Mendapatkan Pengakuan

Mat.3:13-17; 
 “Mendapatkan pengakuan atau penerimaan dari seseorang atas hasil kerja kita pasti mendatangkan kebanggaan. Akan tetapi mendapatkan pengakuan dari Allah adalah sebuah tindakan keselamatan.”

           Menurut pandangan Katolik, pembaptisan memiliki 3 fungsi penting sebagai berikut; Menjadikan yang dibaptis sebagai anak Allah; Membersihkan yang dibaptis dari noda dosa asal dan Menajdikan yang dibaptis anggota gereja Katolik. Berhubung karena Katolik mengizinkan pembaptisan bayi maka semuanya ini didapatkan si bayi lewat ekspresi iman orang tua yang membawa anak mereka untuk mendapatkan sakramen pembaptisan. Karena itu, dengan pembaptisan yang diterima sang bayi, ada pengakuan di sana bahwa Allah adalah Pencipta dan Bapanya dan gereja adalah ibu spiritualnya yang akan menuntunnya kepada persatuan mesra dengan Sang Bapa melalui Yesus Putra-Nya, yakni lewat Gereja yang didirikan oleh tangan-Nya sendiri.

            Hari ini, Gereja mengajak kita untuk merayakan pesta Pembaptisan Tuhan di sungai Yordan. Peristiwanya tertulis secara singkat seperti laporan Matius dalam Injilnya yang kita renungkan hari ini, sebagai berikut: Yesus datang kepada Yohanes di sungai Yordan untuk dibaptis. Awalnya Yohanes menolak karena perasaan ketidak-layakan untuk membaptis Tuhannya, tetapi akhirnya, Yohanes menerima juga setelah mendengar penjelasan Yesus. Setelah dibaptis ada suara yang berseru dari langit: “Inilah Anak-Ku yang Kukasih, kepada-Nyalah Aku berkenan.” Inilah pengakuan dari Allah Bapa sebagai tanda bahwa Yesus adalah Putra-Nya dan misi untuk menyelamatkan manusia pun dimulai di hadapan umum.

            Setiap dari kita pun telah mendapatkan pengakuan seperti ini ketika air dituangkan di atas kepala kita oleh para romo atau pun orang lain dalam keadaan darurat dengan rumusan: “Aku membaptis engkau dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.” Sebuah pertanyaan singkat untuk direnungkan kembali yakni: “Apakah kita telah melaksanakan tugas perutusan/misi kita?” Namun, pertanyaan penting nan mendasar adalah “Apakah kita sendiri sadar dan tahu misi kita?” Kita hanya bisa berjuang mewujud-nyatakan misi kita ketika kita mengetahui seperti apakah misi kita atau setidak-tidaknya ada orang yang harus memberitahukan kepada kita. Karena itu, hal penting sekarang yang harus kita laksanakan adalah “temukanlah misi Anda, dan kemudian berjuanglah untuk mewujudkannya di tahun yang baru ini.”

Selamat berhari minggu.

Minggu, 9 Januari 2011

Pada Pesta PEMBAPTISAN TUHAN

Teriring salam dan doa kecilku untukmu selalu,

Rinnong

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts Widget