Filipi 2: 1- 4

Filipi 2:1-4
1 Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan,
2 karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan,
3 dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri;
4 dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.

TANPA TAHU TUJUAN

Bacaan: Ibrani 11:8-16
NATS: Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil ..., lalu ia berangkat tanpa mengetahui tempat yang ditujunya (Ibrani 11:8)

Salah satu ganjalan terbesar yang kita hadapi dalam mengikut Kristus adalah ketakutan tentang hal-haJ l yang tak diketahui. Kita ingin mengetahui lebih dulu hasil dari ketaatan kita dan ke mana Dia sedang membawa kita. Namun, kita hanya diberi jaminan bahwa Dia beserta kita dan bahwa Dia memegang kendali. Dan dengan jaminan itu, kita mengambil risiko untuk berjalan tanpa tahu tujuan bersama-Nya.

Abraham memberikan teladan mengenai respons seseorang yang bersedia berjalan bersama Allah ke masa depan yang tak pasti. "Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat tanpa mengetahui tempat yang ditujunya" (Ibrani 11:8).

Abraham tahu bahwa Allah telah memanggilnya dan telah memberi sebuah janji dan hal itu cukup. Ia bersedia memercayakan masa depannya kepada Tuhan.

Kita dapat melakukan hal yang sama dengan memercayakan masa depan kita kepada Tuhan dan melangkah dengan iman. Sewaktu kita berdiri di ambang tahun yang baru, kiranya doa iman dan harapan ini menjadi milik Anda:

Oh Tuhan Allah, yang telah memanggil kami, hamba-hamba-Mu, Ke dalam ketidakpastian yang ujungnya tidak dapat kami lihat, Melalui jalan yang belum pernah dilalui, Dan bahaya yang tidak diketahui, Berikanlah kami iman untuk pergi dengan keberanian, Meskipun kami tidak tahu ke mana kami pergi Namun kami hanya tahu bahwa tangan-Mu memimpin kami Dan kasih-Mu menopang kami. Amin --DCM

PERGILAH DENGAN IMAN KEPADA ALLAH MESKIPUN ANDA TIDAK MENGETAHUI TUJUANNYA

Menghadapi Rintangan

(*) Rubrik Cerita Bermakna

«Menghadapi Rintangan»

:) “Apakah mungkin melintasi jalan ini?” tanya Napoleon kepada para insinyur yang menyelidiki terusan St. Bernard yang lintasannya terkenal menakutkan itu.

:) “Barangkali, bukannya tidak mungkin,” jawab mereka dalam keraguan.
“Tempuh saja!” Jawab Napoleon.

:) Panglima tentara Inggris dan Austria menertawakan keputusan Napoleon ini. Mereka berpikir bahwa ia pasti tidak akan berhasil melewati terusan itu. Apalagi dengan membawa 60.000 tentara dilengkapi dengan meriam-meriam besar, berpeti-peti peluru dan barang-barang lain dalam jumlah besar.

:) Tapi ketika tindakan yang “mustahil” itu ternyata berhasil dilakukan, banyak mata terbuka lebar dan baru tahu bahwa ternyata hal itu bisa dilakukan sejak dulu.

:) Sahabat, dengan keberanian kita dapat mengubah rintangan menjadi sebuah kesempatan untuk semakin maju dalam hidup. Maka jangan fokus pada rintangan yang ada di depan mata, tapi kuatkanlah hati, bulatkan niat dan tekad untuk terus berusaha dan berjuang agar apa yang sulit itu perlahan-lahan bisa kita atasi. 

PERCIKAN HATI
«Sabtu, 19 Maret 2016»

Rancangan Allah

Shallom..

Apakah kita bangun setiap hari bersuka cita menyambut rancangan Allah untuk diri kita? Ataukah kita membiarkan tekanan persoalan dunia mengambil suka cita kita?

Janji pemulihan bagi kita akan digenapi oleh Tuhan jika kita setia datang mencari wajahNya, kita setia berada di dalam hadiratNya. Masa depan yang penuh harapan dan rancangan damai sejahtera telah disediakan bagi kita semua yang taat dan setia kepadaNya. Haleluya!

Tuhan kupercaya, rencanaMu indah
Walau saat ini tak ku mengerti
Engkau t’lah berfirman, kan b’ri masa depan
Damai sejahtera, penuh harapan

Ku tahu rencanaMu indah bagiku
Ku tahu kehendakMu baik bagiku
Ku tahu rancanganMu sempurna bagiku
Ku tahu jalan-jalanMu yang terbaik bagiku

“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikian firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” Yeremia 29:11

Halleluya.. halleluya.. Semangat… GBU All

 

Melihat Kebaikan Sesama

(*) Rubrik Renungan

«Melihat Kebaikan Sesama»

:) “….tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa.” (Yoh. 10:38)

:) Pandangan dan perasaan negatif kerap mempengaruhi sikap kita kepada sesama. Bahkan kebaikan orang lain menjadi kelihatan negatif ketika kita sudah lebih dulu memiliki pandangan negatif tentang mereka, seperti yang terjadi pada Yesus.

:) Orang-orang Farisi sudah terlanjur memberi penilaian negatif bahwa Yesus telah menghujat Allah. Padahal karya-karya yang dilakukan Yesus seperti menyembuhkan orang sakit, menyapa orang-orang kecil dan menderita bahkan pula membuat mukjizat jelas-jelas membuktikan bahwa itu semua adalah pekerjaan baik yang berasal dari Allah Bapa sendiri.

:) Sahabatku, mari kita belajar untuk mengubah sedikit saja cara pandang kita terhadap orang lain. Pandanglah orang lain dalam kacamata positif. Jangan lihat keburukannya, tapi ingatlah selalu kebaikannya.

:) Percayalah dengan memakai kacamata yang positif, hidup kita akan terasa lebih damai dan tenang.

<3 PERCIKAN HATI
«Jumat, 18 Maret 2016»

Pencapaian

(*) Rubrik Kata Mutiara

«Pencapaian»

:) “Qui studet optatam cursu contingere metam, multa tulit fecitque puer” artinya: Barangsiapa yang dalam perjalanan hidupnya berusaha untuk mencapai puncak tertinggi, maka dia sejak kecil harus menderita dan berbuat banyak (Horatius, penyair Romawi Kuno).

:) Apabila seorang atlet berkata dengan sungguh-sungguh bahwa ia telah melakukan hal yang terbaik, maka di dalam hatinya ada kepuasan. Demikian pula dengan orang-orang yang bekerja dengan passion yang tinggi untuk menemukan kepuasan batin.

:) Ingat saja orang-orang dalam sejarah ini. Edward Gibbon (1737-1794), sejarawan Inggris menggunakan waktu dua puluh enam tahun untuk menulis buku sejarah yang berjudul, “The Decline and Fall of The Roman Empire” – Kemunduran dan Kejatuhan Kerajaan Romawi.

:) John Milton (1608-1674), seorang penulis dari Inggris biasanya bangun jam empat setiap pagi dan menulis buku “The Paradise Lost” – Firdaus yang Hilang.
Noah Webster (1758 - 1843) seorang lexicographer kelahiran Amerika, bekerja tiga puluh enam tahun baru menghasilkan edisi pertama dictionary (Kamus) atas namanya sendiri.

:) Marcus Tullius Cicero (106 – 43 seb. M) melatih berpidato di hadapan teman-temannya selama tiga puluh tahun untuk menyempurnakan penyebutan kata-kata dalam berbicara kepada publik.

:) Sahabat, tentu dalam diri kita ada impian untuk menjadi orang yang sukses dalam bidang pekerjaan dan pelayanan kita masing-masing. Untuk mencapainya, milikilah semangat dalam hidup seperti orang-orang sukses yang disebut tadi.
“In Finem Omnia” – secara harafiah berarti kita mesti mengerahkan segala daya upaya untuk mencapai puncak. Daya upaya itu bukan hanya sehari dua hari saja, tapi harus kita miliki sepanjang hidup.

<3 PERCIKAN HATI
«Kamis, 17 Maret 2016»

Kasih Tuhan meneguhkan kita

Rubrik Inspirasi Kitab Suci

«Kasih Tuhan meneguhkan Kita»

“Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna…..Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.” (2Kor. 12:9a.10)

Ketika hidup kita berjalan baik dan lancar, sepertinya kita tidak memerlukan apa-apa. Kasih dan penyertaan Tuhan seperti sudah seharusnya kita terima. Kadang kita pun lupa untuk bersyukur.

Tapi ketika kesulitan, sakit, dan penderitaan mulai kita rasakan, kita mulai menyadari segala keterbatasan dan kerapuhan kita. Kita mulai sadar bahwa hidup sepenuhnya tidak berada dalam kendali kita. Kita berseru tak berdaya kepada Tuhan.

Dari saat-saat sulit seperti inilah ketika kita terus berharap dan setia pada Tuhan, tumbuhlah kekuatan baru, tumbuhlah kebijaksanaan dan kedewasaan untuk menjalani hidup dalam diri kita seperti yang dialami oleh Rasul Paulus.

Maka jangan mengutuk kesulitan dan kesusahan yang hadir dalam hidup, tapi bersyukurlah karena pada saat kita lemah dan tak berdaya kita boleh merasakan kasih setia Tuhan yang besar untuk kita.

Salam Damai Kristus

PERCIKAN HATI
Selasa, 15 Maret 2016

Kontrol Diri

(*) Rubrik Kebijaksanaan Hidup

«Kontrol Diri»

:) Alexander Agung memang pantas disebut agung. Karena sebagai seorang raja yang usianya sangat muda, ia sudah memiliki kekuasaan yang amat luas. Hanya patut disayangkan bahwa ia pada saat tertentu tidak bisa menguasai dirinya sendiri. Ketika emosi, ia tidak bisa mengendalikan diri dan akhirnya membunuh sahabat akrabnya dengan tombak.

:) Kitab Amsal menulis, “Orang yang menguasai dirinya melebihi orang yang merebut kota” (Ams. 16:32). Demikianlah kontrol diri amat penting untuk kehidupan kita setiap hari. Walaupun memang tidak bisa dipungkiri bahwa itu tidaklah mudah.

:) Dalam bukunya yang berjudul “Sermon”, Santo Agustinus (354-430) berkata, “Pertentangan berjalan terus di dalam dirimu sendiri. Engkau tidak memerlukan musuh di luar. Kalahkan dirimu sendiri dan engkau telah mengalahkan dunia.”

:) Walaupun sulit, mari kita belajar untuk menjadi pribadi yang bisa mengontrol diri. Jangan biarkan amarah yang mengontrol tutur kata dan sikap kita terhadap orang lain. Tapi pakailah akal sehat, jadilah pribadi yang bijak untuk melihat dan menanggapi setiap persoalan, seperti yang diungkapkan dengan indah dalam ungkapan bahasa Latin: “Vincit qui se vincit” – Pemenang adalah orang yang dapat mengalahkan dirinya sendiri.

<3 PERCIKAN HATI
«Rabu, 16 Maret 2016»

PERMAINAN ANAK-ANAK

 Bacaan: Matius 18:1-11
NATS: Jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga (Matius 18:3)

Sesudah badai yang mengejutkan menyelimuti Timur Tengah dengan salju, sebuah foto pada surat kabar memperlihatkan empat orang laki- laki bersenjata sedang tersenyum. Digambarkan mereka sedang membuat manusia salju di sisi luar dinding markas militer yang sudah rusak. Cuaca musim dingin juga menyebabkan dibatalkannya aksi protes dan ditundanya perdebatan mengenai persoalan-persoalan parlementer yang sangat penting. Para laki-laki yang mengenakan jubah panjang dan para wanita yang mengenakan gaun hitam tradisional dengan penutup kepala tampak sedang bermain-main di salju. Ada sesuatu di dalam salju yang membuat sifat kanak-kanak dalam diri kita menyeruak keluar.

Dan ada bagian Injil yang menganjurkan kita untuk menanggalkan sikap permusuhan, perasaan mementingkan diri sendiri, serta untuk memiliki sikap rendah hati dan iman seperti seorang anak kecil. Pada saat Yesus ditanya, “Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Surga?” (Matius 18:1), Dia kemudian memanggil seorang anak kecil dan berkata, “Jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga” (ayat 3).

Ada yang mengatakan bahwa usia menghilangkan imajinasi, harapan, dan berbagai kemungkinan yang dapat kita lakukan. Dengan bertambahnya usia, kita menjadi semakin mudah berkata, “Itu tidak mungkin terjadi.” Tetapi dalam alam pikiran seorang anak, Allah bisa melakukan apa pun. Iman seperti anak kecil yang dipenuhi oleh kekaguman dan kepercayaan akan Allah membuka kunci pintu ke dalam Kerajaan Surga —David McCasland

IMAN BERSINAR PALING TERANG DI DALAM DIRI MEREKA YANG BERHATI KANAK-KANAK

"Aku ini, jangan takut"


"Aku ini, jangan takut"(Yoh.6:16-21).

Peristiwa dlm Injil Yohanes ini menunjukkan bhw hidup kita tdk prnah lepas dr pandangan Yesus yg pnuh kasih. Ketika kita berlelah-lelah dgn khidupan ini Yesus pun sedang memperhatikan kita. Yesus tdk dmikian sj membrikan kmudahan kpd kita. Ia mnghendaki agar kita brusaha. Namun ktika kekuatan kita sdh mulai lemah, Yesus dtg tuk membrikan kekuatan baru agar kita dpt mnyelesaikan usaha kita memproleh kberhasilan.
Inilah keajaiban khidupan Kristiani bhw tdk sesuatu pun yg kita lakukan sndiri. Yesus mmperhatikan, dtg n mnolong. Kita memang hrs brusaha brsama Yesus, kita tdk boleh mrasa bhw kita tdk perlu Yesus. Dgn khadiran Yesus maka prjalanan yg jauh pun akan mnjadi lbih singkat n prgumulan hidup yg berat pun akan mnjadi lbih ringan. Marilah kita blajar brlayar di tengah samudra khidupan brsama Yesus, mnembusi glombang n arus jaman. Tuhan memberkati

06.05.2011 10:38:24

Popular Posts Widget