorbanan diri.

:) Sahabat, sudahkah kita mencintai dan mengasihi orang lain seperti yang Tuhan Yesus ajarkan? Mari kita sama-sama berusaha. Mulailah itu di tengah keluarga, jadilah orang yang rendah hati: beranilah untuk meminta maaf jika kita memang bersalah. Dalam lingkungan yang lebih luas lagi mari kita berusaha untuk menerima perbedaan dan bersikap baik terhadap orang lain tanpa melihat kedudukan atau jabatannya.

:) Semoga segala usaha yang kita lakukan dari hari ke hari semakin membuat kita serupa dengan Yesus sendiri yang terlebih dahulu mengasihi dan mencintai kita. 

<3 PERCIKAN HATI
«Kamis, 24 Maret 2016»

Popular Posts Widget