Yoh. 1:29-34; 
               
"Apakah tujuan hidup kita?
Untuk apa dan untuk siapa anda hidup?

Jika Anda seorang utusan yang dikirim oleh pimpinanmu di kantor atau komunitas di mana Anda menjadi seorang anggota, dan pergi ke tempat lain, maka Anda harus menyadari bahwa Anda hanya seorang utusan, yang bertindak dan berbicara atas nama pemimpin atau komunitas atau kelompok  Anda. Oleh karena itu, satu hal yang harus diperhatikan adalah Anda harus menjaga nama baik komunitas Anda, perusahaan atau kantor Anda, sebab orang lain dapat mengetahui siapa Anda, atau komunitas Anda dari apa Anda bicarakan dan tindakan Anda selama Anda bertindakan sebagai seorang utusan.


Hari ini, Bunda Gereja menyajikan kita sebuah cerita tentang Yohanes Pembaptis yang bersaksi tentang siapa Yesus. Ketika ia melihat Yesus, ia berkata: "Lihatlah, Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia." Yohanes Pembaptis adalah tanda kerendahan hati. Dia tidak pernah menunjukkan dirinya sebagai pusat ajarannya. Segala yang ia miliki, ia serahkan kepada Allah, dan seumur hidupnya Yohanes bersaksi tentang Yesus. Seluruh pelayanan-Nya menunjuk kepada Yesus. Itu semua tentang Yesus, bukan tentang dia. Ini  semua tentang rahmat Tuhan, bukan tentang ketenaran namanya. Ini  semua tentang  Roh Tuhan dan bukan tentang baptisan yang ia berikan


Semua dari kita telah dibaptis sebagai seorang Katolik dan sekarang kita hidup sebagai orang Katolik di negara Katolik, nomor satu di Asia dalam soal jumlah. Pertanyaan yang dotawarkan untuk semua kita semua hari ini untuk direnungkan adalah "apa tujuan hidup Anda? Untuk apa dan untuk siapa Anda hidup? Hanya ingat bahwa kita dilahirkan dengan sebuah tujuan, dan ketika Tuhan memanggil kita seorang Katolik, kita dipanggil dengan sebuah misi. Dan misi kita  sangat jelas dalam Injil, yakni: "Pergilah dan jadikanlah semua bagnsa murid-Ku." Dengan kata lain, misi kita adalah membawa orang lain kepada Yesus dan membawa Yesus kepada orang lain "Apakah Anda telah melakukan misi Anda?

Minggu, 16 Januari 2011


Selamat berhari minggu...


Salam dan doaku untukmu selalu,


Rinnong