Kencan Dengan Tuhan Selasa, 7 Juli 2020 Bacaan: Kolose 3:13

Kencan Dengan Tuhan
Selasa, 7 Juli 2020

Bacaan: Kolose 3:13   "Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian."

Renungan:
   Ada seseorang yang memunyai 2 kantong. Pada kantong yang satu terdapat lubang di bawahnya, tetapi kantong yang lain tidak ada lubangnya. Segala sesuatu yang menyakitkan yang pernah didengarnya seperti kata-kata caci maki, sindiran, gosip dan kata-kata kotor dituliskannya di sebuah kertas, digulung kecil kemudian dimasukkan ke dalam kantong yang berlubang. Tetapi semua yang indah, semua yang benar, semua yang menyenangkan hati dan bermanfaat dituliskan di sebuah kertas kemudian dimasukkan ke dalam kantong yang tidak ada lubangnya. Pada malam hari ia mengeluarkan semua yang ada di dalam kantong tak berlubang, membacanya dan menikmati hal-hal indah yang sudah diperolehnya sepanjang hari itu. Kemudian ia merogoh kantong yang berlubang, tetapi tidak menemukan sesuatu. Maka ia pun tertawa bahagia dan tetap bersukacita karena dari kantong tersebut tidak ada sesuatu yang merusak hati dan jiwanya. 
  Memelihara pikiran-pikiran jahat dan segala sesuatu yang menyakitkan hati, hanya akan membuat kita tidak bisa menikmati kebahagiaan hidup. Jiwa menjadi tertekan dan tidak ada gairah menjalani hidup. Sebuah penelitian menyatakan bahwa sikap hati yang tidak benar seperti sakit hati, iri hati dan kemarahan merupakan penyebab kematian yang cukup serius. Hati yang menyimpan luka juga dapat menjadi pemicu timbulnya berbagai penyakit seperti kanker hati, kanker payudara, kanker paru-paru, mag, migrain dan sebagainya.   
  Sebab itu janganlah menyimpan apa yang tidak baik dalam kantong hati dan hidup kita. Setiap hari kita pasti mengalami kejadian yang menggembirakan walau sedikit. Simpanlah itu semua di kantong tak berlubang. Semuanya itu akan menggembirakan kita. Sebaliknya abaikan dan jangan pedulikan perlakuan yang kasar, ketidakadilan, penolakan, kata-kata kasar dan kotor.  Masukkan semuanya itu ke kantong yang berlubang. Kalau kita bisa melakukannya, maka akan banyak orang diberkati melalui kesaksian hidup kita. Tuhan memberkati.

Doa:
Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk menyimpan semua yang baik yang pernah kuterima dari siapapun dan mampukan aku untuk membuang semua kebencian, dendam, iri hati yang berlebihan agar hatiku tetap penuh sukacita. Amin.

Berterima kasih dalam keluarga

Seorang suami Bertengkar dengan istrinya dan pergi Meninggalkan Rumah. 

Saat berjalan tanpa tujuan Ia Baru Sadar bahwa Ia sama Sekali tidak Membawa uang.

Ia Lapar sekali, ingin makan.

Acong Pemilik Restoran melihat seorang laki laki separuh baya itu Berdiri Cukup lama didepan Restorannya, lalu Bertanya.

"Pak, apakah Engkau ingin Memesan makanan?"

“Ya, tapi aku tidak Punya Uang,"
jawab laki laki itu dengan malu-malu. 

"Tidak Apa-apa, aku Akan Memberi Gratis".

✡️ LILIN KECIL

✡️ LILIN KECIL


Suatu ketika seorang pria menaiki tangga yang cukup tinggi menuju sebuah menara dengan membawa sebuah lilin kecil. Di dalam perjalanan mereka menaiki tangga tersebut, si lilin kecil bertanya kepada pria yang membawanya, “Kita hendak kemana?”

“Kita akan naik lebih tinggi dan akan memberi petunjuk kepada kapal-kapal besar di tengah lautan yang luas.”

“Apa? Mana mungkin aku bisa memberi petunjuk kepada kapal-kapal besar dengan cahayaku yang sangat kecil? Kapal-kapal besar itu tidak akan bisa melihat cahayaku,” jawab lilin kecil lemah.

“Itu bukan urusanmu. Jika nyalamu memang kecil, biarlah. Yang harus engkau lakukan adalah tetap menyala dan urusan selanjutnya adalah tugasku,” jawab pria itu.

Tidak lama sampailah mereka di puncak menara dimana terdapat lampu yang sangat besar dengan kaca pemantul yang tersedia di belakangnya. Pria itu menyalakan lampu besar dengan memakai nyala lemah si lilin kecil. Dalam sekejap, tempat itu memantulkan sinar yang terang benderang sehingga kapal-kapal yang ada di tengah laut melihat cahayanya.

Dengan keberadaan dan keterbatasan kita, memang kita tidak akan sanggup melakukan sesuatu yang berarti. Tetapi satu hal yang harus kita ingat, bahwa hidup kita seumpama “lilin kecil” yang ada di tangan Allah yang perkasa. Segala kemampuan dan keahlian kita hanya akan tetap seperti nyala lilin kecil jika kita tidak menaruh hidup kita di dalam tangan Allah untuk Ia pakai menjadi alat-Nya yang mulia.

Sebaliknya walaupun nyala kita sangat kecil bahkan mungkin redup, tapi jika kita mempercayakan seluruh keberadaan kita kepada Allah, maka Ia sanggup menjadikan nyala kecil kita menjadi nyala besar yang membawa manfaat besar bagi banyak orang.

Jangan memandang ketidakmampuan, keterbatasan, dan kelemahan kita. Jika Allah mempercayakan sesuatu kepada kita, percayalah bahwa kita ada di tangan Allah yang perkasa. Dia akan memakai kita sesuai kehendak-Nya. Kita hanyalah sebagai alat-Nya. Ketika kita mempercayakan seluruh keberadaan kita kepada Allah, maka kita akan melihat bagaimana Ia memakai hidup kita dan tidak mustahil keterbatasan kita menjadi berkat yang besar!


                    πŸ”ΉπŸ”Έ✡️πŸ”ΈπŸ”Ή

Renungan membuka hari ; RENCANA TUHAN

RENCANA TUHAN bagi hidup kita SANGAT SEDERHANA....
Jika DIA MENGAMBIL SESUATU atau SEMUA yang kita MILIKI, itu karena DIA sudah MEMILIKI sesuatu yang LEBIH BAIK yang akan DIBERIKANNYA kepada kita

Kita hanya perlu terus BERHARAP kepadaNya karena PENGHARAPAN kepada TUHAN tidak akan pernah MENGECEWAKAN.

Biarkan DIA yang MEMIMPIN langkah kita dan YAKINLAH bahwa dalam hal MEMIMPIN, TUHAN tidak akan pernah melakukan KESALAHAN.

Tetaplah BERIMAN kepada TUHAN karena IMAN mampu MENERANGI langkah demi Langkah di dalam KEHIDUPAN kita

TUHAN memberkati Ayub dalam hidupnya yang selanjutnya lebih dari pada dalam hidupnya yang dahulu;
(Ayub 42 : 10)

KISAH NYATA: KESAKSIAN SEORANG PETANI SAAT BADAI COVID

πŸ“– Mazmur 24:1 
Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya.

KESAKSIAN SEORANG PETANI SAAT BADAI COVID

KISAH NYATA 

Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya.

Oleh: Pastor Agustinus Malo, CSsRl

Seorang petani di Cipanas, mengurus lahan pertaniannya yang ditanami sayuran kangkung, bayam, caisim, dan sawi putih.
Selama berbulan-bulan, ia menggarap lahan, menyemai bibit, dan memupuk serta merawatnya hingga waktu mau panen.

TUHAN HADIR DALAM SETIAP PENDERITAAN

Keyakinan ini memampukannya untuk meratap tanpa kehilangan pengharapan. ( Ratapan 3 : 22-23 )

TUHAN HADIR DALAM SETIAP PENDERITAAN

Suatu hari seorang teman berkeluh kesah bahwa ia sedang meratap. Situasi yang ia hadapi saat sangat  berat; saya maklum jika dia yang mengalaminya bersedih

Masalahnya, ia merasa bersalah atas ratapannya itu. Ia beranggapan, kesedihan adalah tanda bahwa seseorang tidak sungguh-sungguh beriman. Baginya, iman akan kebaikan Allah membuat orang Kristen sama sekali tidak punya alasan lagi untuk bersedih, apalagi sampai meratap

Pemahaman ini kurang sesuai dengan pengalaman para tokoh Alkitab, termasuk nabi Yeremia yang menulis kitab Ratapan ini. Kitab ini berisi ratapan sang nabi ketika melihat nasib bangsanya yang porak-poranda

Reaksi seperti itu tentu wajar dan sudah selayaknya ditunjukkan oleh orang Israel yang mencintai bangsanya. Dan, ratapan tersebut bukan menandakan bahwa Yeremia kehilangan iman. 

Sebaliknya, justru di dalam ratapan itulah terkandung iman yang amat besar akan kebaikan Allah. Meskipun meratapi keadaan sekelilingnya yang tampak begitu suram, ia menyadari bahwa kasih setia Tuhan tidak pernah berkurang sedikipun

Keyakinan ini memampukannya untuk meratap tanpa kehilangan pengharapan. ( Ratapan 3 : 22-23 )

Kita dapat meneladani sikap ini. Beriman bukan berarti senantiasa tampak tegar. Jika suatu situasi memang layak ditangisi, janganlah ragu untuk meratap dan berseru kepada Tuhan.

Ya, kita bukan meratap dalam keputusasaan, melainkan meratap dengan penuh iman, dengan menantikan pertolongan Tuhan untuk menghadapi situasi yang berat tersebut

Doa Malam 8 Juni 2020


DOA MALAM 8 Juni 2020

🌾🌺🌾  D O A
          M A LA M 🌾🌺🌾

Bapa Yang Maha Pengasih ....
Dalam sabda - Mu yang telah kami baca hari ini , Engkau selalu memberi peluang kepada setiap orang untuk mengalami kesukacitaan dan kebahagiaan . Dan 
Engkau bersabda  "Berbahagialah orang yang miskin dihadapan Allah" .  Dihadapan-Mu kami sungguh merasa miskin , karena semua yang kami miliki adalah pemberian-Mu semata . Kami mohon rahmat -Mu agar kami semakin mampu merasa bahwa semua harta milik kami sungguh berasal dari kemurahan dan belas kasih -Mu . Sehingga kami semakin menyadari kelemahan dan ketidak berdayaan kami .

Ya Bapa.....Engkaulah sumber penghiburan bagi kami , bimbinglah kami , agar kami tidak jatuh pada penghiburan duniawi saja , yang akan menjauhkan kami dari - Mu . Bersama -Mu kami tidak lagi merasa khawatir dan kami akan mendapatkan kebahagiaan sejati . Bersama -Mu kami akan mampu menyelesaikan segala permasalahan hidup kami , sebab  Engkau menjanjikan kebahagiaan bila mana kami tetap setia dan percaya kepada -Mu .

Syukur dan terimakasih , 
Ya Tuhan....Engkau telah mengajar kami bagaimana kami harus bersikap , sehingga  kami hidup bahagia dalam mengikuti Engkau . Semoga Roh Kudus -Mu membimbing langkah laku kami  agar kami berkenan pada Bapa dan menjadi bahagia karenanya . Buatlah kami selalu percaya akan penyelenggaraan Ilahi -Mu dan senantiasa percaya akan sabda -Mu . Ampunilah kami , kalau selama ini kami masih kurang terbuka akan penyelenggaraan-Mu dalam hidup dan karya kami . Bersihkanlah hati dan pikiran kami dari segala kesalahan dan dosa . Kami mohon Perlindungan dan Berkat-Mu yang indah pada istirahat kami sepanjang malam ini.  
* Amin *πŸ”₯🀲🏻❤️πŸ™πŸ½

Matius 5 : 1-12, Bacaan dan Renungan Harian 8 Juni 2020

BERBAHAGIA
( Matius 5 : Matius 5 : 1-12 1-12 )

Matius 5-7 yang dikenal sebagai khotbah di bukit merupakan bagian pertama dari blok pengajaran Yesus

Delapan ucapan bahagia ini ( 3-10 ) diawali dan diakhiri dengan frasa "Kerajaan Sorga" (3, 10), yang berarti bahwa kebahagiaan adalah akibat dari kehidupan yang memenuhi karakteristik surgawi. Yesus sedang mengajarkan para murid untuk menentukan kebahagiaan tidak menurut karakteristik dunia

Dunia mengenal kemiskinan jasmani, tetapi tidak mengenal kemiskinan rohani (3), yaitu kesadaran bahwa kita sungguh-sungguh membutuhkan Tuhan.

Dunia mengenal dukacita karena peristiwa yang menyedihkan, tetapi tidak tahu kedukaan yang merupakan sikap yang diperlukan untuk berbalik dari dosa dan bergantung pada-Nya (4). 

Keduanyalah respons yang tepat terhadap Allah dan rencana-Nya memberikan penghiburan bagi mereka yang sungguh membutuhkan.

Karakteristik dunia penuh amarah disertai sikap kasar dan orang yang suka bermain kuasa. Sebaliknya, orang yang lemah lembut berbahagia karena ia memberi diri dikuasai Tuhan (5). Ia dapat menunjukkan kendalinya atas kemarahan pada waktunya karena kerendah hatian dan ketundukannya di hadapan Tuhan

Dunia tidak dapat mengerti kepuasan sejati yang didapat dari menerima kebenaran Tuhan dan membagikannya kepada sesama (6).

Kebahagiaan surgawi memiliki karakteristik memberi perhatian terhadap mereka yang sengsara (7).

Orang dunia merasa berbahagia jika kepentingannya terlayani, meski untuk itu orang lain teraniaya. 

Sebaliknya kebahagiaan surgawi meliputi orang yang terus menerus disucikan sebab kondisi-kondisi bahagia yang diwujudkan dalam kehidupannya sehingga ia dapat melihat Allah di tengah dunia (8)

Ia membawa damai kepada sesama manusia karena damai Allah ada di dalamnya (9). Juga saat ia harus menerima aniaya oleh karena imannya (10)

Sabda bahagia itu kita jadikan tuntunan dan kita hidupi, karena dengan cara itulah kita disebut bahagia oleh Tuhan. Bukan hanya tatkala nanti di surga seperti para kudus, tetapi sudah pada hari ini, saat ini ketika kita menghayatinya

Kebahagiaan sejati adalah anugerah, juga karakter surgawi. Saat kita memberi diri dibentuk oleh Kristus sehingga karakter-Nya mewujud dalam kehidupan kita, saat itu pula kita mengalami kebahagiaan sejati


Mat. 5:1-12 ~ Senin
"Berbahagialah orang yang MISKIN di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Allah"
MISKIN = SADAR dan RENDAH HATI di hadapan Allah.  Menggantungkan dan mempercayakan seluruh rencana hidupnya pada kasih dan bantuan Allah. HATI dan PIKIRANNYA tidak diperbudak oleh harta milik tapi BISA BERBAGI untuk sesama yang membutuhkan. KEHORMATAN BATIN inilah yang ditawarkan Allah seperti TELADAN HIDUP YESUS sendiri
Saudaraku, apakah SEMANGAT PEDULI dan BERBAGI ini juga menjiwai hidup Anda?
JLU.



Senin, 08 Juni 2020, Pekan Biasa X
¤ 1Raj. 17:1-6
¤ Mzm. 121:1-2.3-4.5-6.7-8
¤ Mat. 5:1-12
"Intentio pura"
~ Maksud yang murni ~
  Inilah tindakan tulus menuju pada kebahagiaan sejati.
       Mengacu pada bacaan Injil hari ini, Yesus ingin kita jadi orang beriman yang punya semangat bahagia.
       Adapun keinginan Yesus yang bisa dimaknai agar hati kita tetap terarah pada kebahagiaan sejati, antara lain:
1. Bersyukur
       Bersyukur merupakan sikap iman akan Yesus. Di sinilah kita diajak menjadi orang yang siap dan rela berkorban.
2. Berbahagia 
       Berbahagia merupakan sikap hidup di dalam kasih. Di sinilah kita pun diajak menyadari bahwa bahagia lebih pada suasana hati yang tulus bagikan harapan dan hadirkan kasih serta segarkan iman
3. Bersaksi
       Bersaksi dalam hidup sederhana dan tidak suka pamer karena kadang bisa menimbulkan keiri-hatian orang lain yang tidak suka. Di sinilah kita perlu menjadi orang yang utuh dan seimbang, tidak sibuk pada tampilan luar tetapi lebih pada kedalaman hati yang tulus dan sejati
       Saudaraku, Sabda Bahagia di bukit mengajak kita berani mengorbankan dan meredam ego agar dunia makin banyak orang yang rendah hati, tulus serta selalu berusaha memberikan kebahagiaan bagi sesamanya.
   Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus bersama Bunda Maria, selalu menyertai kita sekeluarga yang tulus fokus pada kebahagiaan sejati. Amin.

DOA:
Ya Tuhan Yesus, tunjukkanlah belas kasih-Mu kepada 'orang kecil' yang miskin, lapar, menangis dan teraniaya. Tolonglah diriku agar dapat membantu mereka secara materiil-finansial dan dengan kekayaan Injil-Mu. Amin.


@@@@@@@@


SIRAMAN ROHANI                                                                                                                   
Senin, 08 Juni 2020                                                                                                                               
RP Fredy Jehadin, SVD

Tema: Yang Dipuji Tuhan Beda Dengan Yang Dipuji Dunia
Matius 5: 1 - 12

Saudara-saudari…. Tahun 2018 di Papua New Guinea ada pemilihan umum, memilih anggota DPR. Di antara begitu banyak calon ada beberapa pastor. Di satu keuskupan ada tiga pastor yang calonkan diri untuk menjadi anggota DPR. Yang selalu menjadi pertanyaan saya, kalau menyaksikan para calon dari kalangan biarawan: “Apakah yang anda cari? Belum bahagiakah anda melayani umat sesuai dengan profesi anda sebagai pastor? Sadarkah anda bahwa sekali anda mencalonkan diri untuk menjadi DPR, pada saat yang sama anda sudah membawa perpecahan dan permusuhan dalam tubuh gereja local, karena dalam gereja lokal sesungguhnya sudah banyak calon dari kalangan awam yang sama-sama mau merebut kursi DPR?” 

Hari ini Yesus mewartakan sabda bahagia yang menurut pandangan duniawi sangat bertentangan, tetapi menurut Yesus cara hidup seperti itu patut dipuji. Yesus berkata: berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah; berbahagialah orang yang berdukacita; berbahagialah orang yang lemah lembut; berbahagialah orang yang lapar dan haus; berbahagialah orang yang murah hati; berbahagialah orang yang suci hatinya; berbahagialah orang yang membawa damai; berbahagialah orang yang dianiaya; berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya.

Mengapa keadaan seperti dipuji, sementara menurut pandangan duniawi keadaan seperti ini justru harus dijauhkan atau diperbaiki. 
Kalau direnungkan secara mendalam, mungkin kita akan menemukan pesan di balik pernyataan Yesus ini. Contohnya, sabda bahagia yang pertama Yesus berkata: “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah karena merekalah yang empunya kerajaan Allah.” Miskin di hadapan Allah di sini maksudnya orang yang merasa tidak punya apa-apa dan dia tidak punya alasan untuk membesarkan dan menyombongkan diri. Dia merasa bahwa hidupnya sungguh bergantung pada belas kasihan Tuhan. Menurutnya, kalau Tuhan tidak memberi apa-apa padanya itu berarti dia akan mati. Jadi Yesus mengharapkan agar para pengikut-Nya selalu punya sikap hidup seperti itu, selalu merasa bergatung pada Allah dan biarkan Allah sendiri yang menjadi Tuan atas dirinya. Kalau kita selalu memiliki sikap seperti ini, maka kita akan memiliki kerajaan Allah. Sebaliknya kalau kita selalu merasa memiliki semuanya, maka ada kecendrungan manusiawi kita untuk mengabaikan Tuhan dan mengandalkan semuanya pada dirinya sendiri karena dia merasa bahwa ia memiliki segalanya, sudah kaya di hadapan Allah. Dia berdiri sendiri tanpa mengharapkan bantuan Tuhan lagi. 
Memupuk sikap kaya di hadapan Allah berarti pada akhirnya kita tidak memiliki kerajaan Allah. Dengan ini kita bisa melihat perbedaan pandangan antara Tuhan dan dunia. Apa yang dipuji oleh Dunia, tidak dipuji oleh Allah. Demikian sebaliknya, apa yang dipuji oleh Allah tidak dipuji oleh dunia.

Saudara-saudari… Apa sesungguhnya yang kita cari dan kehendaki? Pujian sesaat atau pujian selama-lamanya? Kebahagiaan sesaat atau kebahagiaan untuk selama-lamanya? Kalau kita menginginkan dan menghendaki kebahagiaan selamanya, maka ikutilah Sabda Bahagia yang diwartakan Kristus hari ini yaitu selalu rendah hati, sabar dalam penderitaan, lemah lembut terhadap sesama, promosikan kebenaran dan kejujuran, murah hati kepada sesama, dan hidup saleh. Saya yakin kita bisa menjalankan semuanya ini kalau kita selalu pasrahkan diri kita kepada Tuhan dan biarkan Roh Kudus yang menjadi tuan atas hidup kita.

Kita berdoa semoga Tuhan selalu meneguhkan iman kita dan memberi kita kekuatan untuk berlangkah maju mengikuti kehendak dan perintah-Nya.

Kita memohon Bunda Maria untuk mendoakan kita. Amen.

*******************



Hari ini Senin, 8 Juni 2020
Hari Senin Pekan Biasa X

Marilah Berdoa:🟫🟀
Demi nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus, Amin. 
Tuhan curahkanlah Roh Kudus-Mu kepadaku agar aku memahami Sabda-Mu hari ini, bahwa: Kebahagiaan sejati bila kita bersatu kasih dengan Kristus. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

Bacaan Kitab SuciπŸ“–
1. 1Raj. 17:1-6
2. Mat. 5:1-12
(Mohon teks Kitab Suci dibaca terlebih dahulu)

Memahami Injil🟫🟀
🟫1 Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. 
(■ Pengajaran Yesus kepada orang banyak, di Mat. 5:1-12 ini sering di sebut: 8 Sabda Bahagia atau Sabda di bukit.
■ Inti pengajaran ini adalah: Kebahagiaan.
■ Kebahagiaan yang di tawarkan Yesus bukan kebahagiaan yang berkaitan dengan mengejar hal-hal yang materi, melainkan tuntunan bagi manusia untuk hidup selaras dengan hidup Allah, sehingga manusia bahagia oleh karena mereka bersatu kasih dengan Allah.)

🟫2 Maka Yesus pun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya:
3 “ Berbahagialah orang yang MISKIN DI HADAPAN ALLAH, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga.
(■ Orang MISKIN DI HADAPAN ALLAH adalah: Orang bersemangat miskin tidak mengandalkan apa pun atau siapa pun kecuali mengandalkan Allah. Mereka ini yang empunya Kerajaan Allah.)

🟫 4 Berbahagialah orang yang BERDUKACITA, karena mereka akan dihibur.
(■ Mereka yang hidup di pihak Allah, akan sangat BERDUKACITA bila dirinya atau melihat orang lain yang berbuat dosa. Bila dirinya atau orang lain bertobat, kembali hidup di dalam Allah, maka dirinya akan mendapatkan penghiburan.)

🟫 5 Berbahagialah orang yang LEMAH LEMBUT, karena mereka akan memiliki bumi.
(■ Mereka yang mengandalkan Allah  tidak hidup menggunakan kekerasan, mereka hidup rendah hati, menyadari segala keterbatasan dirinya sendiri sehingga mereka mampu LEMAH LEMBUT terhadap orang lain.)

🟫 6 Berbahagialah orang yang LAPAR dan HAUS AKAN KEBENARAN, karena mereka akan dipuaskan.
(■ Orang yang mengandalkan Allah: seperti orang yang LAPAR dan HAUS akan KEBENARAN. 
■ Kebenaran adalah:
1. Allah itu sumber kebaikan.
2. Manusia adalah orang berdosa. 
3. Di masa yang akan datang manusia masih mungkin untuk berdosa.
4. Kebaikan yang di lakukan manusia di dorong oleh Allah yang bersemayam di dalam diri manusia. 
■ Bila orang lapar dan haus akan kebenaran, orang tersebut: RENDAH HATI.)

🟫 7 Berbahagialah orang yang MURAH HATINYA, karena mereka akan beroleh kemurahan.
(■ Orang yang mengandalkan Allah pasti akan MURAH HATI seperti Allah sendiri. Mereka akan mencermin karakter Allah yang bersemayam di dalam diri mereka: MURAH HATI/ BERBELAS KASIH.)

🟫8 Berbahagialah orang yang SUCI HATINYA, karena mereka akan melihat Allah.
(■ Orang yang mengandalkan Allah adalah orang yang SUCI MURNI HATINYA.  
■ MURNI berarti tidak ada campurannya. Hati yang suci dan murni berarti: Dalam hati orang yang suci murni ini hanya ada satu yang di andalkan dalam hidupnya, Yesus.)

🟫 9 Berbahagialah orang yang MEMBAWA DAMAI, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.
(■ Orang yang mengandalkan Allah kemana-mana MEMBAWA DAMAI bukan pertentangan. Yesus mengajarkan kasihilah musuh-musuhmu. Bisa kita bayangkan, apa yang di harapkan Yesus untuk mengasihi musuh, MEMBAWA DAMAI.)

🟫 10 Berbahagialah orang yang DIANIAYA oleh sebab KEBENARAN, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga.
11 Berbahagialah kamu, jika KARENA AKU kamu DICELA dan DIANIAYA dan kepadamu DIFITNAHKAN segala yang jahat.
12 Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di surga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.”
(■ Sebagaimana untuk mendapatkan emas 24 K, maka emas harus di bakar; demikian juga hidup rohani perlu di bakar saat seseorang di cela, di aniaya dan di fitnah karena sebagai pengikut Yesus. Dengan demikian akan keluar kasih yang paling tulus dan murni kepada Allah dan manusia.
■ Jangan takut penderitaan, saudara; bila Anda ada di dalam kebenaran Yesus.)

Merenungkan🟫🟀
♡ Apakah karakter Yesus ada di dalam diri Anda?
1.Mengandalkan Allah.
2.Sedih karena menentang Allah.
3.Lemah lembut.
4.Lapar dan haus akan kebenaran
5.Murah hati.
6.Suci hati
7.Membawa damai
8.Demi Yesus di cela dan di aniaya.
Bila ada, sudahkah Anda rasakan kebahagiaan-Nya?

Doa Permohonan🟫🟀
Tuhan beri kami hati yang suci dan murni agar kami memandang Engkau di dalam hidup kami. Kami mohon....

Hening🟫🟀
(Silakan hening barang 15 menit, untuk mengendapkan Sabda Tuhan, bisa sambil menyebut-nyebut nama: Yesus) 

Doa Penutup🟫🟀
Tuhan Yesus, Engkau menjanjikan Kerajaan Allah kepada mereka yang mengandalkan Engkau. Mampu kan kami menjadikan Engkau menjadi batu karang kubu pertahanan kami.  Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

Tuhan sertamu – dan sertamu juga.

Semoga Allah yang Mahakuasa senantiasa memberkati Anda, keluarga, komunitas, aktivitas Anda hari ini.

Demi nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus. Amin

πŸŸ«πŸŸ€πŸ™πŸΌ✝πŸ“–πŸŸ€πŸŸ«
πŸ›πŸ›πŸ›πŸ”œπŸ¦‹πŸ¦‹πŸ¦‹

Teriring doa dari Karmel

Kencan Dengan Tuhan Senin, 8 Juni 2020


Bacaan: Wahyu 3:20  "Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku."

Renungan:
  Suatu ketika ada seseorang yang bermimpi. Ia melihat rumahnya dari luar begitu asri. Dinding rumah seperti baru dicat. Halaman tampak indah dengan berbagai tanaman yang menghijau. Tetapi alangkah terkejutnya ia ketika melihat rumahnya itu dari dalam. Perabotan penuh debu dan tembok-tembok rumah penuh lubang-lubang seperti baru dimakan rayap. Ia bisa melihat orang yang berjalan lalu lalang, debu yang keluar masuk dan cahaya matahari yang masuk melalui lubang-lubang itu. Ia menjadi sedih dan bertanya, "Tuhan, kenapa rumahku berlubang-lubang?" Akhirnya ia terbangun di tengah malam itu dari tidurnya dan kemudian berdoa. 
  Dalam doanya Tuhan mengingatkan dia bahwa selama ini ia terlalu sibuk dengan segala rutinitas yang ada. Sibuk dengan jadwal kuliah, belajar, olah raga, ke mall, game online, pesta pora dan kesibukan lainnya. Hari-hari yang dilalui tidak lagi diawali dengan doa dan bersaat teduh bersama Tuhan. Setelah sibuk melakukan kegiatan sepanjang hari, pulang ke rumah sudah capai dan langsung tidur. Semua tugas diselesaikan dengan baik dan hubungan dengan teman terjalin baik. Tetapi hal yang menyedihkan terjadi di tengah-tengah rutinitas yang ia nikmati yaitu rumah doa yang sudah lama ia bangun, sekarang terancam rubuh karena digerogoti oleh rayap-rayap aktivitas. Kesibukannya telah merampas waktu terindah yang ia jalani bersama Tuhan dalam doa dan saat teduh. Malam itu ia berjanji untuk menyediakan waktu kembali bersama Yesus. 
  Satu pertanyaan yang harus kita ajukan kepada diri sendiri setiap hari, "Sudahkah saya menyediakan waktu bersama Yesus hari ini?" Jika belum, maukah kita memulainya? Yesus dengan kerinduan yang mendalam telah menanti kita selama ini di sudut hati kita. Biarkan Dia masuk untuk berbagi sukacita dan berkat dengan kita. Menyediakan waktu untuk Yesus adalah tindakan nyata untuk mulai merenovasi rumah doa kita yang berlubang-lubang karena rayap-rayap kesibukan. Tuhan Yesus memberkati.

Doa:
Tuhan Yesus, Engkau telah memberikanku kemudahan-kemudahan untuk bisa datang kepadaMu tetapi aku tidak tertarik pada semuanya itu. Sentuh hatimu dan buka hatiku agar hatiku kembali terpaut padaMu. Amin.

Popular Posts Widget