RENDAH HATI

RENDAH HATI

Orang yang RENDAH HATI
selalu bahagia dan leluasa.

Tak dapat dihina,
sebab ia tidak gila HORMAT.

TAMAK

TAMAK


Bagaimana anak balita "mengklaim" suatu barang:

1. Kalau aku menyukai sesuatu, berarti benda itu punyaku; 

2. Kalau sebuah benda kupegang, berarti itu milikku;

3. Kalau aku bisa merebut sesuatu darimu, benda itu jadi punyaku; 

4. Kalau aku melihat sesuatu lebih dulu, benda itu jadi milikku; 

5. Kalau kamu bermain dengan sesuatu, lalu kamu menaruhnya, benda itu otomatis jadi punyaku; 

6. Kalau benda yang kita perebutkan pecah, maka itu jadi milikmu.

Ketamakan sangat serupa dengan nafsu-keinginan besar untuk memiliki sesuatu demi kesenangan pribadi. Serupa gambaran tentang balita diatas, orang tamak hendak memiliki semua yang disukai dan diingininya
 
Padahal, ketamakan tak pernah dapat dipuaskan. Keinginan yang tak terkendali dapat membahayakan diri sendiri dan orang-orang di sekitarnya

Itulah sebabnya Amsal 23:2 memperingatkan, "Taruhlah sebuah pisau pada lehermu, bila besar nafsumu!"

Jadi, bagaimana melawan nafsu tamak ini?

Tuhan meminta kita menujukan hati pada harta yang kekal (Matius 6:19-21). Terlalu memburu harta di bumi hanya akan membuat kita terikat dan diperhamba harta. Menghabiskan waktu dan kesehatan untuk menumpuk harta, yang takkan pernah kita bawa di akhir hayat

Sebaliknya, jika Tuhan menjadi yang terutama, sesungguhnya kita akan hidup lebih tenang. Kita akan bekerja dengan tahu batas waktu, tidak mengorbankan keluarga

Bahkan masih punya waktu untuk melakukan pelayanan. Kita bisa bijak menggunakan harta untuk memberkati sesama dan mendukung pekerjaan Tuhan

πŸ›πŸ•Š DOA MALAM πŸ•ŠπŸ› Sabtu tgl 06 Juni 2020

πŸ›πŸ•Š DOA MALAM πŸ•ŠπŸ›
Sabtu tgl 06 Juni 2020
πŸŒΉπŸ•ŠπŸŒΉπŸ•ŠπŸŒΉπŸ•ŠπŸŒΉπŸ•ŠπŸŒΉ
Mulutku akan menceritakan keselamatan yang dari-Mu, ya Tuhan.

Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin.
Aku datang dengan keperkasaan-keperkasaan Tuhan ALLAH, hendak memasyhurkan hanya keadilanMu saja! Ya Allah, Engkau telah mengajar aku sejak kecilku, dan sampai sekarang aku memberitakan perbuatanMu yang ajaib; Akupun mau menyanyikan syukur bagiMu dengan gambus atas kesetiaanMu, ya Allahku, menyanyikan mazmur bagiMu dengan kecapi, ya Yang Kudus Israel.   (Mzm 71:16-17,22)

Tuhan Yesus Kristus Juruselamat kami yang Maharahim, kami bersyukur dan berterimakasih atas penyertaan-Mu sepanjang hari akhir pekan ini.

Dalam perenungan Sabda-Mu hari ini dimana Engkau mengingatkan kami untuk waspada terhadap ahli-ahli taurat, jangan sampai kami terjebak pada apa yang hanya terlihat mengagumkan oleh indra manusiawi kami,

Dalam pengajaranNya Yesus berkata:  "Hati-hatilah terhadap ahli-ahli Taurat yang suka berjalan-jalan memakai jubah panjang dan suka menerima penghormatan di pasar, yang suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan di tempat terhormat dalam perjamuan,  (Mrk 12:38-39)

Ya Tuhan Yesus, tolonglah dan kasihanilah kami, bantulah kami agar kami mampu tetap waspada dengan menguasai diri, sadar dalam penderitaan, taat dan setia dalam mewartakan nilai-nilai Injil serta mampu keluar dari belenggu egocentrisme kami.

Kami pun jadi ingat akan pesan Rasul Yakobus yang mengatakan,
Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia? Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang, bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong?
(Yak 2:14,20)

Ampunilah kami yang bebal tegar-tengkuk dan sombong ini , jadikanlah kami saksi-Mu yang hidup dan memiliki pribadi yang utuh sebagaimana kami Kau ciptakan.
Mampukan kami menyatukan doa, iman, harapan dan kasih kami dalam wujud prilaku nyata dikehidupan kami sehari-hari, saling mengasihi dan saling mengampuni satu sama yang lain dengan kerendahan hati yang tulus ikhlas dan jujur sehingga kami layak dan pantas menjadi murid-Mu yang sejati yang berbudi luhur dan murah hati seperti hati-Mu ya Yesus yang Maharahim.

Sebab Engkaulah Raja yang mulia dan kekal, Tuhan dan Pengantara kami yang hidup dan berkuasa bersama Bapa disurga dalam persekutuan dengan Roh Kudus Allah kini dan sepanjang segala masa.
Bapa kami ...................
Salam Maria ...............
Kemuliaan ...................
Terpujilah ....................
Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin.
πŸ€πŸŒΉπŸ•ŠπŸŒΉπŸ•ŠπŸ™✝πŸ›πŸ€

Doa malam, 4 Juni 2020


YANG TERBAIK

 
•✽• •✽• •✽• •✽• •✽• •✽•‎

Ketika HIDUP adalah sebuah  PILIHAN:
• Pastinya kita hanya BERHARAP untuk dapat terus
SEHAT BAHAGIA,
TERTAWA GEMBIRA.....

• Pastinya juga kita tidak ingin 
BERDUKA,
TERLUKA,
KECEWA,

atau pun MERANA...

Namun kita tidak MEMILIKI pilihan diatas sebuah pilihan,
& kita tidak mampu MENOLAK semua keadaan yang terjadi...

Kita hanya bisa 

BERSABAR
BERSYUKUR,
Serta terus BERHARAP,

Kita bisa saja LEMAH,
tapi selalu ADA yang memberikan KEKUATAN.
Kita bisa saja berbuat TIDAK BAIK, tapi selalu akan ada yang MENGINGATKAN agar kita berusaha untuk berbuat BAIK
Kita bisa saja GAGAL,
tapi pasti ada SUMBER PENGHARAPAN yang akan membangkitkan kita untuk kembali berusaha untuk BERHASIL.

Jangan TAKUT untuk menangis,
sebab di setiap tetesan air mata itu ada luka hati yg terbuang,
m a k a BUANG saja & HABISKAN hingga LUKA itu tiada ada lagi di hidup kita.

Jangan TAKUT bila harus terjatuh,
sebab dari itu kita tahu bagaimana rasanya HIDUP.

PAYUNG tidak dapat menghentikan HUJAN,
tapi membuat kita bisa BERJALAN menembus hujan untuk mencapai TUJUAN.

Orang PINTAR bisa GAGAL,
Orang HEBAT bisa JATUH,
tapi Orang yg RENDAH HATI dalam segala hal akan selalu mendapat tempat dimanapun dia berada

Tetap SEMANGAT & 
Jangan pernah MENYERAH,
karena, selalu ada PELANGI setelah HUJAN berhenti

Doa Satu Menit Hari Senin, 01 Juni 2020

Doa Satu Menit
Hari Senin,
01 Juni 2020

 Hari pertama di bulan ke enam, kami masuki
Bercermin kepada hari-hari kami
Di sepanjang bulan yang lalu
Kami akan bersusaha sebaik baiknya
Untuk memahami perkataanMu secepat mungkin

Bapa yang bijaksana
SuaraMu sangat jelas
Tanpa memakai bahasa apapun
Tidak membutuhkan pengalih bahasa
Tidak memerlukan mesin penterjemah apapun

Bisa kami mengerti,
Ketika Kau menegur kami
Ketika Kau mengingatkan kami
Ada yang tidak beres dengan sikap kami
Ada yang perlu diperbaiki dengan cara pandang kami

Bapa yang baik,
Kau sungguh berkuasa
Menyentuh dengan sangat lembut
Sendi-sendi kehidupan kami
Selalu dapat Kau lakukan
Selalu berhasil Kau kerjakan

Bagian kami adalah berikutnya
Kami mengingkarinya, sering terjadi
Kami menolaknya, sering jadi pilihan kami
Kami meremehkannya, tidak jarang kami lakukan
Kami tidak mengacuhkannya, sudah jadi gaya hidup kami

Tuhan Yesus, Guru agung kami
Kamu mengajar kami dengan cara manusia
Kau adalah Firman yang menjadi manusia
PengajaraMu, ya Tuhan Yesus
Tidak terikat dengan bahasa

Yang Kau pakai ketika Kau berjalan di muka bumi
Tidak pula dengan bahasa
Yang dipakai untuk menyusun Perjanjian Baru

PengajaranMu, melalui hidupMu
Sikap hidupMu,
Yang menjadi teladan bagi kami

Ada tiga puluh hari kedepan
Waktu bagi kami untuk mekin mengenalMu
Selama bukan ke enam tahun ini
Kami yakin, Kau sudah ada di hari ini

Juga di hari esok
Terima kasih Tuhan
Amin

MARIA BUNDA GEREJA

MARIA BUNDA GEREJA


Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya, “Ibu, inilah anakmu!” Kemudian kata-Nya kepada murid-Nya, “Inilah ibumu!” (Yoh 19:26-27)

Sesi ketiga Konsili Vatikan II ditutup pada tanggal 21 November 1964. 
Dalam sesi ketiga tersebut para Bapa Konsili memberi persetujuan atas “Konstitusi Dogmatis Lumen Gentium tentang Gereja” yang terdiri dari delapan bab. 
Bab terakhir  berjudul SANTA PERAWAN MARIA BUNDA ALLAH DALAM MISTERI KRISTUS DAN GEREJA yang terdiri dari 18 butir (butir 52 s/d 69). 
Ketika menutup sesi ketiga Konsili ini, Paus Paulus VI memproklamasikan SP Maria sebagai Bunda Gereja. Sungguh merupakan suatu momen bersejarah! 

Santo Paus Paulus VI [1897-1978; masa pontifikat 21 Juni 1963 – 6 Agustus 1978 – dikanonisir menjadi santo oleh Paus Fransiskus pada tanggal 14 Oktober 2018.]

Gelar Bunda Gereja (Latin: Mater Ecclesiae) untuk pertama kalinya digunakan pada abad ke-4 oleh S. Ambrosius dari Milan (c.337-340 – 397). 
Tokoh-tokoh Gereja lainnya yang datang kemudian adalah Paus Benediktus XIV pada tahun 1748 dan Paus Leo XIII pada tahun 1885. 
Ada juga seorang teolog yang bernama Hugo Rahner pada tahun 1944. 
Pada masa pasca Paus Paulus VI kita melihat nama-nama seperti Paus Yohanes Paulus II yang terkenal devosinya kepada Bunda Maria, dan juga Paus Benediktus XVI.

Sehubungan dengan Tahun Maria yang dimulai pada Hari Raya Pentakosta tanggal 7 Juni 1987 dan diakhiri pada tanggal Perayaan Pesta (sekarang: Hari Raya) SP Maria Diangkat ke Surga tanggal 15 Agustus 1988, maka pada tanggal 25 Maret 1987 Paus Yohanes Paulus II menerbitkan Surat Ensiklik Redemptoris Mater (Ibunda Sang Penebus) mengenai SP Maria dalam kehidupan Gereja yang berziarah. 
Saya cuplik sedikit saja dari  surat ensiklik ini (terjemahan/terbitan KWI):

“Maria hadir dalam Gereja sebagai Bunda Kristus, dan pada saat itu juga sebagai Ibu yang dalam misteri Penebusan, diberikan oleh Kristus, kepada umat manusia dalam pribadi Rasul Yohanes. Maka dengan keibuan baru dalam Roh, Maria memeluk setiap orang sendiri-sendiri dan bersama-sama di dalam dan melalui Gereja. Seperti Paulus VI harapkan dan minta, Gereja perlu mendapatkan “dari Perawan Bunda Allah bentuk paling otentik dalam hal mengikuti jejak Kristus yang sempurna” (Redemptoris Mater, 47).

Pada tanggal 11 Februari 2018 (peringatan 160 tahun penampakan Bunda Maria di Lourdes) Paus Fransiskus menandatangani dekrit yang menetapkan peringatan “SP Maria, Bunda Gereja” setiap hari Senin setelah Hari Raya Pentakosta. 
Dekrit itu sendiri diterbitkan pada tanggal 3 Maret 2018.

Walaupun jauh dari lengkap dan sempurna, yang ditulis di atas semoga dapat menjadi pegangan perihal latar belakang Peringatan Wajib MARIA BUNDA GEREJA. 
Marilah sekarang kita menyoroti bacaan Injil di atas dengan mengacu kepada tulisan seorang imam Dominikan yang bernama Joseph-Marie Perrin,OP  yang berjudul “MARY – Mother of Christ and of Christians” (Makati, Philippines: St. Paul Publications, 1990, hal. 144-145).

Yohanes adalah murid yang dikasihi oleh Yesus secara istimewa. 
Kita dapat meyimpulkan bahwa sang murid memang dekat dengan Bunda Maria. 
Hubungan antara keduanya menjadi lebih dekat lagi ketika Bunda Maria dipercayakan kepadanya oleh Yesus menjelang kematian-Nya pada kayu salib. 
Injilnya mencatat: “Sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya” (Yoh 19:27b). 
Namun di sisi lain kita melihat bahwa Yohanes adalah penulis Injil yang paling sedikit berbicara tentang Bunda Maria. 
Hanya dua kali, yaitu “Perkawinan di Kana” (Yoh 2:1-11) dan ketika “Yesus disalibkan” (Yoh 19:25-30).

Seandainya Yohanes adalah satu-satunya penulis Injil, maka kita tidak akan mengetahui apa-apa tentang Bunda Maria kecuali dua perikop yang disebutkan di atas. 
Kita tidak akan mengetahui fakta mengenai keperawanannya, tentang perkawinannya dengan Yusuf dan kehidupannya di Nazaret, bahkan namanya pun tidak kita ketahui karena Yohanes menyebutnya sebagai “ibu Yesus”. 
Kita tidak akan mengetahui mengenai peristiwa “Maria diberi kabar oleh Malaikat Tuhan” (Luk 1:26-38). 
Kita juga tidak akan merasakan indahnya “Kidung Maria” (Magnificat) pada waktu membaca dan merenungkan peristiwa “Maria mengunjungi Elisabet” (Luk 1:39-56). Dlsb. dst. 
Seperti disebut di atas, Yohanes menyebut Bunda Maria secara sederhana sebagai “ibu Yesus”.

Yohanes memang banyak diam tentang Bunda Maria, namun di sisi lain Yohanes-lah yang mengungkapkan peranan Bunda Maria dalam kehidupan Gereja secara paling jelas. 
Dalam peristiwa perkawinan di Kana, Yohanes menulis singkat: “ibu Yesus ada di situ” (Yoh 2:1). Mukjizat (Yohanes menyebutnya sebagai “tanda”) air menjadi anggur merupakan yang pertama dibuat oleh Yesus, dan ini dilakukan-Nya karena permintaan penuh iman dari Bunda Maria. 
Dalam peristiwa ini, Bunda Maria memberikan “petunjuk abadi” yang berlaku dalam kehidupan Gereja sepanjang segala masa: “Apa yang dikatakan-Nya (Yesus) kepadamu, lakukanlah itu!” (Yoh 2:5). 
Jadi dalam peristiwa di Kana ini, Yesus memanifestasikan kemuliaan-Nya melalui pegantaraan Bunda-Nya, dan para murid-murid-Nya percaya kepada-Nya (lihat Yoh 2:11).

Selanjutnya di bagian dekat-akhir Injilnya, Yohanes menulis: “Dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya ……” (Yoh 19:25). Bunda Maria dipersatukan dengan Puteranya dalam misteri penyelamatan lewat Salib. Sekarang Bunda Maria adalah “Hawa yang baru” yang menerima segalanya dari “Adam yang baru” yang sekarang menjadi kepala dari umat manusia yang telah ditebus, dan Bunda Maria pun diikutsertakan bersama Yesus dalam karya penebusan-Nya.

Dari Kisah para Rasul (Bacaan Pertama alternatif), kita tahu bahwa Bunda Maria ada bersama para rasul dll. dalam ruang atas dalam menantikan pencurahan Roh Kudus (lihat Kis 1:14). Di sini Bunda Maria membuktikan rasa prihatinnya sebagai seorang ibu terhadap Gereja sejak awal. Novena yang mereka lakukan bersama di ruang atas itu adalah tanggapan terhadap perintah Yesus (Kis 1:4-5). Bunda Maria dengan serius melakukan doa syafaat untuk pencurahan Roh Kudus atas Gereja awal pada waktu itu. Sampai sekarang pun Bunda Maria masih mendoakan Gereja dan kita masing-masing para anggota Gereja. 
Bunda Maria telah mengalami kuasa Roh Kudus dalam hidupnya. 
Dia menyaksikan kuat-kuasa transformatif dari Roh Kudus atas diri para rasul dan mereka pun pergi menyebarkan Kabar Baik Yesus Kristus ke seluruh dunia.

DOA: 
Bapa surgawi, sepanjang sejarahnya, Gereja senantiasa memelihara hubungan dengan Bunda Putera-Mu terkasih. Hubungan istimewa tersebut dalam misteri penyelamatan merangkum masa lalu, masa kini dan masa mendatang. Kami percaya akan adanya kehadiran khusus Bunda Maria dalam misteri Kristus dan misteri Gereja-Nya. Terpujilah Allah Tritunggal Mahakudus, Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
Amin.

1 Juni 2020, Bacaan dan renungan Sabda Tuhan hari Senin Pekan Biasa ke-9,

Bacaan dan renungan Sabda Tuhan hari Senin Pekan Biasa ke-9, 1 Juni 2020; peringatan Santa Perawam Maria, Bunda Gereja

KARUNIA SEORANG IBU

Tema renungan kita pada hari ini ialah: Karunia Seorang Ibu. Pada suatu hari Minggu yang jatuh pada "Hari Para Bapak" sedunia, imam yang memimpin Misa mengundang para bapak untuk maju ke dekat altar sebelum berkat penutup Misa. Mereka didoakan dan diberkati khusus oleh imam. Pada waktu itu ada tiga bapak menangis haru dan terlihat oleh imam yang sedang mendoakan mereka.                         

Imam itu bertemu mereka di luar gereja setelah misa selesai. Satu persatu dari mereka ditanyakan alasan mereka menangis waktu berada di depannya. Mereka semua menjawab bahwa istrinya memaksa mereka maju ke depan dengan ancaman yang berbeda-beda. Kalau mereka tidak mau maju, sanksi akan diberikan tanpa ampun. Yang satu diancam tidak boleh masuk rumah setelah kembali dari misa. Yang lain diancam tidak ditemani kalau diajak untuk pergi berdua. Yang lain lagi diancam tidak disiapkan makanan favoritnya.

 Ancaman-ancaman ini sungguh serius. Seorang istri dan ibu adalah kunci bagi rumah, makanan dan relasi. Jika ketiga unsur ditiadakan, bagaimana jadinya dengan seorang suami dan bapak, bahkan kehidupan kita yang sesungguhnya! Ketiga bapak yang menangis seharusnya bukan karena istri mereka galak, tetapi sesungguhnya mereka sangat sedih dan sakit untuk kehilangan bagian kehidupan yang dibawa dan dihidupi oleh para istrinya. Jadi para istri atau wanita ini adalah representasi dari kebaikan Allah untuk melawan semua bentuk kejahatan yang ingin merusak dan membinasakan kehidupan.

 Kita berbahagia di hari peringatan Bunda Maria sebagai Bunda Gereja ini, yang merupakan perayaan untuk menghormati dan memuliakan peran ke-Ibuan untuk seluruh Gereja. Pada prinsipnya Gereja disebut ibu dengan alasan paling kentara, ialah karena Bunda Maria dipercayakan oleh Putera-nya sendiri, Yesus Kristus yang adalah kepala Gereja, sebagai bunda Gereja. Yesus nyatakan itu secara langsung dan pribadi ketika Ia bergantung di atas salib dan sesaat lagi akan wafat. Ia berkata kepada seorang murid yang dikasihi-Nya: “Inilah ibu-mu”!

 Gereja sebagai ibu memiliki tanggung jawab maha penting untuk melindungi dan mengarahkan setiap anggotanya ke jalan keselamatan. Maria tentu bekerja sama dengan Yesus Kristus, sang Kepala Gereja, untuk membuat Gereja dan seluruh anggotanya hidup dalam iman, kasih dan pengharapan yang kuat. Sebagai ibu, Maria menjiwai seluruh Gereja sepanjang jalan tersebut. Meskipun ancaman setan dan musuh-musuh tak pernah berhenti untuk mencelakakan dan menghancurkan Gereja, ibu Gereja memiliki kekuatan untuk bertahan dan melawannya. Perlawanan itu tidak pernah berhenti selama dunia ini masih berputar, seperti yang diwartakan oleh bacaan pertama hari ini.

 Marilah kita berdoa. Dalam nama ... Ya Allah, semoga Bunda Maria selalu bersama dengan kami di dalam segala kesulitan kami, khususnya dalam saat-saat kesulitan dan ancaman musuh yang mematikan. Salam Maria... Dalam nama ...




Hari ini Senin, 1 Juni 2020
Pw. St. Maria, Bunda Gereja.
St. Yustinus, Martir.

Marilah Berdoa:πŸ’πŸΌ‍♀️πŸ§’πŸ»
Demi nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus, Amin. 
Tuhan curahkanlah Roh Kudus-Mu kepadaku agar aku memahami Sabda-Mu hari ini, bahwa: Maria adalah Bunda Gereja. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.


Bacaan Kitab SuciπŸ“–
1. Kej. 3:9-15,20
2. Yoh. 19:25-34
(Mohon teks Kitab Suci dibaca terlebih dahulu)

Memahami InjilπŸ’πŸΌ‍♀️πŸ§’πŸ»

πŸ§’πŸ»25 Dan dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, istri Klopas dan Maria Magdalena. 
26 Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: “Ibu, inilah, anakmu!” 
27 Kemudian kata-Nya kepada murid-Nya: “Inilah ibumu!” Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.
(■ Pada saat Yesus di atas kayu salib, orang yang tetap setia menemani-Nya adalah: Maria, ibu-Nya. 
■ Waktu itu ibu Yesus di dampingi oleh Maria istri Klopas, Maria Magdalena dan Yohanes murid yang di kasihi Yesus.
■ Saat Yesus melihat mereka, Yesus berkata kepada ibu-Nya: “ IBU, INILAH ANAKMU!”
■ Saat Dia melihat murid-Nya, Ia berkata: “ INILAH IBUMU!”
■ Sejak saat itu Yohanes menerima Maria di rumahnya.

♡ Saat menjelang Yesus wafat adalah saat penting! Tentu peristiwa menyerahkan Yohanes, wakil para murid-Nya, kepada ibu-Nya juga peristiwa penting.
♡ Ternyata, saat para murid Yesus tekun berdoa bersama untuk menantikan datangnya Roh Kudus, Maria bersama mereka, Kis. 1:14. Mengandaikan para murid Yesus bersama Maria mengalami turunnya Roh Kudus, lahirnya Gereja Kudus.
♡ Sehingga hari ini, kita memperingati: Maria Bunda Gereja.)


πŸ§’πŸ»28 Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia – supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci –: “Aku haus!” 
29 Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus. 
30 Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: “Sudah selesai.” Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.
( ■ Setelah Yesus menyerahkan ibu-Nya kepada Yohanes dan menyerahkan Yohanes kepada Maria, Ia berkata: “Aku haus”.
■ Mereka mencucukkan anggur asam pada mulut Yesus, sehingga ter genapi Mazmur 69:22. “ Bahkan mereka memberi aku makan racun, dan pada waktu aku haus mereka memberi aku minum anggur asam. 
■ Peristiwa ini mau menunjukkan, Yesus wafat dengan penuh kesesakan.)


πŸ§’πŸ»31 Karena hari itu hari persiapan dan supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib – sebab Sabat itu adalah hari yang besar – maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan. 
32 Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus; 
33 tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya, 
34 tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air. 
(■ Agar pada hari Sabat, jenazah mereka tidak bergantung di atas kayu salib, maka beberapa orang Yahudi meminta kaki mereka yang disalibkan itu di patahkan dan jenazahnya di turunkan.
■ Namun saat para prajurit melihat Yesus sudah wafat, mereka tidak mematahkan kaki-Nya, ada seorang prajurit menikam lambung Yesus hingga keluar darah dan air.) 

MerenungkanπŸ’πŸΌ‍♀️πŸ§’πŸ»
πŸ’πŸΌ‍♀️ Yesus menyerahkan Maria untuk menjadi ibu bagi para murid-Nya. 
πŸ’πŸΌ‍♀️ Apakah peran Maria sebagai bunda Gereja, tetap tampak sampai saat sekarang?
πŸ’πŸΌ‍♀️ Bila kita perhatikan penampakan- penampakan Bunda Maria: Lourdes atau Fatima, pada umumnya pesan Maria yang di berikan, sekitar:
1. Pertobatan
2. Banyak berdoa untuk para pendosa.
Saya melihat Maria sebagai ibu sangat mencintai dan memberi teladan agar kita hidup dalam kebenaran Allah.
πŸ’πŸΌ‍♀️ Apakah Kita sudah menyadari pendampingan Maria sebagai ibu Gereja di dalam hidup kita? 

Doa PermohonanπŸ’πŸΌ‍♀️πŸ§’πŸ»
Tuhan Yesus, Engkau telah memberikan Maria kepada kami murid-murid-Mu agar menjadi ibu. Semoga keibuan Maria mengasuh kami dalam menumbuhkan hidup rohani yang sehat sesuai kehendak-Mu, sehingga boleh mencapai persatuan kasih dengan-Mu. Kami mohon....

HeningπŸ’πŸΌ‍♀️πŸ§’πŸ»
(Silakan hening barang 15 menit, untuk mengendapkan Sabda Tuhan, bisa sambil menyebut-nyebut nama: Yesus) 

Doa PenutupπŸ’πŸΌ‍♀️πŸ§’πŸ»
Tuhan Yesus, cinta ibu seperti matahari, suka memberi tak harap kembali. Semoga kehangatan cinta Maria memberi teladan kepada para murid-Mu untuk mencintai Engkau dan sesama. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

Tuhan sertamu – dan sertamu juga.

Semoga Allah yang Mahakuasa senantiasa memberkati Anda, keluarga, komunitas, aktivitas Anda hari ini.

Demi nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus. Amin

πŸ’πŸΌ‍♀️πŸ§’πŸ»πŸ™πŸΌ✝πŸ“–πŸ§’πŸ»πŸ’πŸΌ‍♀️

πŸ›πŸ›πŸ›πŸ”œπŸ¦‹πŸ¦‹πŸ¦‹

Teriring doa dari Karmel

Doa malam, MInggu 31 Mei 2020 HR. Pentakosta


DOA MALAM


DOA MALAM

Yesus Kristus, Tuhanku dan Juruselamatku...

Berkat cintaMU kepada ku, 
Engkau tidak membiarkan kami menjadi yatim piatu 
setelah Engkau naik ke Surga.

Terima kasih atas tujuh karunia Roh Kudus yang Engkau turunkan bagi kami, 

Roh Hikmat, Roh Pengertian, Roh Nasihat,
 Roh Keperkasaan, Roh Pengenalan akan Allah, 
Roh Kesalehan dan Roh Takut akan Allah...

Semoga karena bimbinganNya,
 kami  boleh menikmati buah-buah Roh yaitu 
Kasih, Suka cita, Damai Sejahtera, Kesabaran, 
kemurahan, Kebaikan, Kesetiaan,
 Kelemahlembutan, dan Penguasaan diri.

Dan melalui Roh Kudus-Mu kami peka dan setia kepada kehendakMu, 
 tabah dalam penderitaan, 
 berani menjadi saksiMu, rendah hati  dan murah hati  
dalam pelayanan kepada sesama, 
 menjadi Terang dan Garam dunia dan  menjadi saluran kasihMu...
membagi berkatMu kepada sesama kami

Bimbinglah kami agar sanggup lebih mencintai 
dan menaatiMu dengan sepenuh hati, 
seperti yang telah Engkau lakukan sendiri di dalam kehidupanMu,
 mencintai dan menaati BapaMu dengan sepenuh hatiMu...

Yesus Kristus yang baik, malam ini kami hendak beristirahat,

 ampunilah kami bila kami pernah mengingkariMu...
Ampunilah segala dosa dan kesalahan kami sepanjang hari ini...

Kini perkenankanlah kami beristirahat, 
lindungilah kami dan dekaplah kami dalam dekapan kasihMu 
dan buaian damai sejahteraMu...


Amin

🌼🌻🌼🌻🌼🌻🌼🌻






Popular Posts Widget