Biksu dan Kupu-Kupu.


Seorang Biksu pulang dari mengumpulkan ranting² pohon di gunung, diperjalanan pulang berjumpa seorang Pemuda yang baru saja menangkap seekor Kupu² di genggaman tangannya.
Pemuda ini berkata kepada Biksu:
"Biksu, bagaimana kalau kita bertaruh ???"
"Bagaimana bertaruhnya ???" tanya si Biksu.
"Coba tebak, kupu² dalam genggamanku ini hidup atau mati ??? Kalau kamu kalah, sepikul ranting itu jadi milikku." jawab si pemuda.
Sang Biksu setuju, lalu menebak,
"Kupu² didalam genggamanmu itu mati."
Sang pemuda tertawa ngakak,
"Kamu Salah."
sambil membuka genggamnya, kupu² itu pun terbang pergi.
Si Biksu berkata,
"Baiklah, ranting ini milikmu." habis itu si Biksu menaruh pikulan rantingnya dan pergi dengan gembira.
Si pemuda TIDAK mengerti kenapa si Biksu begitu gembira, tapi mendapat sepikul ranting pohon, dia dengan gembira membawanya pulang.
Di rumah, Ayah pemuda itu bertanya soal asal muasal sepikul ranting pohon itu.
Si pemuda dengan bangga menceritakan kisah sesungguhnya.
Ayahnya marah setelah mendengar cerita si pemuda, dan berkata,
" Kamu mengira kamu benar² menang ???
Kamu salah ... Sebenarnya kamu KALAH , tapi tidak mengetahui bagaimana kalahnya."
Si pemuda bingung 360 keliling, Si ayah memerintahkan anaknya memikul rantingnya, berdua mereka mengantarkan kayu itu ke vihara si Biksu itu dan meminta maaf kepada Biksu.
Biksu hanya mengangguk kepalanya sambil tersenyum tanpa bilang apapun.
Dalam perjalanan pulang, si pemuda bertanya soal ketidak mengertiannya kepada Ayahnya.
Si Ayah menarik napas panjang dan menerangkannya,
"Biksu itu sengaja bilang kalau kupu² itu sudah mati, baru kamu mau melepaskan kupu² itu, sehingga kamu menang.
Kalau biksu itu bilang kupu² itu hidup, kamu pasti meremas kupu² dalam genggamanmu hingga mati, juga kamu yang menang.
Kamu mengira biksu itu tidak mengetahui KELICIKAN mu ???
Beliau kalah sepikul ranting pohon, tapi memenangkan
*" CINTA KASIH "*
*Inti Cerita* :
Kebiasaan manusia berlaku SERAKAH / MAU UNTUNG untuk dirinya sendiri tanpa memperdulikan orang lain, Maka dengan cara apapun akan dia lakukan , karena TIDAK memiliki CINTA KASIH dalam Hatinya ...
Ranting² Pohon bisa di dapat dan dicari kembali.
Tapi Kehidupan/Nyawa jika sudah Hilang ... tidak bisa Kembali lagi.
Belajarlah Memiliki CINTA KASIH didalam Hatimu Yang Paling Dalam,BUKAN Harta, Pemikiran/Keyakinan yg berbeda ataupun filosofi apapun.
Semoga tidak ada lagi kebencian di antara sesama manusia selamanya, dimanapun kita berada.

*APA YANG KAU TANAM, ITU YANG AKAN KAU TUAI*


Ada dua org bersahabat,
yang satu bernama *LOGIKA*
dan yang satunya lagi bernama 
*KARMA*
Keduanya naik mobil, dalam sebuah perjalanan yang panjang…
Di tengah jalan mobil mereka kehabisan bahan bakar dan mogok.
Keduanya berusaha melanjutkan dengan berjalan kaki sebelum datang waktu malam.
Tapi sebelum itu keduanya berusaha menemukan tempat
beristirahat, setelah itu baru melanjutkan lagi perjalanan.
Si Logika memutuskan untuk tidur di bawah sebatang pohon..
Sedangkan si Karma memilih tidur di tengah jalan.
Logika berkata kepada Karma: Kamu gila! Kamu menjatuhkan dirimu kepada kematian.
Boleh jadi ketika kamu tidur ada mobil yang lewat dan melindas tubuhmu.
Karma menjawab: Saya tidak akan tidur kecuali di tengah jalan ini,Sebab boleh jadi ada mobil yang datang lalu ia melihatku dan mengajakku bersamanya.
Akhirnya Logika betul-betul tidur di bawah pohon dan Karma tidur di tengah jalan.
Tidak beberapa lama setelah keduanya tertidur, lewat sebuah mobil besar dalam kecepatan tinggi.
Tatkala supir melihat ada yang tidur di tengah jalan, ia berusaha berhenti dengan mendadak, tapi sayang tidak bisa.
Akhirnya supir membanting stir dan mobil itu berbelok ke arah pohon dan langsung menabrak Logika, sehingga selamatlah si Karma.
Inilah kenyataan hidup, bahwa Karma memainkan peranannya di tengah-tengah manusia.
Kadang-kadang Karma bertentangan dengan Logika.
Maka boleh jadi terjadinya delay/ tertundanya dalam penerbangan ada keselamatan di balik itu.
Boleh jadi tertundanya kita mendapatkan suatu hak karena ada hak orang lain yang selama ini kita abaikan dan tidak kita perdulikan.
Boleh jadi ditolaknya lamaran kerja kita ada hikmah besar di balik itu.
Tertundanya pertolongan dan kemenangan juga pasti ada manfaat yang sangat besar di belakang itu.
Boleh jadi kita membenci sesuatu padahal ia baik".
Yang dikagumi terkadang tdk mengerti.
Yang dicintai terkadang tidak merasa.
Yang dirindukan terkadang tidak tahu.
Yang dikasihi terkadang menyakitkan perasaan.
Yang di-inginkan terkadang tidak sesuai dan sejalan.
Yang tidak disangka terkadang terjadi.
Yang kaya terkadang bisa jatuh miskin.
Yang dihina terkadang bisa jadi sangat sukses.
Logika adalah salah satu alat dan cara untuk berjuang memperbaiki nasib/ keadaan,tapi tidak boleh lupa bahwa manusia hidup dengan membawa karma masa lampau,
sedangkan Karma sendiri adalah suatu misteri, yang mana adalah hasil dari segala perbuatan kita yang baik maupun yang buruk.
Buah Karma akan masak dan datang pada waktunya,karena itu adalah hukum kekal alam semesta.
Sedangkan Logika adalah cara berpikir kita untuk membantu manusia menyelesaikan masalah lewat hasil pikirnya yang sekarang.
Ibarat sebuah bumerang, Karma akan selalu balik mengarah ke kita,baik itu sebab dari perbuatan baik maupun buruk kita.
*APA YANG KAU TANAM, ITU YANG AKAN KAU TUAI*
*Semoga semua mahluk berbahagia*

"BIJAK, TULUS dan BAJIK"


Di suatu sore, nampak Pertapa Muda bermeditasi di bawah pohon di tepi Sungai. Saat berkonsentrasi, tiba-tiba perhatiannya terpecah kala terdengar gemericik air yang tak beraturan.
Perlahan Ia buka mata dan melihat ke sumber suara.
Ternyata, ada seekor kepiting yang berusaha keras untuk meraih tepian sungai, agar tak hanyut oleh derasnya arus.
Melihat itu, sang pertapa merasa iba, iapun segera ulurkan tangan ke arah kepiting.
Dengan SIGAP Kepiting menjepit jari Pertapa muda itu.

Meski jarinya terluka, hatinya SENANG karena bisa menyelamatkan kepiting itu.
Kemudian, dia melanjutkan pertapaannya. 
Namun saat Ia mulai bermeditasi, terdengar lagi suara yang sama dari tepi sungai.
Ternyata kepiting itu terpeleset kembali.
Dengan CEPAT Pertapa itu kembali mengulurkan tangan & membiarkan jarinya di capit kembali.

Kejadian itu berulang, yang membuat tangan Pertapa itu bengkak dan membiru.
Ternyata ada seorang kakek yang memperhatikan kejadian itu, lalu beliaupun mendekati Pertapa itu. "Anak muda, perbuatanmu adalah cerminan HATIMU yang baik. Tapi, mengapa demi menolong, kau membiarkan capit kepiting itu melukai tanganmu?" Ujar Kakek itu.
"Kakek, biarlah tanganku terluka asal kepiting itu selamat, karena hanya dengan mencapitlah caranya untuk selamat" Jawab Pertapa.
Kemudian Kakek itu memungut sebatang ranting. Ia lantas mengulurkan ranting itu ke arah kepiting yang terlihat kembali melawan arus. Kepitingpun menangkap ranting itu dengan capitnya.
"Lihatlah pemuda, melatih sikap belas kasih itu memang BAIK, tapi harus BIJAK. Bila tujuan kita baik untuk MENOLONG, kenapa harus mengorbankan diri sendiri. Banyak hal lain yang bisa di manfaatkan, bukan ?" Kata Kakek itu.
Akhirnya Pemuda itupun tersadar "Terima kasih kek, atas ilmu yang berharga ini".
Berbuat baik itu adalah PERBUATAN MULIA. 
Namun CARANYAPUN harus BAIK dan BIJAK.

ADA KASIH DIMATAMU.


Sore itu adalah sore yang sangat dingin di Virginia bagian utara, berpuluh-puluh tahun yang lalu.
Janggut si orang tua dilapisi es musim dingin selagi ia menunggu tumpangan menyeberangi sungai. Penantiannya seakan tak berakhir. Tubuhnya menjadi mati rasa dan kaku akibat angin utara yang dingin.
Samar-samar ia mendengar irama teratur hentakan kaki kuda yang berlari mendekat di atas jalan yang beku itu. 
Dengan gelisah ia mengawasi beberapa penunggang kuda memutari tikungan. 
Ia membiarkan kuda yang pertama lewat, tanpa berusaha untuk menarik perhatian. Lalu, satu lagi lewat, dan satu lagi.

Akhirnya, penunggang kuda yang terakhir mendekati tempat si orang tua yang duduk seperti patung salju. Saat yang satu ini mendekat, si orang tua menangkap mata si penunggang, dan berkata :Pak, maukah anda memberikan tumpangan pada orang tua ini ke seberang? Kelihatannya tak ada jalan untuk berjalan kaki.
Sambil menghentikan kudanya, si penunggang menjawab:Tentu Naiklah!
Melihat si orang tua tak mampu mengangkat tubuhnya yang setengah membeku dari atas tanah, si penunggang kuda turun dan menolongnya naik ke atas kuda.
Si penunggang membawa si orang tua itu bukan hanya ke seberang sungai, tapi terus ke tempat tujuannya, yang hanya berjarak beberapa kilometer.
Selagi mereka mendekati pondok kecil yang nyaman, rasa ingin tahu si penunggang kuda mendorongnya untuk bertanya,:Pak, saya lihat tadi bapak membiarkan penunggang kuda lain lewat tanpa berusaha meminta tumpangan. 
Saya ingin tahu kenapa pada malam musim dingin begini bapak mau menunggu dan minta tolong pada penunggang terakhir. 
Bagaimana kalau saya tadi menolak dan meninggalkan bapak di sana?

Si orang tua menurunkan tubuhnya perlahan dari kuda, memandang langsung mata si penunggang kuda, dan menjawab:Saya sudah lama tinggal di daerah ini. Saya rasa saya cukup kenal dengan orang.
Orang tua itu melanjutkan:Saya memandang mata penunggang yang lain, dan langsung tahu bahwa di situ tidak ada perhatian pada keadaan saya. Pasti percuma saja saya minta tumpangan.
Tapi waktu saya melihat ke matamu, kebaikan hati dan rasa kasihmu terlihat jelas. 
Saya tahu saat itu juga bahwa jiwamu yang lembut akan menyambut kesempatan untuk memberi saya pertolongan pada saat saya membutuhkannya.

Komentar yang menghangatkan hati itu menyentuh si penunggang kuda dengan dalam. 
"Saya berterima kasih sekali atas perkataan bapak”, ia berkata pada orang tua itu.
"Mudah-mudahan saya tidak akan sibuk mengurus masalah saya sendiri hingga saya gagal menanggapi kebutuhan orang lain dengan kasih dan kebaikan hati saya."

Seraya berkata demikian, Thomas Jefferson si penunggang kuda itu, memutar kudanya dan melanjutkan perjalanannya menuju ke Gedung Putih.
Pesan Moral :
Hati nurani kasih terpancar dari mata seseorang. 
Benar juga, Mata tidak bisa bohong.
Mata adalah Jendela Hati.
Kasih adalah milik pribadi luhur seperti Thomas Jefferson, salah seseorang Presiden Amerika yang memiliki kepekaan sosial, dan tidak dimiliki prajurit-prajurit sombong didepannya.



CAHAYA SABDA, 17 Januari 2017

Selasa Pekan Biasa II
PW S. Antonius, Abas

Bacaan Pertama, Ibr 6:10-20
Pengharapan adalah sauh yang kuat dan aman.

Mazmur : Mzm 111:1-2.4-5.9.10c
R:5b Tuhan selamanya ingat akan perjanjian-Nya.

Bait Pengantar Injil, Ef 1:17-18
Bapa Tuhan kita Yesus Kristusakan menerangi mata budi kita,
agar kita mengenal harapan panggilan kita.

Bacaan Injil, Mrk 2:23-28
Hari Sabat diadakan untuk manusia, dan bukan manusia untuk hari Sabat.

Renungan:
Yesus mengatakan bahwa: "Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat." Ungkapan Yesus ini dialamatkan untuk melawan hukum dan ritus keagamaan. Yesus lebih ingin melawan praktik keagamaan yang mengontrol dan membatasi cinta dan belaskasih Allah. Hari ini Yesus menunjukkan kepada kita bahwa cinta, belas kasih Allah lebih besar daripada segala bentuk praktik keagamaan.
Di zaman yang semakin kompleks ini, manusia semakin individualis. Hanya memperhatikan kepentingan dirinya saja dan tak mau perduli dengan orang lain, maka praktek belas kasih semakin rumit untuk dilaksanakan. Kita menjadi pribadi-pribadi yang angker dan sulit didekati. Kehadiran teknologi informasi dominan membawa pengaruh negatif. Lewat bacaan hari ini , kita disadarkan untuk mampu menggunakan sarana komunikasi, praktik keagamaan, Kitab Suci, alat elektronik dan sebagainya itu sebagai sarana pewartaan Kerajaan Allah. Maka, kita diajak menjadi tuan atas apapun yang tersedia di dunia ini, bukan sebaliknya.

"Umat Allah diajak untuk selektif dengan tawaran perkembangan zaman. Dan menjadikan sarana yang tersedia menjadi kemudahan dalam pewartaan Kerajaan Allah."

INGINNYA MENOLONG, TETAPI…..

(*) Motivasi Rohani
INGINNYA MENOLONG, TETAPI…..
:) Pernah suatu kali ada seorang ibu yang mengeluh, “Dulu saya suka menolong orang-orang yang susah. Tetapi setelah saya tolong, ternyata mereka  itu malah nglunjak. Sekarang saya  males  menolongnya lagi.”
:) Kita lupa akan kata-kata Ibu Teresa dari Calcutta (1910 - 1997) yang berkata, "Love until it hurts". Mencintailah atau menolonglah sampai terluka. Namun siapa yang mau berbuat begitu?
:) Kekecewaan timbul karena sang pemberi mempunyai ekspektasi yang  terlalu tertinggi. Ia lupa ada Pepatah Latin yang berbunyi, “do ut des” – aku  memberi supaya diberi. Itulah sebabnya, akhirnya dia berkata, “Saya ingin menolong, tetapi……”
:) Dalam kisah pewayangan misalnya, “Pernahkah  mendengar tentang kisah Drupadi?” Sang dalang berkata,  “Siapakah yang mendengar suara Drupadi ketika ia diseret  rambutnya yang panjang ke balairung perjudian itu?” Semua mendengar. Tetapi tidak ada orang yang menolongnya (Gunawan Muhamad dalam bukunya yang berjudul “Caping” 24 Januari 1987).
:) Sebenarnya setiap orang tidak setuju dengan peristiwa yang menimpa Drupadi. Ada Bisma, ada Yudistira namun mereka takut menolongnya karena ini kasus besar. Barangkali ungkapan yang ditulis Seneca (4 seb. M – 65 M)  ini benar, “Curae levis loguntur ingentes stupent” – masalah ringan dapat kita bicarakan, masalah berat membuat kita terdiam.
:) Lihat saja,” Bagaimana ketika ada orang bermasalah kecil, banyak orang yang ingin menolong bukan?” Masing-masing orang ingin menjadi  “pahlawan kesiangan”.
:) Namun ketika temannya bermasalah besar bahkan menyangkut hukum, teman-temannya mulai menghindar  satu per satu dan diam seribu bahasa. Sekali lagi saya katakan, “Inginnya menolong, tetapi…..”(y)
PERCIKAN HATI<3
Senin, 16 Januari 2017

Cahaya Sabda, 16 Januari 2017

Senin Pekan Biasa II
Sta. Priscilla; St. Marcellus I; St. Honoratus; St. Berardus

Bacaan Pertama, Ibr 5:1-10
Yesus belajar menjadi taat, sekalipun Ia Anak Allah.

Mzm 110:1.2.3.4
R:4bc Engkaulah imam untuk selama-lamanyamenurut Melkisedek.

Bait Pengantar Injil, Ibr 4:12
Sabda Allah itu hidup dan kuat.
Sabda itu menguji segala pikiran dan maksud hati.

Bacaan Injil, Mrk 2:18-22
Pengantin itu sedang bersama mereka.

Renungan:
Perikop Injil hari ini mengajarkan kita untuk menjadi teladan dalam "hidup baru". Hidup baru artinya mampu menggeser kebiasaan lama kearah hidup yang lebih bermakna. Saya tertarik dengan seorang tokoh motivator wanita, yakni Merry Riana. Kisah hidup Merry begitu memukau dan inspiratif, yang tertuang dalam tulisan Alberthiene Endah dalam bukunya yang berjudul "Mimpi sejuta Dolar:. Perempuan Indonesia ini melewatkan masa kuliah yang penuh keprihatinan finansial di Nanyang Technological University (NTU), Singapura. Sosok sang Merry sukses menciptakan perubahan paradigma berfikir dan memulai suatu perjuangan dengan konsep dan etos kerja keras luar biasa. Dan akhirnya, impiannya meraih 1 (satu) juta dolar di usia 26 tahun tercapai. Kini Merry telah menciptakan pak positif di dalam kehidupan banyak orang, terutama di Indonesia.
     Banyak orang yang hidupnya begitu-begitu saja. Tidak beda dengan sebelum dibabtis. Mengapa? karena cara lama yang menekankan hukum tetap dihidupi. Kekhasan iman Katolik adalah hidup dalam Roh. Ini cara hidup yang baru yaitu " Tidak memuliakan diri tetapi merendahkan diri agar Allah yang memuliakan kita. Hidup dalam Roh adalah hidup taat kepada Bapa sebagai Anak Allah." "Anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru" kalau tidak kantongnya hancur dan anggurnya terbuang. Marilah kita bergerak dan meninggalkan kebiasaan lama, jangan tinaggal di zona aman, kita berani meraih mimpi, seperti Merry Riana, berani bermimpi sejuta dolar. Mimpi sejuta dolar kita adalah mimpi menjadi anak Allah.

"Berani mengubah hati diawali dengan mengubah hidup. 
Cara berfikir lama diganti dengan yang baru, itulah cara hidup baru."

via GIPHY

Cahaya Sabda, 15 Januari 2017

Minggu Biasa II
St. Markus; St.Paulus, Pertapa;
St. Arnoldus Janssen;
St. Maurus dan Plasidus

Bacaan Pertama, Yes 49:3.5-6
Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa,
supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi.

Mzm 40:2.4a.7-8a.8b-9.10
R:8a.9a Lihatlah, ya Tuhan, Aku datang melakukan kehendak-Mu.

Bacaan Kedua 1Kor 1:1-3
Kasih karunia dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus.

Bait Pengantar Injil, Yoh 1:14a.12a
Firman telah menjadi manusia. Semua orang yang menerima-Nya
diberi-Nya kuasa menjadi anak-anak Allah.

Bacaan Injil, Yoh 1:29-34
Lihatlah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.

Renungan:
Bunda Teresa dari Calcuta, India, setiap hari selalu berdoa begini: "Tuhan yang maha baik! Semoga aku melihat Engkau hari ini, dalam diri orang-orang-Mu yang sakit. Semoga aku dapat melayani Engkau ketika aku melayani mereka". Bunda Teresa tergerus hatinya pada orang kecil dan miskin. Option for the poor adalah kalimat yang dipopulerkan oleh Teresa yang menunjukkan kesaksiannya yang penuh dan utuh untuk menghujani danau harapan bagi kaum hina.
          Para pengikut Yesus diajak untuk menyadari bahwa kita semua adalah anggota keluarga kerajaan Allah yang satu. Kita diingatkan sekaligus disadarkan bahwa Allah sebagai Bapa kita akan senantiasa menganugerahkan semua yang terbaik kepada kita anak-anak-Nya secara adil. Semoga kita bisa semakin beriman kepada Allah, Bapa kita melalui Putera-Nya Yesus Kristus seperti seorang anak yang percaya bahwa bapaknya akan senantiasa memberikan yang terbaik untuk kehidupan yang semakin baik. Santa Teresa
Menjadi teladan bagi iman kita.

" Umat Kristiani dipanggil menjadi arus yang dapat membawa orang pada terang sejati."

Siap Menderita Demi Mencapai Kebahagiaan

Kata Mutiara
Siap Menderita Demi Mencapai Kebahagiaan
"Sulit untuk menjadi orang baik. Sulit, tapi bukannya tak mungkin (St. Padre Pio)
:) Melakukan hal-hal yang tidak baik terasa sangat mudah dan untuk sementara membuat kita senang. Tapi melakukan hal-hal yang baik terasa sangat sulit, tapi pada akhirnya akan memberikan kebahagiaan kekal bagi kita.
:) Sahabat, coba kita renungkan sekarang, apakah kita ingin kesenangan sementara atau kebahagiaan kekal? Jika kita ingin kesenangan sementara, pada akhirnya kita akan menderita untuk selamanya. Namun, jika kita ingin menderita dari sekarang, maka pada akhirnya penderitaan itu akan hilang dan akan diganti dengan kebahagiaan, yang telah di siapkan Allah bagi kita. 
:) Memang sulit untuk menjadi orang baik, tapi, bukannya tak mungkin. Sesulit apapun itu jika kita berusaha dan selalu meminta pertolongan Tuhan, maka hal itu akan menjadi mudah. Biasanya hal yang sulit dilakukan, pada akhirnya akan memberikan hasil yang menyenangkan. Bersabarlah dalam segala kesulitan yang kita alami, karena kesabaran akan membuat kita semakin kuat.
:) Menderita untuk sementara lebih baik dari pada menderita untuk selamanya. (y)
PERCIKAN HATI<3
Minggu, 15 Januari 2017

Tuhan Telah Menyediakan Yang Terbaik Bagi Kita

(*) Cerita Bermakna
Tuhan Telah Menyediakan Yang Terbaik Bagi Kita
:) Suatu ketika, seorang pelukis ternama ingin melihat lukisannya. Pelukis itu terpesona dan mengaggumi lukisan 2 x 8 meter yang telah dibuatnya. Menurutnya, inilah lukisan yang paling luar biasa yang telah ia lukis selama hidupnya.  Tanpa sadar ia melangkah mundur beberapa langkah, ia terus berjalan mundur sampai satu langkah lagi dari sisi gedung yang tinggi. Hanya satu langkah mundur lagi dan ia akan terjatuh dari gedung itu.
:) Seorang pria melihat pelukis itu, ia ingin berteriak untuk mengigatkan pelukis itu, tapi ia sadar jika ia berteriak, hal itu mungkin akan mengagetkan si pelukis dan membuatnya mundur dan jatuh. Pria tersebut mengambil kuas dan mulai mengecat pada lukisan yang telah dibuatnya itu sampai rusak. Melihat hal itu, si pelukis sangat marah dan bergerak maju ke depan untuk memukul pria itu. Akan tetapi, beberapa orang menahannya dan memperlihatkan posisi terakhir yang hampir membuatnya terjatuh.
:) Terkadang kita marah dan jengkel kepada Tuhan karena apa yang terjadi pada kita. Semua yang kita punya hilang bahkan pergi meninggalkan kita, misalnya; orang-orang yang kita cintai pergi, kekayaan kita habis diambil orang dan sebagainya. Kita merasa Tuhan, telah membiarkan kita.
:) Sebenarnya, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita, Ia selalu bersama dengan kita, tapi kitalah yang menjauh darinya. Tuhan selalu menolong kita, tapi kita yang kurang menyadarinya. Kita terlalu sibuk dengan kepentingan kita sendiri.
:) Ingatlah, Tuhan sangat mencintai kita dan Dia telah menyediakan yang terbaik bagi kita umat-Nya.(y)
PERCIKAN HATI<3
Sabtu, 14 Januari 2017

Popular Posts Widget