Yesus adalah Raja

Rubrik Motivasi Rohani

Yesus adalah Raja

Ada sebuah film drama yang mengisahkan tentang seorang wanita yang melakukan perjalanan kembali ke masa lalu.
Ia terdampar di sebuah kerajaan dengan selisih waktu ribuan tahun sebelum ia hidup.
Pada zaman itu, seorang raja adalah segala-galanya.
Perintah Raja amat menentukan hidup mati seseorang.
Jika lalai menjalankan perintah raja, hukuman mati tidak dapat terelakkan.
Ia amat shock melihat kenyataan yang amat bertolak belakang dengan hidupnya itu.

Sahabat, kita sungguh beruntung mempunyai Raja seperti Yesus.
Hidup dan mati kita memang ada di tangan Yesus,
namun Yesus amat menghargai kehidupan kita di dunia ini.
Walaupun kita sering melalaikan ajaran-Nya, Yesus tetap mencintai kita.
Yesus memberi waktu bagi kita untuk memperbaiki diri sampai saat kembali ke rumah Bapa tiba.
Sudahkah kita memanfaatkan waktu itu semaksimal mungkin?

Ketahuilah tidak pernah ada kata terlambat untuk memperbaiki diri.
Bila kita menyebut Yesus sebagai Raja, maka hidup kita pun harus mengikuti teladan hidup Yesus yang membawa kebenaran, damai dan keselamatan bagi orang lain.

Jangan sampai kehadiran kita justru menjadi batu sandungan bagi orang lain karena hidup kita yang tidak benar.
Jangan sampai kehadiran kita justru menjadi pembawa bencana karena tutur kata kita yang menyakitkan hati orang lain.
Marilah kita selalu berdoa dalam hati: Tuhan Yesus, tinggallah dan rajailah hatiku agar aku mampu hidup seturut kehendak-Mu.

PERCIKAN HATI Minggu, 22 November 2015

Memberi dengan Tulus

Rubrik Motivasi Rohani

Memberi dengan Tulus

Mengapa Yesus menyebut sang janda yang mempersembahkan dua peser dalam peti persembahan memberi lebih banyak daripada orang lain yang sebenarnya memberi persembahan dalam jumlah yang lebih besar? (Mrk. 12:41)

Patut kita ketahui seorang janda mempunyai status sosial yang rendah dalam masyarakat Yahudi. Mereka yang telah ditinggalkan suami tentu harus berjuang sendiri untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Mereka harus hidup dari hari ke hari dan dua peser itu merupakan keseluruhan miliknya pada hari itu. Tapi ia memberikan seluruh nafkahnya dengan tulus dan ikhlas sebagai bentuk persembahan kepada Tuhan. Pada dasarnya, Yesus tidak pernah mempermasalahkan besar kecilnya persembahan yang kita berikan. Tapi Yesus mau menunjukkan semangat ketulusan dan keikhlasan yang hendaknya selalu kita pegang ketika mau memberikan atau mempersembahkan sesuatu. Si janda miskin itu memberi dari kekurangan sedangkan mereka yang lain memberi dari kelebihan masing-masing.

Ingatlah selalu persembahan itu bukan soal besar atau kecilnya jumlah yang kita berikan tapi ketulusan kita dalam memberi. Percumalah kita memberi atau menyumbang banyak tapi dengan tujuan agar dikenal dan disanjung orang.

Mari belajar untuk memberi dengan penuh ketulusan sebab Tuhan pun telah memberikan berkat-Nya pada kita secara cuma-cuma, tanpa memperhitungkan untung dan rugi.

PERCIKAN HATI «Minggu, 8 November 2015»

Mengatur Waktu

Rubrik Motivasi Kerja & Usaha

Mengatur Waktu

Kita semua dianugerahi waktu yang sama dalam satu hari.
Tidak ada orang yang dapat menikmati waktu lebih dari 24 jam sehari.
Tapi mengapa ada orang yang mengerjakan beberapa hal sekaligus dan bisa berhasil dalam berbagai bidang yang diusahakannya itu?
Misalnya seorang artis yang kebetulan juga menjadi seorang dokter, seorang ibu rumah tangga sekaligus wanita karir, seorang pengusaha yang aktif dalam pelayanan, dan lain sebagainya. Apa rahasia mereka? Jawabannya ada pada manajemen waktu.
Bila kita mampu mengatur waktu yang ada dalam satu hari, maka kita pasti bisa menyelesaikan beragam tugas yang dipercayakan kepada kita. Caranya adalah dengan membuat prioritas: mana yang harus kita selesaikan terlebih dahulu dan mana yang bisa kita selesaikan di lain waktu.
Jika kita terbiasa untuk bertindak dengan prioritas atau tujuan, maka tugas yang diberikan kepada kita bisa selesai tepat pada waktunya. Jangan pernah mengeluhkan soal kurangnya waktu. Tapi berusahalah sedemikian rupa agar waktu kita selalu diarahkan untuk mencapai prioritas atau target yang telah kita tetapkan. Jika demikian, sebanyak apapun tugas yang kita emban, kita pasti bisa menyelesaikannya sampai tuntas.
Selamat beraktivitas.
PERCIKAN HATI Senin, 23 November 2015

Menguasai Diri

Rubrik Inspirasi Kitab Suci

Menguasai Diri “Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.” (1Ptr. 4:7)

Kita tentu pernah merasa panik dan cemas, apalagi jika berhadapan dengan masalah yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Kita menjadi tidak tenang, resah dan gelisah karena kesulitan yang tiba-tiba hadir itu. Pada saat demikian, kebanyakan dari kita tidak dapat mengambil keputusan yang tepat hanya karena terlampau dikuasai oleh rasa panik dan cemas. Kita sulit untuk menguasai diri karena terlalu fokus pada masalah. Rasul Petrus mengingatkan kita bahwa dalam keadaan sulit seperti itu, hendaknya kita mampu menguasai diri dan tetap bersikap tenang. Jangan lupa bahwa Tuhan tentu punya kuasa yang lebih besar daripada masalah yang sedang menimpa hidup kita. Untuk itu, dalam masalah pelik sekalipun, mari kita belajar untuk menguasai diri. Ingatlah untuk selalu memohon kekuatan dan penyertaan Tuhan dalam doa. Bahkan jika kita sulit untuk berkata-kata, berikanlah waktu hening sejenak untuk berdiam diri dalam hadirat Tuhan. Percayalah hati yang tenang dan yang selalu berserah pada Tuhan, pasti bisa melihat jalan keluar yang terbaik, yang selalu disediakan Tuhan bagi orang yang berserah kepada-Nya.

PERCIKAN HATI Selasa, 24 November 2015

Hormatilah Orang Lain

Rubrik Kebijaksanaan Hidup

Hormatilah Orang Lain

Dimanapun kita berada, ada satu prinsip dasar yang hendaknya selalu kita pegang: kita tidak bisa hidup tanpa orang lain. Kehadiran orang lain amat penting artinya untuk kita. Oleh sebab itu, hormatilah dan belajarlah bersama orang lain. Hormatilah orang yang kita temui bukan karena orang itu punya uang, kuasa atau wibawa, tapi pertama-tama karena orang itu adalah manusia. Kita menghormati sesama karena tentu kita pun ingin diperlakukan demikian oleh orang lain. Itulah hak asasi setiap orang yang hendaknya selalu kita ingat. Bila kita mau menghormati orang lain apapun statusnya, maka itu berarti kita telah belajar untuk mengurangi keegoisan dan kesombongan diri. Bahkan ketika berhadapan dengan anak kecil atau dengan orang yang kemampuannya jauh di bawah kita, kita justru sedang diajak untuk belajar sesuatu. Dari anak kecil kita diajar untuk bersikap polos, lugu serta tampil apa adanya. Dari orang yang kemampuannya tidak lebih baik dari kita, kita ditantang untuk rendah hati, mau mendengarkan orang lain, serta bersikap dan berpikir sederhana. Sahabat, mari perlakukan orang-orang di sekitar kita sebagaimana kita ingin diperlakukan. Tunjukkanlah rasa hormat kita kepada sesama dengan tutur kata yang sopan, senyuman yang tulus, sapaan yang menyejukkan hati. Kasih dan perhatian tulus yang kita berikan tentu akan menunjukkan kualitas kita sebagai manusia yang beradab dan beriman.

PERCIKAN HATI
Rabu, 25 November 2015

Waspada dan sadarlah Selalu

Rubrik Cerita Bermakna


 Waspada & Sadarlah Selalu! 

Seorang pencuri kelas kakap sedang buron karena dikejar polisi. Tidak kehilangan akal, ia pun segera menemui seorang kakek yang terkenal bijak dan saleh. Ia memohon agar kakek itu mau menyimpan barang-barang hasil curiannya. Ia percaya orang lain tidak akan curiga kepada kakek itu. Kakek itu tidak mau dan mulai mengusir pencuri itu dari tempat tinggalnya. Namun sang pencuri itu mulai melakukan tawar menawar, “Begini saja, saya akan memberikan dua puluh persen dari hasil curianku untukmu.” Kakek itu mulai ragu tapi kemudian berkata, “Tidak. Cepat pergi.” Sang pencuri menaikkan tawarannya, “30 persen.” Kakek tetap menolak. “50 puluh persen,” tawar si pencuri itu lagi. Sang kakek akhirnya mengambil tongkatnya dan berteriak, “Keluarlah sekarang juga, kamu hampir saja membuatku goyah.” Sebuah kesadaran yang tepat pada waktunya. Kakek itu sadar bahwa dirinya mulai tergoda. Sahabat, waspadalah terhadap segala jenis godaan. Sadarlah selalu: buka mata, buka telinga, buka pikiran agar kita dapat mengetahui segala konsekuensi dari setiap pilihan yang kita ambil termasuk ketika kita sedang digoda dengan tawaran yang terlihat menarik padahal menyesatkan pada akhirnya. 

PERCIKAN HATI Sabtu, 21 November 2015

Kerendahan Hati

"Tuhan Ingin Orang-orang Melihat kita dan Mengetahui Bahwa DIA-lah Dibalik KESUKSESAN kita"

"KERENDAHAN HATI Anda Teruji Saat Anda SUKSES! Bila Anda Mengakui Bahwa Anda SUKSES Karena Tuhan, Bukan Karena Kerja Keras Anda Belaka, Melainkan Karena Anugerah dan Kepercayaan Allah Saja".

Selamat malam Sobat, tetap Semangat.

SAHABAT

Rubrik Kata Mutiara

«Sahabat»

“Kemuliaan persahabatan tidak terutama dalam tangan yang diulurkan, senyuman yang ramah, atau sukacita pertemanan; melainkan inspirasi spiritual yang datang kepada seseorang, ketika ia menemukan bahwa orang lain percaya kepadanya dan bersedia memercayainya.” Ralph Waldo Emerson (1803-1882), penyair dan dosen asal Amerika Serikat Sahabat yang baik adalah sukacita dan investasi terbesar dalam kehidupan kita. Jika kita ingin persahabatan kita terus langgeng dan memberi warna dalam hidup kita, jangan lupakan prinsip dasarnya. Setiap orang yang ingin membangun persahabatan hendaknya mengawalinya dengan rasa percaya. Setiap orang yang merasa dirinya dipercaya akan membuka hati untuk menjalin persahabatan dengan orang yang percaya padanya. Ingatlah selalu: sebagaimana kita ingin diperlakukan, lakukanlah juga itu kepada orang lain. Ketika kita mau menjadi sahabat yang baik untuk orang lain, maka orang lain pun akan menjadi sahabat yang baik untuk kita.

PERCIKAN HATI «Kamis, 5 November 2015»

Milikilah Respon yang Positif

Seorang wanita pekerja di salah satu salon kecantikan di New York, Salon di mana dia bekerja sering dikunjungi oleh kalangan atas dan selebritis. Suatu hari dia kagum melihat pakaian seorang pelanggan kaya yg sedang berkunjung ke salon di mana dia bekerja. Rasa ingin tahunya langsung muncul, spontan bertanya: “Di mana Ibu membelinya ya?” Pelanggan kaya itu menatap dirinya dg sikap dingin dan tatapan tajam, dg ketusnya menjawab: “Untuk apa kamu mau tahu di mana membelinya, seandainya saya katakan pada kamu, kamupun tak kan sanggup membelinya” Mendengar kata hinaan itu, si pekerja salon itu melangkah pergi dg wajah merah padam, perasaannya terluka, tapi batinnya berbicara: “Saya berjanji suatu hari saya pasti bisa mendapat semua seperti wanita kaya itu dapatkan, perhiasan, rumah mewah, uang yg banyak... Dan tidak akan pernah ada orang akan mengatakan seperti itu lαgi pada saya.” Beberapa tahun kemudian, terlihat di banyak koran, foto si pekerja itu bersama orang2 top dunia, seperti Pangeran Charles, Putri Grace dari Monaco, Rose Kennedy, TC Cooke, dll. Si pekerja itu tidak lain adalah ESTEE LAUDER, salah satu wanita terkaya, dan pioner dalam industri kecantikan dunia. Pesan moral: Bila kita hanya sakit hati dan meratapi diri atas hinaan orang lain, kita hanya menyimpan dendam dan mengharapkan hal2 buruk terjadi pada orang yg menghina kita, Itu hanya merusak kebahagiaan diri sendiri dan tdk akan memberikan manfaat apa2. Belajar dari Sikap Estee Lauder, yg telah mengubah rasa dendamnya menjadi motivasi dirinya untuk meraih kesuksesan. Terkadang kita harus bersyukur saat dihina orang lain, karena hal itu dpt membangkitkan semangat juang kita. Yg terpenting : milikilah respon yg positif, dan buktikan bahwa kita mampu meraih kesuksesan..!! Selamat pagi Sobat. Tetap semangat!!! Happy Week End.

Belajar dari Kegagalan

Rubrik Kata Mutiara

Belajar dari Kegagalan

Berlian adalah bongkahan batu bara yang menjadi bagus di bawah tekanan. Ada banyak pengusaha sukses yang mengawali usahanya dengan proses jatuh bangun. Bahkan tidak jarang ada yang mengalami kesuksesan setelah berhasil mengatasi pengalaman kegagalan di masa lalu. Lihat saja Soichiro Honda (1906-1991) yang sukses merintis terbentuknya pabrik otomotif kelas dunia. Saat merintis bisnisnya, Soichiro Honda selalu diliputi kegagalan. Ia sempat jatuh sakit, kehabisan uang, bahkan dikeluarkan dari bangku kuliah. Namun ia terus bermimpi dan berusaha untuk mewujudkan mimpinya itu. Kecintaannya kepada mesin dan ketekunannya dalam berusaha membuat ia berhasil mewujudkan mimpi-mimpinya. Melalui kegagalan, ia belajar untuk menciptakan metode dan teknik yang tepat untuk menghasilkan mesin yang efisien dan tepat guna. Sahabat, jangan pernah merasa kecil hati jika kita harus berada pada “saat-saat rendah”. Justru ketika kegagalan, kesulitan dan tantangan sedang meliputi kita, itulah saat yang tepat bagi kita untuk belajar, untuk meraih pengetahuan agar bisa melompat ke tempat yang lebih tinggi pada waktu yang tepat.

PERCIKAN HATI «Kamis, 26 November 2015»

Popular Posts Widget